
Sam yang sedang berlatih memanah itu pun sejenak berhenti untuk beristirahat, dia menggoyangkan pundaknya dengan pelan, lelah ia rasa.
"Hei!"
"Oh!" Sam terkejut saat rekannya yang lain menepuk punggungnya sedikit kuat, membuatnya mengernyit sakit.
"Haha... hanya tepukan pelan saja, kenapa kau sekaget itu?"
"Pelan apanya? Dasar!" balas Sam seraya memukul bahu rekannya.
Mereka duduk di gazebo sembari menikmati minum yang baru saja di sediakan oleh pelayan istana.
"Kau sudah dengar berita yang beredar mengenai pangeran?"
Sam sedikit ceroboh, dia pun keceplosan, "Aku bahkan sudah melihat anak laki-laki pangeran dan istrinya -" sontak saja Sam pun langsung mengigit lidah nya dengan kuat, Astaga! Bicara apa aku ini? Tuan Dave bisa membunuhku!
"Sam?" rekannya yang bernama Julian itu mulai mendesaknya, "Kenapa kau berhenti? Kau benar-benar melihat pangeran serta anak dan istrinya?"
"Tidak Lian, aku hanya asal bicara saja. Ayo lebih baik kita bergegas untuk berlatih kembali."
Dengan segera Sam meninggalkan gazebo dan Julian, namun Julian merasa ini adalah berita besar dan dia pun bergegas pergi untuk menemui sang Ratu di istana utama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Usai mandi, Dante dan Alka tak berhenti sampai di situ, mereka kembali melanjutkan hubungan panas mereka di atas ranjang.
Hingga akhirnya napas Alka tersengal tak karuan, "Engh..." erangannya semakin membuat bagian atas intinya berkedut dengan kencang.
Dante masih kuat memegang pinggul Alka dan menempatkannya di atas kedua kakinya, dengan sergahan kuat lalu berhenti mendadak.
Membuat pusakanya seolah di jepit oleh kelembutan Alka, "Sayang?" rintih Alka yang haus akan sergahan Dante.
"Kau suka? Bukankah ini sangat nikmat? Aku ingin kau juga menikmatinya Alka, mengerang lah dengan kuat."
Pinta Dante yang langsung membangunkan tubuh Alka, membuat wanita itu berada di atas tubuhnya.
"Aku belum selesai Alka, ayo, kau harus bisa memuaskan gairah ku."
Alka mengernyit saat Dante menyergah nya dari bawah, kuat dan membuat Alka lemah.
Tak tahan dengan rasa keram di perutnya membuat Alka berani mengangkat tubuhnya dari milik Dante, namun tak berhasil karena Dante kembali membuat Alka berada di bawah tubuh kekarnya.
Satu tangan kirinya mencengkeram kuat kedua tangan Alka yang ada di atas kepala, sementara yang kanan sedang memainkan bagian inti teratas Alka.
"Sakit... sayang aku mohon, Arrrggghh!!" Alka bahkan sampai tega menggigit bibirnya sendri hingga berdarah, namun Dante tak peduli, cukup lama pria itu menyiksa Alka entah sudah berapa lama waktu berlalu hingga akhirnya ia menumpahkan benihnya ke dalam rahim Alka.
Keda mata Alka benar-benar sayu, dia lemah, dengan keringat yang bercucuran.
Matanya buka tutup akibat lelah yang luar biasa, Dante terlihat sangat puas dengan permainan sx nya.
Alka, wanita bertubuh mungil tetapi sanggup membuatnya sepuas ini. Tanpa mau melepaskan diri dari kelembutan Alka, Dante pun memeluknya dari atas, tubuhnya yang saling menghimpit tanpa jarak.
"Terima kasih Alka, kau memang wanitaku ... aku tidak akan pernah berhenti membuatmu sepuas ini, sayang..." tutur Dante seraya mencium pipi mulus sang istri.
"Sayang, aku sangat lelah... biarkan aku istirahat sebentar..."
Tak lama kemudian dari luar kamar terdengar suara gedoran pintu, "Daddy... Daddy... El mau berenang Dad..."
Alka tersenyum akhirnya Tuhan mengirimkan El untuk menolongnya, "Pergilah, El ingin bermain denganmu sayang..."
Dante pun segera turun dari ranjang dan memakai pakaian santainya, "Persiapkan dirimu untuk nanti malam Alka, jangan harap kau bisa tidur dengan nyenyak," Dante menyeringai senang saat melihat Alka membenamkan dirinya di balik selimut yang baru saja ringsek membentuk tubuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yup udah di rank 3 ni, bantu ya untuk masuk di rank 1 🥰