IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MENEBAK-NEBAK


Saat ini waktu sedang menunjukkan pukul tiga sore. Baby Zahwa yang sudah bangun dari tidurnya meminta Cyra untuk bermain bersama dengan bahasanya yang lucu.


Oh ya! Jika pernikahan Cyra sudah berjalan hampir tiga bulan lamanya. Itu artinya umur baby Zahwa sudah sekitar jalan sepuluh bulan. Dan dirinya sudah mulai latihan berdiri untuk bisa berjalan.


Cyra dan baby Zahwa sedang asik bermain di teras rumah dengan banyaknya mainan yang berserakan di situ.


Sedang asik bermain. Pandangan mata mereka teralihkan ke arah mobil mewah yang baru saja memasuki halaman rumah.


Senyum Cyra tercetak sangat jelas sekali dibalik niqobnya melihat mobil siapakah itu yang baru saja datang.


"Abu pulang sayang," mendengar ucapan sang umi. Baby Zahwa refleks meninggalkan mainannya dan mulai merangkak ke arah mobil Akmal. Akan tetapi Cyra tidak membiarkan begitu saja. Sebab pasti lutut baby Zahwa akan sakit terkena lantai nan kasar itu.


Baby Zahwa yang sedang digendong oleh Cyra. Merentangkan ke dua tangannya seakan seperti minta digendong oleh Akmal.


Akmal tersenyum sangat manis sekali. Dan dirinya langsung menggendong sang putri cantiknya itu ke dalam gendongannya. Sedangkan Cyra memilih mengambil alih tas kerja milik Akmal.


"Kamu sedang main di sini ya Sayang. Aduh! Berantakan sekali," ucap Akmal.


Cyra tersenyum sambil terus berjalan di samping Akmal.


"Ini anak Abu sudah mandi belum ya? Ko bau acem!" Akmal sambil mencium perut baby Zahwa.


Tentu saja hal itu membuat baby Zahwa merasa geli dan tertawa riang gembira.


"Kita masuk yuk! Abu gerah. Mau mandi. Atau Aiza mau mandi bersama Abu?" ucap Akmal.


"A-Bu-bububu," suara lucu Aiza yang pertama kali didengar oleh Akmal dan Cyra.


Wajah Akmal dan Cyra terlihat terkejut mendengar baby Zahwa bisa bilang Abu.


"Masyaallah. Apa tadi sayang? A ... "


"Abbubu," ucap baby Zahwa.


Akmal langsung mendekap baby Zahwa semakin erat saja ketika ucapan pertama yang dia dengar bukanlah umi melainkan abu.


"Kalau Umi bagaimana sayang? Coba dong bilang U-mi."


Cyra sepertinya tidak mau kalah. Tapi baby Zahwa malah memalingkan muka dan tidak mau menirukan ucapan Cyra. Akmal tertawa melihat baby Zahwa yang seperti itu kepada Cyra. Sedang Cyra berpura-pura merajuk kepada Akmal dan baby Zahwa.


Sesampainya di dalam kamar. Akmal langsung mandi. Begitupula dengan baby Zahwa. Mereka mandi bersama di dalam kamar mandi yang sama. Cuma dibatasi dengan kaca transparan saja.


Selesai mandi. Cyra langsung segera memakaikan baju kepada baby Zahwa. Begitupula dengan Akmal yang sudah selesai memakai baju dan langsung menunaikan ibadah sholat ashar.


"Abu! Tolong jaga Aiza ya! Umi mau mandi sama sholat ashar juga," ucap Cyra ketika Akmal sudah selesai sholat ashar.


Akmal mengangguk. "Siap! Ayo sayang kita keluar dulu. Biar umi bisa sholat."


Akmal lalu membawa keluar baby Zahwa dari dalam kamar. Meninggalkan Cyra sendirian saja.


Sepeninggal Akmal. Cyra segera mandi, lalu menunaikan ibadah sholat ashar. Selesai itu semua. Cyra lalu keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan Akmal dan baby Zahwa yang ternyata ada di ayunan halaman depan.


"Daritadi Umi mencari. Ternyata kalian ada di sini," ucap Cyra.


Cyra langsung duduk di ayunan sebelah Akmal. "Abu! Ada yang ingin Umi bicarakan sama Abu."


Akmal langsung mengalihkan wajahnya. "Bicara apa Sayang. Katakan saja."


"Kita menginap di hotel yuk!"


Akmal tertawa. "Kenapa mau menginap di hotel Umi. Sedangkan kamar kita saja sudah seperti kamar hotel?"


"Entahlah. Rasanya Umi ingin sekali menginap di hotel. Mau ya Abu! Mau ya!" Cyra merengek manja kepada Akmal.


"Emm! Baiklah. Kapan Sayang?"


