Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 33 Pernikahan Sekadar Saja


Cinta yang terperangah mendengar ucapan yang diucapkan langsung oleh Rio saat itu, membuat dirinya tidak percaya atas keputusannya untuk melakukan pernikahan di antara mereka berdua.


" Kak Rio yakin, mau menikah dengan Cinta ?" Tanya Cinta yang terperanjat atas keputusan Rio.


Rio pun mengangguk seolah dirinya memang yakin untuk melakukan pernikahan ini.


" Iya dek, Kakak yakin," Ucap Rio meyakinkan diri Cinta.


" Karena, Kakak gak percaya kalo Dedek tinggal sendirian di rumah Nenek,," Bilang Rio yang sangat tulus untuk menjaga dan melindungi Cinta.


Secara spontan Cinta segera memeluk Rio dengan erat, membuat Rio kaget atas tindakan Cinta ini.


" Hah! Makasih ya Kak,," Ucap Rio yang segera memeluk Rio.


Rio tersenyum senang karena dirinya telah dipeluk oleh Cinta yang sedang merasakan perasaan bahagia bercampur aduk dengan gembira saat ini.


" Iya Dek sama-sama,," Ucap Rio dibalik pelukan Cinta.


" Karena, hanya dengan melakukan itu Kakak bisa menjaga Cinta saat di kampung nanti." Bilang Rio sembari tersenyum.


Cinta pun telah melepaskan pelukannya, dan saat ini Cinta merasa berbunga-bunga dengan keputusan yang telah diambil dan disetujui oleh Rio saat ini.


" Makasih banyak ya Kak, udah mau bantuin Cinta dari awal sampe sekarang." Ucap Cinta tersenyum senang.


Lalu, karena Cinta merasa bahwa idenya ini hanya untuk sebuah penyamaran sandiwaranya pada orang kampung nanti. Oleh sebab itu, Cinta segera membicarakan hal ini kepada Rio.


Karena, maksud Cinta juga baik, dirinya tidak mau membuat Rio terikat hubungan yang tidak pasti padanya.


" Tapi, Kakak tenang aja, ya, kita menikah bukan menikah asli,," Bilang Cinta secara spontan membuat Rio sedikit terkejut.


Rio sesaat terperangah mendengar ucapan Cinta bahwa mereka menikah bukanlah menikah asli. Membuat dirinya sangatlah tidak percaya atas ucapan Cinta ini.


" Kita menikah hanya sekedar sandiwara aja, gak apa-apa kan, Kak," Bilang Cinta yang masih saja nyerocos tidak berhenti tanpa memikirkan perasaan hati Rio saat ini.


" Cinta gak mau karena, kita menikah Kak Rio gak bisa bebas, tenang aja Kakak bisa bebas kok, memilih siapa saja yang akan dinikahi oleh Kak Rio." Ucap Cinta yang membuat Rio cukup direndahkan oleh Cinta saat ini.


Rio hanya terperangah tidak percaya atas ucapan Cinta saat ini. Tapi Rio sadar, akan dirinya yang tidak memiliki apa-apa. Mana mungkin seorang putri pengusaha kaya, yang sengaja kabur dari perjanjian pernikahan antara Papanya dan teman Papanya itu. Memilih menikah dengan Rio yang hanya sekedar supir pribadinya.


" Haahh!!! Jadi Dedek ingin menikah denganku hanya untuk bersandiwara, ya ampun dek,, pernikahan mana bisa dijadikan bahan untuk sandiwara." Gumam Rio yang terperangah mendengar ucapan Cinta yang hanya ingin menikah sekedar penyamaran saja.


" Tapi benar juga mana mungkin, dia mau menikah denganku, secara tiba-tiba seperti ini, aku terlalu berharap atas idenya itu." Bilang Rio yang mengerti atas keinginan Cinta ini.


Oh itu tidak mungkin,,


Rio merasa hampa, atas keinginan Cinta saat ini. Memang benar, Cinta ingin agar Rio bisa bebas setelah mereka menikah, tapi, Rio merasa bahwa dirinya sangat rendah di mata Cinta.


Tapi Rio sangat berhati besar, sehingga apapun keinginan terbaik untuk Cinta pasti akan dilaksanakannya, walaupun itu sangat menyakitkan hatinya seperti saat ini.


" Aku sadar, Dek, mana mungkin seorang perempuan putri dari orang kaya mau menikah nyata dengan laki-laki seperti diriku ini, baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu, asalkan kamu bisa bahagia." Bilang Rio sambil tersenyum memandang Cinta.


Karena, terlihat Rio sedang melamun memandangi dirinya, akhirnya Cinta mengagetkan Rio dengan suaranya itu.


" Kak, Kak Rio,," Tanya Cinta yang membuat kaget Rio.


