
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
****
SALAH TIDAK USAH DIBACA
Sambil menganggukkan kelakuan Cinta yang hendak terlelap tidur, Rio juga memberikan senyuman tulusnya dan manis terhadap Cinta. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat Cinta segera terlelap dalam tidurnya. Setelah Cinta tertidur dengan lelapnya dengan lembut Rio mendekati bibirnya menciumi keningnya Cinta.
" Selamat terlelap sayang,," Bilang Rio setelah memberikan sebuah kecupan lembut kepada Cinta.
Setelah memberikan kecupan manis nan lembut kepada Cinta, tidak lupa Rio membenarkan tubuhnya Cinta agar tidak terlalu terasa sakit jika sudah bangun nanti. Sambil tersenyum Rio menatap wajah Cinta yang terlihat begitu lembut sekali. Lalu, Rio kembali fokus dengan perjalanannya yang sedang menempuh perjalanan begitu licin dan juga terjal.
" Bagaimana mau cepat sampai kalau jalannya kayak gini,," Gumam Rio sendiri saat sedang mengendarai mobilnya yang melewati jalanan terjal nan licin.
Sambil menempuh perjalanan yang memang terjal nan licin itu membuat Rio selalu fokus dengan kendaraannya. Dan pastinya Rio lebih mengutamakan keselamatan Cinta istrinya dan juga dirinya sendiri. Walaupun masih lama akan sampai ke kampungnya hal itu membuat Rio sama sekali tidak merasa lelah.
Saat ini jam sudah berputar begitu cepat sehingga membuat Arif yang sudah tertidur dari sore hari karena menunggu hujan reda dan sekarang Arif yang sedang tertidur pulas itu terbangun sendiri. Setelah membuka matanya dengan perlahan Arif langsung melihat jam dinding yang sedang menunjukkan angka tujuh malam.
" Astaghfirullah,, sudah Maghrib,," Ucap Arif yang sontak terbangun dari tidurnya itu.
Secepat kilat Arif melompat dari tempat duduk yang sengaja menjadi tempat tidurnya langsung segera melangkah menuju ke kamar mandi untuk segera berwudhu. Setelah selesai berwudhu dengan segera juga Arif melakukan ibadah sholat Maghrib yang hampir saja terlewatkan.
Detik demi detik telah berlalu dan ibadah sholat Maghrib yang dilakukan oleh Arif telah selesai ia laksanakan. Sambil menyanyikan beberapa lagu sholawat sambil merapikan peralatan sholat yang ia gunakan di dalam ruang ibadah rumahnya Rio. Setelah itu Arif langsung melangkahkan kakinya menuju luar ruangan dan kembali melihat suasana di luar rumah melalui celah jendela.
" Heemm masih hujan deras,," Gumam Arif saat melihat suasana di luar rumah yang terlihat masih turun hujan.
Karena, melihat suasana keadaan di luar rumah masih turun hujan yang sangat deras. Sehingga membuat Arif langsung beralih melangkah ke bagian dalam lagi dan kembali menutup tirai jendela yang baru saja dibuka olehnya. Tidak terasa karena, sudah menunggu suasana hujan yang turun sudah cukup terlalu lama suhu udara begitu dingin hingga membuat perut Arif yang sedari sore belum terisi terdengar begitu keroncongan.
Dan, juga Arif begitu mendengar suara keroncong dari perutnya itu. Sambil tersenyum sendiri Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mencari apa yang bisa dijadikan santapan malam untuk dirinya sendiri malam ini.
Kkkrrrruuuuukkkk!!!
Suara kriuk nan renyah terdengar jelas di telinganya Arif hingga membuat Arif tertawa kecil sendiri.
" Wiihh nih perut tau banget ya kalo lagi dingin kayak gini,," Ucap Arif sendiri sambil mengelus perutnya yang terdengar begitu ramai sedang menyalakan bunyi genderang penentu hasil dari proses lapar dalam diri.
" Dingin-dingin kayak gini enaknya makan apaan ya,," Ucap Arif lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam dan pastinya ke arah dapur.
Arif segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur mencari bahan makanan apa yang bisa dijadikan temannya di saat cuaca sangat dingin seperti ini. Sesampainya di dapur Arif mondar-mandir mencari sesuatu bahan makanan yang akan dimasak olehnya. Sambil membuka satu persatu lemari dapur untuk menyimpan semua bahan makanan. Arif sendiri menghibur dirinya