Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 53 Pengajaran Rio


Akhirnya dengan mengandalkan sedikit tenaganya itu, Rio segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk melihat apa yang menjadi penyebab kesulitan bagi Cinta saat berada di ruang dapur. Karena kebetulan rumah ini tidak terlalu besar, namun sebuah rumah yang terlihat sangat nyaman dan juga menyenangkan. Oleh sebab itu, seingat Rio ia tumbuh dari kecil hingga dewasa hanya di dalam rumah ini.


" Beneran, Kakak sanggup ke dapur ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Iya dek,," Jawab Rio tersenyum.


Saat sampai ke dalam dapur, Rio melihat suasana di ruang dapur belum ada persiapan sedikitpun dari Cinta. Rio memaklumi wanita yang bersama dengannya ini, karena, Cinta merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya, jadi, tidak mungkin Cinta mahir dalam hal dapur. Oleh sebab itu, dengan senang hati, Rio mau mengajarkan sesuatu hal pada Cinta terutama hal dapur.


" Kak Rio tau kalau Dek Cinta orang yang cerdas, sehingga apapun suatu hal yang diajarkan pada Dedek, pasti langsung bisa Dedek kerjakan,," Ucap Rio yang terdengar seperti sedang memuji Cinta.


" Heemm, sepertinya kakak sengaja ya meledek Cinta," Bilang Cinta sambil mencibir perkataan Rio yang telah memujinya.


" Nggak dek, kakak serius, kakak memang benar kagum dengan kecerdasan yang ada dalam pikiran Dedek,," Ucap Rio lagi sambil mengambil sesuatu di dalam lemari.


" Iya iya, Cinta percaya,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


Setelah mendapatkan sebuah benda untuk membantunya dalam menghidupkan api ke dalam kompor minyak. Rio memulai pekerjaannya untuk mengajarkan Cinta suatu hal tentang penggunaan kompor minyak.


" Nah kita mulai ya dek,," Ucap Rio yang memang terlihat sedang memulai aksinya.


" Oke kak,," Jawab Cinta sambil mengacungkan jempolnya.


" Pertama untuk menghidupkan api dalam kompor minyak caranya ambil sebatang lidi apa saja yang cukup panjang, terus celupkan ujung lidi ini sedikit saja ke dalam wadah minyak tanah yang ada di bawah kompor." Ucap Rio sambil membuka penutup tempat minyak di dalam bagian kompor dan mencelupkan ujung lidi ke dalamnya.


Dan Cinta sendiri yang sedang memperhatikan gerak-gerik Rio hanya bisa menatap dengan serius pekerjaan yang sedang dilakukan Rio saat ini.


" Setelah dicelupkan ke dalam wadah minyak tadi, tutup tempat wadah minyaknya dan nyalakan lidi ini dengan korek api, setelah menyala masukkan lidi ini ke dalam sumbu kompor yang berada di dalam lingkaran ini dek sambil memasukkan lidi ke dalam sumbu kompor, naikkan sumbu kompor ke atas agar apinya bisa menyala dengan sempurna,," Ucap Rio yang memberikan pengajaran langsung pada Cinta.


Setelah melihat pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Rio, Cinta yang memperhatikannya itu mengangguk mengerti akan pengajaran dari Rio langsung padanya.


" Ooohhh jadi cuma seperti itu, cara ngidupin api di kompornya ?" Tanya Cinta yang menoleh ke arah Rio.


" Benar, dek, gampang bukan,," Jawab Rio sambil mengangguk dan tersenyum.


" Heemmm, kalo cuma seperti itu, Cinta langsung bisa kak,," Bilang Cinta yang balik tersenyum pada Rio.


" Baru saja, kakak bilang kalo Dedek itu orang yang cerdas, jadi, hanya sekali saja diajarkan pasti Dedek langsung bisa,," Bilang Rio balik yang membuat Cinta tertawa.


" Iiihhh kak Rio pintar banget ya ngeledek Cinta,," Ucap Cinta yang mencubit lembut lengan Rio.


