Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 59 Perhatian


Sambil tertawa geli Cinta segera menutup pintu kamar dan kembali membersihkan kamarnya itu, setelah selesai dibersihkan dengan seadanya barulah Cinta merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Saat tubuhnya sudah berada di atas tempat tidur begitu terasa nikmat sekali.


" Eeemmm, udah berapa lama ya kira-kira perjalanan yang kulakukan bersama Kak Rio." Gumam Cinta sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" Kayaknya udah lebih dari setengah bulan kali ya, aku merasa tubuh ini udah lama banget nggak tidur di atas kasur kayak gini,," Gumam Cinta sambil nyengir kuda sendiri.


Karena, memang benar sekali sudah beberapa hari ini Cinta sungguh penat merasakan tubuhnya saat ia harus tidur di dalam perjalanan dan pastinya bukan posisi tidur yang sebenarnya. Walaupun hanya dua malam tidur di hotel, hal itu tidak membuatnya merasa nyaman. Dan, baru kali ini Cinta merasakan suatu hal yang begitu nikmat dalam tubuhnya ketika tubuhnya sudah direbahkan di atas tempat tidur.


" Eemmm, lelah, ngantuk lebih baik langsung bobo,," Gumam Cinta yang merentangkan tangannya di atas tempat tidur cukup luas itu.


Cinta tidak memikirkan Rio yang sedang berada di luar dalam kondisi tidak memiliki bantal juga selimut untuk tidurnya. Karena, terlalu asyik dengan pemikirannya itu, sehingga membuat Cinta lupa akan diri Rio sang pemilik rumah tidur diluar dalam keadaan tidak memiliki benda apapun.


Saat jarum jam sudah menunjukkan angka sepuluh malam, barulah Rio merasakan kantuk dalam matanya, sehingga Rio sudah tidak sanggup lagi melihat acara di televisi. Dengan segera Rio bangkit dari duduknya dan memadamkan televisi yang sedang ditontonnya itu. Sudah berapa kali Rio menguap menandakan bahwa dirinya memang benar-benar mengantuk.


" Hoaaammm, ngantuk, lebih baik aku langsung tidur,," Ucap Rio sambil menutup mulutnya karena, menguap dan memadamkan lampu ruangan yang tidak digunakan.


Setelah memadamkan semua lampu Rio melihat suasana di ruangan tv saat ini hanya ada karpet duduk yang cukup tebal, namun, sama sekali tidak ada bantal dan juga selimut. Rio lupa akan barang yang akan digunakan untuk dirinya isitirahat malam ini, seharusnya sebelum Cinta masuk ke dalam kamar Rio harus lebih dahulu mengambil bantal dan selimut untuk digunakan dirinya saat tertidur.


" Aduh, kenapa aku sampai lupa untuk menyiapkan bantal dan selimut dulu tadi, sebelum Cinta tidur,," Bilang Rio yang bingung melihat benda untuk digunakan saat tertidur tidak ada satupun di ruang tv sekarang.


Namun, barang itu semua tidak ada, Rio ingin sekali mengetuk kamar Cinta, tapi Rio tidak mau bila ketukan pintu darinya itu bisa mengganggu tidurnya Cinta saat ini.


" Kalo aku ngetuk pintu kamar, pastinya hal itu bisa mengganggu Dedek saat tertidur." Gumam Rio yang berniat untuk mengetuk pintu kamar.


" Aaakkhh lebih baik nggak usah, daripada gangguin tidurnya Dedek, lebih baik aku ambil sarung di dalam ruang sholat dan bantal di atas sofa,," Gumam Rio yang berinisiatif menggunakan benda lain untuk digunakannya saat tertidur.


Dengan segera Rio mengambil bantal kecil di atas sofa dan meletakkannya ke atas karpet, lalu, masuk ke dalam ruang sholat dan Rio segera mengambil sarung untuk digunakannya sebagai selimutnya malam ini. Setelah semuanya selesai barulah Rio duduk dan bersiap untuk tidur, saat Rio sedang merebahkan tubuhnya di atas karpet, Rio sama sekali belum tertidur sedikitpun, karena, dari siang tadi dia sudah lama tertidur dengan pulasnya efek dari obat penurun panas yang sudah diberikan oleh Cinta padanya.


