IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
BERKONSULTASI


Karena di rumah Ayah Rafiq, masih ada pengajian untuk mengenang kematian Mirza. Sekitar jam lima sore, Ayah Rafiq sudah datang ke rumah sakit lagi, untuk mengantarkan Mama Jian.


Lalu gantian Akmal yang ikut pulang bersama sang Ayah, sedangkan Mama Jian akan menemani Umma Nada menjaga Cyra dan cucu mereka.


Setelah tersadar akan mimpinya bertemu dengan Mirza tadi, Cyra mencoba melawan egonya, supaya bisa meenyusuii sang putri untuk pertama kalinya.


Dibantu oleh sang Dokter dan asistennya, akhirnya, Cyra bisa juga meenyusuii sang putri dengan lancar.


Walau selama meenyusuii, Cyra terus mengeluarkan air matanya, karena teringat dengan sang suami yang baru saja tadi dikuburkan.


Akmal juga sudah cukup merasa tenang, melihat Cyra sudah bisa tersenyum lagi dan menimang buah hatinya sendiri tanpa bantuan sang Umma. Dan Mama Jian yang baru saja datang, cukup terkejut melihat Cyra sudah tidak mengamuk lagi seperti tadi, ketika sang cucu menangis di dalam gendongannya.


" Ya Allah, Nak, kamu sudah sembuh?? ," tanya Mama Jian dengan ekspresi terkejut.


" Entahlah Ma, doakan saja, semoga Cyra baik-baik saja ," jawab Cyra sambil mencoba menenangkan sang putri.


" Apakah kamu butuh bantuan Mama, sayang, untuk menggendong cucu Mama ini?? ," tanya Mama Jian.


" Tidak perlu, Cyra bisa sendiri ko Ma ," jawab Cyra.


" Kamu haus ya sayang, mau neen, oh sayang-sayang ," ucap Cyra kepada sang putri.


Cyra lalu mencoba meenyusuii sang putri dengan sangat hati-hati sekali, karena dia belum terlalu berpengalaman akan hal itu.


Akan tetapi walau begitu, Cyra tetap tidak mau menyerah untuk memberikan ASI eksklusif untuk sang buah hatinya sampai umur dua tahun lamanya.


Umma Nada yang melihat Cyra sudah bisa meenyusuii sendiri, ada perasaan lega dan senang secara bersamaan.


Ayah Rafiq tadi langsung pulang, ketika sudah mengantarkan Mama Jian ke rumah sakit, jadi dia tidak sempat berbicara dengan Cyra dan melihat perkembangan keadaannya Cyra saat ini.


Jika Ayah Rafiq melihat juga bagaimana Cyra sekarang, pasti dia akan ikut senang sama seperti yang lainnya.


Singkat cerita, ketika acara pengajian yang diadakan di rumah Ayah Rafiq sudah selesai, Ayah Rafiq dan Abi Rasyid langsung bergegas menuju ke rumah sakit lagi, sedangkan Akmal masih berada di rumah, karena dia memilih ke rumah sakit keesokan harinya.


Ternyata di pertengahan jalan, mobil yang Abi Rasyid kendarai ban mobilnya mengalami kebocoran, yang membuatnya jadi terlambat datang ke rumah sakit malam itu.


Karena berhubung waktu sudah malam, kebetulan juga Abi Rasyid tidak membawa ban cadangan dan bengkel juga sudah pada tutup semua, Abi Rasyid mencoba menghubungi Akmal untuk meminta bantuan kepadanya.


Sebab tempatnya dia mengalami musibah, belum terlalu jauh dari kediaman sang besan.


Akmal yang mendapatkan telepon dari Abi Rasyid, langsung bergegas menyusul ke tempat kejadian bersama pekerja rumahnya, dan langsung menyuruh pekerja tersebut untuk segera mengganti ban mobil milik Abi Rasyid.


" Terimakasih Nak Akmal, Abi malah merepotkan mu malam-malam begini ," ucap Abi Rasyid.


" Tidak apa-apa ko Abi, Akmal justru merasa senang bisa membantu Abi ," jawab Akmal.


" Setelah ini, apakah Abi akan ke rumah sakit malam ini juga?? ," tanya Akmal.


" Tidak jadi, sudah malam, besok sajalah ," jawab Abi Rasyid.


" Tadi Abi juga sudah menghubungi Umma, tentang Abi yang tidak bisa datang ke rumah sakit malam ini, karena mengalami ban bocor ," kata Abi Rasyid lagi.


" Jika mau, Akmal bisa mengantar Abi pulang sekarang juga, dan mobilnya nanti bisa diantarkan sama mereka ," kata Akmal menawarkan diri.


" Tidak perlu, kita tunggu mereka saja, kasihan jika kita tinggal ," jawab Abi Rasyid.