Rio hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Cinta. Walaupun saat ini Rio membawa Cinta ke dalam rumahnya yang begitu sederhana, namun terlihat dari wajah Cinta yang begitu bahagia hanya sekedar diajarkan bagaimana cara menghidupkan kompor minyak.


" Ya udah kalo gitu, kakak balik aja lagi tiduran di sofa, biar cinta sendiri yang ngerjain tugas ini di dapur,," Bilang Cinta lagi pada Rio dengan nada suara yang begitu semangat untuk melakukan sesuatu hal yang tidak pernah ia lakukan selama ini.


" Beneran, Kakak boleh balik lagi ke ruang depan ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menyeledik wajah Cinta.


" Iya, kak, ya udah balik gih sana, sana, sana,," Ucap Cinta yang terdengar sangat lucu saat menyuruh Rio untuk menjauhi dirinya saat sedang semangat untuk melakukan sesuatu.


" Oke, nanti, kalau ada yang nggak Dedek pahami lagi, panggil kakak aja ya,," Bilang Rio lembut pada Cinta.


" Beres,," Jawab Cinta sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Rio.


Dengan diakhiri senyuman manis dari Rio untuk Cinta, Rio sendiri segera melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah ruang tamu dimana ia bisa untuk mengistirahatkan tubuhnya walau hanya sejenak.


" Heemmm, sepertinya Dedek bisa melakukan pekerjaannya di dapur,," Gumam Rio sambil tersenyum saat mendengar suara berisik dari arah dapur.


Saat ini, Cinta sedang disibukkan dengan kegiatan awalnya di dalam rumah ini yaitu melakukan suatu hal di dalam dapur. Walaupun selama ini Cinta tidak pernah melakukan suatu hal di dalam dapur. Namun, kali ini sebagai seorang perempuan ia harus bisa melakukan pekerjaan yang lumrah dilakukan oleh seorang wanita haruslah ia jalani.


" Oke, hal pertama yang harus kulakukan adalah memasak air,," Ucap Cinta sendiri sambil mengambil sebuah panci yang bersih.


Sambil menyunggingkan senyumannya, Cinta mulai melakukan pekerjaannya, dimana ia sendiri telah membuat sebuah jadwal untuk dirinya sendiri dalam melakukan tugasnya itu. Dengan penuh semangat Cinta mengambil sebuah panci kecil dan diisikan dengan air bersih yang cukup banyak dari kran yang ada di dapur. Setelah panci itu terisi barulah Cinta meletakkan panci tersebut ke atas kompor.


Karena, sudah mengetahui bagaimana cara memperbesar api dan juga mengecilkan apinya, dengan memegang gagang sumbu kompor, Cinta mulai mengatur besarnya api yang akan digunakan untuk memasak air.


" Heemm, air sedang dimasak, oke aku akan menyiapkan cangkir untuk menyeduh teh hangat Kak Rio,," Gumam Cinta yang masih senyum-senyum sendiri merasa bahagia saat melakukan tugas barunya ini.


Cinta sendiri sedang disibukkan mencari sesuatu di dalam lemari dapur. Ternyata di dalam lemari dapur itu sudah ada beberapa persediaan bahan dapur seperti teh, gula, kopi dan juga susu. Cinta merasa heran dengan isi lemari dapur ini, bukannya selama ini Rio tidak pernah kembali ke rumah ini, tapi, kenapa semua persediaan seperti gula, kopi dan juga teh sudah ada dalam lemari itu.


" Eeemmm, bukannya selama ini Kak Rio tidak pernah kembali ke rumah ini,, tapi kenapa ada bahan dapur seperti ini,," Gumam Cinta yang masih memeriksa keadaan bahan dapur di dalam lemari.


Cinta melihat dengan jelas tanggal berapa semua bahan dapur ini expired. Dan, tertulis dengan jelas bahwa bahan dapur ini masih baru semua dan tanggal expirednya juga masih lama.


" Tanggal expirednya masih lama, berarti barang ini baru,," Gumam Cinta lagi setelah melihat tanggal expired dari bahan dapur itu.


" Daripada aku merasa takut dan bingung lebih baik aku tanyakan langsung pada kak Rio,," Ucap Cinta sambil mengeluarkan bahan dapur itu dalam lemari.


