
Dante terlihat begitu tergesa membuat Alka khawatir, "Sayang kenapa ada Ratu Inggris yang datang? Apakah kalian sedang melakukan kerja sama? Kenapa Ratu yang berkunjung kemari?"
Cup!
Ciuman lembut Dante di kening Alka, "Hanya kunjungan saja, Alka kau menikah dengan pria yang tidak berasal dari kalangan biasa."
Apa maksudnya?
"Ingat, jangan keluar dari kamar," satu gigitan di bibir bagian bawah Alka membuat wanita itu mengernyit sakit.
Dante yang sudah berpakaian rapi pun segera keluar dari kamar, "Emy ... tetap di sini, awasi Alka jangan sampai dia mengetahui identitas ku yang sebenarnya!" ucap Dante penuh ketegasan dengan sorot matanya yang kembali dingin.
"Baik yang mulia pangeran, saya mengerti."
"Panggil saja Dante, Emy!" protesnya.
Di ruang tamu beberapa pelayan di rumah ini, yang juga sebagiannya berasal dari istana, sedang menyiapkan jamuan.
"William, putraku?" seru Ratu yang mendekat dengan elegan saat melihat Dante menuruni anak tangga.
"Sedang apa yang mulia di sini?"
"Sedang apa?" Ratu mengernyit, "Dasar anak tidak tahu diri, kita sedang di luar jadi tidak perlu se formal itu!" protes Ratu, "Panggil saja Mama."
Ratu mengedarkan pandangannya, "Di mana anak dan istrimu, Willi?"
"Mama tidak boleh menemui mereka!"
"Hah? Kenapa? Kau tega memisahkan Mama dari memantu dan cucuku?"
Dante duduk di sofa setelah tamu dari istana membungkuk hormat padanya, tak lama Ratu pun ikut duduk di sebelahnya.
"Untuk apa? Untuk mama bandingkan dengan Vanessa?"
"Kau kira mama sepicik itu, hah?" kesal, "Mama memang tidak bisa menerima keputusanmu keluar dari istana hanya karena Vanessa, tetapi mama juga tahu diri Willi, siapapun wanita yang kau pilih untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu -"
"Daddy!"
Alhasil Ratu langsung berdiri dari duduknya, menatap sosok El yang berlari menuruni anak tangga, "Lebih tampan dari mu, Willi..."
Cih! Dia mendapatkan ketampanan itu dariku!
"Daddy -"
El menghentikan langkah nya saat melihat banyak orang berpakaian mewah, "Daddy?" panggilnya dengan lirih.
"Kemarilah," pinta Dante yang langsung di angguki sang anak.
"Di mana Lala? Dia tidak bersama mu?" tanya Dante seraya mengusap rambut putra kesayangannya itu.
"Kakak Lala tidur, El mau ke kamar Mommy tapi di larang kak Emy."
"Cucuku?"
El menoleh menatap wajah Ratu, tetapi dia takut malah membuat El memeluk Dante dengan erat, "Daddy?" lirih memanggil.
"Jangan takut, temui Grandma mu!" perintah Dante tanpa mau di bantah.
El pun melepaskan diri dari dekapannya, dia mendekat dengan wajah ragu.
"Gra- grandma?"
"Oh sayang, cucuku..." Ratu pun langsung memeluk El, menciumi wajahnya, Dasar Willi sialan, berani sekali dia menyembunyikan anak setampan ini... aaaaa... akhirnya tidak buruk juga aku menua haha...
El merasa risih, "Grandma, El sesak."
"Ahahahaha maafkan Grandma ya sayang, sekarang katakan di mana Mommy mu?"
El menunjuk lantai dua, "Mommy di kamar, kakak Emy melarang El masuk..."
Dante mengernyit sebal saat melihat El yang mengadu.
Sikap siapa yang kau tiru, El? Mommy mu tidak seperti itu!
"Ayo kita ke kamar Mommy..." ajak Ratu antusias namun di larang Dante.
"Mam!" Dante menggeleng, "Belum waktunya, biarkan aku menjelaskan diriku yang sebenarnya -"
"What? Apa maksudmu?"
"Alka tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya, dia hanya tahu aku adalah Dante Barrack, bukan William Barrack... aku tak ingin membuatnya shock -"
"El?"
Suara lembut berasal dari sosok yang berdiri di anak tangga terakhir, Alka.
Dia memaksa keluar setelah di larang Emy, sekarang kepala pelayan itu hanya bisa menunduk dan siap menerima hukuman dari Dante.
Ratu menatap dalam pada sosok wanita berwajah lembut itu, jauh dari kata cantik secara fisik, tetapi putranya tak akan salah memilih istri.
Alka melangkah mendekat, dengan senyuman manisnya dia menyambut kedatangan Ratu.