HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Pindah Kamar


Usai


mandi Alka yang masih setia di temani Dante di dalam kamar itupun hanya bisa


menghela napasnya berulang kali, di maan ia melihat Alka yang selalu meributkan


“Kapan pindah kamar?” intinya meributkan hal yang kecil, padahal kamar rawat


ini berada di kelas VIP S.


“Sayang,


kapan aku di pindahkan? Di sini terlalu sempit...” rayu Alka seraya duduk di


pangkuan sang suami, infus di tangannya sudah di lepas karena kondisi Alka yang


sudah membaik, tetapi karena Dante yang masih mencemaskan nya maka dari itu Alka


tetap di rawat di Rumah Sakit ini untuk satu minggu kedepan.


“Alka,


kau menggunakan kehamilan mu untuk –“


“Kenapa?”


tanya Alka yang langsung menundukan pandangannya dengan raut wajah sedih, “Dulu


saat aku mengandung El, mungkin  karena


aku tidak memiliki suami –“


“Tutup


mulutmu!” bentak Dante yang langsung memeluknya, “Jangan menyakitiku dengan


mengatakan hal seperti itu lagi, Alka!” Dante menciumi wajah Alka lalu


menggendongnya keluar kamar, “Aku bersumpah akan selalu membuat hidupmu nyaman


bersamaku Alka, kau istriku...” Dante sangat membenci dirinya jika ia teringat


akan kesalahannya di masa lalu.


Membuat


Alka hamil tanpa memiliki seorang suami, dan melahirkan El tanpa mengetahui


siapa ayahnya.


“Sa- sayang, kita mau ke mana?” tanya Alka saat melihat pintu ruangan kamar inapnya


terbuka, seperti memiliki telepati antara Dante dan Dave, sekretaris itu


membukakan pintunya dengan timing yang sangat pas.


Di sampingnya


juga ada Emy yang tengah membawa keperluan Alka.


“Selamat


pagi tuan muda, nona muda...” seru Emy menyapa keduanya dengan ramah.


“Selamat


pagi, Emy... aku merindukanmu –“


“Kenapa


kau merindukan orang lain? Tadi pagi kau ingin bertemu Dave, lalu setelah ini siapa?”


sang pangeran sudah protes, cemberut kesal.


“Aaaa...


sayangku tolong jangan marah ya, tentu saja hanya ada kau di dalam hatiku!”


jawaban garis keras seorang Alka, dengan di bumbui ciuman mautnya di bibir


Dante, membuat Emy dan Dave saling membuang pandangan dengan rona merah di


wajah mereka masing-masing.


gerutu Dave.


***


Mereka pun


sekarang sudah berada di kamar rawat inap kelas VIP A, Alka terdiam sepertinya


tidak puas.


“Kenapa


dengan wajahmu itu?” tanya Dante yang baru saja mendaratkan tubuh Alka di atas


bed.


“Terlalu


kecil, ayo kita pindah lagi ke kemar yang sebelumya sayang.”


Ops!


Dante


tak bisa menahan emosinya, rahangnya mengeras dengan tatapan super tajamnya, “Keluar


kalian berdua!”


Alka


merasakan alarm berbahaya dari suara yang menggema itu, “Sa- sayang... kita di


sini saja ya tidak usah pindah, hehehe...” Alka sudah mau kabur, tapi tangannya


malah di cengkeram Dante.


“Baru


tahu takut, sekarang?”


Srak!


Pakaian pasien yang di pakai Alka pun robek terbelah dua, sentuhan panas penuh sensual


itu membuat Alka tak berdaya berada di bawah kungkungan tubuh kekar berotot


itu.


Alka


meremas kedua pundak Dante dengan matanya yang terpejam seraya menggigit kecil


bibir bawahnya, “Ssssshhhhh....” erangannya membuat Dante menyeringai senang.


Dante pun


menyergahnya dengan sangat lembut, tidak sekasar permainan sx nya yang seperti


biasa meskipun Dante ingin sekali menyiksanya dan membuatnya mengerang


keskaitan dan memohon untuk di lepaskan seperti biasanya.


Sementara


keduanya tengah menikmati kegiatan indah itu, di luar pintu Dave dan Emy


seeprtinya begitu canggung.


Krik...


krik...


Mendadak


ada jangkrik yang melompat di pundak Emy dan membuatnya terlonjak kaget, “Aaaa!”


hampir jatuh di lantai kalau saja Dave tak menariknya kedalam pelukannya. Tidak


sengaja!