
Sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan Rio yang saat ini sudah sangat terlihat jelas bahwa ia tidak mau berpisah jauh dari Cinta itu. Hal itu membuat Cinta merasa senang walaupun Cinta masih terasa akan rasa malu di dalam hatinya. Namun rasa malu itu perlahan-lahan bisa ditepis oleh Cinta.
" Heemmm, Kak Rio, Cinta merasa bahagia sekali ketika mendengar ucapan Kak Rio yang ingin memanggil Cinta dengan sebutan sayang,," Ucap Cinta dalam hati sambil melihat punggung Rio yang membelakangi tubuhnya.
" Cinta akan melakukan apapun untuk menyatukan dan mempererat hubungan yang telah kita lakukan ini Kak, cinta kita berdua akan menyatu dengan beriringnya rasa serta waktu yang selalu membuat kita bersama,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum menatap punggung Rio.
Agar hubungan yang sedang dibina oleh Cinta dan Rio semakin bertambah erat dan juga bertambah besar juga kepercayaan diri dalam satu sama lain. Oleh sebab itu, Cinta segera duduk di toilet dan melakukan keinginannya untuk buang air kecil.
Saat ini Cinta sedang buang air kecil dan karena dihimpit oleh pahanya itu jadinya suara dari cara Cinta membuang air kecilnya itu sama sekali tidak terdengar oleh Rio. Dan Rio hanya mendengar suara air dari kran, ketika Rio ingin membalikkan tubuhnya menghadap Cinta kembali, dengan segera Cinta melarang kelakuan Rio itu.
" Eeiittss, Kak Rio jangan boleh dulu, Cinta belum selesai,," Seru Cinta yang melarang Rio untuk segera berbalik menoleh ke arahnya itu.
" Ooohhh iya dek, maaf,," Ucap Rio segera kembali lagi ke posisinya.
Lalu, setelah selesai melakukan memasang semua pakaiannya itu Cinta segera melangkah mendekati Rio dan memeluk Rio dari belakang. Sambil memeluk erat tubuh Rio dari belakang Cinta memberikan sebuah pertanyaan yang diajukannya.
" Eemmm, yuk keluar, Cinta udah selesai,," Bilang Cinta sambil memeluk erat tubuh Rio dari belakang.
" Udah sayang ?" Tanya Rio sambil berbalik.
" He'eh, ayo keluar,," Ajak Cinta pada Rio sambil menarik lembut lengannya.
Tentu saja Rio langsung mengangguk dan mengikuti langkah Cinta yang lebih dahulu melangkah keluar dari kamar mandi ini. Sambil melangkahkan kakinya keluar Cinta segera bertanya apa yang dibawakan oleh Rio dari luar.
" Kak Rio bawa apa dari luar ?" Tanya Cinta sambil menolehkan wajahnya melihat Rio.
" Bawa sarapan sayang,," Jawab Rio langsung.
" Sebelum kita check out, kita sarapan dulu ya,," Bilang Rio sambil merangkul tubuh Cinta dari belakang.
" Oke, tapi maunya disuapin,," Bilang Cinta dengan gaya manjanya.
" Hehehehe siap istriku,," Jawab Rio tertawa kecil.
Saat ini Cinta dan Rio sudah sampai di tempat meja dan kursi ruangan kamarnya itu. Dengan segera Rio memberikan tempat duduk untuk Cinta lalu mempersilahkan Cinta untuk segera duduk dan Rio sendiri duduk di hadapan Cinta. Namun, karena Cinta tidak mau duduk berhadapan dengan Rio melainkan duduk di sampingnya Rio dengan segera juga Cinta berpindah ke sebelah Rio.
" Silahkan duduk sayang,," Ucap Rio yang memberikan tempat duduk untuk Cinta.
" Terima kasih, Kak,," Jawab Cinta tersenyum.
Dan Rio langsung duduk di hadapannya Cinta, karena, melihat Rio duduk di hadapannya dengan segera Cinta berkomentar lagi.
" Loh kok duduk disana, nggak duduk disini ?" Tanya Cinta langsung pada Rio
" Memangnya kenapa sayang ?" Tanya Rio balik tentang posisi duduknya itu.
" Ya, kalau duduk disana jauh Kak, gimana Kak Rio mau nyuapin Cinta,," Bilang Cinta dengan jelas pada Rio.
