
Di antara mereka pasti kalian semua merasa heran, di manakah adik laki-lakinya Cyra yang bernama Saqif.
Saqif sendiri, tadi memilih untuk ikut pulang bersama para Keluarga yang lainnya.
Ketika para saudara sudah sampai di rumah Ayah Rafiq, Abraham, Hamzah, Kalila, Misha, dan juga Deena, diantara mereka ada yang mencoba bertanya kepada Saqif.
" Kamu ikut pulang juga Saqif?? ," tanya Kalila.
" Iya Kak Kalila, Saqif ikut pulang dulu ," jawab Saqif.
" Apakah Kakak mau pulang juga?? ," tanya balik dari Saqif.
" Nanti saja, menunggu Cyra dan yang lainnya sampai rumah dulu ," jawab Kalila.
" Ok baiklah, kalau begitu Saqif pamit ke kamar mandi dulu ya Kak, kebelet ," ucap Saqif sambil tertawa.
" Iya sudah buruan sana, nanti ke luar di sini, bahaya ," canda Kalila.
Saqif hanya tertawa saja, dan lalu dia segera menuju ke dalam kamar mandi tamu yang ada di rumah Ayah Rafiq.
Ketika Saqif baru saja ke luar dari dalam kamar mandi, ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi.
" Dari Abi ," ucap Saqif.
Melihat nama sang Abi, tentu saja Saqif langsung segera mengangkatnya.
" Halo, assalamu'alaikum Abi ," ucap Saqif.
" Wa'alaikumussalam Saqif ," jawab Abi Rasyid.
" Apakah kamu sudah sampai di rumah Ayah Rafiq?? ," tanya Abi Rasyid.
" Sudah Abi ," jawab Saqif.
" Abi saat ini sedang berada di perjalanan menuju ke rumah sakit Nak, karena Kak Cyra akan segera melahirkan. Tolong kamu sampaikan kepada semua orang, yang sedang menunggu kedatangan kita ya Saqif ," ucap Abi Rasyid ketika tadi masih berada di perjalanan.
" Iya-iya baik Abi, nanti akan Saqif sampaikan kepada orang-orang yang ada di sini ," jawab Saqif sangat terkejut.
" Baiklah, Abi tutup dulu teleponnya, assalamu'alaikum ," kata Abi Rasyid.
" Wa'alaikumussalam Abi ," jawab Saqif lagi. Dan akhirnya, sambungan telepon mereka terputus juga.
Saqif yang ingin berjalan, pandangannya tidak sengaja teralihkan ke arah Abraham, yang juga ingin masuk ke dalam kamar mandi yang baru saja dipakainya.
" Kebetulan ada Kak Abraham ," ucap Saqif.
" Ada apa Saqif, Kakak mau cuci tangan di dalam ," jawab Abraham sambil menunjuk kamar mandi yang ada di belakang Saqif.
" Kak, Kak Cyra sudah mau melahirkan sekarang, tadi Abi baru saja menelepon dan katanya, Abi sedang berada di perjalanan menuju ke rumah sakit ," ucap Saqif dengan segera.
" Apa,!! Cyra sudah mau melahirkan??!! ," ucap Abraham dengan suara yang cukup keras, karena merasa terkejut.
Suara keras dari Abraham, tidak sengaja di dengar oleh salah satu saudara.
" Apa Nak,? Cyra sudah mau melahirkan sekarang?? ," ucap sang saudara, dan pada akhirnya, semua orang yang ada di rumah Ayah Rafiq, mengetahui semua tentang Cyra yang akan segera melahirkan saat itu juga.
" Iya Kak Abraham, dan Saqif disuruh untuk menyampaikan kepada semua orang yang ada di sini ," jawab Saqif.
" Ya Allah, Cyra ," ucap saudara perempuan yang mendengar.
" Baru saja suamimu di makamkan, sekarang kamu mau melahirkan anak pertama kalian ," ucap salah satu saudara merasa bersedih.
Semua orang yang belum pada pulang, langsung mendoakan kelancaran akan proses melahirkannya Cyra.
Semua sanak saudara merasa kasihan, melihat Cyra yang harus melahirkan sendirian, ketika sang suami baru saja di makamkan.
Semuanya sudah menjadi garis takdir yang harus di jalani oleh Cyra, dan yang bisa mereka lakukan, cuma berdoa, supaya Cyra diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, untuk bisa menghadapi setiap cobaan yang sedang terjadi di hidupnya saat ini.
Abraham lalu mengurungkan niatnya untuk mencuci tangan, dan dia langsung bergegas menyusul ke rumah sakit bersama Hamzah, Kalila, Misha dan juga Deena, serta Saqif, untuk mengetahui bagaimana keadaan Cyra.
Di sinilah mereka semua, ketika sudah bertanya kepada Abi Rasyid di rumah sakit mana Cyra melahirkan.
Setelah bertanya kepada petugas resepsionis, akhirnya, mereka semua bisa menemukan di ruang mana Cyra sedang di rawat.
Pandangan semua orang teralihkan ke arah pintu yang tiba-tiba di ketuk dari luar. Namun walau begitu, Akmal masih terus melanjutkan mengajinya dan Umma Nada terus mengajak Cyra berbicara.
Ayah Rafiq langsung berdiri dari duduknya untuk membukakan pintunya. Melihat semua teman-teman anak-anaknya sudah pada datang, Ayah Rafiq langsung mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam dan melihat keadaan Cyra.
