HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Isi Perut Alka


Dante yang tadinya ingin menikmati Alka hingga pagi pun terpaksa harus meredam hasrat lelakinya dengan kuat.


Alka masih mengalami gejala mual dan muntah, yang pada akhirnya membuat semua orang panik dan langsung membawanya ke rumah sakit kerajaan.


Perawatan intensif sedang ia jalani, semua dokter kompeten dan terbiak di tempat ini bergantian masuk lalu lalang.


Dante sudah tak bisa menahan dirinya lagi melihat Alka yang terbaring lemah, wajahnya sangat pucat.


"Mama, apa yang terjadi pada Alka? Dia mendadak mual dan muntah berulang kali..."


"Sabarlah Willi, para dokter sedang menanganinya ... kita pasti akan segera mengetahuinya."


Selang infus sudah terpasang di punggung tangan Alka, dia sudah merasa baikan, mual nya pun sudah berkurang.


Tak seberapa lama seorang dokter yang terlihat sedang mendorong alat USG ke dalam ruangan VVIP, dan segera memasangnya.


"Selamat malam nona, saya dokter Ma yang akan memeriksa kondisi nona saat ini."


Sebenarnya mereka punya berapa dokter sih, kenapa pemeriksaannya tidak habis-habis sejak tadi? Setelah pemeriksaan dari luar, dan sekarang dari dalam.


"Nona?"


"I- iya Dok silakan ..."


Dokter Ma pun segera membalurkan cairan gel di atas perut nulis Alka, lalu segera memainkan stik USG itu di sana.


Menggerakkannya ke kanan ke kiri atas dan bawah, lalu dokter pun tersenyum.


"Dokter ada apa di dalam perut saya?" tanya Alka yang bingung saat mendapati dokter wanita itu tersenyum.


"Tidak apa-apa, nona istirahat saja ... pemeriksaan sudah selesai, sus tolong bantu bersihkan," pinta dokter Ma kepada perawat itu.


"Baik dokter.."


Dokter Ma pun segera melepaskan sarung tangan medis yang ia pakai tadi, lalu keluar ruangan untuk menemui Ratu dan William.


Ibu dan anak itu pun mengangguk .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka bertiga duduk di sofa yang saling berhadapan, dengan suguhan teh hangat di atas meja.


"Apa yang terjadi pada istriku?" tanya Dante dengan nada khawatir.


"Nona tidak apa-apa ... hanya penyesuaian hormon wanita yang hamil muda."


Dante membulatkan kedua matanya dengan sempurna, ada kebahagiaan yang terpancar di matanya.


Begitupun juga dengan ratu, dia baru saja bertemu dengan El dan Alka tetapi Tuhan sudah mau memberikannya hadiah lagi. Cucu kedua.


"Dokter Ma apakah kau yakin jika Alka sedang hamil?" tanya Ratu antusias.


Dokter Ma mengangguk, "Benar yang mulia ... tetapi karena usia kehamilannya masih terlalu muda, trimester awal kehamilan sangat rentan dengan yang namanya keguguran, jadi saya sarankan untuk tidak melakukan hubungan badan sampai usia janin di dalam rahim nona benar-benar matang."


Mendengar kalimat itu membuat Dante cemberut, itu artinya Alka pasti akan lebih memperhatikan janin di dalam rahimnya, ah Dante padahal anak kedua mu saja belum lahir tetapi kau sudah cemburu kepada anakmu sendiri, 😂


Beberapa nasihat telah di berikan oleh dokter Ma, kini Dante sudah berada di ruangan rawat Alka.


Dia seorang diri karena Ratu harus segera pulang ke rumah untuk menemani El, tetapi Dave sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menemaninya.


Dante mencium punggung tangan Alka, dia menatap wajah tenang yang tertidur pulas itu.


"Sesuatu yang bergerak di dalam perut mu adalah darah daging ku, Alka..." dia mengusap pelan perut itu, "Alka? Apakah kau bahagia hidup denganku?"


"Engh..." Alka perlahan mengerjap membuka kedua matanya, dia mengedarkan pandangannya dan terkejut saat melihat Dante.


Cepat-cepat dia menarik tangannya dari Dante, yang langsung membuatnya mengernyit.


Awal mula pembalasan sedang di mulai, sepertinya Dante akan segera di buat pusing tujuh keliling.