" Akh, iya Dek,," Ucap Rio yang memang baru sadar atas lamunannya itu.


" Kak Rio melamun, ngelamunin apa,," Tanya Cinta yang menerka pemikiran Rio saat itu.


" Cuma, Kakak bingung aja atas pemikiran jernih Dedek ini, dengan kita menikah maka orang kampung tidak akan mengusik dan mengatakan hal yang bukan-bukan tentang kita nanti." Bilang Rio yang terdengar sangat membanggakan idenya Cinta ini.


" Nah, betul Kak,, gimana Kakak setuju kan, kalo kita menikah ?" Tanya Cinta sekali lagi.


" Kalo menikah adalah jalan yang terbaik untuk kita, baik Kakak setuju,," Ucap Rio dengan penuh keyakinan.


" Makasih Kak Rio, udah selalu bantuin Cinta." Bilang Cinta yang sangat berterima kasih pada Rio saat ini.


" Kalo begitu, kita menikah sebelum sampai di kampung nanti, atau sesudah sampai kampung, kak,," Tanya Cinta dengan idenya itu meminta pendapat dari Rio.


" Eehhh menurut Kakak lebih baik sebelum sampai kampung, Dek, supaya setelah sampai kampung, orang kampung tahu kalo kita udah menikah dan udah jadi suami istri, gitu,," Jawab Rio yang memiliki ide sangat memuaskan bagi Cinta.


Cinta pun mengangguk dan berpikir jeli tentang pendapat dari Rio saat ini.


" Eeemmm, bener juga ya Kak,," Ucap Cinta yang merasa bahwa pendapat Rio sangat tepat sekali.


" Iya Dek, jadi saat sampai di kampung, orang kampung tahu, bahwa Dek Cinta adalah istri Kakak,," Bilang Rio yang sangat tepat sekali.


" Baiklah, Kalo gitu, Cinta setuju atas ide Kak Rio." Ucap Cinta yang merasa senang saat ini Rio mendukung idenya itu.


Cinta yang tersenyum puas dan senang lalu kembali membalikkan tubuhnya ke arah depan lagi.


Sementara itu, Rio hanya bisa tersenyum pasrah melihat Cinta yang sangat senang sekali atas ide konyolnya ini. Ya, memang saat ini Cinta ingin menikah palsu atau sekedar melakukan sandiwara dalam pernikahan nanti.


Tapi, Cinta tidak tahu bahwa Rio yang setuju atas idenya itu, melakukan pernikahan ini dengan setulus hatinya. Karena, Rio sama sekali tidak ingin melakukan pernikahan hanya sekedar main-main.


" Dek, maafkan Kakak, yang gak bisa untuk melakukan sandiwara dalam ide ini, karena, pernikahan adalah sebuah janji hidup yang sakral, jadi, Kakak gak mau, kalo kita menikah nanti hanya untuk sekedar bermain atau bersandiwara di depan orang kampung. Tapi, Kakak akan membuat pernikahan menjadi kenyataan untuk kita. Karena, kakak gak mau mempermainkan kodrat dalam sahnya sebuah pernikahan. Semoga, Dedek bisa mengerti nanti, dan semoga Dedek tidak membenci Kakak,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum tipis melihat Cinta yang sangat bahagia sekarang.


Cinta lalu menoleh kembali ke arah Rio, Karena ia melihat tidak ada pergerakan dari Rio untuk menjalankan mobilnya lagi.


" Kak,, kok gak jalan,," Ucap Cinta yang menegur Rio, karena, Rio sedang melamun yang menoleh ke arahnya.


" Akh,, iya dek,, ini Kakak mau jalan,," Ucap Rio yang spontan tersenyum tipis dan memasang safety belt nya lagi.


" Hem,, Kak Rio melamun melulu sih,," Ucap Cinta yang tersenyum melihat Rio.


" Oh iya Kak,, Kalo Kakak ada ide lagi untuk tempat kita menikah nanti, gak apa-apa kok Kak, dibicarakan sambil kakak nyetir mobilnya,," Ucap Cinta yang serius atas permainan idenya itu.


" Iya dek,, Kakak sambil jalan aja ya," Bilang Rio yang telah menghidupkan mesin mobilnya.


" Baik Kak," Ucap Cinta mengangguk.


Cinta tidak tahu bahwa Rio sangatlah mengerti dan menjunjung tinggi dari arti sebuah pernikahan sehingga membuat Cinta saat ini hanya tahu bahwa idenya itu sangat disetujui oleh Rio.


Apakah nanti Rio bisa membuat Cinta jatuh Cinta padanya ?


***


Simak aja kisah selanjutnya dari Cinta da Rio ya Readers ❤️❤️


Author


🌹 Vira Lydia🌹