
Setelah selesai melakukan pesanan makanan pagi ini, lalu Cinta beralih menuju ke tempat dimana Rio meletakkan tasnya untuk mengambil sebagian pakaian yang akan digunakannya setelah mandi nanti. Sambil menunggu Rio menyelesaikan mandinya, Cinta sendiri berniat ingin menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh Rio nantinya.
" Hihihihihihi, sambil menunggu Kak Rio, lebih baik aku siapkan aja pakaiannya," Ucap Cinta yang beralih mengambil tas Rio.
Namun, seketika Cinta teringat akan kelakuannya ini tidak baik dilakukan, karena, jika kita berani membuka barang bawaan orang lain, itu merupakan salah satu tanda tidak sopan. Oleh sebab itu, Cinta mengurungkan niatnya untuk melakukan niatnya barusan.
" Eemmm, tapi jika aku melakukan ini, sepertinya aku tidak sopan atas privasi Kak Rio," Gumam Cinta setelah merasakan kelakuannya kurang baik itu.
Karena, merasa tindakannya itu kurang tepat, Cinta langsung saja beralih menuju ke depan pintu kamar mandi sambil menunggu Rio yang sedang mandi di dalam. Namun, setelah Cinta kembali terpikirkan atas niatnya itu, merupakan suatu tindakan yang baik dalam hubungannya itu. Dan, akhirnya Cinta kembali untuk melakukan niatnya dalam menyiapkan pakaian ganti untuk Rio.
" Heemm, tapi aku sendiri adalah istrinya, jadi, wajar dan sah-sah saja jika aku menyiapkan pakaian gantinya," Gumam Cinta yang menghentikan langkahnya menuju ke pintu kamar mandi.
Tanpa adanya perasaan bingung lagi, Cinta segera melangkah kembali ke tempat awalnya dimana ia meletakkan tas ransel milik Rio. Dan, dengan wajah cerianya Cinta membuka begitu saja resleting tas serta langsung saja mengambil pakaian Rio yang sudah ada di dalam tas. Setelah selesai melakukan pekerjaannya itu, dengan perasaan lega akhirnya Cinta berhasil juga dalam menyiapkan pakaian untuk suaminya pagi ini.
" Hihihi, akhirnya bisa juga melawan rasa bingung ini," Gumam Cinta tersenyum sendiri sambil menutup kembali tas yang telah dibukakannya.
Disisi lain, kembali lagi dalam suasana kampung tempat dimana Rio tinggal, Rossa yang masih berada di atas tempat tidurnya segera bangun dari posisinya dan dengan wajah penuh semangat Rossa langsung bersiap-siap untuk menunjukkan bagaimana keadaan Rio saat ini kepada Maminya.
" Ya, sudah sekarang kamu bangun, kalau kamu masih tidur seperti ini, rasa penasaran Mami gak akan selesai,," Celoteh Mami Rossa dengan sengaja menarik selimut yang menutupi tubuh Cinta.
" Rossa mau ngajak Mami nanti siang, Mi, bukan sekarang,," Jawab Cinta yang masih belum mau beranjak dari tempat tidurnya.
" Mami bilang sekarang, Mami malas keluar jika siang nanti karena, Mami gak mau kena terik matahari,," Bilang Mami Rossa tetap bersikeras untuk mengajak putrinya melihat keadaan Rio.
" Ya udah, ya udah Oke,," Jawab Rossa dengan penuh semangat dan langsung bangkit dari tidurnya.
" Ya sudah, sekarang mandi dulu, Mami tunggu diluar,," Ucap Mami Rossa menyuruh anaknya itu untuk segera mandi.
" Oke, Mam,," Jawab Rossa sambil menunjukkan jempolnya.
Dengan segera, Rossa melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, sedangkan Mami Rossa sendiri melangkah keluar dari kamar putrinya itu. Sambil melangkah keluar, Mami Rossa sendiri masih terpikir dengan ucapan yang telah disampaikan oleh putrinya itu bahwa Suaminya sendiri juga tahu bagaimana keadaan Rio saat ini. Tentu saja hal ini langsung membuat Maminya Rossa untuk segera bertanya kepada suaminya itu selaku kepala desa di kampung.
