
Saat Rio memperlakukan kelembutan pada diri Cinta dan Cinta sendiri terlihat sedang mengangguk sambil tersenyum itu. Cinta sendiri merasa bahagia atas jawaban kejujuran dari Rio untuk dirinya itu, bahwa benar sekali Rio sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa pada wanita lain. Oleh sebab itu Cinta merasa lega sekali ketika mendengarkan penjelasan dari Rio yang bisa membuat hatinya begitu yakin dan tersentuh akan kejujuran dari jawaban Rio.
" Hehehehe syukurlah kalau Kak Rio nggak memiliki perasaan apa-apa pada wanita lain,," Gumam Cinta sambil menatap wajah Rio begitu dalam.
" Jika, Kak Rio memiliki perasaan kepada wanita lain, aku harus bertindak untuk melakukan sesuatu pada Kak Rio, biar Kak Rio tahu kalau aku juga bisa melakukan sesuatu untuk menarik kembali perhatiannya,," Ungkap Cinta yang masih menatap dalam wajah Rio.
" Karena, orang pertama yang menjadi istri Kak Rio adalah aku yaitu Cinta Clarissa Hendrawan, aku tidak boleh menyerah sedikitpun untuk mendapatkan kasih dan cinta dari Kak Rio,," Bilang Cinta lagi sambil melihat wajah Rio.
Saat ini Cinta bingung sendiri kenapa dia bisa mengagumi Rio, padahal dulunya saat ia selalu bersama Rio juga tidak pernah memiliki perasaan seperti ini. Sampai-sampai Cinta tersenyum sendiri menatap wajah Rio itu yang terlihat lebih tampan daripada biasanya.
" Kenapa dengan perasaanku saat ini ?" Tanya Cinta sendiri dalam hatinya.
" Kenapa aku bisa merasakan hal itu pada Kak Rio, ada rasa kagum dan juga sayang padanya,," Gumam Cinta lagi dalam hati yang masih menatap wajah Rio.
" Sepertinya Dedek sedang menatap wajahku dengan dalam,," Gumam Rio yang merasa mengetahui perasaan Cinta.
" Kira-kira kalau dijahili gimana ya reaksinya,," Bilang Rio lagi sambil perlahan mengangkat tangannya dan langsung mencubit hidung Cinta.
Saat Cintassxfsf sedang diam menatap wajah Rio, dengan jahilnya Rio mencubit hidung Cinta. Sehingga membuat Cinta menjerit kaget karena, merasa sedikit sakit di bagian hidungnya. Spontan hal itu membuat Cinta teriak kaget dan memukul paha Rio dengan pukulan cukup keras.
" Aaaawwwww, sakit Kak,," Teriak Cinta cukup kuat karena menahan rasa sakit di bagian hidungnya.
" Hahahaha ngapain melamun ya ?" Tanya Rio setelah melepaskan tangannya dari hidungnya Cinta.
Setelah terlepas hidungnya akan cubitan dari Rio, dengan segera Cinta membalas perbuatan Rio. Yaitu langsung menepuk keras pahanya Rio, tentu saja hal itu membuat Rio berteriak juga hingga mengejar Cinta yang sengaja berlari masuk ke dalam kamarnya.
PLAAKK !!
Pukulan keras yang dilakukan oleh Cinta terhadap pahanya Rio.
" Aaaawwwww dek, ya ampun,," Seru Rio merasa sedikit sakit juga di bagian pahanya.
" Hehehe gantian, makanya jangan gangguin Cinta." Seru Cinta sambil tertawa senang masuk ke dalam kamarnya.
" Iiihhhh Dedek, mulai jahil ya sekarang,," Seru Rio yang ikut bangkit dari duduknya dan mengejar Cinta ke kamar.
" Hehehehe siapa yang jahil duluan, Cinta atau Kak Rio,," Seru Cinta balik pada Rio.
Sehingga membuat Rio langsung mengejar Cinta sampai ikut masuk ke dalam kamarnya Cinta dan menangkap tubuhnya Cinta. Saat mendapatkan tubuhnya Cinta tentu saja Rio langsung menggelitik perut Cinta seperti biasa yang dilakukannya saat di tambak.
