IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MEMAAFKAN


Cyra terus kepikiran dengan sikap Akmal yang masih mendiamkannya sampai malam tiba.


Tadi, Akmal pulang mengajar sekitar pukul empat sore, dan ketika pulang, Akmal melihat Cyra dan baby Zahwa sedang duduk di teras depan, namun Akmal cuma mengucapkan salam saja, tanpa mau menyapa mereka berdua sama sekali.


Setelah masuk ke dalam rumah, beberapa menit kemudian, Akmal sudah ke luar lagi menggunakan baju yang berbeda dan sudah rapi pula.


Tanpa banyak berbicara, walau Akmal masih melihat Cyra duduk di kursi yang sama, dia pun langsung masuk ke dalam mobilnya, tanpa mengucapkan kata salam kepada Cyra seperti biasanya.


Melihat sikap dingin yang masih Akmal tunjukkan kepadanya, entah kenapa membuat dada Cyra terasa sakit.


Ketika mobil Akmal sudah berlalu pergi dari halaman rumah, Cyra pun memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan pikirannya, hingga tanpa dia sadari, ada butiran bening yang ke luar dari kelopak matanya.


Sekarang Cyra baru merasa, di cuekin oleh Akmal terasa sepi dan ada yang kurang di hidupnya. Sebab biasanya, Akmal selalu perhatian kepadanya, walau dulu masih ada Mirza di sampingnya.


Sedang termenung memikirkan permasalahannya dengan Akmal, tiba-tiba Cyra mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.


Cyra langsung mengusap air matanya, untuk segera membukakan pintu kamarnya, yang ternyata ada Mama Jian yang berdiri dibaliknya.


" Eh Mama, ada apa Ma?? ," tanya Cyra.


" Mama sama Ayah mau pergi ke Pengajian di komplek sebelah, kamu di rumah sendiri sama Zahwa tidak apa-apa kan?? ," jawab Mama Jian.


" Nanti ada Akmal ko yang menemani kamu ," kata Mama Jian.


" Iya Ma, tidak apa-apa, semoga ilmunya bermanfaat ya Ma ," jawab Cyra.


" Aamiin, terimakasih ya, Mama berangkat dulu kalau begitu ," kata Mama Jian sambil tersenyum.


" Emm, Ma ," panggil Cyra, dan Mama Jian langsung menghentikan langkah kakinya.


" Iya, ada apa Nak?? ," tanya Mama Jian.


" Cyra belum mengucapkan terimakasih kepada Mama ," jawab Cyra.


" Terimakasih untuk apa Nak?? ," tanya Mama Jian lagi.


" Kemarin sudah menjaga Cyra yang sedang pingsan dan mengambilkan makanan sama membuatkan susu untuk Cyra ," jawab Cyra.


" Oh itu ," kata Mama Jian sambil tersenyum dan Cyra langsung mengangguk.


" Itu bukan Mama, Nak, tapi Akmal ," ucap Mama Jian membuat Cyra terkejut.


" Kak Akmal?? ," kata Cyra dengan ekspresi terkejut.


" Iya, Akmal yang sudah menjaga kamu selama kamu pingsan, mungkin dia juga yang sudah membuatkan susu dan mengambilkan makanan untukmu ," jawab Mama Jian.


" Tapi pas Cyra sadar, tidak ada Kak Akmal di dalam kamar, Ma ," kata Cyra.


" Mungkin dia sudah kembali ke dalam kamarnya, karena tidak mau ketahuan, jika dirinya sudah menjagamu, bahkan menemani Zahwa yang terbangun karena merasa haus ," jawab Mama Jian.


Sedang asik berbincang, tiba-tiba Mama Jian dan Cyra mendengar Ayah Rafiq sudah memanggil nama Mama Jian.


" Mama pergi dulu ya Nak, tuh Ayah sudah memanggil Mama ," pamit Mama Jian.


" Iya Ma, hati-hati di jalan ," jawab Cyra dan Mama Jian hanya mengangguk saja.


Cyra langsung duduk termenung di pinggir ranjang, ketika Mama Jian sudah berlalu pergi dari depan kamarnya.


Cyra tidak menyangka dan sedikit tidak percaya, jika semalam yang menjaganya adalah Akmal, sebab seharian ini, Akmal terlihat sangat cuek sekali kepadanya.


