
Rio yang tertawa atas ucapan Cinta yang sedang memujinya itu merasa bahwa Cinta sangat unik sekarang.
Rio dan Cinta masih sedikit bingung harus melakukan apa saat ini yang tepat bagi mereka berdua.
Sedangkan di sisi lain Cinta sendiri juga bingung apa yang harus dilakukannya saat ia tiba di desa Rio nanti. Dan apa yang harus dikatakannya saat itu apabila orang menanyakan tentang dirinya.
" Heeemm, apa yang harus ku lakukan, sepertinya aku ini akan menjadi beban Kak Rio nanti. Tapi, aku juga tidak tahu harus pergi kemana ?" Gumam Cinta dalam hati.
Saat Cinta menoleh dan menatap Rio, Cinta merasa kasihan pada Rio saat itu. Karena dulunya Rio sangat berharap sekali mendapatkan pekerjaan yang layak untuk dirinya. Tapi, sekarang karena masalah yang Cinta hadapi dibebankan kepada dirinya juga yang tidak mengetahui apa-apa.
" Maafkan, Cinta Kak Rio yang telah memaksa Kakak untuk mengikuti semua keinginanku ini,, Dan akhirnya Kak Rio sekarang tidak memiliki pekerjaan lagi, semua gara-gara perbuatan diriku,," Gumam Cinta yang merasa kasihan pada keadaan Rio sekarang.
Cinta saat itu masih melamun dengan pikirannya sendiri, begitu juga Rio yang fokus pada jalanan serta lamunannya juga.
Saat ini kondisi keheningan di antara mereka telah terjadi, tapi mereka sama-sama tidak menyadari, karena mereka berdua sama-sama melamun.
" Apa yang harus kukatakan, saat tiba di sana, tidak mungkin kalau aku mengatakan saudara karena orang disana pasti tidak percaya, lalu aku harus melakukan apa ya,," Gumam Cinta yang masih dalam lamunannya.
Sementara itu lamunan Rio sendiri juga bingung mau diakui apa Cinta nanti disana.
" Orang kampung tahu kalo aku tidak memiliki saudara manapun,, bagaimana ini,," Bilang Rio dalam hati.
Di pikiran Cinta,,
" Apa aku harus katakan bahwa aku saudara angkatnya, ahhh,, itu tidak mungkin, mana ada orang percaya," Pikiran Cinta sendiri yang bertambah bingung.
Sementara itu pikiran Rio juga sama dengan Cinta sama-sama bingung saat itu.
" Kalo aku mengucapkan saudara angkat orang kampung tidak akan percaya, aduhh aku bingung sekarang aku benar-benar bingung,, aku harus mengatakan apa,, mana ada saudara angkat perempuan yang mau tinggal sama aku disana hanya berdua saja. Nanti orang akan memandang rendah Non Cinta,, akhh tidak, tidak, itu tidak mungkin, kasihan Non Cinta." Gumam Rio saat itu.
" Jadi apa, ya,," Ucap Rio yang berpikir sejenak.
Cinta yang juga sedang pusing mencari jawaban yang pasti atas dirinya nanti, agar bisa di terima orang kampung dengan alasan yang sangat tepat sekali itu sangat sulit bagi Cinta untuk mencari jawabannya.
Cinta juga bingung harus mengatakan apa pada orang kampung, supaya Rio tidak merasa malu saat di kampung nanti karena kehadirannya itu.
Cinta seperti mendapatkan sebuah ide yang ingin dilontarkannya langsung dengan Rio. Tapi dirinya saja masih bingung dengan idenya ini. Karena, menurutnya untuk saat ini pasti Rio tidak akan setuju atas kehendak dari idenya itu.
" Apa aku harus bilang kalo aku pembantunya," Gumam Cinta dalam hati.
Cinta yang ingin mengutarakan niatnya ini terhenti, karena dirinya saja masih bingung dengan idenya saat ini.
" Kak Rio," Panggil Cinta.
" Ya,," Jawab Rio secara spontan.
Ya, walaupun Rio juga memikirkan sesuatu hal tentang diri Cinta. Tapi saat ini Rio masih fokus terhadap panggilan Cinta.
" Eemm,, Gak Jadi." Bilang Cinta yang mengurungkan niat di hatinya.
" Lohh, heheheh Dedek, Dedek,, apa sih,," Tanya Rio sambil tertawa kecil.
" Gak jadi, gak jadi nanti aja, aku lupa,," Bilang Cinta yang pura-pura lupa.
" Oke deh,," Jawab Rio santai.
Cinta yang saat ini benar-benar bingung ingin ngomong apa pada Rio. Sesat bingung sendiri untuk mengatakan idenya itu.
***
Hai Readers ❤️
Up lagi ya,, Jangan pernah bosan untuk mengetahui dan membaca cerita Driver, My Hubby 😘
Semoga terhibur 💐💐
Author
🌹Vira Lydia🌹Bab 26 Pikiran Cinta dan Rio
Rio yang tertawa atas ucapan Cinta yang sedang memujinya itu merasa bahwa Cinta sangat unik sekarang.