" Anggap saja kita sedang nongkrong berdua, karena kapan lagi coba, Abi bisa nongkrong di pinggir jalan bersamamu ," canda Abi Rasyid sambil tertawa. Dan membuat Akmal langsung ikut-ikutan tertawa juga.


Setelah kejadian ban mobil bocor, keesokan harinya, Abi Rasyid dan Akmal datang ke rumah sakit sekitar jam delapan pagi, tanpa sengaja bisa secara bersamaan.


Tapi kali ini Abi Rasyid tidak datang sendirian, melainkan bersama temannya yang seorang psikolog, untuk mencoba membantu Cyra yang terkena baby blues syndrome.


Ucapan salam dari Abi Rasyid, Akmal dan sang psikolog yang bernama Pak Salam pun langsung di jawab oleh semua orang yang ada di dalam ruang perawatan tersebut.


" Cyra, kamu masih ingat dengan Pak Salam kan, teman Abi yang dulu pernah datang ke rumah?? ," tanya Abi Rasyid.


" Iya Abi, Cyra masih ingat ko ," jawab Cyra.


" Beliau ingin mencoba membantumu untuk melepaskan beban di pundakmu, apakah kamu mau, Nak?? ," ucap Abi Rasyid.


" Melepaskan beban?? ," ucap Cyra sedikit merasa kebingungan.


" Pak Salam ini kan seorang psikolog, siapa tahu setelah kamu berbincang sebentar dengannya, perasaanmu merasa sedikit lebih lega ," jawab Abi Rasyid.


" Mau ya Nak, demi dirimu sendiri dan cucu Umma ," kata Umma Nada.


" Iya Nak, tidak baik lho terlalu lama terkena baby blues syndrome ," kata Mama Jian juga.


" Cyra, ingat pesan Kak Mirza ya, ada si baby yang harus kamu jaga dan rawat dengan baik ," ucap Akmal ikut-ikutan berbicara.


Setelah mendapatkan dorongan dan semangat dari semua Keluarganya, akhirnya, Cyra mau berkonsultasi dengan Pak Salam saat itu juga.


Semua itu adalah ide dari Abi Rasyid, yang sengaja meminta tolong kepada Pak Salam, supaya mau membantu Cyra yang sedang terkena baby blues syndrome.


Selama Pak Salam melakukan konsultasi dengan Cyra, para Keluarga sengaja disuruh Pak Salam untuk menunggu di luar sejenak.


Kurang lebih sekitar satu jam lamanya Cyra berkonsultasi dengan Pak Salam. Dan Pak Salam bisa menyimpulkan, jika Cyra masih belum rela melepas kepergian Mirza untuk selama-lamanya, itulah yang membuat batinnya tertekan, hingga membuatnya terkena baby blues syndrome pascamelahirkan.


Ada banyak cara untuk mengobati rasa yang dialami oleh Cyra, salah satunya dengan cara menciptakan kenangan yang baru dan kenangan lama disimpan rapi di lubuk hati yang paling dalam, serta ikhlas Lillahi ta'ala merelakan Mirza pergi untuk selama-lamanya.


Dan yang paling terpenting adalah lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Serta juga dukungan penuh dari Keluarga, yang pastinya akan cepat membuat Cyra sembuh dari baby blues yang dialaminya.


Mendengar penjelasan dari Pak Salam, semua Keluarga menjadi lega, karena Cyra belum terlambat untuk diobati.


Setelah berbincang cukup lama dengan Abi Rasyid dan yang lainnya, Pak Salam pun berpamitan pulang kepada semua orang.


Sekarang cuma tinggal Keluarga inti saja yang ada di dalam ruang perawatan tersebut.


Berhubung masih hari berduka, Akmal masih belum berangkat mengajar ke kampus, dan pihak kampus pun juga kemarin sudah datang untuk bertakziah ke rumah Ayah Rafiq, untuk menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya kepada semua Keluarga Ayah Rafiq.


" Oh ya Nak, apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk cucu Ayah?? ," tanya Ayah Rafiq kepada Cyra.


" Nama?? ," kata Cyra seperti orang linglung.


" Iya, nama?? ," jawab Ayah Rafiq.


" Nanti setelah tujuh hari kematian Mirza dan kelahiran cucu Ayah ini, Ayah dan yang lainnya sengaja akan membuatkan aqiqah serta syukuran secara bersamaan, bagaimana Nak, apakah kamu setuju?? ," ucap Ayah Rafiq.


" Terserah Ayah saja, Cyra ikut bagaimana baiknya ," jawab Cyra dengan menahan rasa sedih di dalam hatinya.


Entah apa yang tadi dikatakan oleh Pak Salam kepada Cyra. Namun, setelah Cyra berkonsultasi dengan Pak Salam, dia seperti sudah bisa menerima, jika ada orang yang mengucapkan nama Mirza dihadapannya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...