" Yes, dapat, hayooo gak bisa lagi kan gangguin Kak Rio,," Bilang Rio sambil memeluk tubuh Cinta.
" Oke, oke, oke, Cinta kalah,, jangan kelitik lagi Kak, geli,," Seru Cinta sambil tertawa menahan geli di bagian perutnya.
Setelah cukup lama perut Cinta di gelitikin oleh Rio, barulah Rio melepaskan tindakannya itu hingga membuat Cinta bernapas terengah-engah dan tentu saja membuat Rio sendiri ingin sekali menciumi bibirnya Cinta yang begitu terlihat cantik seksi sekali.
" Dek,," Panggil Rio pada Cinta.
" Eeemmm ya Kak,," Jawab Cinta langsung menoleh ke arah Rio.
Saat Cinta menoleh itu, Rio ingin sekali menciumi wajah cantik itu, namun, hal itu diurungkannya karena, ia takut nanti Cinta akan marah karena tindakan spontanitasnya itu. Dan, setelah melihat Cinta yang menoleh ke arahnya itu membuat Rio mengalihkan pandangannya dan pembicaraannya menuju ke hal lain.
" Eemmm kalau Dedek mau bobo, ya udah tidur aja, Kak Rio mau periksa semua keadaan luar rumah dulu ya dek,," Ucap Rio sambil mengelus lembut rambutnya Cinta.
" Heemm oke Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
" Ya udah Kak Rio keluar dulu ya dek,," Bilang Rio lembut.
" Dan, ingat jangan pernah mempercayai ucapan wanita lain, Kak Rio sampai saat ini tidak memiliki rasa cinta kepada siapapun dek, jadi jangan khawatir bahwa Kak Rio tidak akan pernah meninggalkan Dedek ya,," Ucap Rio lembut memberikan tatapan kasih pada Cinta.
" Heemm ya Kak, sampai kapanpun juga Cinta mempercayai Kak Rio,," Bilang Cinta sambil memberikan senyuman kepercayaan kepada Rio.
Setelah memberikan sebuah peringatan kepercayaan diri kepada Cinta barulah Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu kamar. Dan, Rio saat ini sudah berada di luar kamar, sedangkan Cinta sendiri mempersiapkan tempat tidurnya, ketika Cinta ingin merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Untuk sesaat Cinta merasa canggung dan juga takut sendirian di dalam kamar itu.
" Kenapa aku merasa takut ya," Gumam Cinta saat berada di dalam selimutnya.
" Mending aku ikuti Kak Rio aja, daripada aku sendirian di dalam kamar ini,," Sambung Cinta lagi sambil keluar dari dalam selimut dan mengejar Rio ke arah luar kamar.
Saat Cinta keluar dari kamarnya, Cinta mencari keberadaan Rio dan Cinta melihat bahwa pintu luar sedikit terbuka, dengan segera Cinta keluar dari rumah. Dan, begitu terasa sekali bahwa udara di luar sangat dingin sehingga membuat Cinta merasa kedinginan.
" Dimana Kak Rio,," Gumam Cinta sambil mencari keberadaan Rio saat berada di luar rumah.
" Mana dingin lagi,," Bilang Cinta lagi sambil mengelus kedua tangannya sendiri.
" Eeemmm itu Kak Rio,," Gumam Cinta ketika berhasil menemukan keberadaan Rio.
" Ternyata dia sangat tampan, suamiku memang benar-benar tampan,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat Rio berada.
Ketika Cinta sedang mencari keberadaan Rio dan Cinta akhirnya bisa melihat bahwa Rio saat ini sedang memeriksa keadaan keamanan mobilnya. Dengan tersenyum Cinta langsung saja keluar dari teras dan memeluk tubuh Rio dari belakang, sedangkan cuaca saat ini terlihat akan turun hujan karena, ditandai dengan adanya angin cukup kencang.
Pada saat Cinta memeluk lembut tubuhnya Rio dari belakang itu, membuat Rio sedikit kaget dan langsung memegang kedua tangannya Cinta yang sedang memeluknya itu.
" Cinta gak berani sendirian di kamar,," Jawab Cinta langsung dan menempelkan kepalanya di bagian belakang tubuhnya Rio.
