
Namun, Rio tetap saja melarang Cinta untuk membukakan pintu dan secara spontan menarik tangan Cinta hingga tubuhnya Cinta tertarik dan tidak seimbang dalam berdiri dan akhirnya Cinta sendiri terjatuh ke dalam pelukan Rio.
" Ya udah kalo gitu Cinta yang bukain pintunya,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
" Gak usah dek,," Cegah Rio sambil menarik tubuh Cinta.
" Aaakkkhh Kak Rio,," Ucap Cinta yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya ketika ditarik oleh Rio.
Karena, tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri saat ditarik oleh Rio, tidak menyangka tubuhnya Cinta tergelincir menimpa tubuhnya Rio dan terjatuh di atas tempat tidurnya yang empuk. Saat tubuhnya Cinta terjatuh di atas tubuhnya Rio itu seketika membuat Cinta kaget dan memejamkan matanya, sedangkan Rio menikmati pemandangan indah yang ada di hadapannya saat ini yaitu wajah Cinta yang sedang terpejam.
" Dek, kenapa wajah indah ini selalu bisa mengganggu kegusaran pikiranku,," Ucap Rio dalam hati yang tetap memandangi wajah Cinta.
Disaat Rio ingin menempelkan bibirnya kepada bibirnya Cinta, hal itu tidak jadi dilakukan karena, Cinta dengan spontan membukakan matanya ketika mendengarkan kembali suara ketukan pintu dari luar.
" Tuh kan Kak, kalau gak dibuka tamunya gak akan berhenti ngetuk pintu,," Ucap Cinta sambil membangkitkan tubuhnya dari atas tubuh Rio.
" Biarkan aja dek,," Bilang Rio sambil menahan tubuhnya Cinta yang masih menindih tubuhnya itu.
Karena, merasakan tubuhnya sengaja sedang ditahan oleh Rio, dengan wajah malunya Cinta melepaskan tubuhnya dari penahanan Rio sambil melirik Rio dengan lirikan yang membuat Rio tertawa.
" Iiihhhh Kak Rio, apa-apaan sih,," Bilang Cinta sambil memberikan lirikan yang membuat Rio tertawa geli.
" Hahahaha,, iya, iya Kak Rio lepasin asal jangan bukakan pintunya,," Ucap Rio yang memberikan sebuah pilihan pada Cinta.
" Ya, tapi, kasihan Kak, jika Rossa nungguin diluar,," Bilang Cinta lagi merasa tidak enak dengan keadaan saat ini.
" Biarin, karena, dengan beraninya dia kemarin membuat Dedek merasa kesal pada Kakak,," Gumam Rio yang membuat Cinta tercengang dan seketika langsung tertawa geli.
" Hahahaha, Cinta gak kesal kok sama Kak Rio kemarin,," Ucap Cinta sambil tertawa geli saat mendengar ucapan Rio.
" Heemmm, kalo gak kesal gak mungkin wajahnya berubah waktu kita pulang sore kemarin,," Gumam Rio mengingatkan kembali wajah Cinta kemarin.
Seketika Cinta tersenyum mendengar ucapan Rio yang mengingatkan kembali ekspresi wajahnya kemarin disaat Cinta mendapatkan surat yang menyasar ke rumahnya itu. Karena, surat itu juga Cinta sampai berpikir untuk memberikan sebuah perjanjian pada Rio atas hubungan yang telah dilakukannya itu. Dan, Cinta sendiri telah berpikir bahwa Rio selama ini memang memiliki perasaan ataupun hubungan yang erat terhadap Rossa.
" Heemm, ternyata Kak Rio kemarin juga mengerti perasaan yang terjadi padaku kemarin,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum senang.
" Kenapa tersenyum dek ?" Tanya Rio yang masih menahan tubuh Cinta di atas tubuhnya.
" Hah! nggak ada Kak,," Jawab Cinta menggelengkan kepalanya.
" Ya udah sekarang lepaskan Cinta, nggak boleh kalau ada tamu nggak disuruh masuk,," Bilang Cinta yang memberikan suatu peringatan pada Rio.
" Iya dek, Kak Rio ngerti, tapi, Rossa itu orangnya,," Ucap Rio sambil melepaskan pelukannya terhadap Cinta.
