Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 124 Pulang Kampung


Dengan segera Cinta dan Rio menyantap makanan yang telah dihidangkan di hadapan mereka. Karena, Cinta memahami dengan keadaan orang yang berada di luar, jadi, Cinta tidak mau membuang waktu untuk berlama-lama di dalam restoran ini. Sehingga membuat kedua pasangan ini menyantap makanannya dengan serapi mungkin.


Sebelum menyantap makanan yang telah dihidangkan itu tepat di hadapannya Cinta dan juga Rio, tidak lupa Cinta dan Rio membaca doa terlebih dahulu, setelah selesai membaca doa barulah Cinta bisa menyantap makan siangnya hari ini. Walaupun Cinta merasa kasihan dengan orang-orang yang sedang berada di luar restoran, tapi, Cinta tetap menyantap makanannya itu dengan hati-hati tidak terburu-buru seperti sedang mengejar waktu.


Tidak ada percakapan yang terjadi di antara Cinta dan juga Rio, karena, mereka berdua saat ini sedang fokus dengan makan siangnya masing-masing. Oleh karena tidak adanya percakapan yang terjadi di antara Cinta dan Rio akhirnya makan siang yang dilakukan oleh mereka bisa diselesaikan dengan cepat. Sehingga membuat Rio sedikit tercengang melihat istrinya Cinta yang juga begitu cepat menghabiskan makan siangnya itu.


Di dalam benak pikiran Rio tidak seperti biasanya Istrinya itu sangat cepat sekali dalam menghabiskan makanannya, karena, seperti biasanya Cinta cukup lama untuk menghabiskan makanannya itu. Sehingga Rio berpikir bahwa istrinya ini bukan sekedar lapar melainkan merasa iba dengan orang yang sedang berada di luar yang belum mendapatkan tempat duduk di dalam restoran ini.


" Sungguh baik sifat istriku ini,," Gumam Rio ketika melihat Cinta yang sudah selesai menyantap makan siangnya itu.


" Karena, merasa iba dengan orang yang sedang berada di luar, sehingga membuatnya juga menyantap makanan ini dengan cepat," Ucap Rio yang sedikit menyunggingkan senyumannya melihat Cinta sudah selesai menyantap makanannya itu.


" Walaupun Dedek makannya cepat tapi, Dedek juga hati-hati makannya,," Gumam Rio melihat kondisi di dekat Cinta yang terlihat sama sekali tidak kotor.


Setelah selesai memandangi kelakuan dan wajahnya Cinta, Rio juga sudah selesai menyantap makanannya itu. Lalu, Rio segera mengajak Cinta untuk keluar dari restoran itu dan mengambil makanan yang telah dipesankannya untuk dibungkus.


" Udah selesai sayang ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.


" Ya, udah Kak,," Jawab Cinta sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


" Oke kalo udah selesai kita langsung pulang ya,," Ucap Rio sambil beranjak bangun dari tempat duduknya.


" Oohh oke kak,," Jawab Cinta yang juga ikut beranjak bangun dari tempat duduknya.


Karena, Cinta melihat beberapa orang yang terlihat sudah lama menunggu dengan sengaja Cinta memanggil beberapa orang itu untuk segera menempati tempat duduknya itu. Karena, kelakuan Cinta yang terlihat begitu baik dan juga memperhatikan kondisi orang lain yang terlihat begitu membuatnya kasihan itu, sehingga membuat Rio tersenyum salut dan juga senang melihat sikap Cinta yang begitu baik itu.


" Pak, Pak, Bu, Bu, duduk disini aja, kami udah selesai kok,," Bilang Cinta kepada beberapa orang yang sedang menunggu tempat untuk makan di dalam.


" Oohhh iya dek, terima kasih,," Ucap beberapa orang yang terlihat cukup tua itu.


