HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Bukan Anak Haram


Di dalam kamar tamu, hanya kamar ini yang dekat dengan tangga, Alka sudah berada di bawah tubuh kekar sang suami.


Alka memejamkan kedua matanya secara perlahan saat merasakan pusaka Dante menyeruak masuk melahap segala kelembutan yang ada padanya di bawah sana.


Kedua tangannya meremas seprai, karena posisi Dante lebih jarang untuk meluruskan tubuhnya di atas tubuh Alka.


Dia lebih suka dengan posisi yang biasanya, meletakan pinggul Alka sedikit naik lalu memeganginya.


Ah, lagi-lagi Dante menuntut permainan panjang kepada Alka, tak puas membuat Dante mendudukkan tubuh Alka di atas tubuhnya tanpa mau melepaskan pusakanya.


Membuat perut Alka keram seketika, tangannya mencengkeram pundak Dante, "Emmmmh..." erangnya saat merasakan sergahan Dante membuat darahnya mendidih hingga ke otak.


Tangan kiri Dante menopang tubuh Alka sementara yang kanan sibuk meremas kuat kekenyalan sang istri.


Semua rasa bercampur aduk menjadi satu membuat bibirnya bergetar akibat lelah, "Suamiku...." Alka hampir mencapai klimaks, namun tidak dengan Dante.


Dia pria yang sulit di puaskan, "Aku belum selesai Alka, kau tidak boleh mengeluarkannya sebelum diriku..."


Alka menggeleng, "Sakit... perutku keram -" Alka mengernyit sampai keringat dingin saat Dante menyergah nya dengan sangat kuat membuatnya memekik sakit, "Engh..." suaranya terdengar lirih bahkan kedua tangannya hampir terkulai lemah.


Matanya sayu, dia ingin pingsan tetapi Dante tak mengizinkannya. Dante kembali merebahkan tubuh Alka, kini Dante ikut meluruskan tubuhnya di atas tubuh mungil sang istri, dia mengusap kening Alka yang bercucuran keringat.


"Hampir keluar sayang, tunggu sebentar lagi, aku tahu kau bisa melewatinya," namun hanya helaan napas lelah Alka yang menjawabnya.


Berkali-kali Dante menyerangnya dengan kuat membuat tubuh mungil itu gemetaran, "Aaaah!" erangan keduanya saling bersahutan saat Dante meledakkan cairan injeksinya di dalam kelembutan Alka.


Segera dia menarik diri dan rebah di sisi Alka, tangannya mengusap wajah Alka, keringat membasahi tubuh keduanya, terutama Alka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alka tertidur tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sementara Dante sudah bersiap rapi untuk menjemput El.


Hp baru juga sudah ia pegang, Dante duduk di tepi ranjang dan berulang kali mengusap kening Alka.


"Aku akan mengirimkan dr. kandungan Chaterine Mike, untuk memeriksa kondisi tubuhmu."


Jam dinding sudah menunjukan pukul 10.00 waktu setempat, satu jam lagi El akan keluar dari sekolah XX.


Dia pun beranjak pergi mengemudikan mobilnya menuju tempat itu, kedatangannya pun bermaksud untuk memindahkan El di sekolahan elit para bangsawan.


El, anak lelaki yang harus di didik dengan disiplin, dia anak lelaki yang akan tumbuh dewasa dan harus bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.


Setibanya di sekolah XX, dia mendapati sedang di buli, El menangis.


"El punya Daddy, El bukan anak haram!" tangisnya meledak sembari mendorong salah satu pembuli itu dan tak sengaja malah membuatnya jatuh dari anak tangga kelantai bawah.


"Aaaaa!!" teriakan murid yang jatuh itu, pingsan dengan luka memar di keningnya.


Semua anak yang ikut membuli El pun malah menyudutkannya.


El takut, dia gemetaran dan mendapati Daddy nya berdiri menatap tajam ke arahnya.


"Daddy..." El berlari dari anak tangga memeluk kedua kaki Dante, putranya menangis sesegukan.


Guru-guru pun memadati tempat kejadian perkara, "Matheo... oh astaga siapa yang sudah mendorongmu, sadar sayang..." wali kelas.


Mereka membelakangi Dante, mereka juga tidak tahu siapa itu Dante.


"Matheo sadar sayang..." guru yang lain, "Siapa yang sudah mendorong murid terbaik ini?" tanya guru yang lainnya sembari menatap murid yang ada di tangga.


Mereka menunjuk El yang ada di belakang mereka, "El! Dasar anak sialan!" bentakan itu membuat El terlonjak kaget.


"Daddy!!" pelukannya semakin erat, membuat Dante yang sejak tadi menatap kepala El, mendadak membulatkan bola matanya saat tangan guru pria itu meraih pundak El.


Greb!


Tubuh yang di latih itu tidak hanya untuk menggagahi Alka semata, tangannya mencengkeram kuat pergelangan guru tersebut, dan dengan mudahnya dia mematahkannya, membuat semua panik.