" Iya juga ya,," Jawab Rio ketika melihat posisi tempat duduknya.
" Ya udah biar Cinta aja yang pindah duduk disana,," Bilang Cinta dengan segera berpindah ke tempatnya Rio.
" Hehehehe sini sayang,," Ucap Rio sambil menepuk tempat duduk di sampingnya.
Dengan wajah yang cemberut Cinta berpindah ke tempat duduknya Rio. Dan setelah Cinta sudah berpindah ke sebelahnya Rio, Rio melihat di wajahnya Cinta saat ini terlihat sedikit cemberut. Oleh sebab itu Rio langsung menciumi pipinya Cinta dengan kecupan yang sangat dalam untuk meredakan rasa kesal di hari Cinta saat ini.
" Mmuuaacchh, udah jangan cemberut sayang, nanti cantiknya hilang loh,," Ucap Rio setelah memberikan ciuman tepat di pipinya Cinta.
" Iiihhh siapa juga yang cemberut, Cinta sama sekali nggak cemberut, hanya sedikit kesal,," Bilang Cinta dengan jelas pada Rio.
" Eehhh nggak boleh kesal sayang, kalo kesal itu tandanya sayang itu marah ama Kakak,," Bilang Rio yang terdengar sedang memberikan nasehat kepada Cinta.
" Heemmm iya pak guru suamiku tersayang,," Gumam Cinta langsung hingga membuat Rio memeluk erat tubuh Cinta dan menciumi lagi pipinya itu.
" Eeemmm, Kak Rio sayang banget sama Dedek, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Kakak ya,," Bilang Rio spontan saat sedang memeluk tubuh Cinta.
" Heemmm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
Karena, saat ini Cinta dan Rio saling bertatapan dan dalam posisi berpelukan, dengan lucunya Cinta memberikan sebuah celetukan hingga membuat Rio tertawa kecil mendengar celetukan perkataan dari Cinta.
" Eemmm Kak, kapan makannya jika kita berpelukan terus kayak gini,," Celetuk Cinta yang membuat Rio tertawa.
" Hahahaha iya ya dek, maaf ya, ya udah ayo kita makan,," Bilang Rio dengan segera membuka bungkusan yang dibawakannya dari luar.
Sambil membuka bungkusan yang dibawakannya dari luar itu berupa makanan semuanya dan Cinta hanya melihat saja apa yang sedang Rio lakukan itu. Untuk sesaat Cinta teringat akan benih ikan yang telah dipesankannya kemarin, apakah Rio sudah memberitahukan kepada penjual benih ikan itu bahwa hari ini mereka akan segera pulang kampung.
Oleh sebab itu sebelum makannya dimulai, lagi-lagi Cinta memberikan sebuah pertanyaan kepada Rio mengenai tujuan mereka saat keluar dari kampung seperti ini.
" Oh ya Kak, apa Kak Rio udah kasih tahu ama penjual benih ikan itu kalo kita pulang hari ini ?" Tanya Cinta pada Rio sambil ikut membantu Rio membuka makanannya.
" Udah dek,," Jawab Rio langsung.
" Karena, saat Kakak keluar tadi, lokasi benih itu tidak terlalu jauh bukan dari sini, makanya sebelum beli sarapan ini, Kak Rio kesana dulu untuk kasih info bahwa benih ikannya diantar hari ini juga ke kampung kita,," Sambung Rio lagi memberikan sebuah jawabannya pada Cinta.
" Ooohh, jadi saat kita pulang nanti, nggak perlu lagi kesana ya,," Bilang Cinta lagi pada Rio.
" Nggak perlu dek, kita langsung belanja barang keperluan di rumah aja nanti, terus setelah itu kita pulang ke kampung,," Jawab Rio pada Cinta.
" Nanti benihnya dianterin sendiri oleh supir penjualnya ke tambak kita,," Sambung Rio lagi pada Cinta.
" Oohhh gitu, ya udah, kalo gitu clear, nggak ada kerjaan lagi,," Bilang Cinta sambil membuka bungkusan makanan di tangannya.
" He'eh dek,," Jawab Rio sambil menoleh ke arah Cinta dan tersenyum.