Karena, ada panggilan dari Cinta, oleh sebab itu dengan segera beberapa ibu dan juga bapak-bapak yang sedang menunggu di luar itu segera masuk ke dalam dan menempati tempat duduk Cinta saat makan bersama dengan Rio sebelumnya. Sambil tersenyum Cinta segera pergi meninggalkan tempatnya itu setelah ditempatkan oleh beberapa orang yang cukup tua dan hal itu membuat Cinta merasa lega ketika melihat orang-orang yang telah lama menunggu di luar telah mendapatkan tempatnya.


" Dedek baik banget sih, sampe segitunya perhatiin orang dek,," Gumam Rio sambil mengajak Cinta menuju ke kasir.


" Hehehehe, kasihan Kak, Bapak dan Ibu-ibu itu sudah lama menunggu di luar,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


" Dengan begitu mereka semua tidak akan merasa lelah lagi menunggu tempat orang yang sengaja memperlama waktunya hanya untuk makan siang aja,," Sambung Cinta lagi dalam menjawab pernyataan dari Rio.


" Hehehehe, iya Kakak tahu, Dedek emang dari dulu baik dan juga suka perhatian ke orang tua,," Ucap Rio sambil tersenyum dan tetap melangkah mendekati meja kasir.


Sesampainya di meja kasir, Rio segera membayarkan semua makanan yang telah disantapnya bersama dengan Cinta barusan. Setelah selesai membayar semua makanannya itu dan mengambil makanan yang sudah dibungkus oleh pelayan restoran, barulah Rio mengajak Cinta keluar dari restoran tersebut.


" Ini makanan yang dipesan untuk dibungkus Mas,," Bilang kasir tersebut sambil memberikan bungkusan plastik kepada Rio.


" Oh iya makasih Mbak," Ucap Rio setelah menerima bungkusan makanan dari kasir tersebut.


" Sama-sama,," Jawab kasir itu sambil tersenyum.


" Ayo sayang,," Bilang Rio sambil mengajak Cinta dan tetap menggandeng tangan Cinta.


Sambil tersenyum Cinta menerima gandengan tangan Rio dan segera melangkah setelah selesai mengucapkan terima kasih pada kasir yang sudah memberikan pelayanan baik terhadap dirinya itu.


" Terima kasih, Mbak,," Ucap Cinta langsung beranjak pergi dari restoran tersebut.


" Sama-sama, Mbak,," Jawab kasir itu sambil tersenyum.


Cinta dan Rio segera keluar dari restoran dan melangkah menuju ke arah mobilnya yang sedang terparkir di lokasi parkiran. Setelah sampai di dekat mobil seperti biasa Rio selalu membukakan pintu untuk istrinya terlebih dahulu. Barulah ia bisa masuk ke dalam mobil tersebut, jika Istrinya sudah aman di dalam mobil.


" Silahkan masuk sayang,," Ucap Rio sambil membukakan pintu bagian depan untuk Cinta.


" Terima kasih, Kak,," Ucap Cinta sambil melangkah masuk ke dalam mobilnya dan duduk seperti biasa di tempatnya itu.


Setelah membuka pintu untuk Cinta dan memastikan Cinta sudah masuk ke dalam mobilnya, barulah Rio membuka pintu mobil bagian tengah untuk meletakkan bungkusan makanan ke dalam mobil. Setelah merasa semuanya baik dan cukup, Rio segera melangkah menuju ke seberang mobil dimana tempatnya berada. Rio segera membuka pintu untuk dirinya sendiri dan langsung saja masuk ke dalam mobil itu.


Saat di dalam mobil Rio melihat Cinta sedang menekan beberapa tombol untuk menyalakan Ac untuk menyejukkan suasana di dalam mobilnya. Sambil tersenyum Rio melihat Cinta yang sudah selesai memakai safety belt dan mengatur tempat duduknya sendiri.


" Udah dipake safety belt nya dek ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Udah Kak, nih,," Jawab Cinta sambil menunjukkan safety belt yang sudah terpasang di tubuhnya.


" Eemmm baguslah,," Jawab Rio mengangguk.