Cinta segera membawakan sedikit bahan dapur itu ke ruang tamu lagi, untuk bertanya langsung pada Rio, tentang keadaan janggal yang ada di dalam dapurnya ini. Saat Cinta sedang melangkahkan kakinya mendekati tempat Rio yang sedang beristirahat dan melihat mata Rio sedang terpejam, Cinta merasa bahwa kelakuannya ini sama saja ia sedang mengganggu istirahat dari Rio.


" Heemm Kak Rio sedang tidur, aku tidak mungkin untuk mengganggu istirahatnya," Ucap Cinta sambil berbalik lagi ke arah dapur.


Seperti halnya tadi, Rio mengetahui pergerakan tubuh Cinta yang sengaja mendatangi dirinya itu, pasti saat ini, Cinta sedang mengalami suatu kejanggalan lagi. Rio segera membukakan matanya dan kembali memanggil Cinta.


" Ada apa, Dek,," Panggil Rio terhadap Cinta.


" Eeemmm kakak belum tidur ?" Tanya Cinta lebih dulu sebelum memulai membuka pertanyaannya.


" Yah,, seperti yang Dedek lihat,," Jawab Rio sambil menyunggingkan senyumannya.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya mendekati Rio yang sedang terbaring di atas sofa. Sambil membawakan bahan dapur ke ruang tamu, Cinta duduk di atas sofa yang ada di sebelah sofa yang sedang digunakan Rio.


" Eemmm, Kak Rio, apakah Cinta boleh nanya sesuatu ?" Tanya Cinta langsung pada Rio tanpa basa basi.


" Hihihi, tanya aja dek, gak usah sungkan,," Bilang Rio yang berusaha bangun dari baringnya.


Saat Rio ingin bangkit dari baringnya itu, tiba-tiba Cinta mencegah tindakan Rio untuk duduk sambil mendengarkan pertanyaan Cinta.


" Tidak usah bangun, kak,, Kak Rio baring aja,," Bilang Cinta yang mencegah Rio untuk bangkit dari baringnya itu.


" Oke," Jawab Rio sambil kembali berbaring di atas sofa.


" Cinta mau nanya, sebenarnya Kak Rio sering ya kembali ke rumah ini ?" Tanya Cinta pada Rio yang membuat Rio sedikit bingung dan kaget.


" Nggak dek, sama sekali nggak pernah lagi,," Jawab Rio spontan yang menjelaskan keadaan dirinya.


" Bukannya Kakak udah pernah bilang sebelumnya, semenjak Nenek meninggal Kakak pergi ke keluar kota dan bekerja di tempatnya Dedek, saat itu juga kakak gak pernah kembali ke rumah ini,," Jawab Rio yang menjelaskan kejujuran tentang dirinya.


" Iya juga ya,," Jawab Cinta mengangguk, karena ia juga ingat bahwa selama ini Rio tidak pernah meminta izin kepada Papanya untuk kembali ke kampung halamannya.


" Benar juga yang kakak jelaskan, lalu, apakah ada orang yang menunggu rumah ini ?" Tanya Cinta lagi yang mulai membuka pertanyaan pentingnya.


" He'eh dek, memang ada orang yang telah diberikan tugas untuk menjaga dan membersihkan rumah ini selama kakak pergi mencari pekerjaan di luar kota,," Jawab Rio dengan begitu yakin.


Saat mendengarkan penjelasan dari Rio itu, barulah Cinta mengerti akan semua bahan dapur yang ada di dalam lemari.


" Ooohh pantesan, Cinta nemuin ini di dalam lemari dapur,," Gumam Cinta yang menunjukkan bahan dapur di tangannya.


Saat Cinta menunjukkan bahan dapur itu pada Rio, secara spontan Rio sedikit tertawa akan kecemasan yang dirasakan oleh Cinta saat berada di ruang dapur tadi.


" Hahahaha, jadi maksudnya Dedek takut, karena ada bahan dapur seperti ini dalam lemari ?" Tanya Rio yang membuat Cinta menampakkan wajah kesalnya.


