HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Penggalangan Dana


Hari berlalu, masa menstruasinya hampir habis. Selama beberapa hari ini Dante mengisi waktunya untuk berolah raga, lihat saja tubuhnya yang sudah sexy kekar itu pun semakin menjadi.



Tubuh kekarnya itu ia persiapkan untuk berbuka puasa bersama Alka, dia sudah tak sabar lagi ingin segera menggawangi nya.


Jam dinding menunjukkan pukul 08.35 waktu setempat, Dante sudah terlihat tampan dan rapi dengan setelan jas hitamnya.


Pagi ini dia di jadwalkan untuk menghadiri penggalangan dana di sebuah instansi, dan sebagai penyumbang terbesar di setiap tahunnya hal ini menjadi sebuah kehormatan penting untuknya.


Begitupun juga dengan Alka yang sudah bersiap rapi, El akan di antar Mark ke sekolahnya, dia juga akan menunggui El di sana.


Penampilan Alka begitu sempurna, Dante selalu melihatnya dengan standar kecantikannya sendiri.


"Alka?"


"Iya?" Alka mendekat untuk merapikan dasi yang terjuntai rapi itu, "Dante -"


Ops! Dante menabrakkan bibirnya dengan lembut di bibir Alka, "Ayo, sebentar lagi acara penggalangan dana itu akan di mulai."


Alka mengangguk seraya tersenyum, "Baiklah, ayo."



Dave sudah menunggu Nona dan Tuan mudanya sejak lima belas menit yang lalu di pelataran rumah.


Dave sangat terpesona dengan penampilan Alka, jika Dante tahu maka sudah pasti dirinya akan di gantung hidup-hidup, 🤯


"Selamat pagi Nona, Tuan muda..." Dave menyapa ramah yang mendapatkan senyuman manis dari Alka.


"Alka, jangan tersenyum padanya!" tegas Dante, dia tak suka jika wanitanya itu memperlakukan pria lain lebih darinya. Dasar pencemburu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setibanya mereka di instansi itu, mereka bertiga pun segera masuk ke dalam gedung putih, tidak ada media apapun di sana.


Salah satu dari kursi deret di bagian tamu penting VVIP itu ternyata ada Vanessa, dia sedang asyik mengobrol tanpa mengetahui kedatangan Dante.


Namun mata tajam Dante bisa melihat gadis itu, dia sedang berbincang dengan teman wanitanya, gadis itu menyibakkan rambutnya dengan pesona yang luar biasa.


Tepat seperti pertemuan pertama mereka yang membuat Dante jatuh cinta, namun, dia jugalah yang membuatnya patah hati.


Membuat Dante memasuki dunia malam, hingga akhirnya ia memilih keluar dari kerajaan, namun takdir berkata lain.


Tuhan menuntun Dante untuk menjadi seorang businessman sukses, hingga pada akhirnya ia melakukan kunjungan kerja di California, insiden kecil membuatnya bertemu dengan Alka, gadis yang tak ia ketahui asal usulnya.


Dante memaksa Alka untuk menerima keperkasaannya di malam hujan, sebuah klub elit, awalnya Dante mengira Alka adalah wanita jal🧐ng yang biasa tidur dengan banyak lelaki.


Namun tak disangka malam itu menjadi malam pertamanya, dari cinta satu malam itu Alka pun hamil, butuh waktu enam tahun lamanya bagi Dante untuk menemukan Alka dan buah cinta satu malamnya itu.


Meskipun hingga sekarang Dante tak pernah mengatakan kalimat aku mencintaimu, Alka... ataupun, Aku ingin kau mencintaiku seutuhnya.


Dante bukan pria yang romantis yang mudah mengumbar perasaanya.


"Dante?" seru Alka yang baru saja membuyarkan lamunan Dante.


"Apa? Kau butuh sesuatu?"


"Aku ingin ke toilet..."


"Pergilah, Dave akan mengantarkan mu..."


"Apa? Tidak, dia kan laki -" Alka menunduk saat Dante melotot padanya, "Mmmmmm... baiklah."


"Dave, antarkan istri ku ke toilet... jika kau melihatnya mengobrol dengan orang yang tidak kau kenali, wanita ataupun pria, seret dia kehadapan ku!" tandas Dante penuh penekanan pada kalimat seret dia kehadapan ku! Dan, yang ia maksud itu adalah Alka.


Alka tidak boleh berbicara dengan sembarangan orang, baginya Alka adalah mutiara yang ia temukan di kedalaman laut paling dasar, dia mutiara yang berharga dari berlian di permukaan laut.