" Rossa bilang, kalau Papi juga mengetahui bagaimana keadaan Rio saat ini,," Gumam Mami Rossa saat keluar dari kamar Rossa dan sedikit merasa penasaran dengan ucapan Rossa sendiri serta suaminya.
" Aku akan tanya pada Papi, tentang keadaannya sekarang, apakah benar seperti yang dikatakan Rossa padaku,," Sambung Mami Rossa lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana suaminya sering berada.
Sedangkan, Rossa sendiri baru saja menyelesaikan mandinya, setelah mengeringkan rambutnya dengan menggunakan hair dryer yang ada barulah Rossa mengambil pakaiannya di dalam lemari. Setelah selesai dikenakan Rossa terpikir kembali dengan keberadaan Rio saat ini. Karena, Rossa sendiri juga bingung kemana Rio mengajak istrinya itu pergi dari kampungnya ini, padahal Rio baru saja kembali ke kampungnya.
" Heemm, memangnya Mas Rio pergi kemana sih, kenapa dari pagi kemaren sampai tengah malam juga belum pulang ?" Tanya Rossa sendiri sambil menatap wajahnya di balik pantulan cermin.
Di dalam benak Rossa apakah Rio merasa kesal dan jengkel atas kelakuannya yang sengaja melabrak istri Rio kemarin pagi. Sehingga Rio langsung saja membawa istrinya pergi dan menetap di tempat lain supaya hubungan pernikahan antara Rio dan istrinya itu tidak adanya masalah yang mengganggu.
" Apa karena kemarin pagi, Mas Rio merasa kesal dengan kelakuanku yang sengaja menghina istrinya,," Gumam Rossa lagi sembari memikirkan kembali kelakuannya kemarin.
" Tapi, tidak mungkin Mas Rio membawa istrinya untuk pergi jauh dari tempatnya di kampung ini, karena, usaha tambak Mas Rio ada disini, serta untuk apa juga Mas Rio membawa istrinya ke tempat lain jika tempatnya sendiri ada di kampung ini." Ucap Rossa kembali memikirkan bagaimana perasaan Rio saat ini.
" Heemm, mungkin saja Mas Rio memang benar lagi ada pekerjaan yang harus dilakukannya dari luar kampung ini." Ucap Rossa meyakinkan dirinya sendiri dengan keberadaan Rio.
" Dan, sepertinya apa yang dikatakan oleh babu itu betul sekali, jika Mas Rio saat ini keluar dari kampung hanya untuk membeli bibit ikan untuk menambah usaha tambaknya." Sambung Rossa kembali yang membenarkan perkataan Arif saat ia kembali ke rumahnya Rio dan bertanya kepada Arif atas kepergian Rio hari itu.
" Ya, sudah lebih baik sekarang aku harus bersiap-siap untuk pergi menyelidiki keadaan Mas Rio, siapa tahu Mas Rio pagi ini sudah kembali." Ucap Rossa penuh semangat mengenakan pakaiannya.
Dengan segera Rossa mengenakan pakaiannya dan langsung bersolek ria untuk menambah kepercayaan dalam dirinya bahwa tidak ada wanita lain yang bisa mendapatkan Rio selain dirinya. Dan, bagi Rossa juga Cinta yang merupakan istri sahnya saja tidak berhak untuk mendapatkan Rio seutuhnya.
" Jika aku tidak bisa mendapatkan Mas Rio, tidak ada wanita lain yang bisa bersama dengannya." Ucap Rossa sendiri sambil menatap wajahnya dengan raut wajah yang begitu menggebu-gebu dalam memiliki suatu hal.
Begitulah pikiran yang terlintas dalam benak Rossa, pikiran untuk memiliki seseorang begitu kuat dengan tekad yang bulat sehingga membuat dirinya selalu merasa haus jika tidak bisa mendapatkan apa yang harus menjadi keinginannya.
Sedangkan, Mami Rossa sedang melangkahkan kakinya menuju ke ruangan dimana suaminya sedang berada. Dan, saat ini Mami Rossa masuk ke dalam ruangan suaminya, ternyata ruangan itu kosong tidak ada tanda-tanda suaminya berada disana.
" Kemana, Papi kenapa tidak ada di ruangannya ?" Tanya Mami Rossa dengan ekspresi wajah penasaran.