Wajah Cyra berbinar senang sekali. "Malam ini saja yuk! Tapi cari hotel yang nyaman ya."


Tidak mau membuat sang istri merasa sedih atau kecewa. Dengan ikhlas Akmal mengiyakan saja permintaan Cyra.


Akmal lalu mencari hotel berbintang yang ada di kota mereka untuk menginap malam itu juga. Selesai melakukan reservasi melalui sambungan telepon. Akmal bercanda lagi dengan baby Zahwa dan Cyra.


"Oh ya Umi! Abu ada kabar gembira untuk kita semua."


Wajah Akmal terlihat sumringah. "Mulai besok. Abu sudah tidak aktif lagi mengajar."


"Apakah itu artinya. Surat pengunduran diri Abu sudah di ACC sama pak Rektor?"


Akmal mengangguk. "Iya Umi. Betul sekali. Dan hari ini adalah hari terakhir Abu mengajar."


"Tadi Abu juga sudah berpamitan kepada para anak-anak. Dan juga sudah menyampaikan dua patah kata perpisahan untuk para teman-teman Dosen yang lainnya."


"Apakah kampus sudah mendapatkan Dosen pengganti Abu?"


Akmal mengangguk lagi. "Sudah Umi. Dia lebih muda dari Abu."


Cyra tersenyum. "Alhamdulillah kalau begitu. Jadi Abu nanti bisa fokus dengan usaha kita berdua."


Akmal mengangguk-anggukan kepalanya menanggapi ucapan Cyra.


"Lalu? Kapan kita berangkat ke hotelnya Abu?" tanya Cyra.


"Sekarang saja yuk! Tapi sebelum itu. Abu mau mampir ke toko dulu sebentar. Mau mengambil berkas-berkas. Siapa tahu ada barang yang sudah habis."


Cyra mengangguk. Lalu mereka berdua masuk kembali ke dalam kamar untuk bersiap-siap pergi ke hotel.


Sedang asik memasukkan beberapa baju ke dalam koper. Ponsel Akmal tiba-tiba berdering. Hal itu membuat Akmal langsung meninggalkan kegiatannya untuk menerima telepon terlebih dahulu dari sang ayah.


"Halo Ayah. Assalamu'alaikum."


Ayah Rafiq langsung menjawab. "Wa'alaikumussalam Mal. Nanti malam kamu ada di rumah tidak?" tanya ayah Rafiq.


"Nanti malam Akmal sama Cyra mau pergi Ayah."


Ayah Rafiq merasa penasaran. "Pergi ke mana?"


"Ini Cyra tumben mengajak Akmal untuk menginap di hotel."


Ayah Rafiq tertawa diseberang sana. "Ada-ada saja. Kenapa sampai menginap di hotel segala?"


"Entahlah. Mungkin mau cari suasana baru Ayah. Lagi pula Akmal juga belum mengajak Cyra berbulan madu. Gara-gara sibuk mengurus pembangunan."


Ayah Rafiq mengangguk-anggukan kepalanya. "Iya sudah kalau begitu. Rencananya Ayah nanti malam mau ke rumah kamu sama mama. Katanya, mama sedang rindu sama kalian. Terutama sama si Zahwa. Kalau tidak bisa. Ya besok lagi saja."


"Maafkan Akmal ya Ayah," ucap Akmal.


"Iya. Tidak apa-apa ko. Ayah tutup dulu ya teleponnya. Assalamu'alaikum."


Akmal lalu menjawabnya. "Wa'alaikumussalam." Sambungan mereka akhirnya terputus juga.


Mama Jian yang daritadi ada di sebelah ayah Rafiq langsung bertanya. "Akmal sama Cyra mau pergi ya Ayah?"


Ayah Rafiq mengangguk pelan. "Iya. Katanya Cyra sedang ingin menginap di hotel."


"Ada-ada saja sih. Apa jangan-jangan Cyra sedang mengidam?"


Ayah Rafiq dan mama Jian refleks saling pandang dengan tatapan aneh mereka.


Sedangkan beralih ke Akmal dan Cyra lagi. Mereka berdua akhirnya selesai juga bersiap-siapnya. Dan saat ini mereka sedang berpamitan dengan para bibi yang bekerja di rumah mereka.


Setelah berpamitan. Mobil yang Akmal kendari lalu tancap gas menuju ke tempat tujuan. Sedangkan para bibi langsung berbisik-bisik manja satu sama lainnya.


"Rumah sudah sebagus ini ko ya mau menginap di hotel? Apa tidak sayang sama uangnya?"


Bi Sukma langsung menanggapi ucapan bi Lilis. "Apa mungkin bu Cyra sedang hamil ya?"


Ucapan bi Sukma sukses membuat para bibi yang mendengar langsung saling pandang dengan arti tatapan yang sama.


Nah 'kan sudah pada menebak-nebak🀭.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...