Rio dan Cinta masih sedikit bingung harus melakukan apa saat ini yang tepat bagi mereka berdua.
Sedangkan di sisi lain Cinta sendiri juga bingung apa yang harus dilakukannya saat ia tiba di desa Rio nanti. Dan apa yang harus dikatakannya saat itu apabila orang menanyakan tentang dirinya.
" Heeemm, apa yang harus ku lakukan, sepertinya aku ini akan menjadi beban Kak Rio nanti. Tapi, aku juga tidak tahu harus pergi kemana ?" Gumam Cinta dalam hati.
Saat Cinta menoleh dan menatap Rio, Cinta merasa kasihan pada Rio saat itu. Karena dulunya Rio sangat berharap sekali mendapatkan pekerjaan yang layak untuk dirinya. Tapi, sekarang karena masalah yang Cinta hadapi dibebankan kepada dirinya juga yang tidak mengetahui apa-apa.
" Maafkan, Cinta Kak Rio yang telah memaksa Kakak untuk mengikuti semua keinginanku ini,, Dan akhirnya Kak Rio sekarang tidak memiliki pekerjaan lagi, semua gara-gara perbuatan diriku,," Gumam Cinta yang merasa kasihan pada keadaan Rio sekarang.
Cinta saat itu masih melamun dengan pikirannya sendiri, begitu juga Rio yang fokus pada jalanan serta lamunannya juga.
Saat ini kondisi keheningan di antara mereka telah terjadi, tapi mereka sama-sama tidak menyadari, karena mereka berdua sama-sama melamun.
" Apa yang harus kukatakan, saat tiba di sana, tidak mungkin kalau aku mengatakan saudara karena orang disana pasti tidak percaya, lalu aku harus melakukan apa ya,," Gumam Cinta yang masih dalam lamunannya.
Sementara itu lamunan Rio sendiri juga bingung mau diakui apa Cinta nanti disana.
" Orang kampung tahu kalo aku tidak memiliki saudara manapun,, bagaimana ini,," Bilang Rio dalam hati.
Di pikiran Cinta,,
" Apa aku harus katakan bahwa aku saudara angkatnya, ahhh,, itu tidak mungkin, mana ada orang percaya," Pikiran Cinta sendiri yang bertambah bingung.
Sementara itu pikiran Rio juga sama dengan Cinta sama-sama bingung saat itu.
" Kalo aku mengucapkan saudara angkat orang kampung tidak akan percaya, aduhh aku bingung sekarang aku benar-benar bingung,, aku harus mengatakan apa,, mana ada saudara angkat perempuan yang mau tinggal sama aku disana hanya berdua saja. Nanti orang akan memandang rendah Non Cinta,, akhh tidak, tidak, itu tidak mungkin, kasihan Non Cinta." Gumam Rio saat itu.
" Jadi apa, ya,," Ucap Rio yang berpikir sejenak.
Cinta yang juga sedang pusing mencari jawaban yang pasti atas dirinya nanti, agar bisa di terima orang kampung dengan alasan yang sangat tepat sekali itu sangat sulit bagi Cinta untuk mencari jawabannya.
Cinta juga bingung harus mengatakan apa pada orang kampung, supaya Rio tidak merasa malu saat di kampung nanti karena kehadirannya itu.
Cinta seperti mendapatkan sebuah ide yang ingin dilontarkannya langsung dengan Rio. Tapi dirinya saja masih bingung dengan idenya ini. Karena, menurutnya untuk saat ini pasti Rio tidak akan setuju atas kehendak dari idenya itu.
" Apa aku harus bilang kalo aku pembantunya," Gumam Cinta dalam hati.
Cinta yang ingin mengutarakan niatnya ini terhenti, karena dirinya saja masih bingung dengan idenya saat ini.
" Kak Rio," Panggil Cinta.
" Ya,," Jawab Rio secara spontan.
Ya, walaupun Rio juga memikirkan sesuatu hal tentang diri Cinta. Tapi saat ini Rio masih fokus terhadap panggilan Cinta.
" Eemm,, Gak Jadi." Bilang Cinta yang mengurungkan niat di hatinya.
" Lohh, heheheh Dedek, Dedek,, apa sih,," Tanya Rio sambil tertawa kecil.
" Gak jadi, gak jadi nanti aja, aku lupa,," Bilang Cinta yang pura-pura lupa.
" Oke deh,," Jawab Rio santai.
Cinta yang saat ini benar-benar bingung ingin ngomong apa pada Rio. Sesat bingung sendiri untuk mengatakan idenya itu.
***
Hai Readers ❤️
Up lagi ya,, Jangan pernah bosan untuk mengetahui dan membaca cerita Driver, My Hubby 😘
Semoga terhibur 💐💐
Author
🌹Vira Lydia🌹