
Pagi menyapa dua insan yang tertidur saling berhadapan, tangan kekar Dante memeluk pinggang ramping Alka.
Tak ada jarak di antara tubuh keduanya, namun terdapat banyak jejak di leher dan dada Alka, benda keramat Dante mungkin akan berpuasa sampai enam hari kedepan, tetapi bibirnya mana mungkin mau mendiamkan tubuh Alka.
Dante perlahan membuka kedua matanya, di tatapnya wajah yang cantik itu. Di usapnya rambut Alka yang tergerai indah, "Alka? Ayo bangun sudah waktunya untuk mandi, El juga harus segera bersiap... kita akan segera pulang, sayang..."
"Emh..." Alka merintih sakit, perutnya keram, "Sakit..."
Deg!
Bola mata Dante membulat tajam dengan sempurna, "Alka cepat buka matamu, di mana yang sakit? Alka, hei!" seru Dante sembari menepuk-nepuk pipinya.
"Sssshhhh, aaaaa!"
Dante sangat panik, dia bergegas keluar untuk menggedor pintu kamar Dave, "Dave buka pintunya, Dave!"
Namun asisten dan putranya masih tidur, lelap sekali.
"Shit!" tak seberapa lama dia melihat room boy lewat, "Hei kau!"
"I- iya Tuan? Saya?"
"Kemari!"
Cepat-cepat room boy itu mendekatinya, "Iya Tuan?"
"Istriku kesakitan, apakah kau tahu penyebabnya? Apakah ada sesuatu yang salah dengan kamar ini? Semalam dia baik-baik saja."
Geramnya bukan main si room boy itu, goblok! 😝 "Tidak Tuan, saya tidak tahu apa-apa -"
"What? Kau kan room boy di hotel ini, setiap pagi kalian membersihkan kamar, apakah kalian tidak mengeceknya dengan baik?"
Ribut-ribut mengganggu Dave, "Ada apa lagi ini? Siapa yang bertengkar sepagi ini, sih?"
Terpaksa Dave beranjak bangun dari tidurnya menuju pintu, "Itukan suara Tuan muda? Kenapa dia?"
Klek!
"Tuan, ada apa ini mengapa Tuan muda begitu emosi."
"Ikut aku, kau juga!" imbuh Dante tanpa mau di bantah kepada Dave dan room boy tersebut.
Di dalam kamar, Alka yang terkejut melihat dua pria selain Dante pun segera menenggelamkan dirinya di dalam selimut, "Dante apa yang kau lakukan?"
"Kamar ini harus di periksa, kau kesakitan, pasti ada sesuatu dengan kamar ini."
Kenapa dia mendadak jadi bodoh, sih? "Astaga, tidak perlu. Rasa sakit yang ku alami ini normal, setiap bulan juga aku merasakannya."
Dave yang mulai mengerti apa penyebab Alka kesakitan, wajahnya merona merah samar, "Tidak berguna!" umpatnya dengan lirih.
"Kau bicara apa, Dave?" seru Dante dengan kesal.
"Nona Alka tidak apa-apa Tuan, itu hal yang biasa di alami setiap wanita -"
"Wanita yang mana? Aku tak pernah tahu ada wanita yang setiap bulan kesakitan."
"Tuan, biarkan dokter yang memeriksa."
"Kenapa harus dokter?"
Dan, room boy itu pun kebingungan, "Tuan-tuan, maaf menyela, lebih baik kita panggil dokter saja, kebetulan hotel kami menyediakan jasa klinik. Jika berkenan saya bisa meminta dokter itu untuk datang dan memeriksa istri anda, Tuan."
Ya ampun, kenapa jadi seperti ini, sih? keluh Alka dari dalam hatinya, ingin rasanya dia memaki, 🥴
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setuju, akhirnya dokter klinik hotel pun datang ke kamar VVIP tempat Alka dan Dante menginap.
Dia dengan teliti memeriksa Alka, rasanya ingin sakit kepala, bahkan dokter itu pun tak akan sanggup jika berada di posisi Alka, 😝
"Nona Alka baik-baik saja, Tuan... ini hanya keram perut selama menstruasi, jadi hanya perlu istirahat dan mengkonsumsi air mineral yang cukup."