
Saat ini tentu saja terdengar di telinga Rio dan juga Cinta bahwa ucapannya Mami Rossa itu cukup kasar dalam menolak ajakannya. Namun masih dengan sebuah senyuman Cinta menjawab ucapan kasar dari Mami Rossa itu hanya dengan sebuah jawaban yang lembut.
" Tidak apa-apa jika Tante tidak mau makan bersama dengan kami,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya namun terdengar sangat tajam.
" Silahkan,," Ucap Cinta lagi dengan gaya lembutnya memberikan sebuah jalan untuk Maminya Rossa dan juga Rossa jika Rossa sendiri ingin ikut dengan Maminya.
Sambil tetap tersenyum menatap kedua orang yang ada di hadapannya ini, sungguh jelas sekali terlihat bahwa saat ini Maminya Rossa dengan wajah masamnya meninggalkan tempat makan Cinta dan juga Rio sambil menarik tangan Rossa untuk segera mengikutinya.
Namun, Rossa sendiri terlihat jelas oleh Rio dan Cinta tidak bersedia mengikuti ajakan yang dilakukan oleh Maminya itu. Dan Rossa sendiri melihat bagaimana wajah Cinta menatap mereka berdua dengan senyuman senangnya.
" Ayo, Rossa daripada makan disini lebih baik kita pergi,," Ucap Mami Rossa dengan segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu.
" Tapi, Mami, Rossa mau makan disini,," Ucap Rossa sendiri yang terlihat tidak bersedia mengikuti ajakan Maminya itu.
Tapi, Mami Rossa tetap erat menarik tangannya Rossa untuk segera pergi dari tempat itu, karena, Mami Rossa memiliki sifat gengsi jadinya terlihat sangat jelas bahwa ia tidak mau makan bersama dengan orang yang dulunya merupakan anak janda miskin di kampungnya itu.
Dan dari wajah Rio terlihat jelas bahwa ia saat ini merasa bingung untuk melakukan apa, karena, memang benar bahwa ucapan Cinta ingin sekali mengajak Maminya Rossa dan juga Rossa untuk makan bersama dengan mereka. Namun dibalik itu Mami Rossa sendiri yang merasa gengsi untuk menerima ajakan dari Cinta.
Jadi, Rio juga tidak menyalahkan Cinta dalam mengambil sikap dan keputusan saat menghadapi orang yang terlihat jelas akan keangkuhannya itu. Setelah merasa saat ini keadaan di antara mereka sudah tidak ada lagi orang yang angkuh seperti Maminya Rossa maupun juga Rossa sendiri barulah Rio mengajak Cinta kembali untuk segera duduk di tempatnya lagi.
" Ayo dek, duduk,," Ucap Rio sambil mengajak Cinta untuk kembali duduk di tempatnya.
" Baik Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum dan langsung duduk di tempatnya itu.
Setelah duduk pada tempatnya dan pelayan restoran juga belum mengantarkan makanan yang telah dipesankan oleh Cinta. Sambil melihat ke arah luar tempatnya dan saat ini dua orang yang baru saja membuat sedikit kerusuhan di tempatnya itu sudah tidak ada lagi dari pandangan matanya Cinta.
" Heemm sepertinya mereka tidak ada lagi,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil tersenyum mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi.
Setelah melihat kemana perginya dua orang tadi, Cinta kembali fokus dengan keadaannya saat ini. Dan Cinta baru saja mengambil sedikit pandangan yang berbeda dari raut wajah Rio. Di dalam benak Cinta juga penasaran memangnya apa yang sedang terjadi dengan Rio. Apakah Rio merasa tidak enak atas ucapan Cinta barusan kepada Rossa dan juga Maminya itu.
" Kenapa, ekspresi wajah Kak Rio sedikit terdiam ya,," Gumam Cinta dalam hati ketika menatap dengan lembut ekspresi wajah Rio.
" Apa mungkin Kak Rio merasa bersalah ketika, aku berkata seperti itu pada Rossa dan juga Maminya,," Gumam Cinta lagi dalam hatinya merasa bingung dengan ucapannya sendiri.
