HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Flashback


Ratu memandang dalam pada Alka yang menurutnya hanya biasa-biasa saja, tetapi ia tahu jika wanita yang melangkah mendekat ke arah Dante bukanlah wanita biasa.


Sudah tentu Dante memiliki kriteria tersendiri untuk memilih Alka sebagai istrinya.


"Yang mulia Ratu," Alka bersikap hormat padanya.


"Aaaa tidak sayang tolong jangan seperti itu ... menantuku!"


Alka tercengang saat mendengarnya, "Me- menantu?" Alka menatap heran pada Dante, seolah sedang meminta jawaban.


Dante hanya menghela napas pelan lalu menepuk sisi kosong di sebelahnya, "Emy, bawa Mama ke kamar El."


Emy pun segera menganggukinya, "Baik Tuan muda," lalu dengan sopan dia menggerakkan tangannya, "Mari ikut saya, yang mulia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alka yang sudah duduk bersandar tangan Dante, "Sayang, apa yang sebenarnya kau sembunyikan padaku?" Alka menghentikan gerakan liar tangan suaminya yang bergerilya sesuka hati.


"Kenapa kau menolak ku? Kau sudah berani melawanku, hm?" Dante pun menggigit ceruk leher Alka.


"Ah! Ti- tidak sayang, bukan begitu... ta- tapi ... " Emh ... Alka memejamkan kedua matanya saat ciuman Dante meninggalkan bekas merah di leher.


Puas, Dante pun rebahan di pangkuan sang istri, tapi dia tak menghentikan gerakan tangannya yang terus meremas sekitar dada Alka.


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku, Alka."


Alka pun mengangguk, "Iya, aku berjanji..." demi El, dan keluarga kecil kita, sayang...


Mulailah Dante menceritakan semua sebab musababnya, awal mula ia keluar dari istana.


☘️☘️☘️


Flashback ...


Beberapa tahun yang lalu saat Dante masih menjalin kasih dengan Vanessa, pagi ini suasana langit terlihat mendung.


William sedang membaca buku di perpustakaan,



William tak sendirian karena sudah tentu ada Dave yang menemaninya belajar, sebenarnya semua kegiatan ini sudah sangat membosankan baginya.


"Dave?"


"Iya pangeran," Dave mendekat dengan sopan dia berdiri tegap di sampingnya.


"Apakah Tuan ingin melakukan sesuatu?"


"Aku ingin berkuda, Dave, kau bisa menyiapkannya?"


Dave mengangguk, "Akan saya siapkan segala sesuatunya tuan..."


Dan pada akhirnya Dave pun segera pergi ke pacuan kuda untuk meminta para pelayan di tempat itu untuk menyiapkan kuda putih yang gagah berani.


"Selamat pagi tuan Dave? Apakah gerangan yang membuat tuan datang ke pacuan kuda?"


"Aku ingin kalian menyiapkan seekor kuda untuk tuan muda tunggangi, hari ini tuan muda ingin berkuda."


"Oh iya baiklah tuan Dave ... di kandang kuda ini ada seekor kuda yang gagah, namanya Horsen."


Horsen, nama kuda putih yang besar dan berani itu, Dave menatap sekilas pada kuda tersebut.


"Hm..." Dave mengangguk dengan tenang, "Persiapkan kuda putih itu... sebentar lagi tuan muda akan datang."


"Baik tuan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai membaca William pun bersiap untuk pergi ke pacuan kuda, William melepaskan pakaian mewahnya dan menggantinya dengan pakaian kasual.


Keluar dari perpustakaan dia di sambut beberapa pelayan yang menanyakan kebutuhannya.


"Pangeran membutuhkan sesuatu?" tanya salah seorang pelayan.


"Tidak, pergilah jangan menghalangi jalanku!" tegas William yang menatap sini kepada mereka.


☘️☘️☘️


Sepasang suami istri itu sudah berpindah ke kamar tamu, Dante duduk bersandar bantal dengan Alka yang menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.


"Lalu di mana kau bertemu dengan nona Vanessa?"


"Cerita ku belum selesai sayang, jangan memotongnya, Alka," seru Dante seraya menggigit ujung telunjuk Alka, membuatnya meringis kesakitan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo, dari bab ini aku masih lanjut flashback nya Dante dan Vanessa. Sampai Dante keluar dari istana.