
“Ehm!” Dave
berdehem cukup nyaring untuk membuang rasa canggung di antara mereka, “Kau mau
kopi?”
Emy pun
mengangguk pelan, dia sedikit ragu untuk menjawabnya melalui kata.
“Baiklah,
ayo kita ke kafe di seberang jalan rumah sakit ini,” Dave melangkah mendahului
Emy.
Sial memang!
Baru juga mau masuk lift, lah, pintu ruangan VIP A terbuka, “Emy?” seru Dante
yang sudah memakai pakaian lengkapnya.
Langkah
Emy pun mendadak terhenti dan langsung berbalik badan dengan sigap, dia
mengangguk penuh hormat, “Iya tuan muda...”
“Masuklah,
Alka ingin bertemu denganmu... dia terus meracau kan hal itu.”
Hm?
Emy nampak bingung, apakah dia harus menolak ajakan Dave untuk minum kopi,
ataukah ...
“Pergilah,”
seru Dave dari belakang, dia masuk ke dalam lift seorang diri. Berperang melawan
wanita hamil memang bukan gaya seorang Dave, tetapi menjadi korban dari seorang
wanita hamil ... itulah ciri khasnya saat ini, :-P
Apa lagi
Dante, dia selangkah pun tak bisa menjauh dari Alka. Setiap kali melakukannya
Alka pasti merengek.
Kenapa
wanita hamil sangat menyebalkan?
suara hati Dante dan Dave di saat yang
bersamaan.
***
Dress yang
di persiapkan untuk masa kehamilan, warna biru cerah dari dress itu membuat
Alka terlihat cerah ceria, rambutnya yang terurai selalu ingin di belai Dante.
Lalu
untuk apa ia memanggil Emy?
Sekarang
kepala pelayan di rumah Dante itu sedang duduk di atas sofa, sudah seperti obat
nyamuk yang siap melahap binatang kecil itu. Dia menyaksikan tingkah manja Alka
yang membuat Dante kualahan.
Tapi ini
adalah pertama kalinya Emy melihat sikap ramah Dante, dia sangat menyayangi
istrinya.
“Aaaaa...
Sialan!
Kau yang minta di belai! geram Dante dengan mengeraskan rahangnya, membuat
Emy tersenyum tipis juga merasa geli.
Apakah
aku juga akan mengidam sampai separah itu? gumam Emy, dia merinding geli.
“Sayang,
kau tidak malu bersikap manja kepadaku... tidak lihat ada Emy di sini?”
Percayalah,
kening sexy Dante berkedut kesal, “Kau bicara apa? –“ Dante memalingkan
wajahnya saat mendapati ekspresi gemas Alka, “Berhenti memandangiku dengan cara
seperti itu!”
“Kau memang tidak menyeyangi ku, kan?” mendadak
Alka meracau hal yang aneh lagi.
Sebenarnya
adegan apa sih ini? Emy mendadak ingin pergi.
“Iya, kan?” seru Alka seraya mendorong dada bidang suaminya, “Kau mengalihkan
pandangan mu dariku!” Alka mengambil langkah, “Emy, ayo kita jalan-jalan... di
sini sesak.”
“Kau
tidak boleh pergi ke mana pun, Alka! Kau sedang hamil.”
Percuma
Dante, justru karena hamil itulah dia akan membuatmu kualahan seperti halnya
Dave.
Kini
pria itu sedang nongkrong di kafe, menatap kopi yang di ukir sedimikan rupa
pada krimer nya, memperhatikannya membuat Dave pusing sendiri. Dia sedang
bersikeras mencari apa permasalahan Alka sampai tega memperlakukannya seperti
itu.
“Apakah
aku harus mengibarkan bendera? Aku menyerah?” Dave menggeleng, “Memangnya
kenapa aku harus menyerah?”
Dave
menghela napasnya dengan pelan, menoleh ke dinding kaca dan mendapati Alka dan
Emy yang di ikuti Dante, “Ulah
apa lagi ini, awas saja kalau sampai aku yang terkena imbasnya-“
Drrrrrttt.... Drrrrrttt.... Drrrrrttt....
Hp nya bergetar ada panggilan masuk dari “Yang Mulia Pangeran”.
“Angkat teleponnya, Dave!” notifikasi pesan yang ia baca, “Sial! Kenapa Tuhan
mengirimkan nona Alka untuk tuan muda?” urat-urat kesal menonjol di wajahnya.
***
Hallo, hari sabtu gini pada ngebolang kemana?
Maaf ya selalu slow up, soalnya tanganku suka kebas karena ngetik di hp terus, jadi sekarang aku pakai laptop untuk ngetik. Btw, jangan bosan ya sama alur cerita dari HMMB ini, aku berusaha keras untuk membuat cerita yang menarik.
Terima kasih untuk antusias dan cinta kalian kepada karya-karyaku, love u dear...