" Daripada, aku penasaran lebih baik aku tanyakan saja langsung pada Kak Rio,," Ucap Cinta lagi sembari menggerakkan tangannya untuk menyentuh lembut jari Rio.
Sambil menatap lembut wajahnya Rio jari Cinta bergerak lembut menyentuh jari Rio dan memberikan sebuah senyuman manis pada Rio ketika Rio melirik matanya dan menatap wajahnya.
" Ada apa Dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta sambil menaikkan kedua alisnya.
" Hehehe, apa yang terjadi Kak ?" Tanya Cinta balik pada Rio masih tetap tersenyum menatap suaminya itu.
" Nggak ada, memangnya kenapa dek ?" Tanya Rio lagi dengan lembut.
" Nggak ada, Cinta merasa canggung aja, jika lihat Kak Rio diam kayak gitu,," Ucap Cinta memberitahukan perasaan yang baru saja dirasakannya terhadap Rio.
Ketika mendengarkan ucapan Cinta yang merupakan sebuah ungkapan perasaannya. Hal itu membuat Rio langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi ceria seperti biasanya lagi agar Cinta bisa tenang serta yakin akan perasaannya saat ini bahwa memang benar tidak merasakan suatu hal apa-apa. Rio saat ini hanya merasa sedikit tidak enak pada Cinta atas tindakan yang dilakukan oleh Rossa termasuk keangkuhan dari Maminya Rossa itu.
" Hehehehe, memangnya Kak Riot terlihat kayak gitu ya dek ?" Tanya Rio balik pada Cinta yang terlihat dari wajahnya sedang menatap dan meneliti wajah Rio.
" Iya, sepertinya Kak Rio sedang ada suatu hal yang mengganjal pikirannya,," Ucap Cinta sambil memberikan sebuah jawaban perkiraan pada Rio.
" Hahahaha, nggak ada apa-apa dek,," Jawab Rio sambil tertawa setelah mendengarkan ucapan perkiraan dari Cinta.
" Cuma Kak Rio merasa tidak enak saja pada Dedek,," Ucap Rio lagi dan omongannya ini langsung terputus oleh ekspresi wajah Cinta yang terbelalak menatapnya itu.
" Hah ! nggak enak pada Cinta maksudnya ?" Tanya Cinta lagi dengan mata yang terbelalak karena bingung akan ungkapan dari Rio.
" Maksudnya, maafkan Kakak jika Dedek menikah dengan Kak Rio hanya untuk selalu mendengar perkataan orang yang menganggap bahwa Dedek itu menikahi orang yang miskin, dan pastinya,," Jawab Rio dengan jelas pada Cinta akan perasaan tidak enak yang dirasakannya itu.
" Tunggu Kak, jangan salah Cinta sama sekali tidak pernah menganggap Kak Rio itu miskin, Cinta selalu menganggap Kak Rio itu penyelamat Cinta dan pastinya bagian dari keluarga Cinta,," Bilang Cinta yang sengaja memotong perkataan Rio.
" Dan satu lagi, nggak apa-apa, orang mau meremehkan kita berdua Kak, yang penting orang tidak tahu tujuan kita apa serta rahasia yang ada pada diri kita apa,," Jawab Cinta lagi sambil memberikan sebuah senyuman pada Rio bahwa ia sangat yakin atas diri Rio.
" Terima kasih ya dek,," Ucap Rio sambil tersenyum.
" Eehhh tunggu sebentar Kak, yang pastinya Cinta bisa menikah dengan Kak Rio karena itu semua sudah diatur oleh yang maha kuasa dan kita tidak tahu apa rahasia Allah setelah ini,," Ucap Cinta sambil mengembangkan senyumannya hingga membuat Rio begitu yakin atas pendirian Cinta dalam menikah dengannya itu.
" Hehehe iya dek, makasih ya jika itu yang ada di dalam pikiran Dedek, bahwa kita menikah karena, sudah diatur oleh yang maha kuasa, maka Kak Rio sangat bahagia ketika mendengarnya,," Ucap Rio sambil mengambil semua jari Cinta yang ada di hadapannya itu.
