
Ketika sedang saling bercanda sampai melupakan ke empat sahabat mereka, tiba-tiba keasikannya Akmal dan Cyra disela olah Abraham.
" Kalian berdua kenapa malah melupakan kita berempat?? ," tanya Abraham.
" Eh, maaf Kak ," ucap Cyra merasa malu.
" Aah kamu Abraham, mengganggu kesenanganku saja!! ," kata Akmal.
" Kapan lagi coba, bisa bercanda dengan calon Umi dari anak-anakku kelak ," ucap Akmal menggoda Cyra.
" Ehem, seperti Kak Akmal sudah berani menggoda Cyra nih yee ," goda Misha.
" Kakak masih tidak berani menggodanya ko Misha ," jawab Akmal.
" Lalu, apa dong yang Kak Akmal lakukan sekarang?? ," tanya Misha.
" Mengutarakan apa yang sebenarnya selama ini Kakak pendam untuknya ," jawab jujur dari Akmal.
Cyra yang mendengar, langsung reflek melihat ke arah Akmal, dengan tatapan yang entahlah, hingga membuat para sahabat tidak bisa mengartikannya.
" Oh ya, silahkan dinikmati hidangannya ," kata Akmal mengalihkan pandangannya dan suasananya.
Jika Akmal sudah bisa menetralkan perasaannya, tapi tidak dengan Cyra. Sebab Cyra masih bertanya-tanya di dalam hatinya, tentang ucapan Akmal tadi untuknya.
" Besok kalian datang kan, ke acara tujuh harinya Kak Mirza dan aqiqah nya Aiza?? ," tanya Akmal kepada ke empat sahabatnya.
" Pasti datang dong Kak ," jawab Kalila.
" Iya, nanti kita datang ko ," jawab Hamzah juga. Dan Akmal langsung mengangguk.
" Oh ya Kalila, Misha, Cyra, apakah kalian sudah tahu tentang kabarnya Fadli?? ," kata Akmal.
" Fadli,? memangnya Fadli kenapa Kak?? ," tanya Misha.
" Dia ternyata menjadi salah satu Dosen di kampus tempat Kakak mengajar ," jawab Akmal.
" Oh ya Kak, waaah hebat sekali si kutu kambing itu ," ucap Kalila.
" Kalila ," tegur Cyra dan Abraham secara bersamaan, dan Kalila langsung tertawa tanpa merasa bersalah.
" Bagaimana Kakak bisa tahu kabar tentang Fadli?? ," tanya Cyra.
" Tadi, ketika Kakak akan mengajar lagi, tidak sengaja dipanggil olehnya dan Fadli langsung menjelaskan statusnya saat ini ," jawab Akmal.
" Alhamdulillah, Cyra ikut senang mendengarnya ," ucap Cyra.
" Kapan-kapan kita liburan yuk Cyra, sudah lama kita tidak pergi liburan lho ," ajak Misha.
" Hmm, tapi aku sudah ada Aiza, Misha ," jawab Cyra.
" Memangnya kenapa kalau ada Aiza, Cyra,? kan ada Kakak yang bisa membantumu menjaganya ," ucap Akmal.
" Apa tidak terlalu kecil Kak, jika Aiza kita ajak pergi liburan?? ," tanya Cyra.
" Iya tidak sekarang juga, nanti dong, kalau Aiza sudah cukup umur ," jawab Akmal dan langsung dianggukin oleh semua orang.
" Tenang saja Cyra, kami juga bisa ikut membantumu menjaga baby Zahwa ko ," kata Kalila.
" Iya, ok deh, kalau bisa sekalian Misha sudah lahiran ya ," jawab Cyra.
" Siap ," jawab Misha.
" Kakak setuju kan?? ," tanya Misha kepada Hamzah.
" Iya, Kakak setuju ," jawab Hamzah.
Setelah cukup lama berkunjungnya, dan waktu sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam, Abraham, Hamzah, Kalila dan juga Misha, lalu berpamitan pulang kepada Cyra dan Akmal.
Setelah kepulangan ke empat sahabatnya, Cyra langsung membawa baby Zahwa ke dalam kamar, untuk dia ajak beristirahat.
Saqif tidak ikut bersama mereka, karena dia masih bersekolah dan akan datang ketika sudah pulang sekolah.
Abi Rasyid dan Umma Nada langsung mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Cyra.
" Waaah, cucu Nenek sudah semakin gendut saja ," ucap Umma Nada.
" Bagaimana keadaanmu, Nak?? ," tanya Abi Rasyid kepada Cyra.
" Alhamdulillah, Cyra baik-baik saja ko Abi ," jawab Cyra.
" Alhamdulillah ," jawab Abi Rasyid.
