
Musim salju mulai usia, musim lain siap menggantikannya. Dante terbangun lebih awal dengan menatap wajah manis yang masih setia pada tempatnya seperti semalam.
Tangannya yang menjadi tumpuan kepala sang istri pun mulai terasa keram, dia mengernyit.
Dengan hati-hati Dante menarik tangannya dari kepala Alka, "Kau berat..." protes, padahal lebih berat tubuhmu saat sedang menggagahi Alka, 😝
Dante duduk di tepi ranjang setelah membenarkan selimut putih di tubuh Alka.
Dia menggeleng sebentar lalu beranjak ke dalam bath room, mulai menyalakan shower dengan air yang hangat.
Selesai mandi Dante sudah bersiap rapi yang hanya memakai kemeja krim dan celana jeans hitamnya. Sementara Alka masih terlelap di buai mimpi.
Dante melangkah keluar dan bertemu dengan Emy.
"Selamat pagi, Tuan muda..." Emy mengangguk hormat padanya.
"Emy."
"Iya Tuan?"
"Buatkan makanan kesukaan Alka, jangan lupa untuk membuatkannya susu. Bawa sarapannya ke dalam kamar. Dan jangan membangunkannya."
"Baik Tuan muda, saya mengerti."
"Satu lagi tolong kau perhatikan El, meskipun ada Lala yang bersamanya, jangan lepaskan pengawasan mu dari putraku, aku masih ada urusan di luar."
"Akan saya lakukan sesuai dengan permintaan anda, Tuan," ucap Emy dengan ramah dan sopan.
Dante pun bergegas membuka pintu rumah, di mana sudah ada dua penjaga yang bertugas.
"Selamat pagi Tuan muda," keduanya menyapa secara bersamaan.
"Pagi, kalian sudah sarapan? Jangan lupa pakai pakaian yang tidak terlalu tebal, sebentar lagi akan masuk musim panas."
"Baik Tuan," waaah... kena angin apa Tuan muda, bisa seperhatian ini?
Dante berjalan kaki membuka pintu gerbang yang menjadi penghubung antara pelataran rumah dan garasi.
"Apa yang akan ku belanjakan untuk mereka, ya?" cobalah untuk berpikir Dante, mereka juga membutuhkan sesuatu.
"Beli popcorn sajalah..." Dante menggeleng, "Uangku banyak masa hanya beli popcorn saja?" berpikir sampai tersandung sesuatu, "Shit!" ngomel sendiri dengan bahasa Inggris super elit.
Masuk ke dalam mobil pun masih ngomel akibat ujung jari kakinya yang cenat-cenut, "Apakah jari kaki ku patah?"
Dante mengetuk-ngetukan ujung sepatunya pada sesuatu yang ada di bawah kakinya.
Tak lama kemudian mulailah dirinya memanaskan mesin mobil, sembari menunggu Dante kembali berpikir mau membelikan apa?
Hampir lima belas menit akhirnya tak menemukan apapun yang ingin ia beli, Dante menyalakan mobil dan mengemudikannya dengan kecepatan setengah cepat meninggalkan rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Koki yang baru selesai membuatkan sarapan untuk Alka pun, segera Emy membawanya ke dalam kamar, dia meletakkannya dengan hati-hati ia meletakkannya di atas nakas karena tak ingin membangunkan istri tuan mudanya.
"Engh..." lenguhan Alka membuat Emy diam di tempat tanpa suara. Cukup lama kepala pelayan itu diam di sana sampai benar-benar yakin jika Alka hanya mengigau.
Barulah Emy beranjak dari tempatnya dan segera mengecek El yang ada di kamar tamu.
"Selamat pagi Tuan muda ke -"
"Pssssstt!!" pinta Lala, "Tuan muda kecil masih tidur," ucapnya dengan suara yang lirih seperti sedang berbisik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dante yang memakai jaket kulit hitam, kaca mata dan topi yang hampir menutupi setengah wajahnya pun segera keluar dari mobil.
Dia berhenti di sebuah pusat perbelanjaan megah, dia memperhatikan ke sekitar berharap tak seorang pun yang mengenalinya akibat insiden yang kemarin.
Di dalam sana, dia membeli beberapa helai pakaian yang mahal dan bermerk, tidak tahu ada berapa, pokoknya asal ambil.
Dan saat di total-total jumlah belanjanya mencapai £150645.