Sambil menatap lembut wajah Cinta, dengan lembut juga Rio mengambil semua kedua tangan Cinta dan menggenggamnya dengan seerat mungkin serta mencium lembut kedua tangan itu. Dan Rio seketika tertawa senang saat mendengar perkataan Cinta yang sengaja memberikan sebuah celetukan disaat Rio sedang melakukan hal yang romantis.
Mmmmuuuuaaaacccchhhh !! Suara kecupan lembut yang dilakukan oleh Rio pada kedua tangan Cinta dalam genggamannya itu.
" Waduh, Kak Rio ternyata bisa romantis juga,," Celetuk Cinta di tengah keromantisan yang sedang terjadi.
Ketika mendengar celetukan Cinta itu, Tentu saja hal itu langsung membuat Rio spontan tertawa senang.
" Hahaha Dedek ada ada aja ya,," Ucap Rio sambil mengusap-usap lembut rambutnya Cinta.
Karena, suasana saat ini sudah berangsur membaik kembali setelah keheningan yang baru saja terjadi. Dan suasananya juga sangat tepat sekali untuk melakukan makan bersama. Lalu, Cinta sendiri mengatakan dan mengira bahwa Rio terdiam itu sedang memikirkan suatu hal yang telah dilakukan Cinta kepada Rossa.
" Tidak dek, Kak Rio sudah tahu bagaimana angkuhnya istri kepala desa itu." Jawab Rio yang seperti sedang teringat suatu hal yang dahulu pernah terjadi padanya.
" Karena, dari dahulu juga semenjak Kak Rio kecil pindah di kampung itu, Kak Rio udah tahu dan begitu mengenal bagaimana keangkuhannya istri serta putrinya dari kepala desa itu,," Sambung Rio lagi yang begitu memahami sifat dari keluarga kepala desa di kampungnya itu.
" Heemmm begitu,," Jawab Cinta sambil mengangguk mengerti.
" Kirain Kak Rio tersinggung gara-gara Cinta berkata seperti itu pada Maminya Rossa,," Ucap Cinta lagi pada Rio.
" Nggak Dek, nggak apa-apa kok, cuma Kak Rio heran saja, Dedek bisa banget nanggepin orang yang angkuh seperti itu dengan ucapan lembut sambil tersenyum juga,," Bilang Rio lagi yang tidak sengaja terdengar memuji kelembutan Cinta.
" Hihihi, kira-kira ini pujian atau gimana ?" Tanya Cinta sambil melirik mata Rio dengan tatapan pertanyaan gemes.
" Bisa dianggap sebuah pujian, bisa juga dianggap sebuah kekaguman serta bisa juga dianggap sebuah perasaan yang ada di dalam hati ini,," Jawab Rio sendiri sambil mengulangi kembali mencium lembut tangannya Cinta.
" Heemm terima kasih, Kak Rio sudah bisa menjawabnya dengan penuh keyakinan,," Bilang Cinta dengan tatapan lembutnya.
Suasana yang terjadi di antara Rio dan Cinta sudah mencair membaik. Dan saat inipun pelayan restoran baru saja masuk ke dalam tempat yang sudah dipilih oleh Rio itu dengan mengantarkan semua makanan yang sudah matang.
Saat ini terlihat bahwa pelayan restoran sedang meletakkan semua makanan ke atas meja tepatnya di hadapan antara Cinta dan Rio. Tentu saja Cinta tersenyum menyambut kedatangan pelayan restoran yang sedang menghidangkan semua makanan di atas mejanya itu.
" Silahkan dinikmati Mas, Mbak,," Ucap pelayan restoran itu setelah selesai meletakkan semua makanan di atas meja.
" Terima kasih Mas,," Ucap Cinta sambil memberikan sebuah senyuman yang merekah.
" Sama-sama, permisi,," Jawab pelayan restoran itu sambil meminta izin keluar dari tempatnya Cinta dan Rio.
Setelah melihat pelayan restoran itu pergi dari tempatnya, dengan segera Cinta dan Rio menyantap semua makanan yang sudah dihidangkan di hadapan mereka berdua.
" Ayo dek silahkan dimakan,," Ucap Rio sambil memberikan piring ke hadapan Cinta.
" Makasih Kak,," Jawab Cinta sambil mengambil piring yang diberikan oleh Rio.
