Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 133 - Pengintai


Setelah sampai di depan rumahnya dan melepaskan semua handuk yang sudah dikenakan oleh Cinta dan Rio, Arif segera bertanya dengan Rio apakah ada sesuatu yang akan diambil dari dalam mobil. Namun, sebelum Arif bertanya malah Cinta terlebih dahulu memberitahukan barang yang sudah dibawakan oleh mereka dari kota. Sedangkan, Cinta sendiri diminta oleh Rio masuk ke dalam rumah agar tidak terlalu dingin jika masih berada di luar.


" Syukurlah, nggak terlalu basah ya Mas, Mbak ?" Tanya Arif pada Rio dan Cinta.


" Nggak Rif, makasih ya sudah ambilkan handuk,," Jawab Cinta sambil tersenyum melihat Arif.


" Iya Mbak sama-sama,," Jawab Arif mengangguk.


" Oh ya sayang, masuk aja ke dalam biar nggak terlalu dingin,," Bilang Rio dengan menyuruh Cinta untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


" Heemm, iya Kak, tapi barang di mobil,," Jawab Cinta sambil menunjuk ke arah mobilnya.


" Biar nanti, Kak Rio dan Arif aja yang ngambilin,," Ucap Rio kepada Cinta.


" Oh ya udah kalo gitu, Cinta masuk ke dalam,," Jawab Cinta tersenyum menatap Rio.


" Mbak minta tolong bantuannya ya Rif, bantuin Kak Rio,," Bilang Cinta pada Arif sambil menepuk pundak Arif.


" Beres mbak,," Jawab Arif sambil mengacungkan jempolnya.


Sambil tersenyum Cinta melirik ke arah Rio dan segera melangkah masuk ke dalam rumah. Setelah Cinta masuk ke dalam rumah Arif dan Rio segera mengambil semua barang yang ada di dalam mobil. Untung saja saat ini hujan sudah mulai mereda, jadi Arif dan Rio dengan mudah mengambil barang tanpa takut akan basah kuyup lagi.


" Gimana Mas, langsung ambil barangnya atau ?" Tanya Arif pada Rio.


" Nanti sebentar lagi Rif, soalnya masih deras banget, kalo hujannya gak deras lagi baru kita langsung ke mobil,," Jawab Rio langsung atas pertanyaan Arif yang baru saja diajukan padanya.


" Oh oke Mas, Arif pikir langsung aja Mas, biar gak terlalu lama gitu kita diluar,," Bilang Arif lagi yang masih saja memberikan ide terbaik pada saat ini.


" Eemmm bener juga usulmu itu Rif," Ucap Rio mengangguk dan membenarkan ucapan Arif.


" Oke deh kalo gitu ayo,," Sambung Rio lagi dengan segera berlari kecil akan keluar dari teras rumahnya.


" Oke Mas,," Jawab Arif dengan segera berlari keluar dari teras.


Dengan segera Arif dan Rio berlari kecil keluar dari teras rumah menerjang derasnya air hujan yang sedang menerpa, walaupun terasa deras saat di awal Rio dan Arif sedang membuka pintu mobil bagian belakang untuk mengambil semua barang yang sudah ada di dalam bagasi belakang.


Tanpa terasa hujan yang tadinya turun dengan begitu derasnya, berangsur-angsur membaik menjadi gerimis kecil. Dan hal itu membuat Arif langsung berseru lega, sampai-sampai Rio tertawa kecil saat mendengar ucapan Arif yang sedang berseru lega.


" Uuuhhhh syukurlah Mas, hujannya nggak lagi deras,," Bilang Arif yang tengah berseru senang ketika merasakan hujannya tidak terlalu deras lagi.


" Hahahaha iya Rif," Jawab Rio tertawa kecil saat mendengar ucapan Arif.


" Ya udah kalo gitu, Arif langsung bawa aja barangnya ke dalam rumah ya, Mas ?" Tanya Arif menawarkan dirinya untuk segera membawa barang yang sudah dikeluarkan dari dalam mobil.


" Oh oke Mas, beres,," Jawab Arif sambil mengangkat barang dan mengacungkan jempolnya.


Dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah sedangkan, Rio masih mengeluarkan barang dari dalam mobil untuk dibawa oleh Arif ke dalam rumahnya. Saat ini Rio sedang disibukkan dengan kegiatannya yang sedang mengeluarkan barang dari dalam mobil.


Namun, di tengah kesibukan Rio yang sedang mengeluarkan barang itu, dari kejauhan ada seseorang pria yang tengah mengendarai mobil dengan sengaja mengintip keadaan di rumah Rio saat ini. Dan di tempat yang begitu jauh dari pemantauan pria tersebut Rio dan Arif sama sekali tidak mengetahui adanya orang yang sedang memantau aktivitas mereka saat ini.


" Heemm, sepertinya Rio udah kembali dari kota, bagus kalau begitu,," Bilang pria tersebut sambil menjalankan kembali kendaraannya.


Disaat Arif akan melangkah dari dalam rumah hingga mendekati keberadaannya Rio, tanpa sengaja Arif melihat mobil seseorang tengah berhenti sejenak tidak terlalu jauh dari pekarangan rumahnya Rio dan segera pergi meninggalkan tempat mobil itu berhenti.


" Heemm mobil siapa itu ?" Tanya Arif dengan dirinya sendiri sambil melangkah mendekati tempat mobilnya Rio.


Karena, melihat Arif sendiri seperti sedang melihat sesuatu hal yang tengah terjadi, hingga membuat Rio merasa heran dan penasaran dengan tindakan Arif yang tengah melihat suatu hal.


" Ada apa Rif ?" Tanya Rio sambil mendongakkan kepalanya melihat Arif.


" Nggak ada Mas, hanya lihat ada mobil yang sedang berhenti sebentar terus pergi lagi,," Bilang Arif sambil melangkah mendekati Rio.


" Oh iya kah ?" Tanya Rio merespon penasaran dengan ucapan Arif dan langsung menoleh ke belakang.


Tapi, percuma saja disaat Rio menoleh ke belakang, dan sesuatu apa yang telah disebutkan oleh Arif yaitu ada sebuah mobil yang sejenak berhenti dan langsung saja pergi tersebut sudah tidak ada lagi di tempatnya. Hingga hal itu membuat Rio merasa penasaran dengan apa yang telah diucapkan oleh Arif.


" Kenapa nggak ada ?" Tanya Rio dengan suara kecilnya, namun bisa terdengar oleh Arif di sampingnya.


" Hah, maksudnya, Mas ?" Tanya Arif seketika mendengar ucapan Rio.


" Aakkhh itu Rif, kenapa nggak ada mobilnya ?" Tanya Rio pada Arif sambil mengalihkan perhatiannya agar Arif tidak terlalu mencurigai ucapannya.


Karena, saat ini Rio merasa begitu penasaran dengan apa yang telah dilihat oleh Arif itu. Di dalam perasaan Rio saat ini mengira bahwa mobil yang sengaja berhenti tidak jauh dari depan rumahnya itu adalah seseorang yang tengah sedang mengintai keadaan rumahnya. Jadi, Rio saat ini semakin memiliki perasaan yang begitu besar rasa penasaran yang ada.


" Siapakah itu, tidak mungkin dia orang dari luar,," Gumam Rio sendiri dalam hatinya sambil mengeluarkan barang dari dalam mobil.


" Jangan sampai perasaan yang sedang kurasakan saat ini sampai diketahui oleh Cinta, karena, aku nggak mau membuat Cinta merasa khawatir," Ucap Rio dalam hati sambil tetap mengeluarkan barang dari dalam mobilnya.


Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.


Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.


****