Karena, sudah melihat Cinta telah selesai memasang safety belt nya, Rio juga melakukan hal yang sama yaitu ikut memasang safety belt miliknya juga. Setelah selesai memasang safety belt itu, sebelum berangkat menuju ke kampungnya, tidak lupa Rio selalu membaca doa untuk melakukan sesuatu apapun. Seperti saat ini Rio selalu membaca basmalah sebelum berangkat dan meluncurkan mobilnya ke jalanan.


" Bismillah,," Gumam Rio sambil bersiap-siap untuk segera berangkat.


" Udah siap dek ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


" Kalo udah siap, Kak Rio langsung melaju ya dek,," Bilang Rio pada Cinta sambil menurunkan mobilnya ke jalanan.


" Iya Kak, hati-hati ya,," Ucap Cinta sambil mengelus lembut lengan Rio memberikan semangat pada suaminya dalam mengendarai mobilnya itu.


" Heemm iya sayang,," Jawab Rio mengangguk.


Dengan segera Rio melajukan mobilnya ke jalanan yang lurus dan meninggalkan kota dimana kota ini adalah tempat pertama kalinya Cinta melakukan pernikahan dengan Rio. Dan juga kota ini yang membuat hubungan pernikahan Cinta dan juga Rio semakin mengerat serta semakin membaik.


Di kota ini juga Rio memanggil Cinta dengan panggilan sayang. Pada perjalananya untuk kembali ke kampung menempuh perjalanan yang cukup jauh dan juga lama, karena, faktor dari jalanan yang terlihat sedikit buruk untuk dilalui. Sebenarnya, jika jalanan yang dilalui oleh kendaraan cukup bagus maka jarak tempuh dari kota itu ke kampungnya Rio tidak terlalu lama dan tidak terlalu jauh.


Sehingga membuat Cinta yang merasa lelah selama di perjalanan itu menjadi tertidur pulas di tempat duduknya saat ini. Karena, selama mobilnya meluncur ke jalanan Cinta dan Rio sama sekali tidak membicarakan suatu hal apapun. Sehingga membuat Cinta merasa ngantuk dan akhirnya tertidur dengan sendirinya.


Disaat Rio menoleh ke arah Cinta dan melihat saat ini Cinta sudah tertidur dengan pulas di tempatnya itu, Rio hanya bisa tersenyum sambil mengelus lembut rambut Cinta yang tergerai menutupi wajah istrinya itu. Karena, saat ini jalanan sangat buruk sekali sehingga membuat Rio bisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang rendah. Jadi, Rio bisa melakukan apapun kepada Cinta seperti apa yang dilakukannya saat ini.


" Heemmm Dedek kayaknya lelah banget ya,," Gumam Rio saat melihat wajah Cinta yang sudah tertidur itu.


" Bobonya pulas banget sih sayang,," Ucap Rio lagi sambil membenarkan rambut Cinta yang tergerai di wajahnya.


" Bobo yang nyenyak ya sayang, mimpi yang indah, jangan mimpi buruk lagi,," Ucap Rio sambil membetulkan posisi kepala Cinta yang sedikit tergeletak di dekat pintu.


Karena, kondisi jalanan saat ini terlihat sangat buruk, sehingga membuat Rio dengan leluasa bisa bergerak untuk memposisikan tubuh Cinta dengan benar untuk tertidur pulas saat ini. Rio segera mengubah posisi kursi tempat duduk Cinta supaya tubuh Cinta tidak merasa sakit ketika ia terbangun dari tidurnya nanti.


" Heeemmm maaf ya sayang kakak betulkan dulu tempatnya,," Bilang Rio sambil melepaskan safety belt nya dan membenarkan posisi tempat duduk Cinta.


" Mumpung mobilnya lagi nunggu antrian, karena, jalanan lagi buruk banget,," Ucap Rio sambil membetulkan posisi tempat duduk Cinta.


Setelah selesai melakukan tindakannya itu dan melihat kondisi posisi tubuhnya Cinta terlihat sedikit enak dan nyaman. Sambil tersenyum Rio menatap dan mengelus lembut rambut Cinta, dengan segera Rio mengecup lembut kening Cinta. Setelah itu barulah Rio kembali ke tempat duduknya dan kembali memasangkan safety belt yang baru saja dilepaskannya.