" Nggak apa-apa kok Kak, Cinta bisa ngerti, nanti Cinta aja yang keluar dan melayaninya,," Bilang Cinta pada Rio sambil memberitahukan maksudnya.
" Heemm, baiklah, asal jangan sampai Rossa masuk ke dalam dan mencari Kakak,," Ucap Rio sendiri sambil duduk di samping Cinta.
" Iya, iya, oke," Jawab Cinta sambil memberikan jempolnya.
Sambil tersenyum Cinta langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju ke arah pintu. Sebelum membukakan pintunya terlebih dahulu Cinta melihat keadaan diluar melalui jendela, ternyata benar orang yang sedang bertamu itu adalah Rossa. Karena, ucapan dari Rio memang benar adanya sambil tersenyum Cinta membukakan pintu rumahnya itu dan mempersilahkan Rossa untuk masuk ke dalam rumahnya.
" Tunggu sebentar,," Ucap Cinta sebelum membukakan pintunya.
Setelah pintunya terbuka barulah Cinta mempersilahkan Rossa untuk masuk ke dalam. Namun, di wajah Rossa sendiri terlihat begitu kesal sekali dengan kelakuan Cinta yang sengaja lama untuk membukakan pintu rumahnya itu.
" Oohh Mbak Rossa, silahkan masuk,," Ucap Cinta dengan ramahnya dengan Rossa.
" Nggak perlu sok ramah sama aku,," Ucap Rossa dengan gaya angkuhnya.
" Dimana Mas Rio ?" Tanya Rossa tanpa rasa malu pada Cinta yang masih tersenyum kepadanya itu.
" Ada, di dalam kamar,," Jawab Cinta sambil tersenyum dengan jujur tentang posisi keberadaanya Rio.
Karena, Cinta tidak tahu bagaimana sifat Rossa sebenarnya yang tidak tahu malu itu. Membuat Cinta sendiri tercengang ketika melihat Rossa dengan beraninya langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya Rio. Namun sebelum Cinta membukakan pintu untuk Rossa tadi, Rio memang sudah tidak berada di dalam kamar lagi melainkan mengintip Cinta dan juga Rossa. Rio yang sudah mengetahui sifat Rossa begitu tidak sopan dengan segera Rio keluar dari kamarnya dan langsung mencegah tindakan Rossa untuk memasuki kamarnya itu.
" Untuk apa kau kesini, sampai mau masuk ke dalam kamarku ?" Tanya Rio dengan berdiri tegap di samping lemari tepat di depan pintu kamarnya itu.
" Mas Rio, Rossa kangen,," Bilang Rossa yang langsung memeluk Rio.
Ketika, Rossa mendekati Rio dan ingin memeluknya itu dengan segera Rio melarang Rossa untuk memeluk tubuhnya itu. Sehingga membuat Cinta sendiri tercengang melihat kelakuan Rio yang tegas menolak tindakan Rossa itu.
" Jangan mendekat, kau bukan muhrimku, karena, aku sudah memiliki istri,," Ucap Rio tegas sehingga membuat Cinta tercengang kagum.
" Aakhh Mas Rio, waktu dulu aja kita bisa bersentuhan kenapa saat ini Rossa nggak bisa meluk Mas Rio,, apa karena ada dia ?" Ucap Rossa yang membuat Rio tercengang mendengar ucapannya dan merasa marah ketika Rossa tidak menganggap Cinta ada di antara mereka.
" Dia kau bilang, dia itu adalah Istriku,," Ucap Rio geram melihat tingkah Rossa yang semakin menjadi merendahkan istrinya itu.
Dengan segera Rio melangkahkan kakinya mendekati Cinta sambil merangkul tubuh Cinta dengan erat dan memperjelaskan hubungan yang ada di dalam kehidupannya itu kepada Rossa.
" Dan, kau juga berkata bahwa waktu dulu aku begitu dekat denganmu, oh, tidak itu sama sekali tidak, setelah aku lulus SMA aku sudah merantau dan aku juga tidak pernah merasa bahwa kita pernah dekat Rossa, jadi, jaga ucapanmu di depan istriku,," Ucap Rio tegas lagi kepada Rossa yang membuat Cinta semakin merasa bahagia.
Betapa tercengangnya Rossa ketika mendengarkan ucapan Rio begitu tegas menolak dirinya itu. Memang ucapan Rio benar adanya dari dulu saat Rio tinggal di kampung ini, Rio tidak pernah mendekati wanita manapun yang ada di kampungnya ini. Dan, juga waktu dahulu Rio terlalu fokus dalam mengurus tambaknya serta merawat Neneknya yang sedang sakit.