Rio saat ini sengaja sedang menerawang sendiri menatap langit-langit rumah yang ada di atas pandangannya itu, tak disangka saat ini Rio sedang menyunggingkan senyumannya, karena, mengingat hal indah dan lucu baginya saat bersama Cinta setelah mereka menikah ini. Hal indah itu begitu jelas dirasakan oleh Rio, karena, sifat Cinta tidak lagi terlihat akan cuek dan juga angkuhnya itu.


" Heemm, ternyata Dedek begitu lembut sekali ketika, sudah sangat dekat dengannya dan juga bisa menghabiskan waktu dengannya itu," Gumam Rio sambil tersenyum.


" Jadinya aku bisa mengetahui bagaimana sifat aslinya Dedek Cinta yang begitu membuatku semakin bertambah yakin untuk menyayanginya." Bilang Rio lagi dalam hatinya sambil mengingat kembali suatu hal yang dilakukannya saat sedang makan bersama dengan Cinta.


Sebenarnya di dalam hati Rio sungguh mengharapkan ketulusan hati Cinta untuk mencintainya, semoga Cinta bisa mengetahui rasa cinta yang terdalam dan begitu lama ia pendam itu.


" Ya Tuhan, semoga istriku tahu apa yang selama ini aku rasakan terhadap dirinya. Aku begitu mencintainya, aku tidak ingin melepaskannya, walau pernikahan kami adalah pernikahan yang berpura-pura untuk dirinya, tapi, bagiku sendiri pernikahan ini adalah sebuah pernikahan yang begitu nyata dan sah bagiku. Oleh sebab itu, aku meminta pada-mu, semoga Cinta yang saat ini sudah sah menjadi istriku akan segera mencintaiku juga, Aminn,," Ucap Rio sambil memejamkan matanya berdoa dan berharap kepada Tuhan yang maha esa agar Cinta bisa mengetahui isi hatinya itu.


Setelah berdoa dengan harapan yang begitu panjang dan juga banyak, akhirnya Rio bisa juga tertidur pulas dengan hati yang sudah merasa lega, setelah memanjatkan doa dan harapannya kepada Allah SWT.


Walaupun hanya tidur dengan beralaskan karpet yang cukup tebal itu tanpa menggunakan selimut, tetap saja Rio merasakan tubuhnya begitu terasa dingin, karena, ia tahu bagaimana cuaca di kampungnya ini yang begitu terasa sangat dingin. Walau hanya menggunakan selimut sarung, Rio berusaha untuk menahan rasa dingin yang menyerang tidurnya itu, dengan posisi meringkuk akhirnya Rio bisa juga tertidur dengan pulas.


Sudah begitu larut malam dan juga terlewatkan dari pertengahannya, Cibga merasakan bahwa saat ini tubuhnya merespon ingin membuang air kecil, karena, Cinta merasa suasana malam di kampung ini begitu dingin sekali, sehingga membuat Cinta terbangun dengan sendirinya karena, efek dari respon tubuhnya yang ingin membuang air kecil, sebenarnya sudah lama Cinta menahan rasa itu, namun, tetap saja membuat hasrat tubuhnya untuk segera mengeluarkannya. Akhirnya, Cinta dengan segera terbangun dari tidurnya dan duduk.


" Iiiihhhh dingin sekali disini,," Gumam Cinta yang merasakan tubuhnya begitu dingin dan juga sedikit bergetar efek dari tubuhnya yang segera ingin membuang air kecil.


" Mau pipis,," Gumam Cinta segera bangun dan melangkahkan kakinya.


Cinta segera membukakan pintu kamarnya dan melihat semua ruangan diluar kamar gelap tanpa adanya penerangan sedikitpun, Untuk sesaat Cinta kaget ketika melihat suasana gelap itu dengan segera Cinta meraba tombol sakelar lampu dan menyalakannya.


" Kok gelap,," Gumam Cinta dengan suara khas bangun tidur di tengah malam.


Setelah menyalakan lampunya barulah suasana di depan kamarnya itu terlihat terang dan begitu jelas sekali. Sesaat Cinta mengelilingi pandangan matanya ke ruangan tv yang ada di depan pintu kamarnya itu, Cinta kaget ketika melihat Rio tertidur di atas karpet dengan tubuh yang meringkuk dan juga tanpa menggunakan bantal serta selimut yang layak.