Setelah melihat antrean mobil di jalanan berjalan dengan lancar barulah Rio melajukan kembali mobilnya ke jalanan dengan lurus. Dan Rio sangat bersyukur melihat jalanan saat ini sudah lancar, sehingga mengurangi bebannya dalam berlama-lama berkendara untuk kembali ke kampungnya itu.


" Heeehh,, akhirnya lengang juga,," Ucap Rio ketika melihat jalanan yang sudah lengang dari antrean mobil.


" Bisa cepat sampai ke kampung,," Seru Rio senang dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cepat.


Namun, disaat Rio ingin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, ada saja yang jadi penghalang untuk mempercepat laju mobilnya itu. Yaitu saat Rio sebentar lagi akan masuk ke daerah yang tidak jauh dari kampungnya itu guyuran hujan mulai menerpa. Rio tidak berani membawa mobil dengan kecepatan yang tinggi pada jalanan yang berliku dan juga licin.


" Waduhh hujan lagi, bagaimana mau ngebut kalo cuacanya hujan kayak gini,," Gumam Rio ketika melihat suasana saat ini sedang hujan.


Akhirnya Rio lebih memilih untuk memelankan laju kendaraan mobilnya dalam menelusuri jalanan yang sedikit terjal dan juga berliku itu. Rio tidak berani melakukan hal yang tidak-tidak jika bersangkutan dengan nyawa dirinya dan juga istrinya itu. Mana saat ini mobilnya memiliki beban yang cukup berat karena, sedang membawa semua alat elektronik yang telah dibelinya sebelum ia pulang ke kampung.


Heeemmm lebih baik jalan dengan perlahan saja daripada tergelincir,," Ucap Rio sambil memelankan laju mobilnya.


Saat ini cuaca memang sedang turun hujan, karena, suara gemericik air hujan cukup deras itu, sehingga membuat Cinta terbangun dari tidurnya karena, Cinta cukup mendengarkan suara air hujan yang turun cukup deras itu.


" Eeemmmm,," Suara Cinta yang menggeliat bangun dari tidurnya itu.


Rio sama sekali tidak mendengar suara geliatan yang keluar dari mulut Cinta karena terbangun dari tidurnya. Sehingga Rio tidak tahu jika Cinta saat ini sudah terbangun, sedangkan, Cinta yang sudah terbangun dari tidurnya itu melihat suasana perjalanan yang dilakukannya saat ini sedang turun hujan.


Saat membuka matanya Cinta sedikit menyunggingkan senyumannya ketika melihat air hujan yang sangat deras sekali itu, sehingga Cinta sangat ingin sekali membuka kaca pintu mobilnya. Namun, hal itu tidak dilakukannya karena, perjalanan yang dilakukannya masih cukup jauh dan juga lama oleh sebab itu tidak dilakukannya.


" Waahhhhh, turun hujan,," Gumam Cinta ketika membuka kedua matanya yang terpejam itu.


" Mana deras lagi,," Seru Cinta senang ketika melihat air hujan di tengah hari.


Lalu, Cinta sedikit menguap dan langsung menoleh ke arah Rio. Melihat Rio yang saat ini sedang fokus dalam berkendara. Cinta segera melepaskan safety belt yang telah digunakannya itu, karena, perjalanan mereka tidak melewati jalan besar lagi. Disaat Cinta menggeliat di lengan Rio membuat Rio sedikit terkejut akan kelakuan Cinta saat ini.


" Eeemmm, Kak, masih lama ya nyampenya ?" Tanya Cinta pada Rio sambil memeluk lengan Rio.


" Aakkhh dek, kaget Kakak,," Seru Rio yang tidak mengetahui jika Cinta sudah terbangun dari tidurnya itu.


Karena, melihat kelakuan yang dilakukan oleh Cinta itu sampai kaget. Hal itu membuat Cinta yang melihat respon Rio menjadi tertawa senang. Karena, terlalu fokus dengan menyetir hingga Rio tidak mengetahui bahwa Cinta sudah lama terbangun dari tidurnya itu.


****