
Daniel telah mendapatkan hukuman, Angela berlari menghampiri tubuh papa yang dalam kondisi seperti itu.
Secepatnya dia menelefon ambulance, setibanya di rumah sakit, dia mencoba untuk menenangkan diri lalu merogoh hp-nya untuk menelepon Danton, dia menceritakan semuanya dengan memutar balikan fakta kebetulan saat ini dia baru saja menerima undangan untuk pesta nanti malam.
dia menyeringai Lalu berkata, "Tenang saja istriku kau sudah memberiku apa yang kuinginkan dan Sekarang saatnya untuk membalas Budi.." dia menyeringai namun di dalam benaknya masih sangat ingin memiliki tubuh Alka. Dia tak peduli.
***
hari begitu cepat berlalu tak terasa malam pun tiba, semua tamu yang datang akan diperiksa dengan pemeriksaan yang ketat dari penjagaan yang telah disediakan oleh pihak pemerintah.
di dalam kamar Alka baru saja selesai di makeover Betapa cantiknya dia, gaun pesta yang ia pakai pun benar-benar menunjukkan Sisi elegannya, "Kau sudah siap?" tanya Dante yang kemudian diangguki oleh Alka.
"Iya sayang aku sudah siap, ayo..."
Alka menggandeng tangan suaminya Mereka melangkah bersama masuk ke dalam lift yang juga di ikuti oleh Mark.
Pria itu seperti obat nyamuk, malah menelan saat menatap punggung Alka yang terekspos. Rambut itu tertata rapi, aaaa.... sialan, kenapa bukan tuan Dave saja yang datang dan ikut? Lebih baik aku menjadi pengasuh!
"Mark?"
"Iya, tuan?"
"Kau ingin aku yang mengontrol pikiran mu? Atau ... "
Matilah aku...
"Maafkan saya tuan... saya akan menjaga pikiran saya dengan baik."
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Alka dengan polos.
"Rahasia," Dante.
Ting!
Pintu lift terbuka, pintu tarung aula terbuka lebar dan para tamu kehormatan sudah tiba, ramai dan mewah, tepat seperti apa yang di harapkan oleh Dante.
"Sayang, ini?—"
"Untuk mu, selamat ulang tahun sayang..."
Tek!
Digenggamnya dengan erat lengan kekar berotot itu.
Perlahan Kilauan cahaya di panggung mulai menyilaukan, seorang anak kecil berdiri di atasnya, dia sedang menyanyikan lagu ulang tahun. El?
Suara itu sangat familiar, beberapa menit kemudian lampu kembali menyala dengan terang, "El?" seru Alka, dia menangis dan bergegas pergi mempercepat langkahnya menuju panggung, "El... putraku."
Peluk ciuman hangat Alka berikan bertubi-tubi putranya, tangis haru, Dante tersenyum melihat kebersamaan mereka.
"Tuan?" Dave.
"Tu- tuan Dave?" Mark saja sampai kaget, mendadak pria itu datang di pesta ini.
"Hm..." Dante mengangguk, "Kalian mempersiapkannya dengan sangat baik."
Selama ini Dante mempersiapkan pesta kejutan untuk sang istri, membawanya ke tanah kelahiran, California.
Mommy dan anak masih bersenandung berdua di atas sana, para tamu juga sangat menikmatinya.
***
Sepasang kaki baru saja turun dari mobil, setelan jas hitam mewah dengan pantofel mewah.
Tongkat cokelat mengkilap di tangannya menjadi teman setia. Kabar kedatangan Danton telah sampai pada Dante.
"Bawa dia keruangan ku!" seru Dante yang segera pergi dengan di ikuti Dave.
Sementara Mark tetap bertahan di posisi untuk menjaga Alka dan El.
"Tuan?" seru Dave kembali memanggilnya.
"Hm?"
"Tuan yakin ingin menyelesaikannya dengan cara ini?"
"Ada opsi lain?" nada itu terucap dengan sedikit arrogant, seolah Dante tengah memberitahunya untuk tunduk dan patuh saja.
Mereka masuk ke dalam lift yang berbeda.