
Cinta hanya bisa menikmati dan merasakan apa yang telah dilakukan oleh Rio terhadap tubuhnya. Walaupun terdiam dalam sepi, Rio juga pastinya memberikan kehangatan kepada Istrinya itu. Sambil menutup matanya, Rio mencoba menghirup aroma tubuh Cinta yang baru saja selesai mandi, pastinya begitu segar sekali terasa oleh Rio yang sedang memeluk tubuh Istrinya itu.
" Sayang, apakah Dedek merasa terganggu dengan pelukan yang kakak lakukan ini ?" Tanya Rio pada Cinta dengan suaranya yang tidak terlalu besar hanya sekedar memberikan bisikan yang begitu lembut.
Betapa terkejutnya Cinta ketika mendengarkan pertanyaan Rio yang memberikan sebuah pertanyaan membuat hatinya merasa gugup, hingga membuat Cinta bingung untuk menjawab pertanyaan yang baru saja diajukan oleh suaminya itu. Jadi, saat ini Cinta hanya bisa memikirkan dalam hatinya bagaimana dirinya harus menanggapi perlakuan lembut dari suaminya.
" Aduh, kenapa Kak Rio nanyain itu sih ?" Seru Cinta dalam hatinya yang merasa gugup dengan pertanyaan dari Rio barusan.
" Kalo Cinta dikasih pertanyaan kayak gitu, gimana Cinta mau kasih jawaban,," Sambung Cinta lagi yang masih tetap bingung untuk memberikan jawaban apa kepada Rio untuk saat ini.
Sedang enak-enaknya Cinta melamun dan memikirkan apa yang akan dijawabkannya untuk pertanyaan dari Rio itu, Cinta dikagetkan kembali oleh suara Rio yang memberikan dirinya pertanyaan lagi. Dan kali ini pertanyaan dari Rio semakin membuat dada Cinta bertepuk dengan kencang dan berdebar.
" Dek, kenapa diam ?" Tanya Rio lagi pada Cinta, namun tidak terlalu terdengar oleh Cinta.
" Sayang, kenapa diam ?" Tanya Rio kembali pada Cinta.
Karena, Cinta masih saja terdiam dalam pelukan lembut Rio, akhirnya hal itu membuat Rio untuk melakukan suatu hal yang membuat Cinta semakin kaget dengan perlakuannya itu. Dan perlakuan kali ini memang sudah disengaja oleh Rio agar Istrinya itu merasakan kehangatan serta kelembutan dari dirinya.
" Heemm lebih baik, aku kagetkan saja dengan memberikannya sentuhan,," Ucap Rio lagi dalam hatinya sambil tersenyum senang melihat kebisuan yang dilakukan oleh Cinta.
" Baiklah sayang, jika Dedek masih saja tetap diam dipeluk seperti ini, jangan salahkan kakak, jika kakak mengagetkan Dedek,," Ucap Rio lagi dalam hatinya sambil tersenyum senang.
Jelas sekali Rio merasa senang jika ingin mengganggu ataupun menggoda Cinta seperti apa yang akan dilakukannya, karena, awalnya memang Cinta yang begitu menginginkan kelembutan dari Rio, namun, hal itu malu untuk diungkapkannya secara langsung, serta Rio sendiri juga belum berani untuk mengungkapkan langsung keinginan serta perasaannya selama ini terhadap Cinta.
Mmmmuuuaaaccchh!!!
Dengan lembut Rio mencium bagian pundak Cinta yang masih terbuka dan tidak tertutup sedikitpun oleh apapun. Tentu saja hal itu mengagetkan Cinta hingga membuat Cinta dengan spontan membuka matanya.
" Apa !!" Seru Cinta dalam hatinya ketika Rio memberikan ciuman lembut tepat di puncak pundaknya.
" Kak Rio mencium pundakku,," Seru Cinta lagi yang memang kaget dengan perlakuan Rio terhadap dirinya.
Dan kali ini dengan perlakuan lembutnya Rio membalikkan tubuh Cinta yang masih saja memikirkan untuk menjawab apa pertanyaan awal dari Rio. Sehingga perlakuan lembut Rio itu membuat Cinta sedikit terpengaruh dan tidak tahu jika tubuhnya itu sudah sengaja diputar oleh Rio sehingga menghadap langsung wajah Rio yang begitu lembut menatap tubuh halus Cinta.