Jadi, pengakuan Rossa yang menyatakan bahwa dirinya dulu pernah dekat dan bersentuhan itu sama sekali salah, karena, dulunya Rio tidak pernah merasa mendekati Rossa apalagi akrab seperti apa yang telah diucapkan oleh Rossa padanya itu.
" Iiihhhh Mas Rio menyebalkan sekali, semenjak ada dia, Mas Rio tidak pernah lagi lembut seperti dulu,," Umpat Rossa sambil menunjuk wajahnya Cinta.
Cinta cukup terkejut ketika melihat Rossa dengan berani menunjuk wajahnya dan juga mengatakan bahwa dirinya sebagai penyebab kerenggangan hubungan yang pernah terjadi pada dirinya dan juga Rio.
" Maaf, sebagai seorang wanita yang baik, apabila sedang kesal atau marah jangan pernah berlaku tidak sopan seperti ini, saya seorang manusia yang memiliki hati dan nurani tidak sepantasnya anda memaki istri sah seseorang di depan suaminya. Kelakuan yang anda lakukan ini sama saja merendahkan harga diri anda sendiri, apapun yang pernah terjadi pada anda dan suami saya terdahulu, saya tidak akan pernah menanggapinya, karena, bagi saya sekarang adalah Kak Rio sebagai suami saya yang sah dan anda sebagai seorang istri saya tidak bisa direndahkan seperti ini. Bukannya saya mengusir kedatangan anda, saya hanya memberitahu bahwa kami berdua mau keluar dari rumah ini karena, ada pekerjaan yang sangat penting. Jadi, saya harap anda mengerti !!" Ucap Cinta panjang lebar yang memberikan sebuah peringatan kepada Rossa dengan ucapan yang begitu besar dan berharga sekali.
Sehingga membuat Rio sendiri merasa kagum saat mendengarkan ucapan Cinta begitu tegas dan juga berwibawa. Betapa terkejutnya Rossa saat mendengarkan ucapan Cinta begitu tegas dan juga berwibawa itu. Karena, sedari tadi Cinta hanya diam saja tidak berkata apa-apa disaat Rossa sedang ingin merendahkan martabat Cinta di depan matanya Rio.
Namun, sungguh berbeda sekali dengan ucapan Cinta yang terdengar begitu berkelas dan begitu telak mengatasi perkataan Rossa yang sama sekali tidak masuk akal dalam pikiran Cinta. Cinta sama sekali tidak merasa cemburu ketika mendengarkan ucapan Rossa yang mengada-ada tentang hubungannya kepada Rio. Tapi, Cinta merasa yakin dan juga percaya akan ucapan Rio yang menyatakan kebenaran tentang kehidupannya dahulu disaat ia menjelaskannya itu.
Karena, merasa bahwa ucapan Cinta begitu telak terhadap dirinya itu, dengan segera Rossa melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu sambil memaki Cinta dengan ucapan yang lebih kasar lagi. Namun, Cinta sama sekali tidak menanggapi perkataannya Rossa, Cinta hanya membalas perkataan kasar itu dengan senyuman yang indah.
" Dasar kau wanita miskin, kau itu bisa hidup enak hanya karena menikah dengan Mas Rio, awas kau,," Ucap Rossa memaku kasar Cinta dengan wajah marahnya dan Cinta hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Rossa.
Disaat Rossa memaki Cinta dengan begitu kasar membuat amarah Rio menjadi naik sehingga dengan spontan Rio menyerukan nama Rossa dalam raut wajah memerah karena amarahnya.
" Rossa,," Ucap Rio dengan wajah yang memerah marah saat mendengar makian Rossa terhadap Cinta.
Namun dengan lembut Cinta langsung memegang erat tangan Rio dan menggelengkan kepalanya pada Rio bertanda bahwa Cinta sama sekali tidak tersinggung atas makian yang dilakukan Rossa kepadanya itu.
" Heemm terima kasih,," Bilang Cinta sambil tersenyum dan memberikan sebuah kode pada Rossa untuk segera keluar dari rumahnya itu.
" Heh Dasar wanita miskin, awas kau,," Umpat Rossa lagi sambil melangkahkan kakinya keluar.
