
Cyra saat ini sedang sibuk memotong-motong puding yang dibelikan oleh Akmal. Lalu tiba-tiba, Akmal mendekatinya sambil membawa cawan kecil dan sebuah sendok.
" Apakah kamu tidak mau mencobanya dulu Cyra?? ," tanya Akmal sambil mengambil sepotong puding, lalu dia taruh di atas cawan yang dibawanya.
" Tidak, untuk Kakak saja ," jawab Cyra menolak puding pemberiannya Akmal.
" Ayolah, aaaa, buka mulutmu, ini spesial lho dari Kakak, kapan lagi coba kamu Kakak suapi?? ," kata Akmal memaksa.
" Tidak mau ," jawab Cyra tetap menolak.
" Ayolah, Kakak marah nih, humpt!! ," ucap manja dari Akmal.
Sebenarnya, niat Akmal cuma ingin membuat Cyra tersenyum dan tertawa ceria seperti biasanya.
Akan tetapi, tanpa Akmal sadari, jika apa yang dia lakukan itu, justru membuatnya semakin lebih dekat dengan Cyra.
Cyra yang melihat Akmal berpura-pura merajuk kepadanya, akhirnya, dia terpaksa mau untuk menerima suapan dari Akmal.
" Baiklah, aaa ," jawab Cyra sambil membuka sedikit niqabnya.
Senyum Akmal terpatri sangat manis sekali, karena melihat Cyra mau menerima suapan darinya.
" Manis, enak ," ucap Cyra.
" Lebih manis lagi, jika makan sambil memperhatikanmu ," jawab Akmal sambil memakan puding dari bekas sendoknya Cyra.
" Eh, itu sendoknya ," kata Cyra sambil menunjuk sendok bekasnya.
" Kenapa?? ," tanya Akmal.
" Itu kan sendok.......?? ," jawab Cyra.
" Ada apa dengan sendoknya?? ," tanya Akmal, sambil menyuapkan lagi satu sendok puding ke dalam mulutnya.
" Tidak apa-apa, makan saja sama sendoknya, kali aja Kak Akmal juga suka ," jawab Cyra sambil meneruskan kegiatannya.
Akmal yang mendengar jawabannya Cyra, langsung tertawa cukup keras, sambil menikmati puding yang sedang dimakannya.
Sudah selesai menata puding, sekarang Cyra gantian menata roti yang tadi sudah dibelikan oleh Akmal juga ke dalam piring yang cantik.
Akmal yang melihat Cyra cukup serius sekali menata rotinya, dengan sengaja dia mengoleskan whip cream ke dahinya Cyra, sehingga membuat Cyra langsung mengalihkan pandangannya ke arah Akmal, yang sedang berpura-pura tidak tahu sambil menikmati puding miliknya.
" Kak Akmal ," ucap Cyra.
" Iya, ada apa Cyra?? ," tanya Akmal.
" Lho, ko di wajah kamu ada whip cream nya, habis ya skincare nya, sampai pakai whip cream segala?? ," canda Akmal.
Cyra pura-pura marah dengan menatap Akmal sangat tajam sekali. Akmal yang ditatap seperti itu oleh Cyra, langsung tertawa cukup keras seperti tidak merasa bersalah sama sekali.
" Tambah cantik deh kalau sedang marah begini ," canda Akmal sambil mencubit pipi Cyra yang tertutup niqab.
Cyra hanya diam saja, ketika Akmal sudah berani mencubit pipinya, sambil terus menatap garang ke arahnya.
" Ok-ok, akan Kakak ambil whip cream nya ," ucap Akmal, lalu dia mengambil whip cream yang ada di dahinya Cyra.
Akmal yang sudah mengambil whip cream tersebut, malah langsung dia makan dengan lahapnya.
" Ih jorok!! ," ucap Cyra.
" Kenapa?? ," tanya Akmal.
" Tidak apa-apa ," jawab Cyra.
" Oh, kirain mau ngomong, makan saja whip cream nya sekalian juga sama wajah Cyra ," canda Akmal, hingga refleks membuat Cyra mencubit gemas pinggangnya Akmal.
Akmal langsung tertawa terbahak-bahak, ketika Cyra berani mencubit pinggangnya. Dan Cyra pun tersenyum secara sembunyi-bunyi supaya Akmal tidak tahu, jika sebenarnya dirinya suka kalau Akmal bercanda dengannya.
" Eeh, sini,!! biar Kakak saja yang membawa piringnya ," kata Akmal, ketika dia melihat Cyra akan membawa piring puding dan roti yang tadi sudah ditatanya.
" Jangan suka mengangkat yang berat-berat, nanti tangan serapuh ini bisa merasa kecapekan ," canda Akmal lagi.