" Apakah Papi ada pekerjaan diluar ?" Tanya Mami Rossa lagi yang menerka sendiri keberadaan suaminya.
" Heemm, lebih baik aku cari di tempat lain,," Gumam Mami Rossa langsung melangkah keluar dari ruangan yang telah dimasuknya itu.
Saat Mami Rossa sedang melangkah keluar dan menutup pintu ruangan suaminya, seorang pembantu perempuan sedang melewatinya. Tentu saja Mami Rossa langsung menanyakan kepada pelayannya itu tentang keberadaan suaminya saat ini.
" Bi, tunggu,," Panggil Mami Rossa kepada pembantunya.
" Ya, Nyonya ada apa ?" Tanya pembantu wanita itu.
" Bibi lihat ada Papinya Rossa di sekitar rumah ?" Tanya Mami Rossa langsung kepada pelayannya.
" Oh, kebetulan Bibi lihat barusan Tuan sedang berada di pinggir kolam, Nyonya,," Jawab Pelayan itu dengan jujur.
" Pinggir kolam dengan siapa ?" Tanya Mami Rossa lagi.
" Sepertinya sendiri Nyonya,," Jawab pelayan itu seperti apa yang telah dilihatnya.
" Oh ya, terima kasih,," Bilang Mami Rossa langsung melangkah begitu saja dari tempatnya.
Saat ini Mami Rossa sedang menuju ke arah tempat yang telah ditunjukkan oleh pelayannya atas keberadaan suaminya. Disaat Mami Rossa ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah kolam, Rossa sendiri yang baru saja keluar dari kamarnya langsung memanggil Maminya itu.
" Mami !!" Panggil Rossa kepada Maminya yang sedang melangkah menuju ke suatu tempat di dalam rumahnya itu.
" Ya," Jawab Mami Rossa sambil menoleh ke arah suara yang telah memanggilnya itu.
Tentu saja, Mami Rossa menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada suaminya tentang bagaimana keadaan Rio saat ini. Dan lebih memilih langsung pergi mengikuti pertunjukan Rossa yang begitu menjanjikan.
" Mami mau kemana ?" Tanya Rossa pada Maminya ketika Maminya sudah sampai di dekatnya.
" Tadinya Mami mau tanya pada Papimu, tapi, berhubung kamu sudah selesai, lebih baik Mami lihat langsung saja,," Jawab Mami Rossa yang terdengar memang benar-benar penasaran.
" Hihihihihihi, Mami, ya udah yuk kita pergi,," Bilang Rossa sambil menggandeng tangan Maminya untuk segera pergi ke rumah Rio.
" Tapi, sebenarnya Rossa nggak tahu juga, Mas Rio udah pulang apa belum,," Sambung Rossa lagi dan membuat Maminya langsung menoleh ke arahnya.
" Maksud kamu ?" Tanya Mami Rossa sedikit bingung.
" Ya, maksudnya, kemaren Rossa tungguin kepergian Mas Rio, tapi nyatanya sampai waktu sudah larut malam juga belum pulang,," Jawab Rossa dengan ekspresi wajah sedikit cemberut.
" Ya sudah lebih baik untuk jelasnya kita kesana,," Bilang Mami Rossa sembari mengajak Rossa untuk tidak berlama-lama menceritakan suatu hal yang belum terlihat olehnya.
" Oke, Mam, Mami udah gak sabaran ya,," Ledek Rossa kepada Maminya.
" Siapa juga yang tidak sabaran, Mami hanya penasaran atas ucapan yang baru disampaikan itu." Bilang Mami Rossa seakan membela ekspresi rada penasarannya sendiri.
" Memangnya seberapa kaya anak janda miskin itu,," Sambung Mami Rossa lagi yang terdengar memang tidak menyukai keluarga besar Rio saat tinggal di kampung ini dulu.
" Hihihi, oke deh, let's go, Mi,," Ajak Rossa lagi sambil tersenyum senang.
Dengan segera Rossa menggandeng tangan Maminya dan langsung pergi menuju area parkir mobil. Dan di area parkir mobil itu hanya ada seorang pelayan rumah Rossa ini yang sedang membersihkan taman.
" Kalau Papi nanya, Mami dan aku sedang pergi keluar,," Bilang Rossa kepada pelayannya memberitahukan kemana mereka pergi itu.