Dengan segera Rossa melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya Rio dan membuat Cinta tersenyum melihat kelakuan Rossa yang terlihat begitu kekanakan sekali. Sambil menutup pintu rumahnya, dengan segera Rio membalikkan tubuhnya Cinta dan spontan langsung memeluk tubuh Cinta. Betapa terkejutnya Cinta saat merasakan tubuhnya telah dipeluk erat oleh Rio dan bahkan Rio membisikkan sesuatu kepadanya.
" Maafkan Kak Rio dek, jika Kak Rio tidak bisa melindungi Dedek,," Bisik Rio sambil memeluk erat tubuhnya Cinta.
" Heeemm, nggak apa-apa Kak, Kak Rio itu bagi Cinta dari dulu sudah selalu menjadi pelindung Cinta,," Bilang Cinta sambil membalas pelukan erat yang dilakukan Rio.
" Terima kasih ya dek,," Ucap Rio yang masih memeluk tubuhnya Cinta.
" Heemm ya Kak,," Jawab Cinta tersenyum.
Namun, disela pelukan yang dilakukan oleh Rio itu, tanpa sengaja ada gangguan dari perutnya Cinta yang sedang berbunyi, hingga membuat Rio tersenyum dan perlahan melepaskan pelukannya itu. Cinta sendiri merasa malu ketika perutnya mengeluarkan suara yang begitu bergemuruh.
" Hehehehe, Cinta laper Kak,," Ucap Cinta sambil tersenyum grogi.
" Heemm Dedek laper, yuk kita makan,," Ajak Rio sambil tersenyum mengangkat tubuh Cinta.
Saat Rio mengangkat tubuhnya Cinta itu, semakin membuat Cinta tercengang dan grogi bertatapan langsung dengan Rui yang sedang menatap wajahnya itu.
" Aaaauuuuwww, Kak Rio kenapa Cinta digendong,," Seru Cinta kaget sambil tersenyum senang.
" Nggak boleh apa Kak Rio gendong,," Bilang Rio sambil menatap wajah Cinta dengan tersenyum.
" Heemm nggak boleh," Ucap Cinta sambil memejamkan matanya dan menempelkan wajahnya pada bagian dada Rio.
Rio hanya bisa tersenyum senang melihat wajah canggung yang sedang ditampakkan oleh Cinta saat ini. Rio merasa terharu disaat Cinta membela hubungan yang ada di antara mereka berdua. Ternyata Cinta sendiri menganggap hubungan mereka berdua bukanlah hubungan yang berpura-pura saja melainkan hubungan yang nyata apabila di depan orang lain.
" Heemm, ternyata Dedek juga menganggap hubungan yang sedang kami jalani ini adalah hubungan yang nyata." Gumam Rio sambil memandangi tingkah Cinta saat berada di dalam gendongannya.
Namun, Rio hanya merasa sedikit kurang dalam hubungannya itu yaitu pengakuan dari Cinta sendiri dalam menanggapi hubungan yang sedang mereka jalani saat ini. Rio hanya bisa berharap supaya Cinta bisa mengakui dirinya sebagai seorang suami yang sebenarnya di dalam perasaannya itu dan diakui saat mereka sedang berdua.
" Dek, Kak Rio cuma berharap semoga Dedek bisa mengakui Kak Rio sebagai suami yang nyata bagi Dedek untuk selamanya,," Ucap Rio sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
Sampai di dalam ruangan dapur, barulah Rio perlahan menurunkan tubuh Cinta dan mendudukkannya tepat di atas kursi. Sehingga membuat Cinta langsung membuka kedua matanya ketika Rio meletakkan tubuhnya di atas kursi.
" Kak Rio nggak bilang kalo udah sampai di dapur,," Ujar Cinta sambil membuka kedua matanya.
" Hehehehe, memangnya rumah kita ini gede apa dek," Bilang Rio sambil tertawa kecil.
" Ayo kita makan,," Ajak Rio sambil meletakkan piring tepat di hadapan Cinta.
" Habis ini kita akan berangkat,," Ucap Rio sambil mengambil nasi dan meletakkannya ke dalam piring.
Cinta hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Rio yang begitu semangat sekali saat makan bersama seperti ini, sehingga membuat Cinta juga bersemangat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari bersama Rio dengan keadaan sederhana.
****