" Loh, Kak Rio," Gumam Cinta saat melihat Rio tidur dalam keadaan meringkuk.


Dengan segera Cinta mendekati Rio dan sedikit melupakan tujuannya keluar dari kamar untuk membuang air kecil. Karena, matanya sudah fokus tertuju pada Rio yang sedang tertidur pulas dengan posisi tubuhnya meringkuk.


" Ya ampun Kak, kenapa tidurnya seperti ini,," Gumam Cinta ketika melihat Rio tidur dengan posisi tubuh meringkuk kedinginan.


" Kenapa gak bangunin Cinta sih, kalo gak ada bantal ama selimut,," Bilang Cinta sambil melangkahkan kakinya mendekati Rio.


Saat posisi Cinta sudah dekat dengan tubuhnya Rio, tangan Cinta menarik kain sarung yang menjadi selimut untuk menutupi tubuhnya Rio. Untuk memastikan keadaan Rio saat ini apakah masih demam atau memang benar sudah sembuh. Saat tangan Cinta menarik perlahan selimut itu, tiba-tiba Cinta kaget saat tangan Rio tidak sengaja menarik tangannya dan Cinta terkesiap jatuh dalam pelukannya Rio yang masih tertidur pulas itu.


" Waaaahhh Kak Rio,," Suara Cinta terkesiap kaget ketika tubuhnya jatuh menimpa tubuhnya Rio.


Karena, merasa ada seseorang yang menimpa tubuhnya itu, Rio bukannya terbangun dari tidurnya melainkan semakin menambah nyenyak dalam tidurnya. Karena, merasakan tubuhnya hangat faktor tubuh Cinta yang menimpanya itu.


" Kak Rio, iiihhh Kak Rio,," Ucap Cinta sambil menggoyangkan sedikit tubuh Rio, supaya Rio tahu bahwa saat ini tangannya digenggam erat oleh orang yang sedang tertidur ini.


Karena, melihat keadaan Rio sama sekali tidak bangun dari tidurnya itu, Cinta yang merasa bahwa dirinya sudah menimpa tubuhnya Rio, dengan perlahan melepaskan tubuhnya dari pelukan spontan yang Rio lakukan.


" Baiklah, jika aku masih disini dan menahan diri untuk buang air kecil, bisa, bisa aku akan pipis disini,," Gumam Cinta yang kembali merasakan getaran tubuhnya ingin buang air kecil sesegera mungkin.


Sambil bergerak sedikit perlahan akhirnya, Cinta berhasil terlepas dari pelukannya Rio, sambil mengatur napasnya yang sungguh terasa tegang dan sedikit malu itu, Cinta segera menjauhi tubuh Rio untuk kembali lagi ke kamar mengambil bantal dan juga selimut.


" Uuuuhhhhh, akhirnya bisa lepas juga,," Gumam Cinta merasa lega ketika tangannya bisa terlepas dari genggaman Rio.


Saat Cinta akan bangkit dari duduknya itu, Cinta mendengarkan suara Rio yang memanggil dirinya. Seketika, Cinta langsung menoleh ke belakang dan melihat mata Rio masih terpejam tapi, mulutnya menyebutkan nama Cinta.


" Dek, Cinta,," Gumam Rio dengan mata yang terpejam.


" Heemm, Kak Rio memanggilku," Bilang Cinta menoleh ke arah Rio.


" Tidur, tapi, kenapa memanggil namaku,," Gumam Cinta heran atas ucapan yang disampaikan Rio dengan kondisi mata yang terpejam.


Cinta segera berdiri dan menggelengkan kepalanya tersenyum melihat kelakuan Rio memanggil namanya namun matanya masih terpejam. Sehingga Cinta langsung berlari kecil menuju ke kamar mandi untuk tidak menunda keinginan hasratnya membuang air kecil.


" Uuuhhh lega,," Gumam Cinta saat keluar dari kamar mandi.


Setelah selesai melakukan keinginannya itu, Cinta segera masuk ke dalam kamar dan mengambil kasur lipat yang ada di sudut kamar. Setelah selesai mengambil kasur lipat barulah Cinta mengambil bantal yang ada di atas tempat tidurnya tidak lupa juga mengambil selimut yang sangat tebal untuk Rio tidur diluar ruang kamar.