" Hehehehe kenapa gak berani, kan Kak Rio hanya diluar dek, lagi memeriksa keadaan mobil dan juga rumah,," Bilang Rio sambil tersenyum melihat kelakuan Cinta dari balik kaca mobil.
" Heemm pokoknya Cinta gak berani,," Bilang Cinta yang masih menempelkan kepalanya di bagian belakang Rio.
" Tapi diluar dingin dek," Bilang Rio lagi pada Cinta.
" Cinta lagi melukin Kak Rio dari belakang jadi gak dingin hehehe,," Ungkap Cinta tidak merasa malu.
" Iya, iya, Dedek memang selalu benar,," Bilang Rio sambil menarik tubuh Cinta dan memeluk balik tubuh Cinta ke bagian depan.
Betapa kagetnya Cinta ketika merasakan tubuhnya sendiri sudah dipeluk oleh Rio dari bagian depan. Dan, membuat wajahnya memerah karena merasa malu atas tindakannya itu. Setelah selesai memeriksa semua keadaan mobil dan rumah dengan segera Rio mengangkat tubuhnya Cinta dan Cinta sendiri cukup terkejut ketika tubuhnya sudah berada di dalam gendongan Rio.
" Aaaauuuuwww, ya ampun Kak Rio,," Seru Cinta kaget ketika tubuhnya sudah berada di dalam gendongan Rio.
" Hehehehe, nggak apa-apa kan kalau Kak Rio gendong Dedek ?" Tanya Rio menatap wajah Cinta.
" Karena, sudah terlanjur digendong, ya nggak apa-apa Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.
Dengan segera Rio membawa Cinta masuk ke dalam rumahnya dan tidak sengaja ada seorang wanita yang melihat kelakuan Rio bersama dengan Cinta saat sedang berada di luar rumahnya itu. Wanita itu sungguh muak melihat tingkah Cinta yang begitu suka sekali menempel pada tubuh Rio.
" Heh!! dasar wanita murahan, lihat saja kau, sampai kapanpun aku harus bisa mendapatkan Mas Rio dari tanganmu,," Umpat wanita itu dengan kesal di dalam kegelapan malam.
Setelah sampai di dalam rumahnya Rio belum menurunkan tubuhnya Cinta dan mengunci pintu rumahnya dengan sangat mudah. Sedangkan Cinta sendiri meminta untuk diturunkan oleh Rio, karena sudah berada di dalam rumahnya itu.
" Kak Rio turunin Cinta, udah sampai di dalam rumah juga,," Bilang Cinta sambil terdengar sedikit merengek.
" Heemmm nanti dek,," Jawab Rio tersenyum.
" Kita udah di dalam rumah kak, jadi turunin aja dulu Cinta,," Pinta Cinta lagi pada Rio.
" Ya udah iya Kak Rio turunin ya,," Ucap Rio dengan perlahan menurunkan tubuhnya Cinta dari gendongannya itu.
Setelah tubuhnya Cinta diturunkan oleh Rio, dengan segera Cinta melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya sambil memberikan sebuah pesan kepada Rio yang sedang sibuk mengunci semua pintu dan juga jendela.
" Kak Rio, malam ini tidur bareng Cinta lagi di kamar,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Saat mendengar ucapan Cinta seperti itu membuat Rio sedikit tersenyum dan tercengang dan Rio sendiri hanya bisa mengangguk mengikuti kemauan dari istrinya itu.
" Baik dek, nggak apa-apa kan, kalau Kak Rio lagi meriksa keadaan rumah,," Ucap Rio menoleh ke arah Cinta.
" Ya, nggak apa-apa Kak, Cinta tunggu di kamar, jangan bohong,," Seru Cinta lagi yang terdengar memaksakan sesuatu kepada Rio.
" Hehehehe iya dek, pasti Kak Rio akan tidur di kamar bersama Dedek lagi,," Ucap Rio sambil tersenyum mengunci jendela rumahnya.
Saat ini Cinta sudah sampai ke dalam kamarnya, sedangkan Rio sendiri sedang memeriksa keadaan semua jendela di dalam rumahnya itu. Saat Rio akan mengunci jendela yang terakhir, begitu jelas sekali dari penglihatan Rio, Rio melihat sendiri bahwa ada sebuah mobil yang sedang mengintai rumahnya itu. Karena, merasa ada seseorang yang sengaja sedang mengintai keberadaan dan kebersamaan yang dilakukan Cinta bersama Rio membuat Rio merasa yakin bahwa itu adalah Rossa.
