
Malam pertama setelah mengetahui Alka hamil, Dante yang mengernyit kesal akan kelakuan Alka itupun hanya bisa menahan emosi.
"Menjauh sedikit dariku," saat Dante mau protes, " Emh..." Alka mengusap-usap perutnya.
Dia pun mengangguk, mencoba untuk berbesar hati. Dante yang baru saja mau mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Sayang aku ingin pindah kamar."
"Ck!" geramnya Dante yang masih berusaha bersabar.
"Sayang, aku ingin makan ice cream."
"Kau ini sebenarnya mau ice cream atau pindah kamar?" seru Dante dengan wajah kesal.
"Tidak mau mengabulkannya ya?" Alka menundukan wajahnya dengan tatapan sendu, "Baiklah tidak apa-apa."
Tok tok tok ...
Sepertinya malaikat penolong itu tiba, siapa lagi jika bukan Dave.
Alka menyeringai saat itu juga.
"Jangan masuk!" seru Alka, dia tiba-tiba saja dia turun dari ranjang dan berlagak hampir jatuh.
"Alka!"
"Ah..."
Alka memeluk tubuh kekar yang memeluknya dengan gagah, "Aku tidak mau dia merebut mu dariku, sayang..." memeluk erat, "Dia itu tidak normal, dia kan laki-laki tetapi kenapa selalu menempeli mu?"
Dante tak bisa memarahi ibu dari anak-anaknya, mata tajam itu menghangat, "Dave tetap di situ."
Sialan!
Dave yang tubuhnya sudah hampir masuk setengah badan pun segera menarik dirinya kembali, di luar sana dia merutuki Alka.
"Dasar tukang fitnah, memangnya siapa yang menyukai tuan muda? Aku juga lelaki normal!" geram Dave.
Dia memang normal tetapi siapa yang mau dengan pria dingin sepertinya.
Dave duduk seorang diri di kursi tunggu dengan menghela napas kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dante menemani Alka tidur dengan memeluknya, "Sayang kapan pindah kamarnya?"
"Ini sudah malam, kita akan pindah kamar besok -"
"Kau kan kaya sayang? Masa mereka tidak mau menurutimu?"
"Kekayaan ku tidak di pergunakan untuk seperti itu, cepat tidur atau aku akan memakan mu sampai pagi."
Hei, hei, ancaman seperti apa itu? Dasar!
"Alka?"
"Tunggu sebentar sayang ku..."
Dante mengernyit saat melihatnya membawa tali simpul hitam itu, "Apa yang mau kau lakukan dengan tali simpul itu, Alka?"
"Hehehe..." tawa apa itu?
Intinya Dante mulai merasakan firasat buruk, Alka sudah duduk di dekat sang suami, "Sayang kemarikan tanganmu."
"Untuk apa? Kau belum mengatakannya ... jangan aneh-aneh Alka."
Alka menarik paksa tangan kekar itu, jika saja Alka tidak hamil maka sudah pasti Dante tak mau mengalah.
Dia membiarkan istri kecilnya itu mengikatkan tali simpul di pergelangan tangannya, lalu mengikatnya kembali pada pergelangan tangan Alka.
"Kau tidak boleh pergi kemanapun, selangkah pun," Alka menggeleng cepat, "Tidak boleh!"
"Di luar ada Da-"
Cup! Alka menyerangnya dengan ciuman mematikan di bibir Dante.
Dasar rubah kecil.
Akan ku buat kau melahirkan banyak anak untuk ku.
Dante pun menikmatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngiing ... ngiing ...
Pluk!
Dave menepuk nyamuk yang hinggap di lehernya, dan baru sadar jika dirinya ketiduran di kursi tunggu.
Dave mengusap layar hp, dan mengernyit sebal, "Shit! Jam tiga pagi?"
Dave geram bercampur kesal bagaimana bisa tuan mudanya semalam menelefon dirinya untuk datang ke rumah sakit, tetapi hanya di jadikan satpam depan ruangan?
Sementara mereka berdua sedang tidur berpelukan.
***
Hai terima kasih dukungannya terhadap novel Hot Mother & Mr.Billionaire ini ya 🥰
Yuk jangan lupa ikutan GA Votte Poin di Novel Super Rich Man, bisa juga lihat di IG aku ya hehe...
Deadline tgl 4-2-2021