Setelah selesai membuka semua makanannya dan telah siap untuk disantap bersama. Sebelum menyantap sarapan paginya itu, Rio dan Cinta berdoa terlebih dahulu dan setelah berdoa barulah Rio menyuapkan makanannya pada Cinta, begitu juga dengan Cinta menyuapkan makanan kepada Rio. Jadi, saat ini Rio dan Cinta saling menyuapkan makanan satu sama lain biar lebih berasa romantisnya.
" Aaaa,, sayang,," Bilang Rio sambil menyendokkan makanan ke dalam mulut Cinta.
" Eemmm, Aaaa,," Ucap Cinta sambil membuka mulutnya.
" Gitu donk, biar cepet gede badannya,," Bilang Rio sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya Cinta.
" Emang badan Cinta gak gede apa Kak ?" Tanya Cinta di sela sedang mengunyah makanannya.
" Gede sih, tapi, masih kecil,," Bilang Rio seolah sedang mengukur tubuh Cinta.
" Kunyah dulu makanannya sayang, nanti kalo udah selesai ngunyah baru ngomong,," Ucap Rio sambil sedikit membersihkan mulut Cinta yang belepotan karena disuapin olehnya itu.
" Heemm,," Jawab Cinta mengangguk.
Dengan perlahan Cinta mengunyah makanannya dan setelah itu Cinta mengambil sendok untuk menyuapi Rio makan juga. Setelah selesai mengunyah makanannya itu barulah Cinta menyuapi Rio dengan sarapan pagi ini juga.
" Sekarang giliran Kak Rio, Aaaa,," Bilang Cinta sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya Rio.
" Aaaa,," Ungkap Rio sambil mulutnya.
" Makasih sayang,," Bilang Rio setelah makanan itu masuk ke dalam mulutnya.
" Kak Rio yang perlu makan banyak supaya bisa selalu kuat untuk jagain Cinta,," Bilang Cinta sambil menyendokkan lagi makanan untuk dimasukkan ke dalam mulutnya Rio.
" Hehehehe, Dedek, Dedek ada-ada aja,," Jawab Rio sambil mengelus lembut rambutnya Cinta.
" Ya udah kita makan bareng ya sayang,," Bilang Rio yang juga mengambil sendok untuk menyuap makanan kepada Cinta.
" He'eh,," Jawab Cinta mengangguk.
Sambil tersenyum dan saling menyuapi makanan pada pagi ini, sarapan di pagi ini merupakan sarapan terakhir mereka berdua saat check ini di dalam kamar Villa ini. Walaupun menyantap makanan dengan makanan yang sederhana, Cinta dan Rio merasa begitu bahagia sekali dengan momen kebersamaannya ini.
Setelah selesai sarapan bersama, Rio dan Cinta segera bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya ini. Dan seperti biasa sebelum keluar dari kamar Villa ini, Cinta selalu mengecek ulang apa saja yang ketinggalan di dalam kamar ini.
Terlihat Cinta saat ini sedang mondar-mandir melihat di setiap sudut apakah masih ada barang-barang yang belum terambil olehnya dan juga oleh Rio. Setelah merasa cukup puas dalam memeriksa keadaan sudut kamar Villa ini barulah Cinta mengajak Rio untuk segera keluar.
" Sebelum keluar dari kamar, Cinta mau ngecek dulu ya Kak,," Bilang Cinta setelah selesai menyantap sarapannya itu.
" Aaahh iya dek,," Jawab Rio yang sedang merapikan bekas mereka sarapan pagi.
Setelah membuang bekas plastik sarapan itu ke dalam tempat sampah, Rio melihat kesibukan Cinta yang sedang memeriksa setiap sudut di dalam kamar itu. Setelah melihat Cinta selesai melakukan pemeriksaan barang di dalam kamar villa ini barulah Cinta mengajak Rio untuk segera pergi.
" Udah selesai dek ?" Tanya Rio pada Cinta ketika melihat Cinta keluar dari kamar mandi.
" Udah Kak,," Jawab Cinta singkat.
" Nggak ada yang ketinggalan ?" Tanya Rio pada Cinta sekali lagi.
" Nggak ada Kak, udah Cinta periksa semuanya,," Jawab Cinta sambil tersenyum setelah selesai memeriksa keadaan kamar.
" Oohhh ya udah kalo gitu udah siap untuk pulang ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Siap donk, ayo," Jawab Cinta mengangguk.