" Heemm, sepertinya Kak Rio gak kedinginan lagi,," Gumam Cinta tersenyum sambil membawakan semua benda yang cukup banyak di tangannya itu.


Setelah sampai diluar kamar, Cinta sengaja membentangkan kasur lipat yang sudah disiapkan, setelah itu barulah Cinta memasangkan seprainya dan meletakkan bantal di atas kasur itu. Setelah merasa cukup rapi, barulah Cinta membangunkan Rio untuk berpindah posisi tidur di sebuah tempat yang sudah disediakannya itu.


" Kak Rio, Kak Rio,," Bilang Cinta yang membangunkan Rio untuk segera berpindah tempat.


Dari suara pertama Cinta yang sengaja membangunkan Rio itu. Rio sama sekali tidak bereaksi dengan panggilan yang dilakukan Cinta. Lalu, tanpa putus dari semangatnya Cinta kembali membangunkan Rio untuk berpindah tempat tidur.


" Uuuhhh kenapa susah banget sih bangunnya,," Gumam Cinta merasa geram dengan Rio.


" Baiklah, akan Cinta pencet hidung Kak Rio supaya bangun,," Bilang Cinta dengan niat lucunya untuk membangunkan Rio.


Sambil tertawa geli, Cinta segera melakukan niatnya itu untuk membangunkan Rio dengan cara memencet hidung Rio, agar Rio bisa terbangun cepat. Sambil memencet hidung Rio, akhirnya Rio juga terbangun karena dia tidak bisa bernapas dengan puas seperti biasanya.


Ketika melihat Rio terbangun barulah Cinta melepaskan tangannya dari hidung Rio sambil tertawa geli. Rio penasaran dengan hidungnya yang terasa seperti dipencet oleh seseorang. Ketika membuka matanya barulah Rio sadar bahwa orang yang melakukan hal itu tidak lain lagi dari wanita yang ada di hadapannya ini.


" Loh dek Cinta,," Gumam Rio sedikit bergerak untuk membangkitkan tubuhnya.


" Ada apa Dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta sambil mengucek matanya.


Cinta tertawa geli melihat Rio yang terlihat bingung di hadapannya ini.


" Ada apa, ada apa,," Gumam Cinta yang masih tersenyum menatap Rio.


" Pindah gih,," Bilang Cinta langsung pada Rio sambil menunjukkan tempat tidur yang sudah disiapkannya itu.


Rio tercengang ketika melihat sebuah tempat tidur yang sengaja sudah disiapkan oleh Cinta untuk dirinya itu.


" Waah, Dedek yang nyiapin ini semua ?" Tanya Rio langsung menoleh ke arah Cinta.


" Iya donk, ya udah sekarang Kakak pindah tidurnya, jangan di lantai lagi, tempat tidurnya udah disiapin,," Bilang Cinta dengan wajahnya yang terlihat bawel.


" Hehehehe, iya dek, makasih ya,," Gumam Rio sambil memindahkan posisi tubuhnya dari atas karpet ke tempat tidur yang sudah disiapkan oleh Cinta.


" Kalau mau tidur, jangan lupa untuk mengambil bantal dan juga kasur, memangnya tubuh Kakak tahan apa tidur di atas karpet yang dingin," Ucap Cinta lagi yang masih terlihat cerewetnya.


" Hehehe iya dek, sebenarnya Kakak gak ngambil kasur, karena, Dedek udah tidur, jadi, Kakak nggak mau bangunin Dedek dan gangguin Dedek yang udah lama tidurnya," Jawab Rio menjelaskan pikirannya tadi.


" Heemm, tinggalin bangunin aja, Kak, lagian juga Cinta cepet bangunnya, nggak kayak Kakak yang hidungnya harus dipencet dulu baru bangun,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


" Hehehehe Dedek bisa aja, sekali lagi makasih ya,," Bilang Rio tersenyum melihat tingkah Cinta yang sengaja membuatnya semakin gigih untuk tetap menahan perasaannya itu.


Setelah memastikan Rio tidur di atas tempat tidur yang disiapkannya itu, barulah Cinta kembali ke kamar dan menuju ke tempat tidurnya juga, karena cuaca masih begitu dingin dan juga masih malam. Oleh sebab itu, saat kembali ke tempat tidurnya sungguh mudah sekali bagi Cinta untuk kembali larut dalam tidurnya itu.


****