Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 104 Bertemu Dengan Rival


Memang Rio bisa menjawab semua pertanyaan dari Cinta dengan penuh kelembutan dan juga kasih sayang. Namun, di hatinya Rio sendiri merasa ada sebuah kejanggalan yang akan terjadi pada dirinya dan juga Cinta. Rio berharap semoga mimpi yang dimaksudkan oleh Cinta itu adalah suatu pertanda baik bukan buruk untuk hubungan pernikahan mereka berdua.


" Semoga saja itu hanya mimpi biasa Istriku,," Gumam Rio dalam hatinya sambil tetap memeluk Cinta.


Walaupun Rio saat ini juga dalam keadaan suasana hati yang kalut atas cerita dari mimpinya Cinta. Namun, ekspresi wajah Rio sama sekali tidak terlihat bahwa ia juga merasakan sebuah kekalutan yang sedang dirasakan oleh Cinta saat ini.


" Dedek jangan khawatir dan takut ya, itu cuma mimpi, mungkin, karena, Dedek kelelahan makanya mimpinya seperti itu,," Ucap Rio yang sengaja diutarakan untuk Cinta agar Cinta bisa tenang.


" Heeemm iya Kak, tapi, Kak Rio harus janji pada Cinta, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Cinta,," Bilang Cinta sambil menatap wajah Rio dengan tatapan dalam dan lembut.


" Iya dek, Kak Rio udah janji sama Dedek sebelum kita pergi dari rumah dahulu, bahwa Kak Rio tidak akan meninggalkan Dedek dalam keadaan apapun,," Ucap Rio yang meyakini perkataannya pada Cinta.


" Dan Kak Rio juga tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Dedek, apalagi harus pergi diam-diam begitu saja itu tidak mungkin dek,," Ucap Rio lagi yang terdengar seperti sedang memberikan sebuah arahan pada Cinta.


" Terima kasih, ya Kak, hanya Kak Rio satu-satunya orang yang bisa mengerti Cinta dari dulu hingga sekarang,," Bilang Cinta lagi yang mengungkapkan semua perasaannya pada Rio tentang siapa sebenarnya Rio selama ini bagi Cinta.


" Heemm jangan berterima kasih pada Kakak dek,," Ucap Rio sambil memberikan sebuah senyuman pada Cinta.


" Terus sama siapa Cinta harus mengucapkan terima kasihnya, karena, selama ini hanya Kak Rio yang bisa mengerti akan diri Cinta,," Bilang Cinta sambil menatap mata Rio dengan ekspresi wajah penuh pertanyaan.


" Hehehehe, ucapan terima kasihnya hanya untuk Allah subhanahuwata'ala dek, karena, tanpa adanya Allah di dalam kehidupan kita pastinya setiap rencana apapun tidak akan berhasil,," Jelas Rio pada Cinta dengan tutur bahasa yang terdengar sangat lembut.


" Cinta tahu itu Kak, terima kasih banyak ya suamiku atas dukungannya selama ini,," Ucap Cinta sambil mencium lembut pipinya Rio tanpa rasa malu lagi untuk melakukannya.


" Hemm, iya Istriku,," Jawab Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.


Karena, saat ini suasana sudah kembali tenang dan Cinta juga tidak lagi merasa suatu hal yang membuatnya takut beserta cemas itu. Akhirnya Rio bisa kembali melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke sebuah tempat dimana mereka akan mengisi perut mereka yang kosong pada waktu siang hari seperti ini.


" Oh ya bagaimana perasaan Dedek udah tenang sekarang ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.


" Eemmm udah lega Kak, karena, adanya Kak Rio yang menenangkan perasaan Cinta,," Jawab Cinta sambil menebarkan senyumannya pada Rio.


" Hehehehe, kalau gitu maukah kita lanjutkan perjalanannya ke restoran ?" Tanya Rio pada Cinta untuk meminta persetujuan dari istrinya ini.


" Iya Kak, lagian juga Cinta udah laper banget nih,," Seru Cinta sambil mengusap perutnya sendiri.


" Hehehehe, sabar ya dek, sebentar lagi sampai kok, tuh di depan sana tempatnya,," Ucap Rio sambil menunjukkan sebuah tempat yang terlihat dari areanya berhenti.