" Baik Nona,," Jawab pekerja kebun itu.
Dan Rossa sendiri langsung masuk ke dalam mobilnya bersamaan dengan masuknya Mami Rossa ke dalam mobil juga. Karena, sudah merasa siap, Rossa langsung saja menyetir mobilnya itu keluar dari pekarangan rumahnya dan meluncur ke arah rumahnya Rio.
Sementara itu, di dalam Villa tempat penginapan Cinta dan Rio terlihat Rio sendiri telah selesai mandi dan langsung keluar dari kamar mandi itu. Cinta sendiri yang sedang duduk di atas tempat tidur tersenyum melihat Rio yang baru saja keluar dari kamar mandi itu. Sambil bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu, tidak lupa Cinta menitipkan pesan kepada Rio bahwa sebentar lagi akan ada petugas yang mengantarkan sarapan pagi mereka.
" Udah selesai Kak mandinya ?" Tanya Cinta dengan wajah yang sumringah.
" Udah dek,," Jawab Rio mengangguk sambil tersenyum dan sedikit mengelap rambutnya.
" Ya udah kalo gitu Cinta juga mandi,," Bilang Cinta seraya beranjak dari tempat duduknya.
" Oh iya silahkan dek,," Jawab Rio langsung beralih keluar dari kamar mandi.
Dengan segera Cinta langsung masuk ke dalam kamar mandi dan tidak mengatakan kepada Rio bahwa Rio hari ini harus memakai pakaian yang baru saja ia siapkan itu.
" Oh iya Kak," Seru Cinta seketika membuat Rio langsung menoleh.
" Ada apa dek ?" Tanya Rio balik.
" Cinta udah pesan sarapan, sebentar lagi ada petugas yang nganterin sarapannya." Bilang Cinta menyampaikan pesannya itu.
" Oh oke dek,," Jawab Rio mengangguk.
" Dan satu lagi baju gantinya Kak Rio udah Cinta siapkan, jadi, Cinta harap Kak Rio pakai baju yang Cinta siapkan ya,," Ucap Cinta sambil tersenyum malu dan langsung ke kamar mandi.
Seketika Rio tersenyum senang melihat kelakuan Cinta yang masih terlihat gugup namun sudah berani untuk mengungkapkan langsung apa yang telah ia kerjakan dan ia lakukan pada Rio. Sehingga, Rio yang masih dibuat senang oleh Cinta langsung saja melihat pakaian mana yang telah dipilihkan untuk dirinya hari ini.
Sesampainya di tempat Cinta meletakkan pakaiannya itu, Rio kembali tersenyum senang atas pilihan pakaian yang akan digunakan olehnya hari ini.
" Heemmm, Dedek kamu itu ya, setiap harinya bisa membuat Kak Rio selalu merasa nyaman,," Gumam Rio ketika melihat pakaian yang telah Cinta siapkan itu.
Disaat Rio sedang mengenakan pakaiannya sendiri. Di atas lantai tergeletak sebuah benda yang terlihat seperti milik seorang wanita. Dan benda itu merupakan kain segitiga pengaman milik Cinta yang baru saja Cinta pasang pengaman satunya lagi, karena ia sedang datang bulan.
" Benda apa itu ?" Tanya Rio sendiri sambil mengambil benda yang tergeletak di atas lantai.
Setelah mengambilnya Rio bergumam sendiri sambil tersenyum lucu ketika melihat sebuah benda berharga milik Cinta yang berwarna merah sedang berada di tangannya sekarang.
" Heemm, Dedek sepertinya benda ini jatuh dan akhirnya terlupakan,," Gumam Rio masih tersenyum melihat benda yang sedang digenggamnya.
" Aku akan mengantarkannya, bagaimana ekspresi wajahnya nanti ya,," Gumam Rio lagi sambil membayangkan ekspresi wajah Cinta ketika menerima benda miliknya dari tangan Rio.
Setelah selesai mengenakan semua pakaiannya barulah Rio mengantarkan benda milik Cinta ke dalam kamar mandi, sambil tersenyum melihat benda kecil itu Rio mulai berpikir yang tidak-tidak kepada Cinta. Namun, pikiran anehnya itu segera dihilangkannya karena, saat ini ia harus menjaga nafsunya terhadap Cinta yang sedang datang bulan.
****