HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Hasil Tes DNA (2)


Alka baru saja selesai sarapan, dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang makan, di anak tangga pertama ia melihat sosok Dante yang melangkah cepat.


Matanya tajam seperti biasa, "Alka!"


"Da- Dante?" Alka jadi gugup karena tatapan mata Dante padanya, apakah seseorang telah mengadukannya?


Tangan Dante dengan cepat menarik tengkuk Alka, dia mendominasi bibir tipis Alka.


Ciuman hangat memenuhi cinta dan kasih sayang di dalam hati Dante, "Istriku..." nadanya terdengar lembut, seperti bukan Dante.


Dia memanggil ku apa tadi? Ini pertama kalinya... "Dante, ada apa? Apakah kau baik-baik saja?"


"Ya..." Dante mengangkat dagu Alka, dengan leluasa ia menatap wajah manis istrinya, "Aku sangat baik, Alka..."


Sikapnya jelas aneh, karena tak biasanya Dante bersikap demikian, "Dante? Ada apa? Kau terlihat aneh..."


Dante mendadak memeluk tubuh mungil Alka, tidak ada jarak sedikit pun di antara keduanya, "Alka, maafkan kesalahanku di masa lalu..."


"Dante, kau ini bicara apa? Aku tak mengerti..." Alka diam sejenak, "Kesalahan apa yang kau maksud?"


Dante memeluk erat tubuh mungil Alka, membuat wanita itu sesak.


"Dante, tolong lepaskan... sakit..."


"Berjanjilah kau akan memaafkan ku, Alka..."


"Dante... sakit..." Alka masih berusaha meloloskan diri dari dekapan suaminya, "Memangnya kau melakukan kesalahan apa?"


"Aku..." Dante melepaskan dekapannya pada tubuh Alka, kedua tangannya mencengkeram pelan bahu Alka, "Aku adalah pria yang telah menodai mu di klub malam itu!"


Bola mata indah Alka membulat sempurna, tangannya refleks menampar Dante, air matanya mendadak jatuh begitu saja.


"Kau kah pria yang telah memaksaku menerima keperkasaan mu?" Alka kembali menampar wajah Dante, membuat cengkeraman tangannya terlepas.


"Tahukah kau betapa menderitanya hidupku setelah itu? Aku hamil di luar nikah, aku tidak tahu siapa ayah dari anakku... saat orang-orang mencemooh ku, di mana kau? Apakah kau tahu akibat dari perbuatan mu itu?" lagi, Alka memukul dada bidang Dante. Pria itu diam, menerima semuanya.


"Apakah sebelum bertindak kau tidak memikirkan nasib gadis itu? Kenapa? Kenapa kau menodai ku..." dadanya sampai sesak, beriringan dengan pukulan tangannya pada dada bidang Dante, "Apakah kau mengerti luka yang ada di dalam hatiku? Apakah kau tahu betapa sedihnya menahan hinaan dari lingkungan tempat tinggal ku? Di mana dirimu saat mereka mengatai El adalah anak haram -"


"Dia bukan anak haram!" bentakan Dante membuat Alka terdiam seribu bahasa, Dante memeluk erat tubuh mungil di hadapannya, "Dia putra ku Alka, aku ayah biologisnya, aku tak peduli pengakuan dunia... aku hanya ingin kau memaafkan ku..."


"Aku salah karena tak berpikir panjang, aku memprlakukan mu seperti wanita yang biasa melakukannya, namun setelah kita menyatu, aku sadar kau adalah wanita pertama yang ku renggut kesuciannya."


"Alka, percayalah... setelah insiden itu aku memerintahkan orang-orang ku untuk mencari mu, selama enam tahun aku menanti... aku tahu aku bersalah padamu..."


Napas Alka serasa sesak, dia menangis pilu di dalam pelukan hangat suaminya.


"Alka percayalah kepadaku, demi nyawaku -"


Alka menarik tubuhnya dan menutup mulut Dante dengan tangannya, lalu menggeleng pelan.


"Bersumpah lah atas nyawa anak dan istrimu, kau tidak akan pernah meninggalkan kami apapun yang terjadi."


Empat mata yang saling menatap mesra, berakhir dengan ciuman hangat dari Alka.


Aku bersumpah atas nyawaku sendiri, Alka... aku tidak akan pernah meninggalkan kalian.


Sekalipun kehadiran mu dan El akan di tentang oleh keluarga kerajaan.