Sambil memberikan lengannya untuk Cinta, Rio sengaja menggandeng Cinta disaat keluar dari Villa ini, karena, Cinta memang merasa nyaman jika digandeng oleh Rio seperti saat ini. Setelah selesai melakukan proses check out dari Villa itu, Rio segera membukakan pintu mobil untuk Cinta.
" Silahkan masuk istriku sayang,," Bilang Rio sambil memberikan sebuah kehormatan untuk Cinta.
" Hihihi, terima kasih Kak,," Jawab Cinta dengan lembut masuk ke dalam mobilnya.
" Jangan lupa pasang safety belt ya. sayang,," Bilang Rio sambil menutup pintu mobilnya.
" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta.
Setelah memastikan Cinta memasang safety belt, barulah Rio beralih melangkah menuju ke seberang mobil dimana tempatnya duduk sebagai seorang pengemudi. Sambil tersenyum Rio masuk ke dalam mobil dan memasang safety belt juga. Lalu, menyalakan mesin mobil dan segera meluncur ke jalan.
Setelah di jalan barulah Cinta menanyakan suatu hal identik dengan perasaan yang sedang dirasakan oleh Rio saat ini termasuk juga dengan perasaan yang sedang dirasakannya itu.
" Oh ya Kak, boleh Cinta nanya sesuatu ?" Tanya Cinta pada Rio.
" Apa Sayang ?" Tanya Rio balik pada Cinta.
" Eemmm, Kak Rio bener sayang ama Cinta ?" Tanya Cinta lembut pada Rio dengan tatapan penuh pertanyaan.
" Iya sayang, Kak Rio memang benar-benar sayang ama Dedek," Jawab Rio sambil membuka lengannya dan merangkul tubuh Cinta.
" Sini sayang, peluk Kak Rio,," Bilang Rio sambil merangkul tubuh Cinta.
" Eemmm iya Kak, makasih banyak,," Bilang Cinta sambil masuk ke dalam pelukannya Rio.
" Mulai sekarang Dedek jangan bimbang ya dan jangan takut, di dalam hati Kak Rio ini hanya ada satu orang saja, yaitu Cinta Clarissa Hendrawan, tidak ada wanita lain lagi di dalam kehidupan Kakak,," Bilang Rio lembut sambil mengecup kening Cinta.
" Eemmm, terima kasih, Kak Cinta percaya,," Bilang Cinta sambil mengecup balik pipinya Rio.
Setelah menciumi pipinya Rio itu dengan lembut, ternyata Rio meminta lebih dari itu. Yaitu meminta Cinta untuk mencium pipinya yang satu lagi.
" Sekali lagi Sayang, yang sebelah ini belum,," Bilang Rio sambil meminta kembali ciuman dari Cinta.
" Hehehehe iya sayang,," Jawab Cinta sambil menciumi lagi pipi Rio satunya lagi.
Namun, Rio merasa kurang puas dengan kelakuan Cinta yang sudah memberikan ciuman padanya itu. Rio ingin sekali meminta agar Cinta menciumi bibirnya juga, dan Rio juga memberanikan diri untuk meminta hal itu pada Cinta secara langsung.
" Eemmm terima kasih sayang,," Bilang Rio pada Cinta.
" Sama-sama, Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.
" Tapi, masih kurang sayang,," Bilang Rio dengan wajah memelasnya ketika menoleh ke arah Cinta.
" Kurang kenapa ?" Tanya Cinta dengan wajahnya penuh pertanyaan pada Rio.
" Eeemmm kurang satu lagi,," Bilang Rio pada Cinta.
" Iya apa Kak ?" Tanya Cinta ingin tahu.
" Kurang satu disini,," Jawab Rio sambil menunjukkan bibirnya sendiri.
" Aaahhh !" Gumam Cinta dengan ekspresi wajah kagetnya.
Jelas sekali Cinta kaget ketika melihat bagian tubuh yang ditunjukkan oleh Rio untuk dicium olehnya itu. Sebenarnya Cinta ingin sekali menciumi bagian tubuh yang telah ditunjukkan oleh Rio padanya itu, namun, karena mereka saat ini sedang berada di jalan, jadi hal itu tidak mungkin Cinta lakukan.
****