" Di depan sana ?" Tanya Cinta sambil menunjukkan ke arah sebuah tempat di depan hadapannya.


" Iya dek,," Jawab Rio sambil menghidupkan kembali mesin mobilnya.


" Oke deh, lanjutkan, penasaran Cinta gimana sih tempatnya,," Bilang Cinta dengan wajah yang terlihat begitu bahagia.


" Hehehehe Kak Rio tidak menjanjikan tempatnya indah atau nggak, yang pastinya semua makanan disana enak dek,," Jawab Rio yang terdengar memberikan sebuah gambaran tentang masakan di sebuah restoran yang ditunjukkannya itu.


" Heemm, pantas saja jika Kak Rio maunya pergi kesana ya," Celetuk Cinta yang terdengar sedang menggoda Rio.


" Hahaha, bukan begitu dek, Kak Rio aja belum pernah kesana, cuma Arif pernah bercerita katanya ada sebuah restoran yang suasana semua masakannya enak, begitu,," Jawab Rio lagi yang menjelaskan ceritanya ini bahwa sebenarnya ia tahu tentang restoran itu dari Arif.


" Ooohhh begitu, oke deh,," Sahut Cinta lagi dengan wajah penuh senyuman.


" Hahaha, Dedek, Dedek,," Gumam Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.


Memang tidak butuh waktu lama untuk mencapai tempat yang telah menjadi tujuannya ini. Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Rio dan Cinta telah sampai di sebuah restoran yang ditujukannya itu. Setelah meletakkan mobilnya di area parkiran, barulah Rio keluar dari dalam mobil dan Cinta sendiri belum beranjak untuk turun.


Karena, saat ini Cinta sedang meneliti tempat restoran yang mereka datangi itu. Ternyata, jauh berbeda suasana tempat restoran ini dengan mimpinya Cinta saya ia terlelap sebelum ia sampai ke resto ini.


" Oohhh ternyata suasananya berbeda dengan apa yang telah terjadi dalam mimpiku barusan,," Gumam Cinta sendiri dalam hatinya sambil menatap dan memandangi tempat restoran di hadapannya itu.


" Kita sudah sampai dek, ayo turun,," Ajak Rio pada Cinta sambil keluar dari tempat duduknya.


Ketika mendengarkan sebuah tawaran dari Rio padanya itu, dengan segera Cinta mengangguk dan ikut keluar juga dari dalam mobil, karena, Rio juga begitu capat sekali melangkah dan sudah sampai tepat di samping pintu mobilnya itu.


" Terima kasih, Kak,," Ucap Cinta pada Rio.


" Sama-sama dek, ayo sekarang kita masuk ke dalam,," Ajak Rio lagi pada Cinta setelah memastikan keadaan mobilnya saat ini sudah aman.


" Baik Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Saat ini begitu terlihat dengan jelas di wajahnya Cinta masih adanya sebuah kekhawatiran yang sedang menyelimuti perasaan hatinya itu. Namun, dengan sengaja Cinta tidak terlalu memperlihatkan suasana hatinya yang masih terselimuti rasa kekhawatiran. Sehingga ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Cinta hanyalah senyuman agar Rio bisa melihat dirinya bahwa ia saat ini sudah merasa tenang.


Tentu saja Rio tahu keadaan Cinta saat ini masih memikirkan mimpi yang terjadi padanya itu, oleh sebab itu, Rio selalu mengusap lembut punggungnya Cinta sebagai sebuah ungkapan bahwa ia akan tetap ada untuk kebahagiaan istrinya ini.


Sesampainya di dalam restoran itu, Rio segera mengambil sebuah tempat khusus untuk dirinya dan juga istrinya itu. Tempat itu cukup jauh dari keramaian pengunjung yang sedang makan disana, sehingga membuat hati Cinta sangat senang akan tempat yang sudah dipilih Rio untuknya itu.


" Kita ambil tempat disana aja ya dek,," Ucap Rio pada Cinta sambil menunjukkan sebuah tempat yang terlihat cukup nyaman bagi mereka berdua.


" Oh iya Kak, Cinta nurut aja, yang penting tempatnya nyaman," Bilang Cinta masih dengan ekspresi wajah penuh keceriaan.


