
Setibanya Dante di rumah, tidak, tepatnya saat mobil hampir memasuki pintu gerbang utama mendadak seorang pria mencegahnya.
Membuat penjaga pintu itu segera mengamankannya, "Menyingkirlah pak tua, jangan mengganggu tuan kami!" bentak seorang penjaga pintu gerbang sebelah kiri.
"Tolong biarkan aku menemui tuan muda kalian," pintanya dengan nada iba sembari mengatupkan tangannya di depan dada, lalu berlutut di hadapan mobil mewah itu.
"Cih!" membuat Dante begitu kesal, "Lepaskan dia!" suara itu muncul setelah Dante mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil sekitar 40°.
"Baik tuan."
Lalu Dante keluar dan berdiri tepat di depan mobil, "Siapa kau?"
"Tuan, tolong jangan tutup sekolahan XX, saya mohon... atas nama anak saya, Matheo, saya mohon agar Tuan mau membuka sekolahan itu lagi."
Begitu menyebutkan anak dan sekolahan membuat ingatan buruk itu terlintas kembali di kepala Dante, "Jadi anak itu adalah putra mu?" Dante mengehela napas kasarnya, "Setiap anak akan selalu meniru perilaku orang tuanya, aku tak menyangka anak sekecil itu bisa mengatakan hal-hal kotor!"
"Tuan, tolong maafkan saya... saya akan mendidiknya dengan baik, tuan."
"Pergilah, kau membuang waktumu sendiri, aku tidak akan membuka sekolah itu!" gerakan kepala Dante dengan cepat di angguki dua penjaga pintu dan langsung mengusirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari bersejarah di dalam hidup para penjaga, pelayan, chef koki, dan semua yang bekerja padanya di rumah itu.
Untuk pertama kalinya di dalam hidup Dante, dia menginjakan kaki di beskem. Ehm, angin segar mengudara di sana.
Mereka semua berbisik-bisik atas sikap aneh sang tuan muda.
"Kalian pakailah ini, jangan ada yang menolaknya atau ... aku akan memotong semua gaji kalian untuk mengganti uangku."
Dante menunjuk puluhan goodie bag di atas meja, "Ambilah, jangan mendebatkan hal yang tidak penting lagi."
"Woah, terima kasih tuan... terima kasih..."
Mereka semua sedang mencoba beberapa pakaian dalam satu goodie bag, setiap goodie bag memiliki lebih dari lima potong pakaian.
"Bagus jika kalian suka, setelah ini lebih baik kalian istirahat saja... tidak usah berjaga," mereka semua tambah senang tapi juga bingung.
Lalu Dante menatap Emy, "Emy berlalukan sistem penjagaan otomatis untuk dua hari penuh," seru Dante sembari melenggang pergi.
"Ba- baik tuan muda, baik..."
Mereka sangat senang mendengar kabar baik itu, apakah karena nona Alka dan sikap dingin Dante terhadap mereka mulai berkurang?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Begitu Dante masuk ke dalam kamarnya, menu sarapan masih ada di meja, dia mendengar suara gemericik air dari dalam bath room.
Klek!
Dante membuka pintu itu dan melihat Alka yang sedang menikmati aroma strawberry di dalam bath up.
Tubuh polos yang membuatnya menelan, Alka terkejut saat melihat Dante yang mendadak ada di hadapannya.
Di dalam bath up sama, "Da- Dante?"
"Sssstttt..." satu tarikan tangannya membuat Alka maju menghimpit tubuh kekar itu, Dante dengan kuat menekan pinggang ramping di hadapannya.
Beberapa gerakan panas Dante membuat tubuh Alka berada di atas tubuhnya, gerakan panas membuat bibir tipis Alka mengerang nikmat, hingga akhirnya Dante meledakkan cairan injeksinya di dalam rahim Alka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini aku ulang tahun yang ke 28, Yeay 🎉🎉🎉🎉🎉