Sementara itu, Rio sendiri sedang mengambil piring untuk dirinya. Namun, Cinta memiliki sebuah inisiatif agar bisa makan bersama dengan Rio secara romantis.
" Heemmm lebih baik aku pindah aja duduk di sebelah Kak Rio biar bisa makannya disuapin,," Gumam Cinta dalam hati sambil memikirkan sebuah inisiatifnya itu.
Setelah memikirkan suatu inisiatif yang akan dilakukannya pada Rio, dengan segera Cinta beranjak dari tempat duduknya dan berpindah tepat di sebelahnya Rio. Sedangkan Rio sendiri bingung dengan kelakuan Cinta yang sedang beranjak bangun dan berpindah ke tempatnya itu.
" Mau kemana dek ?" Tanya Rio sendiri yang bingung melihat Cinta beranjak bangun dan berpindah tempat.
" Hehehehe, mau ke tempat Kakak,," Jawab Cinta langsung duduk di samping Rio dengan posisi tubuh yang sangat dekat.
" Ooohhh, ya udah ayo sini duduk,," Bilang Rio sambil memberikan tempat duduknya pada Cinta.
Sambil memberikan tempat kepada Cinta, Rio sendiri sengaja sedikit bergeser sedikit ke sampingnya.
" Terima kasih,," Gumam Cinta sambil duduk tepat di sebelah Rio.
" Oh ya sini piringnya Kak Rio,," Bilang Cinta lagi sambil meminta piring Rio untuk segera diisikan makanan.
" Oke ini dek,," Jawab Rio sambil memberikan piring pada Cinta.
Setelah menerima piring dari Rio, sambil tersenyum Cinta menaruhkan nasi ke dalam piring itu beserta dengan lauk pauk yang sudah dipesankannya. Lalu, barulah Cinta meletakkan piring itu tepat di hadapannya Rio sambil meminta Rio untuk segera menyantapnya dan juga menyuapkan makanan untuk dirinya.
" Silahkan dimakan suamiku,," Ucap Cinta lembut kepada Rio.
" Hehehehe makasih ya dek,," Jawab Rio sambil menerima piring berisi makanan dari Cinta.
" Sama-sama,," Jawab Cinta mengangguk.
Saat Rio ingin menyendokkan makanan itu, Rio melihat bahwa Cinta tidak mengambil nasi dan dimasukkan ke dalam piringnya sendiri. Sehingga Rio tidak jadi menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya dan bertanya kembali pada Cinta, kenapa Cinta tidak mengambil makanannya.
" Kenapa Dedek nggak ngambil nasinya ?" Tanya Rio sambil menoleh ke arah Cinta.
" Heemm, Cinta mau lihat Kak Rio makan,," Ucap Cinta sambil tersenyum menoleh ke arah Rio.
Sambil tersenyum juga, Rio mengerti akan apa yang diinginkan oleh Cinta saat ini padanya itu. Dengan segera Rio menyendokkan makanannya dan sengaja menyuapkannya langsung pada Cinta. Hingga membuat Cinta langsung tersenyum dan membuka mulutnya untuk menerima makanan yang disuapkan oleh Rio padanya itu.
" Heemm ya sudah, kalau begitu, aaaa buka mulutnya,," Ucap Rio yang sengaja menyendokkan makanan dan menyuapkannya pada Cinta.
" Serius, Kak Rio mau nyuapin Cinta makan ?" Tanya Cinta seolah memberikan sebuah pertanyaan pada Rio.
" Iya dek, ayo dibuka mulutnya, aaaa,," Ucap Rio lagi sambil menunjukkan sendok yang berisi makanan pada Cinta.
Dengan senyuman yang lebar Cinta segera membuka mulutnya dan Rio juga langsung memasukkan sendok yang berisi makanan itu ke dalam mulut Cinta dengan perlahan. Betapa senangnya Cinta ketika merasakan bahwa saat ini Rio sudah mengerti akan maksud dari keinginannya itu. Walaupun Cinta sendiri tidak memintanya langsung dari Rio, namun Rio bisa mengetahui apa yang sedang diinginkan oleh Cinta padanya itu.
****