Disaat Rio dan Cinta akan melangkah ke tempat yang ditujunya itu, seorang pelayan pria mengikuti langkah kaki mereka khusus untuk mencatat semua pesanan yang akan dipesankan oleh Cinta dan juga Rio. Setelah sampai di tempat tujuannya dengan gaya romantisnya Rio sengaja menarik busa yang terletak di atas lantai dan menyediakan tempat itu untuk Cinta.


" Silahkan duduk istriku,," Ucap Rio sambil memberikan sebuah tempat duduk pada Cinta.


" Hehehehe terima kasih, Kak,," Gumam Cinta sambil ikut duduk di tempat yang sudah disediakan oleh Rio.


" Sama-sama, dek,," Ucap Rio yang juga ikutan duduk tepat di hadapan Cinta.


Dengan senyuman manisnya Cinta mengangguk dan langsung duduk di tempat yang sudah disediakan oleh Rio, begitu juga dengan Rio segera duduk ketika sudah selesai menyediakan tempat untuk Cinta. Sambil memberikan sebuah senyuman kepada dua orang yang sedang menjadi tamunya ini, tentu saja pelayan yang sengaja mengikuti arah tempatnya Rio langsung memberikan sebuah benda berbentuk seperti map yang berisikan beberapa menu makanan.


" Silahkan Mas, Mbak ini menunya,," Bilang pelayan restoran itu pada Cinta dan Rio sambil memberikan sebuah benda berbentuk map yang berisikan menu makanan.


" Terima kasih,," Ucap Cinta yang menerima menu makanan itu.


Saat ini Cinta sedang melihat-lihat apa saja menu makanan yang enak untuk dihidangkan siang ini tepat pada jam makan siangnya. Seketika Cinta tertarik dengan sebuah makanan yang menggugah seleranya saat ini. Dan Cinta juga menawarkan menu makanan itu kepada Rio, karena, makanan apa yang diinginkan oleh Rio siang ini.


" Yang ini saja ya Mas dua porsi sama minumnya yang ini,," Ucap Cinta sambil menunjukkan menu makanan itu pada pelayan yang sedari tadi menunggu Cinta dalam memilih makanannya.


" Oh baik Mbak,," Jawab pelayan itu sambil menulis makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Cinta.


" Oh ya Kak Rio mau tambah makanan apa lagi ?" Tanya Cinta pada Rio sambil memberikan menu makanan itu pada Rio.


" Eemmm, nggak dek, karena, apapun yang dipilih oleh Dedek pasti semuanya enak,," Bilang Rio sambil memuji apapun yang telah dipilihkan Cinta untuk dirinya.


" Hahahaha, Kak Rio bisa aja,," Seru Cinta sedikit tertawa kecil.


" Udah itu saja Mas," Bilang Cinta pada pelayan itu sambil memberikan kembali menu makanannya kepada pelayan.


" Oke tunggu sebentar Mbak, Mas,," Ucap pelayan itu sambil permisi dari tempatnya Cinta.


Saat pelayan itu sudah pergi jauh dari tempatnya Cinta dan Rio dengan sengaja Rio memberikan sebuah tatapan lembutnya pada Cinta. Dan Cinta sendiri tidak menyadari bahwa saat ini Rio sedang menatap dirinya itu. Seketika Cinta baru tersadar sebuah kelakuan yang dilakukan oleh Rio ketika Cinta menoleh ke arah Rio setelah ia melihat sekeliling restoran ini suasananya cukup nyaman.


" Wah, ternyata benar, suasananya memang nyaman, Kak,," Ucap Cinta seketika langsung menoleh ke arah Rio dan menyadari bahwa saat ini Rio sedang menatapnya.


" Kak Rio kenapa ngelihatin Cinta kayak gitu ?" Tanya Cinta seketika wajahnya tersipu merah.


" Nggak apa-apa dek, cuma Kak Rio merasa bahagia banget, karena, bisa selalu bersama dengan Dedek,," Jawab Rio dengan tatapan matanya begitu dalam.