Mereka bertiga para cewek langsung berjalan mendekat ke arah ranjang, sedangkan para laki-laki memilih duduk bergabung dengan Ayah Rafiq dan Mama Jian.
" Apakah itu anak Cyra dan Kak Mirza, Paman?? ," tanya Hamzah.
" Iya, tapi Cyra malah terkena baby blues ," bukan Ayah Rafiq yang menjawab, melainkan Mama Jian dengan raut wajah yang bersedih.
" Astaghfirullah ," ucap Abraham dan Hamzah secara bersamaan.
Sedangkan beralih kepada para perempuan, saat ini Kalila, Misha dan juga Deena, mencoba untuk mengajak berbicara Cyra, tapi dia malah diam saja dengan tatapan kosong lurus ke depan.
" Umma, Kak Akmal, kenapa Cyra diam saja ketika kami tanya?? ," tanya Misha merasa heran.
" Cyra terkena baby blues Nak, doakan dia supaya segera sadar dan bisa menyusui anaknya ," jawab Umma Nada.
" Astaghfirullah ," ucap Kalila, Misha dan juga Deena merasa bersedih.
" Pasti karena Cyra tertekan dengan keadaan ya Umma ," ucap Deena.
" Iya, psikisnya terguncang, di tambah dia baru saja melahirkan tepat setelah Mirza di makamkan ," jawab Umma Nada.
" Cyra, yang kuat, aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua ," ucap Kalila sambil berderai air mata.
Tiba-tiba si princess menangis karena merasa haus, sebab daritadi belum neeneen dengan Cyra. Dan itu membuat mata Cyra melirik ke arah sang putri yang sedang coba di timang oleh Mama Jian.
" Diaaammm!! ," ucap Cyra sambil menutupi ke dua telinganya.
Semua orang merasa terkejut mendengar Cyra tiba-tiba berteriak begitu.
" Cyra tidak mau mendengar dia menangis, suruh dia diam!! ," ucap Cyra lagi sangat histeris sekali.
Kalila, Misha dan juga Deena, langsung menangis melihat Cyra sudah persis seperti orang gila.
" Ya Allah, Cyra, tenanglah Cyra, dia itu anak kamu ," ucap Kalila mencoba menenangkan Cyra.
" Cyra, tenang ya, ada kita di sini untuk menemanimu ," ucap Akmal juga.
Umma Nada mencoba memeluk Cyra untuk menenangkannya, dan Cyra tiba-tiba menangis tersedu-sedu di pelukan sang Umma, setelahnya, dia pingsan untuk kesekian kalinya.
" Akmal akan panggil Dokter saja ," ucap Akmal dan langsung diangguki oleh semua orang.
Akmal langsung memencet tombol darurat untuk memanggil Dokter jaga. Dan tidak lama, Dokter itu pun datang bersama para asistennya.
Semua orang langsung menyingkir untuk memberikan ruang kepada para tim medis.
" Sebenarnya, apa yang terjadi Tuan dan Nyonya, kenapa Nyonya Cyra tiba-tiba bisa pingsan?? ," tanya sang Dokter kepada semua orang.
" Dokter, Cyra terkena baby blues syndrome, dia tidak mau melihat anaknya, dan ketika anaknya menangis, Cyra mengamuk, lalu tiba-tiba pingsan ," jawab Akmal.
" Kalau begitu, biar saya berikan suntikan penenang dulu, supaya Nyonya Cyra bisa beristirahat dan semoga setelah dia bangun, bisa lebih baik lagi keadaannya ," ucap sang Dokter, dan semua orang langsung mengangguk setuju.
Sang Dokter lalu menyuntikkan obat penenang ke tubuh Cyra, supaya Cyra bisa beristirahat dengan tenang untuk sementara waktu.
" Oh ya, alangkah baiknya, segeralah berikan si baby susu formula terlebih dahulu, sampai Nyonya Cyra mau memberikan ASI untuknya ," saran sang Dokter.
" Di rumah sakit ini menyediakan susu untuk bayi beserta botolnya, anda bisa bertanya kepada resepsionis depan Tuan, nanti akan diberitahu oleh mereka, di mana anda harus mengambilnya ," ucap sang Dokter kepada Akmal.
" Baik Dokter, segera saya akan mengambilnya ," jawab Akmal dan sang Dokter langsung mengangguk.
" Kalau begitu, saya pamit dulu, dan nanti jika Nyonya Cyra sudah sadar, tolong cepat panggil kami ya Tuan, Nyonya ," kata sang Dokter.
" Baik Dokter, terimakasih ," jawab semua orang. Dan pada akhirnya, sang Dokter bersama para asistennya berlalu pergi dari ruang perawatan Cyra.
Setelah sang Dokter pergi, Akmal langsung bergegas bertanya soal susu bayi kepada petugas resepsionis, supaya sang keponakan lucunya itu tidak merasa kelaparan.
Semua fasilitas itu sudah disediakan oleh pihak rumah sakit secara gratis, apalagi Cyra berada di ruang perawatan VVIP, yang pastinya akan mendapatkan penanganan sedikit berbeda dari yang lainnya.
Sedangkan untuk para sahabat, yang baru pertama kali melihat Cyra mengamuk begitu, mereka semua merasa sangat bersedih dan tidak tega melihat Cyra terpuruk seperti sekarang.
Semua orang berdoa serta berharap, semoga masalah yang sedang Cyra hadapi, segera berlalu dan Cyra cepat mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih baik dari sekarang.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...