" Sepertinya ada yang sedang mengintai pergerakan kami berdua,," Gumam Rio saat menutup jendela rumahnya.
" Apakah itu Rossa ?" Tanya Rio penasaran dengan orang yang sedang berada di dalam mobil itu.
" Ya, itu pasti Rossa, karena, tidak ada seorang warga di kampung ini yang memiliki mobil seperti dia,," Ucap Rio yang menebak bahwa orang yang sedang mengintainya itu adalah Rossa.
Karena, sudah merasa bahwa orang itu adalah Rossa, sambil tersenyum senang Rio sama sekali tidak memperdulikan kelakuan Rossa yang sedang mengintainya itu. Karena, lebih baik kehidupan rumah tangganya diintai oleh seseorang seperti Rossa, yang telah berani bermain licik di belakangnya dengan sengaja memberikan sebuah permainan untuk Cinta.
" Bodoh amat jika kamu mengintai aktivitas keseharian yang dilakukan olehku dan juga Istriku Rossa. Jika nanti Istriku benar mencintai aku, maka akan aku buktikan bahwa betapa berharganya sifat kebaikan yang ada dari wanita seperti istriku,," Ucap Rio sambil tersenyum sinis saat melihat kelakuan Rossa mengendap di tempat yang gelap itu.
" Untuk saat ini, yang terpenting adalah mendapatkan kasih sayang sesungguhnya dari istriku yang sedang berada di dalam kamar." Gumam Rio senang sambil memadamkan semua lampu di dalam rumahnya itu.
Sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, tidak lupa Rio mengunci pintu kamarnya itu. Dan Rio tersenyum ketika melihat wajah istrinya sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.
" Heemm ternyata udah tidur,," Ucap Rio ketika melihat wajah Cinta yang sudah tertidur pulas.
Dengan segera Rio mendekati Cinta yang sudah lama tertidur itu, perlahan Rio merebahkan tubuhnya di sebelah Cinta sambil membetulkan selimut yang digunakan Cinta, Rio sendiri mulai membetulkan selimut itu untuknya. Tak disangka Cinta yang sudah nyenyak dalam tidurnya langsung bergelung ke dalam tubuhnya Rio.
" Ya ampun dek, Dedek mau pelukan dari Kak Rio, baiklah jangan Dedek yang memeluk, biarkan Kak Rio saja yang memeluk tubuhmu sayang,," Gumam Rio sambil memiringkan tubuhnya dan langsung mendekap tubuhnya Cinta dengan erat.
Tentu saja hal itu membuat Cinta semakin nyenyak dalam tidurnya, karena, merasakan kehangatan yang didapatkan oleh tubuhnya dari tubuh Rio sendiri. Tidak lupa Rio mengambil kesempatan untuk menciumi bibir Cinta kembali, karena, hal itu begitu nikmat bagi Rio setelah mendapatkan ciuman pertamanya saat ia tidur bersama dengan Cinta kemarin.
" Maafkan Kak Rio, jika Kak Rio lancang sayang,," Gumam Rio sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Cinta.
Dengan lembut tapi pasti malam ini Rio kembali mendapatkan kelembutan bibir dari istrinya itu. Namun, malam ini ternyata Cinta juga bisa merasakan bibirnya yang sedang dicium lembut oleh Rio itu. Dan, sedari tadi Cinta berpura-pura tertidur, karena, Cinta ingin mengetahui apa saja yang dilakukan Rio sebelum ia tidur bersama dengannya itu.
" Oh My God, ternyata Kak Rio menciumi bibirku,," Gumam Cinta yang masih memejamkan matanya dan ikut terbenam merasakan kenikmatan dari bibirnya itu.
Betapa terkejutnya Cinta ketika merasakan perlakuan lembut dari Rio untuknya itu. Karena, baru kali ini Rio dengan beraninya menciumi bibirnya itu, dan Cinta sendiri malah merasa bahagia ketika mendapatkan sebuah perlakuan lembut dari seorang suaminya itu.
****