
pRang!
Kaca dinding itu pecah seketika saat Dante membenturnya, Dante pun menarik Joseph ikut bersamanya.
Dante berpegangan pada List dinding yang hanya mempunyai kelebaran sekitar satu hingga dua meter setengah dengan dinding tersebut, begitu pun juga dengan Joseph.
Napas mereka memburu, angin malam menelisik cepat di kulit mereka, terasa menusuk-nusuk. Saling menatap ke bawah, tinggi sekali, tulang mereka akan patah jika jatuh dari ketinggian yang begitu mengerikan.
Pertikaian mereka masih belum berakhir, apa lagi Dave dan Roy.
Dave membalikan tubuh pada posisi saat ia terjatuh tadi, lalu menendang bagian vitalnya, "Aaaaaarrrrrgghh!!" dan segera bangkit dengan gaya salto—kayang, "Hup!"
Dave berlari ke tempat Dante, "Tuan?" mengulurkan tangan namun malah Joseph yang menggapainya, "Lepaskan tanganmu, bodoh!" pekik Dave yang kemudian menendang wajah Joseph berulang kali hingga lebam, memar, dan luka.
"Aaaakkkhh!" Joseph meringis, lalu tangannya mencoba untuk menekan menitik beratkan tubuh Dante yang bergelantungan seperti itu, "Jika aku tak bisa mendapatkan Alka, maka kau juga tidak boleh bersamanya!" Joseph egois.
"Mati saja sendirian, kenapa harus mengajakku! Di mana otak mu itu, hah?!" Dante dan Dave bersamaan menendang Joseph, membuat pegangannya pada list dinding itu terlepas.
"Waaaaa!!!"
"Tuan!!!" Roy meronta saat tuannya terjatuh dari ketinggian itu, bruk!
Alarm mobil pun berbunyi nyaring, "Aaakkhh!!" darah segar muncrat dari dalam mulutny, kalaupun selamat, dia akan mengalami lumpuh permanen. Napasnya tersengal susah seperti ayam yang di potong.
"Kau juga susul saja tuanmu, bodoh!" Dave meninju Roy dan melemparkannya ke bawah sana, "Tuan William..." Dave berusaha keras agar bisa menarik Dante hingga naik kembali ketempat yang aman.
Menegangkan!
"Hah, hah, hah," napas keduanya tersengal parah, "Aaaaaakkh!" Dante meringis sakit lalu berbaring di lantai menatap lubang yang tercipta pada dinding kaca ini, lalu tergelak.
"Dave, sepertinya kita akan di tuntut ganti rugi oleh pihak hotel ini..."
Dave yang mendengarnya pun langsung bangkit dan mengulurkan tangan, "Nona sudah menunggu, tuan..."
"Hm..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pesta telah usai, hingga akhir Alka tak mendapati suami dan asisten utamanya—Dave.
"Mark, di mana —"
Klek!
Pintu terbuka, suasana pesta yang menyisakan sepi.
Manik indah Alka bergetar sedih, "Sayang?"
"Daddy?"
"Mark, tolong bawa El..." pinta Alka yang segera di angguki.
"Baik... El sayang, ayo kita ke kamar... paman ingin mendengar siapa guru yang mengajarimu bernyanyi."
Setelah Mark membawa El pergi...
"Sayang, apa yang terjadi padamu?" tanya Alka dengan begitu panik, dia ingin menyentuh sudut bibir Dante namun dengan cepat Dante mencengkeram tangan Alka.
Tatapan tak biasa, penuh ancaman, "Aku mencintaimu!" Dante menariknya lalu mencium bibir Alka dengan rakus. Membuat Dave membelalak dan langsung keluar dari tempat itu.
"Cih! Sialan!" pekik Dave dengan lirih.
Aku juga mencintaimu, Dante... sangat... sangat mencintaimu....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sembilan bulan berlalu...
Istana saat ini tengah di sibukkan atas persiapan kelahiran putri kerajaan, dari hasil USG dokter mengatakan bahwa janin di dalam rahim Alka berjenis kelamin perempuan.
Di dalam kamar tengah terjadi adegan panas antara Alka dan Dante, "Kau tahu? Aku semakin bersemangat saat dokter mengizinkan ku untuk terus melakukannya..." ucap Dante seraya menghisap pucuk kenyal Alka.
"Dokter bilang, ini bisa mempercepat proses kelahiran... Alka, katakan padaku, bagaimana rasanya melahirkan? Aku akan mendampingi mu sayang..."
"Rasanya ... " Alka tersenyum membuat Dante semakin penasaran, Alka kembali mengingat kilas balik 6 tahun yang lalu di mana ia berjuang melahirkan Ellard Hansel Barrack.
"Apa? Jangan membuat ku penasaran!"
Alka memejamkan kedua matanya saat cairan hangat itu merembes masuk ke dalam rahimnya.
