HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Wajah Yang Sebenarnya


Ruangan pribadi di lantai teratas, dua manusia yang saling memperebutkan Alka sudah duduk berhadapan di sofa.


Dave dan asisten Danton berjaga di depan pintu dengan saling melempar tatapan tajam.


Di dalam ruangan itu, "Tunjukan saja wajah aslimu, Joseph," seru Dante terang-terangan.


"Lama tidak berjumpa, William!" kulit wajah itu terlepas, memperlihatkan wajah yang sesungguhnya dari balik topeng kulit itu. Tampan dan mempesona, "Berikan Alka padaku!"


"Langkahi mayat ku —"


Brak!


Joseph menantang Dante dengan sebuah pukulan di atas meja, di luar pintu kedua asisten itu mulai bersiap diri.


"Hmph!" Dante menyeringai, keduanya beranjak dengan cepat dan saling beradu tinju. Pukulan mereka beradu dengan udara ruang, benturan di antara tangan mereka begitu kuat dan berotot-otot.


Joseph meninju perut Dante, dan di balas dengan tendangan kuat di perut Joseph.


"Shit!" seru keduanya seraya mengusap rasa sakit di tempat masing-masing.


Langkah kaki mereka bergerak mulai memutar, "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan istriku!" tegas Dante dengan tatapan tajamnya yang kemudian menyipit.


"Cih! Sejak awal dia yang akan menikah denganku, bukan kau!" seru Joseph dengan nada arrogant nya.


"Hmph! Takdir memihak padaku—"


Swooosh!


Joseph menendang sofa kecil ke arah Dante, tapi dia bisa menghindarinya.


Lalu mereka pun kembali beradu dengan kuat.


Di luar sana Dave mencoba untuk memutar handle pintu namun pria yang bernama Roy itu menahannya, Dave melempar tatapan tak suka, "Menyingkir!" seru Dave.


Namun cengkeraman tangan Roy menguat, "Tidak!"


Bugh!


Secepatnya Dave masuk ke dalam, "Tuan? Emh!" sialan, Roy berhasil mengunci pergerakannya dari belakang, "Mati saja kau!" pekik Dave yang langsung membenturkan kepalanya pada wajah Roy.


Ke empat pria itu sedang beradu di dalam ruangan, sementara pesta masih berlangsung di lantai bawah.


Memar dan lecet di sudut bibir Dante, pun, juga sama dengan Joseph. "Kau tahu, tidak akan ada yang menang di dalam pertarungan ini, William!"


"Maka aku tak akan kalah!" tegas Dante dengan berapi-api, dia baru saja mulai membuka rahang yang sebenarnya, dirinya tak akan rela jika ada orang yang ingin merebut Alka darinya.


Joseph menggeleng, "Aku tidak akan membiarkan mu!"


Lagi, mereka beradu tenaga fisik. Pukulan telak Dante terima, Joseph meraih pundaknya lalu membenturkan tubuh depannya pada lutut Joseph yang baru saja terangkat ke udara dengan sangat kuat.


"Aaaakkkhh!!" perut Dante berdenyut sakit, dia tak ingin lemah ataupun kalah, dengan cepat dia mengepalkan tangannya dan meninju tempat vital Joseph.


"Aaarrrrgggghhhh!!!" Joseph sampai merintih kesakitan, ia membungkuk menahan sakit yang di rasa.


Posisi Dante yang dekat dengan dinding kaca besar itu menguntungkan Joseph.


"Dewi keberuntungan berpihak padaku, William!"


Dante mengernyit, "Sudah —" terpaan cahaya rembulan mengejutkannya, saat Dante menoleh ke sisi kanannya, dinding kaca besar itu memantulkan bayangan nya, wajahnya terkejut bukan main saat melihat bayangan Joseph yang berlari ingin mendorongnya.


Tubuhnya tertolak dengan kuat membuatnya membentur dinding kaca itu dan menyebabkan kaca itu pecah seketika.


Dave yang masih beradu tinju itu pun sontak saja terkejut bukan kepalang, "Tuan!" begitu dia ingin berlari ke arahnya, lagi-lagi Roy tak mengizinkannya, sledingan kaki Roy membuat Dave tersungkur, "Aaaakkkhh!!"


Dagunya membentur lantai marmer.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Noted:


Actionnya kurang dapet, maaf ya... kalau ada saran, boleh kasih tau aku, 🤗