Ketika waktu makan malam tiba, Cyra yang tahunya jika Akmal sedang pergi, dia sedikit terkejut, di saat melihat Akmal sudah duduk rapi di kursi makan.


Tanpa banyak berbicara, Cyra pun langsung ikut duduk di kursi seberang Akmal dan mereka makan dengan tenang, tanpa adanya perbincangan sama sekali.


" Kak Akmal ," panggil Cyra dan Akmal langsung duduk kembali.


Akmal hanya diam saja, sambil terus menatap ke arah Cyra yang sedang menunduk menyembunyikan rasa malu dan juga bersalahnya.


" Maafkan Cyra, yang kemarin sudah berbicara kasar kepada Kakak ," ucap Cyra.


" Dan Cyra juga mau mengucapkan terimakasih kepada Kakak, karena Kakak sudah mau menjaga Cyra sama Aiza semalam ," ucap Cyra lagi.


" Iya sama-sama ," jawab Akmal.


" Tapi ada satu hal, jika kamu mau Kakak maafkan ," kata Akmal.


" Apa itu Kak?? ," tanya Cyra.


" Besok ikutlah dengan Kakak, jam delapan pagi kamu sudah harus siap ," jawab Akmal.


" Kakak mau ke kamar dulu, kamu jangan tidur malam-malam ," ucap Akmal lagi.


Setelahnya, dia langsung berlalu pergi dari hadapan Cyra menuju ke dalam kamarnya.


Akmal sebenarnya sudah tidak marah lagi kepada Cyra, hanya saja Akmal ingin tahu, apakah Cyra merasa bersalah kepadanya atau tidak, karena ucapan yang dia katakan kemarin, memang benar-benar membuatnya tersinggung.


Cyra hanya bisa diam saja, ketika Akmal berlalu pergi dari hadapannya dan meninggalkan dirinya tanpa mau menyapa baby Zahwa walau sebentar.


Cyra sangat penasaran sekali, akan diajak ke manakah dirinya besok oleh Akmal. Namun yang pasti, mau tidak mau, Cyra harus ikut, karena itu adalah syarat yang diinginkan oleh Akmal.


Keesokan harinya, ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Akmal dan Cyra yang sudah selesai bersiap-siapnya, mereka berdua langsung saja masuk ke dalam mobil, untuk pergi ke tempat yang diinginkan oleh Akmal.


Cyra duduk manis di depan, sambil menggendong baby Zahwa, tanpa banyak bertanya sama sekali kepada Akmal, akan diajak pergi ke manakah dirinya.


Jalan yang tidak terasa asing baginya, membuat Cyra sudah menebak, akan pergi ke manakah mereka saat ini. Dan tebakannya pun benar, jika Akmal akan mengajaknya pergi ke kampus tempatnya menimba ilmu dulu.


" Kenapa Kakak mengajak Cyra ke kampus?? ," tanya Cyra.


" Untuk membuatmu mengenang masa-masa kuliah, sekaligus menghabiskan waktu bersama Kakak ," jawab Akmal sambil tersenyum.


" Tapi Kak, Cyra malu ," kata Cyra.


" Untuk apa merasa malu, ayo kita masuk ," jawab Akmal.


Kedatangan Akmal bersama Cyra sambil menggendong seorang baby, mengundang banyak rasa penasaran dari para mahasiswa atau para Dosen yang melihat kedatangan mereka berdua.


Karena mereka semua mengira, jika Cyra adalah istri dan baby Zahwa adalah anaknya Akmal.


Bisik-bisik pun mulai terdengar di telinga Akmal dan Cyra, jika Cyra dan Zahwa adalah keluarga kecilnya Akmal.


Akmal terus tersenyum disepanjang jalan, ketika disapa oleh para murid-muridnya.


" Kak Akmal, Cyra malu ," bisik Cyra, hingga tanpa sadar menggandeng lengannya Akmal.


" Tenanglah, ada Kakak ," jawab Akmal sambil berbisik pula.


Akmal memang sengaja mengajak Cyra pergi ke kampus, supaya Cyra tidak merasa suntuk berada di rumah dan juga supaya Cyra bisa mengalihkan pikirannya dengan masalah yang ada.


Semoga saja niat baik Akmal untuk membuat Cyra bahagia terkabulkan. Dan Cyra sendiri, semoga bisa menikmati waktunya bersama Akmal, di kampus tempatnya menimba ilmu dahulu.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...