" Lalu, kapan kamu akan pulang ke rumah Abi, Cyra?? ," tanya Abi Rasyid.
Mendengar pertanyaan dari sang Abi, Cyra refleks melihat ke arah Mama Jian dan Ayah Rafiq.
" Emm, bisakah Cyra lebih lama lagi tinggal di sini, Rasyid?? ," tanya Ayah Rafiq.
" Maksudnya, bukan saya mau melarang Cyra pulang, hanya saja, saya dan istri saya masih ingin bersama Cyra dan baby Zahwa ," jelas Ayah Rafiq.
" Saya tidak masalah ko Mas Rafiq, jika Cyra masih mau tinggal di sini. Hanya saja di sini ada Akmal yang status mereka bukan mahram ," jawab Abi Rasyid, dan Akmal refleks melirik ke arah Cyra.
" Iya saya tahu ," jawab Ayah Rafiq.
" Bagaimana kalau begini saja Rasyid ," kata Ayah Rafiq dan Abi Rasyid mendengarkan dengan seksama.
" Cyra biar tinggal di sini terlebih dahulu sampai umur baby Zahwa genap satu bulan, setelah itu, Cyra bisa kembali pulang ke rumahmu dan nanti beberapa minggu sekali, Cyra dan baby Zahwa bisa tinggal di sini lagi, bagaimana?? ," jelas Ayah Rafiq.
" Iya baiklah, saya setuju Mas Rafiq ," jawab Abi Rasyid.
" Karena baby Zahwa adalah cucu kita berdua ," kata Abi Rasyid dan Ayah Rafiq langsung mengangguk membenarkan.
" Bagaimana denganmu Nak,? apakah kamu tidak keberatan, jika menginap ke sana ke mari?? ," tanya Ayah Rafiq.
" Tidak apa-apa ko Ayah ," jawab Cyra sambil tersenyum dibalik niqabnya.
Mau bagaimanapun juga, kehidupan Cyra sekarang memang harus begitu, berpindah sana dan sini. Karena baby Zahwa adalah cucu mereka berdua.
" Alhamdulillah, Ayah senang mendengarnya Nak ," ucap Ayah Rafiq dan Cyra langsung mengangguk.
Di rumah Ayah Rafiq sendiri sudah banyak sekali orang dan para saudara yang berdatangan untuk membantu jalannya acara.
Walau makanan dan camilan semuanya Mama Jian dan Ayah Rafiq pesan catering, tapi tetap saja, untuk camilan yang lainnya Mama Jian lebih senang menyediakan sendiri di rumah.
Setelah acara doa untuk mengenang tujuh hari meninggalnya Mirza selesai sholat dhuhur tadi, sekarang tibalah saatnya acara aqiqah nya baby Zahwa sekitar jam tujuh malam.
Semua para tamu undangan yang tadi siang sudah hadir, malam ini hadir lagi dan alhamdulillah, sekitar sembilan puluh persen dari para tamu undangan, pada hadir semua menghadiri undangan dari Ayah Rafiq kemarin.
Rumah Ayah Rafiq benar-benar sangat ramai sekali. Bahkan, baby Zahwa mendapatkan banyak kado dari para saudara dan kerabat, guru, staf kantor, serta para pengurus Yayasan yang pada hadir hari ini.
Selama acara doa tujuh hari meninggalnya Mirza, dan sekarang aqiqah nya baby Zahwa, Cyra sekuat tenaga menahan isak tangisnya yang dia pendam sangat dalam di dalam hatinya.
Sekuat tenaga dia menahan air matanya, supaya tidak ke luar dari tempatnya. Karena Cyra tidak mau dilihat oleh semua orang, jika sebenarnya dia tidak merasa bahagia malam ini.
Walau begitu, semua orang yang hadir, juga turut merasakan kesedihan, serta merasa kasihan dengan kehidupannya Cyra saat ini.
Ketika acara cukur rambut, Akmal lah yang menggantikan Mirza untuk menggendong baby Zahwa, berkeliling di tengah para tamu undangan. Dan tanpa Cyra sadari, pas di saat acara itu, akhirnya, Cyra tidak kuat lagi membendung air matanya.
Cyra menangis dalam diamnya, sambil memperhatikan jalannya acara. Karena seharusnya, yang menggendong putri tercintanya malam ini berkeliling di tengah tamu undangan adalah Mirza.
Tapi apa boleh buat, semua itu cuma angan-angan dan juga bayang-bayang semata, sebab sampai kapanpun tidak akan bisa terwujud.
Yang bisa Cyra lakukan sekarang cuma berdoa, menata hati supaya lebih baik lagi, dan melangkah menapaki masa depan untuk memperbaiki diri.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...