"Pokoknya, Aaaakkkhh!!"
"Alka!"
"Sakit... ennnghhhhhh...." Alka meringis saat perutnya kontraksi, "Sayang sakit sekali, ah! Se- sepertinya baby akan segera lahir."
Pertama kalinya untuk Dante, dia panik tubuh Alka masih telanjang polos, banyak jejak merah di tubuhnya terutama di sekitar dada dan leher, bagaimana dia menutupinya?
"Dave... Dave..."
"Panggil dokter, bukan Dave, Aaaaahh! Ssssssshhhh!!!" Alka semakin meringis.
Dante bingung lagi, "Sayang ambilkan pakaianku, aku harus pakai baju - Aaaaa!!" air ketubannya pecah.
"Alka kau kencing?"
"Bukan! Cepat panggil dokter!"
akhirnya Alka kembali berbaring di atas ranjang, perut dan pinggulnya serasa di giling tujuh kekuatan.
"Tu- tunggu sebentar, kau jangan melahirkan dulu... aku belum siap!" Dante! Aaaaarrrgggghhh!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dante yang katanya mau menemani pun lututnya terasa mau copot, dia gemetaran, menunggu di luar kamar bersama dengan yang lainnya.
"Oeeeeeeek.... Oeeeeeeek.... Oeeeeeeek...."
Dante terlonjak dari duduknya.
"Daddy, adik bayi sudah lahir..."
"Iya..."
Dante dan semuanya mengucap syukur kepada Tuhan, sebelum pintu kamar terbuka Dante terlebih dahulu membukanya, tak sabar ia ingin segera melihat putrinya lahir ke dunia.
"Alka?"
"Keluar!" bentak dokter wanita itu, "Tidak lihat kondisi istrimu seperti ini?"
Benar, Alka masih telanjang dan hanya mengenakan selembar kain yang menutupi bagian dada.
"Ma- maaf."
Dante kembali menunggu bersama yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu jam kemudian mereka di perbolehkan masuk, Dante duduk di tepi ranjang, menciumi wajah Alka.
"Terima kasih sayang, kau membuat hidupku sangat lengkap..."
Ibu suri benar-benar bahagia saat menggendong cucu keduanya, "Halo cantik, waaah... kau benar-benar mengalahkan kecantikan ku..."
Semua senang dan bahagia pada kehidupan mereka masing-masing, semua yang jahat telah mendapatkan ganjarannya.
Tak lupa, di sebuah kamar, Dave tengah menjamah tubuh Vanessa untuk yang kesekian kalinya.
"Kau lelah?" tanya Dave dengan pusakanya yang masih menegak tak terpuaskan, "Aku akan memuaskan mu..."
Dave kembali menyergah Vanessa dan kali ini ia meringis, V nya terasa perih karena telah kering.
"Ini tidak akan sesakit permainan pertama kita, Vanessa... kau tahu itu? Setelah sekian bulan aku menunggu kesembuhan mu, sekarang aku bisa kembali menikmati nya lagi, lagi, dan lagi."
"Ah... emmh..."
"Setiap hari, aku akan menyiksamu hingga tak berdaya lebih dari ini!" gumam Dave di telinga gadis itu, "Dan memiliki anak dengan mu..."
Wajah Vanessa bersemu merah, "Dave ..." ucapnya dengan lirih.
"Bukan!" Dave menggeleng dan semakin menyiksanya dengan rasa nikmat, tangannya meremas dua gunung kembar itu, membuat cairan pelumas Vanessa kembali membasahi dan membuatnya tak kering lagi, "Saat sedang bercinta, panggil aku dengan sebutan suami."
Suami? Kalian bahkan tidak menikah.
"Suamiku..."
"Benar, panggil terus seperti itu..."
Tubuh mereka sangat basah oleh keringat, kepuasan tiada henti dan Dave selalu menuntut untuk melakukannya berulang-ulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, Mark yang kebetulan sedang duduk di gazebo dan bertemu dengan Emy, tatapan mereka tak sengaja bertemu.
Deg!
Senyum malu-malu.
❤️❤️❤️❤️❤️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
DaN,
...THE END...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang belum terungkap, akan tetap menjadi misteri di cerita novel "Hot Mother & Mr.Billionaire" ini. Terima kasih sudah menemani keseharian ku dalam menulis kisah Alka x Dante.
Alka lagi jemuran Ama dedek bayi, namanya, Pavierta William Barrack, 🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai, silahkan baca novel-novel di bawah ini yang gak kala serunya 🥰
RISIKO (Sea Starlee)
CEO! JATUH CINTALAH PADAKU ! (ssyptr)
Derajat Rumah Tanggaku (YusKiz)
Love you OM (Dhea novita)
Merried With Mr. Psychopat (Andrieta Rendra)