HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Apa Yang Kau Sembunyikan


Perlahan Dante merebahkan tubuh Alka di atas ranjang, lalu mengunci pintu kamar.


Lalu kembali merangkak naik dan perlahan mengusap paha Alka, dia menelan kuat.


"Alka?" seru Dante memanggilnya dengan lirih, dia berbisik di telinga sang istri, lalu menciumi pipi Alka.


"Engh..." Alka risih dan terpaksa bangun, dia beradu dengan rasa kantuk yang mengurungnya, tapi saat melihat Dante dari jarak sedekat itu membuatnya terkejut.


Dia gugup, "Da- Dante?" Alka beranjak bangun, seperti kehilangan sesuatu dan panik.


Malam ini dia bahkan belum meminum pil KB nya, "Da- Dante, aku -"


"Hm?" imbuh Dante sembari menaikan satu alisnya, dia menatap tajam pada Alka yang salah tingkah, entah karena ia takut akan sesuatu ataukah memang ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan.


"Kenapa kau terlihat takut? Kenapa kau menjauh dariku, Alka? Aku menginginkanmu, Kemarilah."


Dante menepuk salah satu pahanya agar Alka mau duduk di situ.


"Ma- maafkan aku, Dante... hanya saja aku sedang menstruasi."


Dante mendadak mengigit kecil bibir bawahnya dengan kedua matanya yang menyipit tajam.


Tangannya bergerak perlahan mencengkeram rahang Alka, "Alka, aku bisa mematahkan rahang mu dalam sekali cengkeraman!" suara itu terdengar mengancam, "Alka? Aku benci penolakan!" lanjutnya dengan nada sensasional.


"Mmmmm!" Alka memejamkan kedua matanya, erat, dia meringis.


"Alka? Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?" Dante menggigit ceruk leher Alka hingga meninggalkan bekas merah keunguan di sana.


"Mmmmm!" sakit!


"Aku tahu kau tidak sedang menstruasi, Alka ... kau ingin aku menghukum mu sepuluh kali lipat? Hukuman mu yang tadi siang pun, aku bahkan belum memulainya."


"Aku tidak menyembunyikan apapun, suamiku... percayalah."


Sesuatu yang hangat baru saja meleleh keluar dari area V Alka, Dewi Fortuna masih berpihak padanya. Alka baru saja menstruasi.


"Dante, aku membutuhkannya.".


Tapi Dante tak percaya, dia memaksa Alka untuk berada di bawah kungkungannya, dengan kasar dia menarik celana tipis segitiga itu.


Kemudian Dante mencebik kesal saat melihat noda merah di area V milik Alka, "Cih! Berapa lama aku harus menunggu?" Dante kembali memakaikan celana segitiga itu ke asalnya.


"Satu Minggu, itu tidak lama."


"Kau ingin membunuh ku? Satu Minggu itu waktu yang sangat lama untukku!" kesal, Dante turun dari ranjang dan meraih telepon genggam di atas nakas, meminta layanan khusus wanita.


Usai menelefon, Alka pun langsung duduk dan melepaskan blazer nya untuk menutupi area yang kotor akibat noda merah itu.


Tak lama kemudian pelayan hotel datang untuk membawa apa yang baru saja di minta oleh Dante, Alka pun bergegas membersihkan tubuhnya, sementara itu pelayan lainnya segera mengganti bed covernya dengan yang baru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam bath room tak henti-hentinya Alka menghela napas, sudah keringat dingin karena rasa takutnya.


Sikap Dante benar-benar membuatnya merinding.


Terlalu lama berada di dalam bath room membuat Dante tak sabaran, dia menggedor pintu dengan kuat.


"Alka, kau tidak lupa jika suami mu ini sedang menunggu di balik pintu, kan?"


"I- iya sebentar lagi aku selesai," buru-buru Alka memakai piyama sutra yang tipis membentuk body nya. Pakaian yang di sukai Dante.


Tetapi malam ini dirinya pun harus rela berpuasa selama tujuh hari tujuh malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pikirannya jangan ngeres melulu ya, wkwkkwk 😝


Votte nya kuy kencengin lah... aku gak pelit update loooh, so kalian juga jangan pelit like komen dan vottenya ya❤️