Tentu saja, Cinta menyunggingkan senyumannya disaat mendengar ucapan Rio yang begitu dalam dan juga mengena hatinya. Memang terdengar seperti sebuah kata-kata yang terlalu berlebih-lebihan namun, Cinta merasa bahagia dengan ungkapan dari mulut Rio secara langsung. Apalagi saat ini Rio sudah mulai berani dan meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa mengungkapkan apa yang telah dirasakannya pada Cinta selama ini.


" Hemm, ternyata Kak Rio bisa romantis juga,," Ucap Cinta dalam hati dengan wajah tersenyum penuh kebahagiaan.


" Hemm terima kasih, Kak," Gumam Cinta sambil tersenyum.


" Jangan salah, bukan Kak Rio sendiri yang ngerasain hal seperti itu saat ini, Cinta juga merasa bahagia bisa bersama dengan Kakak seperti saat ini,," Jawab Cinta juga pada Rio hingga membuat Rio tertawa senang.


" Hahahaha Dedek, Dedek,," Seru Rio sambil menggapai wajah Cinta untuk disentuhnya.


Saat ini Cinta dan Rio sedang tertawa bersama di sebuah tempat dalam restoran itu. Siapa sangka, jika kebahagiaan yang sedang berlangsung antara Cinta dan Rio ternyata bisa terganggu juga dengan hadirnya Rossa ke restoran itu. Sebenarnya Rossa juga tidak tahu jika di restoran ini sedang ada Rio dan juga Cinta.


Dan pastinya Rossa sangat bahagia sekali dengan pertemuannya kepada Rio hari ini apalagi saat ini Rossa sedang membawa Maminya keluar kota untuk membeli keperluan rumahnya.


" Ayo Mami kita turun, Rossa udah laper banget," Ucap Rossa yang sudah memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobilnya Rio.


" Iya sayang,," Jawab Mami Rossa sambil membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya juga.


Pada saat Rossa turun dari mobilnya itu, Rossa jelas sekali melihat bahwa tepat di samping mobilnya ada mobil Rio yang sedang terparkir. Namun, Rossa hanya bergumam saja dalam hatinya jika itu mobilnya Rio, karena, mereka saat ini sedang pergi keluar kota, pastinya semua mobil orang akan ada yang mirip dan juga sama persis. Oleh sebab itu Rossa tidak pernah mengira bahwa itu adalah mobilnya Rio.


" Heemm, kenapa mobil ini mirip sekali dengan mobilnya Mas Rio," Gumam Rossa ketika ia baru saja turun dari mobilnya.


" Aahhh tapi ini di kota tidak mungkin ini mobilnya Mas Rio, lagian juga aku nggak tahu Mas Rio pergi kemana,," Gumam Rossa lagi yang sengaja tidak menghiraukan mobil yang terparkir tepat di sebelah mobilnya itu.


Dan saat ini Maminya Rossa segera langsung melangkah mendekati Rossa yang masih saja terlihat sedang memikirkan sesuatu di dekat mobilnya itu.


" Katanya lapar kenapa masih disini, ayo,," Ajak Maminya Rossa pada putrinya itu.


" Aahhh iya Mi,," Jawab Rossa mengangguk dan segera melangkah mengikuti Maminya.


Dan Rossa segera melangkahkan kakinya memasuki area dalam restoran tersebut. Lalu, Mami Rossa menanyakan suatu hal kepada Rossa bahwa mobil yang terparkir di sebelahnya itu lebih bagus dibandingkan mobilnya.


" Oh ya Rossa tadi kamu sedang ngelamunin apa ?" Tanya Mami Rossa pada putrinya itu.


" Rossa bukan melamun, Mi, cuma waktu Rossa keluar dari mobil, ternyata mobil kita diparkirkan dekat dengan mobil mewah seperti mobilnya Mas Rio,," Jawab Rossa yang menjelaskan tentang kelakuannya saat ia memikirkan mobil yang terparkir tepat di sebelah mobilnya itu.


Tentu saja, Maminya Rossa sedikit tercengang saat mendengar ucapan putrinya ini. Bahwa saat Rossa baru saja keluar dari mobilnya dan Rossa terdiam sejenak melihat mobil mewah yang berada di sebelah parkiran mobilnya itu. Hal itu membuat Mami Rossa kaget saat tahu bahwa mobilnya Rio sama persis dengan mobil yang sedang dijelaskan oleh Rossa saat ini.


****