HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Flashback (2)


Pangeran sedang berkuda, tiba-tiba saja hp pangeran yang ada di tangan Dave bergetar.


Pesan masuk dari Vanessa, tetapi Dave tak berani untuk membukanya, apa lagi sampai membacanya.


Hampir satu jam lamanya William berkuda akhirnya selesai juga, keringat di tubuh membuat pakaiannya lepek membentuk bodynya yang sexy.


William turun dari kuda putih itu dan menerima handuk kecil serta air mineral botol dari Dave.


"Tuan?"


"Hm?" William meneguk air mineral itu dalam tegukan yang besar, dua kali tegukan air itu pun habis.


"Ada pesan masuk dari nona Vanessa, tuan."


William mengangguk dan segera menengadahkan tangannya ke hadapan Dave, dia mengusap layar hp yang tak terkunci itu.


"Maafkan aku sayang ... aku tak. bisa membiarkan impianku lenyap begitu saja. Aku akan pergi ke Jerman hari ini, sekarang aku sudah berada di pesawat, aku mencintaimu ... sayang."


Wajah William mendadak mengeras dengan benturan napasnya yang kuat dia membanting hp nya hingga pecah, menginjaknya hingga retak di layar lcd nya.


Ekor mata tajamnya mematikan, William pun mendadak melayangkan pukulannya di sudut bibir Dave, "Dan kau baru memberi tahuku setelah satu jam lebih?" William menarik kuat kerah kemeja Dave, "Lalu apa gunanya kau memberitahu ku, hah?!"


Bugh!


Sakit, Dave memekik saat William menendang kuat di perutnya.


☘️☘️☘️


"Lalu kau tak mengejar nona Vanessa?" tanya Alka serasa melingkarkan kedua tangannya di pundak Dante, pucuk kembarnya itu sedang ia nikmati, tak jarang juga menggigit di sekelilingnya, "Sayang jangan di gigit."


"Untuk apa aku mengejarnya? Jika dia mencintai ku maka dia tak akan bertindak egois."


"Jika aku yang pergi -"


"Maka aku akan membunuh mu, Alka!" jawab Dante dengan tatapan membunuhnya, "Mereka boleh pergi dariku, tapi tidak dengan mu dan El..."


"Selama enam tahun kau membuat ku hidup tanpa tahu seperti apa kehidupan kalian."


"Alka aku akan menghukum mu sekarang karena kau sudah berani melanggar perintahku."


"Sayang, aku -"


"Sssshh... kau tak bisa menolaknya Alka, kau harus menerima gairah lelaki sepertiku..."


Tangannya meremas kuat di sekitar dada Alka, semakin lama semakin kuat remasan nya.


Tatapan mata Dante terlihat buas, dia menyembunyikan sesuatu. Alka setengah mengangkat tubuh nya dari atas ranjang.


Alka memelototkan kedua matanya saat Dante meraih borgol itu dari laci.


Dengan cepat Dante melingkarkan benda itu di kedua tangan Alka, lalu menguncinya pada tiang ranjang di atas kepala.


"Sayang -"


"Sssshhh!!! Kau tidak boleh menolak keinginanku, Alka!" Dante menggeleng dengan gairah yang luar biasa.


Alka mulai panik apa lagi saat Dante menarik ke dua tangannya seperti itu, menguncinya dengan borgol.


Kenikmatan dengan cara apa lagi yang akan ia berikan? Oh Dante, sungguh luar biasa sekali dirimu.


Sedikit kasar Dante melepas helaian benang di tubuh keduanya, polos, hingga tercipta kekaguman di wajah Dante.


Tubuh Alka kecil, sementara tubuhnya besar dan berotot tetapi Alka sangat mampu untuk memuaskannya.


"Kau milikku Alka, milikku!" Jleb!


"Engh!" Alka memejamkan kedua matanya seraya menggigit kecil bibir bawahnya.


Dia merasakan permainan Dante yang lembut, tidak seperti biasanya yang sedikit kasar jika sedang menggawangi nya.


Dante mencium lembut bibir Alka, bermain lidah di dalam sana, pelan tapi pasti sergahan


Dante menguat tanpa ampun membuat Alka kelakabakan mengerang kuat hingga berkeringat.


Segala macam posisi ia rasakan, Dante tak terbantahkan jika di atas ranjang.


Dari pagi hingga malam menjelang, tak pernah bosan ia menyentuh Alka.


Di setiap erangan Dante, pria itu selalu menggunakan Alka adalah miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu setengah jam kemudian pergumulan panas mereka pun selesai, dengan napas keduanya yang tersengal parah.


Dante menarik diri dari kepemilikan Alka, menelungkup kan dirinya sendiri untuk tidur.


Dia tak bisa melupakan betapa nikmat dan legitnya Alka, bahkan mampu membuatnya klimaks berulang kali dalam satu hari.


"Dante apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan borgol ini dariku!"


"Astaga, maaf aku lupa... kau terlalu nikmat Alka," Dante kembali menyeringai.


Aaaaa.... ranjang itu pun kembali bergoyang, 😂