
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
Masih update yg kemaren,,
Maaf untuk para pembaca kalau udah malas baca ceritanya tidak apa-apa, harap dimengerti semenjak author sudah aktif bekerja lagi, author jarang memiliki waktu kosong untuk nyambung novelnya, tapi, setiap hari author selalu sempetin untuk mengetik ceritanya dan menyambung setiap babnya ya Readers
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
****
SALAH
Tanpa terasa hujan yang tadinya turun dengan begitu derasnya, berangsur-angsur membaik menjadi gerimis kecil. Dan hal itu membuat Arif langsung berseru lega, sampai-sampai Rio tertawa kecil saat mendengar ucapan Arif yang sedang berseru lega.
" Uuuhhhh syukurlah Mas, hujannya nggak lagi deras,," Bilang Arif yang tengah berseru senang ketika merasakan hujannya tidak terlalu deras lagi.
" Hahahaha iya Rif," Jawab Rio tertawa kecil saat mendengar ucapan Arif.
" Ya udah kalo gitu, Arif langsung bawa aja barangnya ke dalam rumah ya, Mas ?" Tanya Arif menawarkan dirinya untuk segera membawa barang yang sudah dikeluarkan dari dalam mobil.
" Iya Rif, nanti letakkan aja di ruang depan aja, nanti biar Mbakmu yang memeriksanya,," Bilang Rio yang begitu detail pada Arif.
" Oh oke Mas, beres,," Jawab Arif sambil mengangkat barang dan mengacungkan jempolnya.
Dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah sedangkan, Rio masih mengeluarkan barang dari dalam mobil untuk dibawa oleh Arif ke dalam rumahnya. Saat ini Rio sedang disibukkan dengan kegiatannya yang sedang mengeluarkan barang dari dalam mobil.
Namun, di tengah kesibukan Rio yang sedang mengeluarkan barang itu, dari kejauhan ada seseorang pria yang tengah mengendarai mobil dengan sengaja mengintip keadaan di rumah Rio saat ini. Dan di tempat yang begitu jauh dari pemantauan pria tersebut Rio dan Arif sama sekali tidak mengetahui adanya orang yang sedang memantau aktivitas mereka saat ini.
" Heemm, sepertinya Rio udah kembali dari kota, bagus kalau begitu,," Bilang pria tersebut sambil menjalankan kembali kendaraannya.
" Heemm mobil siapa itu ?" Tanya Arif dengan dirinya sendiri sambil melangkah mendekati tempat mobilnya Rio.
Karena, melihat Arif sendiri seperti sedang melihat sesuatu hal yang tengah terjadi, hingga membuat Rio merasa heran dan penasaran dengan tindakan Arif yang tengah melihat suatu hal.
" Ada apa Rif ?" Tanya Rio sambil mendongakkan kepalanya melihat Arif.
" Nggak ada Mas, hanya lihat ada mobil yang sedang berhenti sebentar terus pergi lagi,," Bilang Arif sambil melangkah mendekati Rio.
" Oh iya kah ?" Tanya Rio merespon penasaran dengan ucapan Arif dan langsung menoleh ke belakang.
Tapi, percuma saja disaat Rio menoleh ke belakang, dan sesuatu apa yang telah disebutkan oleh Arif yaitu ada sebuah mobil yang sejenak berhenti dan langsung saja pergi tersebut sudah tidak ada lagi di tempatnya. Hingga hal itu membuat Rio merasa penasaran dengan apa yang telah diucapkan oleh Arif.
" Kenapa nggak ada ?" Tanya Rio dengan suara kecilnya, namun bisa terdengar oleh Arif di sampingnya.
" Hah, maksudnya, Mas ?" Tanya Arif seketika mendengar ucapan Rio.
" Aakkhh itu Rif, kenapa nggak ada mobilnya ?" Tanya Rio pada Arif sambil mengalihkan perhatiannya agar Arif tidak terlalu mencurigai ucapannya.
Karena, saat ini Rio merasa begitu penasaran dengan apa yang telah dilihat oleh Arif itu. Di dalam perasaan Rio saat ini mengira bahwa mobil yang sengaja berhenti tidak jauh dari depan rumahnya itu adalah seseorang yang tengah sedang mengintai keadaan rumahnya. Jadi, Rio saat ini semakin memiliki perasaan yang begitu besar rasa penasaran yang ada.
" Siapakah itu, tidak mungkin dia orang dari luar,," Gumam Rio sendiri dalam hatinya sambil mengeluarkan barang dari dalam mobil.
" Jangan sampai perasaan yang sedang kurasakan saat ini sampai diketahui oleh Cinta, karena, aku nggak mau membuat Cinta merasa khawatir," Ucap Rio dalam hati sambil tetap mengeluarkan barang dari dalam mobilnya.
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
****