HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Kebenaran Vanessa (2)


"Penasihat Jian, bicara apa kau?" tanya Vanessa dengan raut wajahnya yang kesal.


"Nona Vanessa adalah cucu kandung dari tuan Danton, di mana beliau pernah memaksa nona Alka untuk menikah. Akibatnya nona Alka melarikan diri dan bertemu dengan tuan Dante, atau ... nona Vanessa biasa menyebutnya dengan pangeran William."


Kotak kado di tangan Vanessa terjatuh, Apa? Itu tidak mungkin, Vanessa menggeleng, satu persatu ia tatap wajah mereka yang berdiri dengan jarak tiga meter darinya. Vanessa merasa bingung.


"Dari insiden itu juga menyebabkan nama nona Alka di coret dari silsilah keluarga Monarch, aku sangat ingin tahu bagaimana reaksi mereka setelah mengetahui hal ini!" ibu suri menyeringai, "Hmph! Pergilah ... nona Vanessa! Kehadiranmu sangat tidak di harapkan di sini!"


Ibu suri memandang wajah cantik itu dengan kedua ekor matanya, bersamaan dengan dirinya yang putar haluan kembali masuk ke ruangannya yang kemudian di ikuti para dayang dan pengawal.


"Penasihat Jian, tunjukan pintu keluarnya."


"Baik, ibu suri."


***


Masih di taman bunga, El sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu bersama dengan Mark dan Dave. Mereka ke arena pacuan kuda.


"Alka?"


"Iya?"


Dante meraih tangannya lalu mencium punggung tangan putih dan mulus itu, keduanya saling bersitatap.


"Katakan padaku apa yang kau pikirkan setelah mendengar California tadi?"


"A- aku ... aku -"


"Jangan takut Alka, aku tidak akan menghukum mu, katakan saja dengan jujur."


Glek!


Alka menelan, sejenak menghela napasnya dengan pelan, "Aku kembali teringat tragedi malam pertama kita," aaaa lihat itu, Dante tersenyum saat melihat wajah istrinya merona merah.


"Ehem, lalu?"


"Ta- tapi aku takut saat kembali ke California-"


"Alka, lihat aku sayang..." lanjut Dante seraya mengangkat dagunya, "Lihat dan tatap lah mataku," Alka mempraktikannya, "Katakan ... kau mencintaiku."


"Aku mencintaimu, sangat."


Lalu Dante memeluknya dengan penuh kehangatan, "Kau ingin naik kuda?"


"Apakah boleh?"


"Kenapa tidak?" Dante melepaskan pelukannya, "Kau adalah ratu di tempat ini. Apapun akan kau dapatkan, ayo," Dante beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangan, Alka pun meraihnya.


Mereka melangkah bersama yang juga di ikuti para pengawal dan dayang, terus melangkah bersama hingga tiba di pacuan kuda.


Kuda putih kesayangan Dante saat sebelum ia pergi meninggalkan istana.


***


Vanessa tak terima dengan semua kenyataan ini, dia baru saja di usir dari istana? Tempat yang biasa ia masuki dulu, dia bisa bebas keluar masuk dan sekarang, apa?


Di pandangan sebelah mata pun, tidak!


"Mama! Papa!" Vanessa meneriaki orang tuanya sendiri, sakit hati membuat seseorang kehilangan rasa sopan santunnya.


"Vanessa? Ada apa sayang? Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" mama dan papa yang sedang menonton dan membaca koran pun di buat terkejut olehnya.


Mama mendekat hendak mengusap air mata Vanessa, "Cukup, ma!" bentaknya membuat mama sedih, papa pun terkejut.


"Vanessa!" papa beranjak dari duduknya lalu ikut mendekat, "Yang sopan kamu!"


"Apa benar orang yang bernama Danton adalah kakek ku? Kenapa aku sama sekali tidak mengetahuinya? Kenapa? Lihat ma, pa, gara-gara dia ... keluarga istana mengusir ku dengan mengatakan semua kebenarannya... hiks..."


Mama terdiam, manik cokelatnya mendadak sedih.


"Jawab aku, ma! Jawab!" desak Vanessa.