HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Hasil Tes DNA


Dua Minggu adalah waktu yang telah di janjikan oleh dokter J kepada Dante.


Pagi sekali saat Alka masih tertidur pulas di balik selimut putih yang meringsek mengikuti seluk tubuhnya, tubuh polos setelah satu malam suntuk di cicipi Dante.


Dante sudah bersiap rapi, dia pun bergegas menuju rumah sakit SS.


Seperti biasa Dave yang akan pergi menemaninya.


Sesampainya di rumah sakit SS, tepatnya di ruangan dokter J.


Dokter itu menyerahkan sebuah amplop yang masih tersegel kehadapan Dante.


"Hasilnya sudah keluar, Tuan. Pemeriksaan kami akurat dengan pengamanan ketat."


Dante hanya diam tak merespon, dia pun meraih amplop itu lalu merobek bagian bawah amplop, sultan asli kalau buka amplop memang beda, 😝


Dia gugup ingin mengetahui hasilnya, begitu selembar kertas itu terbuka, Dante menghela napas panjang.


Setelah membaca hasilnya mendadak Dante langsung pergi tanpa pamit.


Dia meninggalkan Dave di ruangan itu, "Tuan?" astaga... lagi-lagi dia melupakan ku?


Dave pun beranjak dari duduknya dan berpamitan kepada dokter J, kemudian segera menyusul Dante.


Begitu sampai di parkiran, "Sial!" umpat Dave seraya menendang kaleng bekas sprite, melayang tak sengaja mengenai kepala dokter Zicko.


"Nyir!"


Ops!


"Maaf, aku tak sengaja..."


"Dave? Kau sendirian di mana Tuan muda?"


"Baru saja pergi, kau mau kemana?" tanya Dave dengan nada kesal.


"Pulang, aku bekerja shift malam selama satu Minggu ke depan."


"Aku ikut dengan mu."


Alka yang baru bangun itupun mencoba untuk duduk, "Uh... badanku sakit semua, Dante tak membiarkan ku istirahat walau sejenak."


Jam di dinding kamarnya menunjukan pukul 8.45 waktu setempat, "El pasti sudah di antar Mark ke sekolah."


Perlahan Alka turun dari ranjang meskipun sedikit gemetar tetapi dia harus segera mandi.


Di dalam bath room Alka menatap pantulan dirinya di dalam cermin, tubuhnya di penuhi jejak kepemilikan Dante, "Buas sekali dia," tetapi aku bahkan tak bisa menolak setiap sentuhannya...


Setiap kali aku ingin menolak, tetapi tubuhku selalu berkhianat.


Selesai mandi, hari ini Alka memakai dress rumahan warna biru brukat, dia membiarkan rambut panjangnya terurai indah.


Di meja makan sudah tersaji susu dan sarapan sehat, Dante meminta para koki untuk menyajikan makanan penunjang untuk mempersiapkan kehamilan Alka.


Namun tanpa sepengetahuan Dante, Alka dengan berani kembali mengkonsumsi pil KB.


Alka membeli pil KB itu beberapa hari yang lalu saat menjemput El dari sekolah, dia mengatakan kepada Mark hanya ingin membeli minyak kayu putih.


Ya, Alka memang membelinya. Tetapi di dalam genggamannya yang lain telah terselip pil KB dalam bentuk permen kecil.


Tidak akan ada yang sadar jika itu adalah pil KB, Alka juga menyimpannya di tempat yang aman.


"Selamat pagi Nona muda, sarapannya sudah siap... silakan," seru koki sembari menarik kursi untuk Alka duduki.


"Terima kasih, wah sepertinya sangat lezat, kalian sudah makan?"


"Sudah nona," seru koki dan Emy secara bersamaan.


Mulailah Alka menyantap sarapan yang tersaji itu, enak dan lezat itu sudah pasti.


Sementara Alka menyantap sarapannya, di depan mobil Dante baru saja memasuki pintu gerbang, beberapa penjaga yang bertugas di dekat pintu gerbang itu pun mengangguk hormat padanya.


Begitupun juga saat Dante memarkirkan mobilnya di garasi, lalu berjalan memasuki pintu gerbang lainnya untuk masuk ke dalam rumah.


Dua penjaga pintu menyambutnya, "Selamat datang kembali di rumah, Tuan muda," pintu terbuka lebar.


"Ya..." wajahnya terlihat lebih teduh.