" Iiihhhh, Cinta bukannya takut, Kak, cuma Cinta berpikir apakah selama ini Kakak pernah kembali ke rumah ini,," Bilang Cinta dengan wajah yang sedikit cemberut.


" Jangan cemberut dan jangan kesal ya dek, kalo kakak ketawa,, ya kakak tau kalo Dedek cuma penasaran bukan, apakah kakak sering kembali atau nggak,," Ucap Rio dengan segera membujuk istri lucunya ini.


" Heemm," Jawab Cinta mengangguk.


" Cinta gak kesal kok, cuma sebenarnya Cinta cuma takut ada orang yang berani masuk ke dalam rumah ini tanpa sepengetahuan kakak selama ini,," Bilang Cinta dengan wajah serius mengalihkan pembicaraannya.


" Hehehe jangan takut dek, karena, kebetulan ada seorang remaja cowok yang usianya masih di bawah Dedek menjaga tambak ikan milik nenek beserta rumah ini saat kakak gak ada disini,," Bilang Rio dengan jelas pada Cinta.


" Dan selama ini juga Nenek begitu mempercayai anak itu untuk menjaga kebersihan dan juga sedikit keamanan pada tambak serta rumah ini,," Ucap Rio lagi yang menjelaskan secara detail pada Cinta.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Rio yang begitu detail dan rinci, barulah Cinta mengerti akan maksud dari bahan dapur yang sudah ada di dalam lemari rumahnya Rio ini.


" Ooohhh jadi gitu ya kak ceritanya,," Ungkap Cinta mengangguk seakan mengerti akan hal yang dijelaskan oleh Rio.


" Heemm, benar sekali, dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Dan, apakah bahan dapur ini aman untuk dikonsumsi ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.


" Ya, aman dek, tapi, jika Dedek merasa kasihan pada anak remaja yang sering menjaga rumah ini, bahan dapurnya jangan diambil dan letakkan kembali ke dalam lemari tadi." Ucap Rio yang membuat Cinta mengerti.


" Baiklah, Cinta akan taruh barang ini ke dalam lemari." Gumam Cinta sambil berdiri.


" Nanti biar kakak ambil persediaan makanan untuk kita di dalam mobil,," Bilang Rio pada Cinta sambil bangkit dari baringnya.


Saat Rio segera bangkit dari baringnya itu, sehingga membuat Cinta kembali mencegahnya untuk bangun dari sofa.


" Eeehhh Kak Rio gak usah bangun, biar Cinta aja yang ambil semua bahannya,," Ucap Cinta sambil mencegah Rio bangun dari baringnya itu.


" Gak mungkin Kakak biarin Dedek sendirian untuk keluar mengambil bahan dapur,," Ucap Rio yang masih beranjak bangun dari sofa.


" Kakak akan temenin Dedek untuk membawanya, oke,," Bilang Rio dengan sengaja menekan Cinta agar Cinta menyetujui keinginannya itu.


" Heemm, Oke, yuk,," Jawab Cinta dengan penuh semangat menarik tangan Rio untuk segera keluar.


Cinta tidak menyadari akan perbuatan yang dilakukan olehnya itu terhadap Rio. Memang saat ini Cinta belum merasakan suatu hal lain seperti perasaan jatuh hati pada Rio, namun, tidak dengan perasaan Rio sendiri. Semenjak Cinta sudah menjadi istri sah dari Rio. Saat itulah rasa cinta yang sudah ada di dalam hati Rio semakin membesar tertanam di dalam hatinya itu. Namun, saat ini Rio belum berani untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakannya ini pada Cinta istri sahnya sendiri.


" Ya ampun dek, kenapa rasa cinta ini semakin lama semakin besar untukmu,," Gumam Rio dalam hati yang memandang lembut wajah Cinta saat tersenyum padanya.


Karena, Cinta dengan spontan telah menarik tangan Rio itu, membuat perasaan Rio saat ini hanya bisa tersenyum pasrah merasakan tindakan yang dilakukan oleh Cinta kepada dirinya. Rio cuma berharap semoga Cinta bisa memahami isi hatinya selama ini pada dirinya.


****