" Tangan itu kamu gunakan saja untuk menyalami tangan Kakak, ketika Kakak menjadi imammu nanti ," goda Akmal sambil berlalu dari hadapan Cyra.
Cyra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah anehnya Akmal malam ini.
Cyra lalu menyusul Akmal yang sedang berjalan ke arah ruang tamu, untuk menemui ke empat sahabat mereka.
" Ma, itu tadi Akmal kan?? ," ucap Ayah Rafiq.
" Bukan,!! itu genderuwo!! ," jawab Mama Jian.
" Iya Akmal lah Ayah, lalu siapa lagi?? ," kata Mama Jian.
" Dia ko emm, apa ya namanya?? ," kata Ayah Rafiq susah mengungkapkannya.
" Tidak apalah, lagi pula Cyra sudah menjadi janda ," jawab Mama Jian.
" Sudah Mama katakan, jika Mama lebih setuju kalau Cyra menikah dengan Akmal, daripada dengan laki-laki lain ," kata Mama Jian lagi.
" Tapi, apa tidak terlalu cepat Ma, jika Akmal sudah dari sekarang mendekati Cyra?? ," tanya Ayah Rafiq.
" Lebih cepat lebih bagus, daripada keduluan oleh laki-laki lain ," jawab Mama Jian.
" Karena Mama yakin, kalau Cyra pasti sebentar lagi akan banyak laki-laki yang datang silih berganti untuk memintanya menjadi istri mereka ," ucap Mama Jian.
" Iya juga sih ," kata Ayah Rafiq.
" Sudahlah Ayah, Mama mau lanjut beres-beres lagi ," kata Mama Jian sambil berlalu pergi dari hadapan Ayah Rafiq.
Sedangkan kembali kepada Cyra dan juga Akmal, yang saat ini sudah ikut bergabung dengan ke empat sahabat mereka.
" Oh ya Mal, status WhatsApp tadi pagi, apakah itu baby Zahwa?? ," tanya Hamzah.
" Iya ," jawab Akmal.
" Berarti, ketika aku menelepon mu itu, juga suara tangisan baby Zahwa?? ," tanya Abraham juga.
" Betul ," jawab Akmal.
" Tapi pada waktu itu kenapa kamu memanggilnya Aiza?? ," tanya Abraham lagi.
" Iya, karena aku lebih suka memanggilnya Aiza ," jawab Akmal.
" Benar begitu kan Umi?? ," canda Akmal kepada Cyra.
Cyra lalu mengangguk sambil tersenyum dibalik niqabnya.
Abraham, Hamzah, Kalila dan juga Misha, menatap curiga ke arah Akmal, yang terlihat sudah berani mendekati Cyra secara terang-terangan.
Tiba-tiba, baby Zahwa yang berada di dalam gendongannya Misha, menangis seperti merasa haus.
Akmal yang duduk tidak jauh dari Misha, langsung mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Misha.
" Oh sayang, ikut sama Abu yuk ," ucap Akmal, sambil menimang baby Zahwa.
Ke empat sahabatnya, menatap Akmal dengan pemikiran yang sama, yaitu jika baby Zahwa sudah terlihat seperti anak kandungnya sendiri.
Akmal menimang dan menenangkan baby Zahwa yang sekarang sedang berada di dekapannya.
" Sini Kak, biar Aiza, Cyra neeneenin sebentar ," kata Cyra.
Cyra yang ingin mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Akmal, malah terlihat sudah seperti sepasang suami istri di mata para sahabat mereka.
Namun, ketika baby Zahwa sudah berada di dalam gendongannya Cyra, malah dia menangis lagi. Dan itu membuat Akmal, mengambil alih lagi baby Zahwa ke dalam gendongannya.
Benar saja, baby Zahwa langsung diam, ketika sedang digendong dan didekap oleh Akmal.
" Sepertinya, kamu sedang tidak mau sama Umi ya sayang ," ucap Akmal kepada baby Zahwa.
" Iya, mungkin keringat Abu nya sangat bau, jadinya, baby Zahwa menjadi betah ," kata Cyra yang sudah berani bercanda.
" Bilang saja, jika Umi mau Abu dekap juga ," jawab Akmal kepada Cyra. Dan malah mereka terlihat seperti dunia milik berdua, padahal di situ sedang ada ke empat sahabat mereka.
Tentu saja sikap Akmal dan Cyra yang seperti itu, membuat Abraham, Hamzah, Kalila dan juga Misha, langsung saling pandang satu sama lainnya.
Tapi, tidak bisa mereka pungkiri, jika Akmal dan Cyra terlihat sangat romantis dan juga manis.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...