Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab


Sambil menggelengkan kepalanya Rio tersenyum mendengar ucapan Cinta yang hanya sekedar celetukan saja, namun Rio bisa melihat bahwa kelakuan istrinya atas celetukannya itu yang sebenarnya adalah bisa membuat Rio mengerti akan hal yang dimaksudkan oleh Cinta barusan.


" Hehehehe, Istriku ternyata pintar banget ya sekarang memikirkan sesuatu hal,," Ucap Rio saat menggelengkan kepalanya yang sedang melihat kelakuan Cinta sambil tersenyum sendiri akan maksud dari perkataannya itu.


Setelah celetukan lucu yang dibuat oleh Cinta di tengah perjalanannya saat ini, Rio juga tidak mau ketinggalan untuk menghangatkan suasana hangat di antara mereka berdua. Walaupun saat ini sedang turun hujan dan fokus dengan perjalanan yang sangat licin. Namun Rio masih tetap juga menanggapi semua ucapan yang ditanyakan oleh Cinta maupun yang dijawabnya.


" Heemm betul sekali dek, kalau cuacanya sejuk kan enak kalo lagi di tambak, gak terlalu panas,," Ucap Rio yang sengaja menanggapi pernyataan dari Cinta.


" Hehehehe, betul sekali Kak,," Jawab Cinta mengangguk sambil tersenyum.


Walaupun Cinta mengangguk dan membetulkan pernyataan dari Rio. Namun, di dalam hati Cinta sendiri menyatakan hal lainnya yang lebih mendalam lagi akan maksud dari ucapan celetukannya itu.


" Heemm, cuaca sejuk bukan untuk kita sedang berada di tambak Kak,," Bilang Cinta dalam hati yang telah memikirkan hal lain dari perkataannya tersebut.


" Tapi, cuaca sejuk bagus untuk menambah keromantisan kita saat berada di dalam rumah dan hanya berdua saja,," Tambah Cinta lagi yang telah menyambungkan pernyataan dalam hatinya itu.


Saat ini Cinta sedang memikirkan suatu hal terindah dalam pikirannya sendiri. Dan Rio tahu bahwa ucapan yang baru saja dikatakannya itu mengandung maksud yang salah. Tapi, walaupun salah Rio belum bisa untuk mengungkapkan semua perasaan indahnya itu terhadap Cinta.


Karena, Rio sendiri ingin melakukan rencana indahnya untuk menyatakan perasaan cintanya terhadap Cinta hanya dengan sebuah peristiwa yang begitu indah dan juga momen yang begitu terkesan. Oleh karena itu, Rio belum bisa menyatakan perasaan cinta kepada Cinta dalam posisi saat ini.


" Maaf ya Sayang, bukannya Kak Rio gak ngerti akan maksud dari perkataan Dedek, tapi, Kak Rio ingin menyatakan perasaan kak Rio ini hanya di sebuah tempat yang sangatlah indah dan juga waktu yang begitu tepat,," Ucap Rio dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang sedikit berpaling darinya.


" Kak Rio akan nyatakan semua perasaan yang Kak Rio rasakan selama ini kepada Dedek ketika rencana di dalam hati Kakak ini terlaksana,," Bilang Rio lagi dalam hatinya sambil melihat wajah Cinta yang sudah kembali menoleh ke arah wajahnya.


Dan disaat Cinta sudah selesai dalam perkataan di pikirannya itu, Cinta kembali menolehkan wajahnya ke arah tempatnya di awal sebelumnya. Disaat itu juga Cinta menangkap wajahnya Rio yang terlihat sedang memikirkan suatu hal alias sedang melamun.


" Hem,, apa yang di lamunkan Kak Rio ?" Tanya Cinta ketika sedang menoleh kembali ke arah Rio dan menangkap wajahnya Rio yang sedang memikirkan sesuatu.


Saat Cinta sedang mengira-ngira hal apa yang telah di lamunkan oleh Rio. Ternyata Rio sendiri telah selesai juga dengan lamunannya itu. Sehingga membuat matanya Rio yang kembali menoleh ke arah Cinta akhirnya sama-sama bertemu. Dan karena, sudah bertemu, Cinta mengulum senyumannya lalu karena sudah tidak bisa menahan rasa tawanya itu, akhirnya Cinta meluapkan rasa kegembiraannya sendiri hingga membuat Rio heran akan kelakuan Cinta.


" Hahahaha,, memangnya apa yang sedang Kak Rio pikirkan ?" Tanya Cinta di sela tawanya yang begitu renyah.


" Hah,, gak ada dek,, memangnya kenapa ?" Tanya Rio sendiri pada Cinta yang masih tertawa sendiri.


" Loh kok balik nanya, itu tuh kelihatan dari matanya habis mikirin sesuatu, mikirin apa hayooo,," Bilang Cinta yang menyatakan maksud dari pertanyaannya.


" Oohhh gak ada dek, Kak Rio saat ini ngerasain begitu bahagia jika bisa melihat Dedek sebahagia ini,," Jawab Rio sambil mengencangkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.


Saat Rio menjawab pertanyaan dari Cinta, hal itu membuat hati Cinta merasa begitu bahagia sehingga begitu terlihat sekali bahwa hatinya saat ini sedang berbunga-bunga. Begitu juga dengan Rio sudah terlihat jelas bahwa ucapannya itu bukanlah hanya ucapan pura-pura melainkan ucapan yang sejujurnya keluar dari hatinya untuk istrinya.


" Heemmm apakah bisa dipercaya ucapan ini ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya yang mengalun-alun di telinganya Rio.


" Jika di hati ini terasa sejuk dan nyaman maka Dedek sudah mempercayai ucapan dari Kak Rio, dan jika di hatinya Dedek masih belum terasa nyaman maka Dedek sepenuhnya belum meyakini ucapan dari Kakak Dek,," Jawab Rio dengan suara lembutnya dan keterangan yang begitu tulus diterangkan untuk Cinta.


" Heemm, malah jawaban seperti ini yang bisa membuat hati Cinta merasa lebih tenang dan nyaman Kak,," Bilang Cinta sambil tersenyum lembut menatap Rio.


Karena, saat ini Rio dan Cinta sedang berada di tengah perjalanan pulang ke kampungnya. Dan juga saat ini Cinta sedang memberikan tatapan lembutnya pada Rio sehingga membuat Rio melakukan sebuah candaan terhadap Cinta. Dengan sengaja Rio mengedipkan matanya kepada Cinta dan tepat sekali mata Cinta sedang menatap matanya Rio.


" Eemmm Kak Rio, sekarang udah bisa bercanda ya, hahahaha,," Bilang Cinta yang dilanjutkan dengan tawaan cerianya.


" Hahahaha,, iya sayang,," Jawab Rio ikut tertawa juga di tengah kerenyahan tawa Cinta.


Cuaca di perjalanan saat ini sudah cukup gelap dan bertambah dingin sehingga membuat Cinta yang tadinya masih bisa bertahan untuk tidak tidur. Tapi akhirnya Cinta juga bisa terlelap sebentar ketika cuaca perjalanan sudah terlihat gelap. Dan rasa kantuk Cinta bisa terlihat dengan jelas ketika dirinya sudah beberapa kali menguap. Sehingga membuat Rio yang selalu memperhatikan Cinta dengan langsung meminta Cinta untuk terlelap.


Hoooaamm, suara yang keluar dari mulut Cinta saat dirinya sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya.


" Hehehehe, sayang udah ngantuk banget ya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menoleh ke arah Cinta.


" Aaakkkhh tidak Kak, cuma nguap aja,," Jawab Cinta saat menoleh ke arah Rio sambil menutup mulutnya setelah menguap.


" Hehehehe, tidur aja gih, kayaknya perjalanan kita masih lama dek, soalnya jalannya licin,," Bilang Rio sambil memberitahukan keadaan perjalanan pulang yang sedang mereka tempuh.


" Heemmm iya juga ya Kak,," Jawab Cinta sambil sedikit mendongakkan kepalanya menatap ke arah depan pandangan mobil dan melihat jalanan yang memang terlihat sangat licin.


" Iya Dek,," Jawab Rio lagi sambil mengelus lembut rambut Cinta.


" Ya udah kalo gitu Cinta bobo sebentar ya Kak,," Bilang Cinta kepada Rio sambil menguap kembali.


" He'eh bobo aja gih,," Bilang Rio mengizinkan Cinta untuk segera terlelap tidur.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya sebelum terlelap tidur.


Sambil menganggukkan kelakuan Cinta yang hendak terlelap tidur, Rio juga memberikan senyuman tulusnya dan manis terhadap Cinta. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat Cinta segera terlelap dalam tidurnya. Setelah Cinta tertidur dengan lelapnya dengan lembut Rio mendekati bibirnya menciumi keningnya Cinta.


" Selamat terlelap sayang,," Bilang Rio setelah memberikan sebuah kecupan lembut kepada Cinta.


Setelah memberikan kecupan manis nan lembut kepada Cinta, tidak lupa Rio membenarkan tubuhnya Cinta agar tidak terlalu terasa sakit jika sudah bangun nanti. Sambil tersenyum Rio menatap wajah Cinta yang terlihat begitu lembut sekali. Lalu, Rio kembali fokus dengan perjalanannya yang sedang menempuh perjalanan begitu licin dan juga terjal.


" Bagaimana mau cepat sampai kalau jalannya kayak gini,," Gumam Rio sendiri saat sedang mengendarai mobilnya yang melewati jalanan terjal nan licin.


Sambil menempuh perjalanan yang memang terjal nan licin itu membuat Rio selalu fokus dengan kendaraannya. Dan pastinya Rio lebih mengutamakan keselamatan Cinta istrinya dan juga dirinya sendiri. Walaupun masih lama akan sampai ke kampungnya hal itu membuat Rio sama sekali tidak merasa lelah.


Saat ini jam sudah berputar begitu cepat sehingga membuat Arif yang sudah tertidur dari sore hari karena menunggu hujan reda dan sekarang Arif yang sedang tertidur pulas itu terbangun sendiri. Setelah membuka matanya dengan perlahan Arif langsung melihat jam dinding yang sedang menunjukkan angka tujuh malam.


Setelah mengetahui bahwa angka jam sudah menunjukkan tepat jam tujuh secepat mungkin Arif bangun dari tidurnya hingga terlihat seperti sedang melompat dari tempat tidurnya itu.


" Astaghfirullah,, sudah Maghrib,," Ucap Arif yang sontak terbangun dari tidurnya itu.


Secepat kilat Arif melompat dari tempat duduk yang sengaja menjadi tempat tidurnya langsung segera melangkah menuju ke kamar mandi untuk segera berwudhu. Setelah selesai berwudhu dengan segera juga Arif melakukan ibadah sholat Maghrib yang hampir saja terlewatkan.


Detik demi detik telah berlalu dan ibadah sholat Maghrib yang dilakukan oleh Arif telah selesai ia laksanakan. Sambil menyanyikan beberapa lagu sholawat sambil merapikan peralatan sholat yang ia gunakan di dalam ruang ibadah rumahnya Rio. Setelah itu Arif langsung melangkahkan kakinya menuju luar ruangan dan kembali melihat suasana di luar rumah melalui celah jendela.


" Heemm masih hujan deras,," Gumam Arif saat melihat suasana di luar rumah yang terlihat masih turun hujan.