
Lalu, Cinta sedikit menguap dan langsung menoleh ke arah Rio. Melihat Rio yang saat ini sedang fokus dalam berkendara. Cinta segera melepaskan safety belt yang telah digunakannya itu, karena, perjalanan mereka tidak melewati jalan besar lagi. Disaat Cinta menggeliat di lengan Rio membuat Rio sedikit terkejut akan kelakuan Cinta saat ini.
" Eeemmm, Kak, masih lama ya nyampenya ?" Tanya Cinta pada Rio sambil memeluk lengan Rio.
" Aakkhh dek, kaget Kakak,," Seru Rio yang tidak mengetahui jika Cinta sudah terbangun dari tidurnya itu.
Karena, melihat kelakuan yang dilakukan oleh Cinta itu sampai kaget. Hal itu membuat Cinta yang melihat respon Rio menjadi tertawa senang. Karena, terlalu fokus dengan menyetir hingga Rio tidak mengetahui bahwa Cinta sudah lama terbangun dari tidurnya itu.
" Hahahaha, ya ampun masa kaget sih Kak,," Seru Cinta sedikit menepuk lengan Rio sambil tertawa.
" Iya kaget, karena, tadi Dedek bobo kan, nah ini langsung melukin kakak, ya jadinya kaget,," Jawab Rio sambil mengelus dadanya.
" Hehehehe, maaf ya Kak,," Bilang Cinta sambil menyandarkan kepalanya pada lengan Rio.
" Hehehehe iya sayang nggak apa-apa," Jawab Rio sambil tersenyum senang.
Karena, saat ini melihat Cinta sudah terbangun dari tidurnya dan Cinta juga sebentar tidurnya itu. Hal itu membuat Rio langsung bertanya pada Cinta uang telah terbangun dari tidurnya itu. Dan apa penyebabnya hingga membuat Cinta terbangun dari tidurnya padahal tidak terlalu lama dan tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat mereka pergi tadi.
" Kenapa udah bangun sayang ?" Tanya Rio pada Cinta sambil merangkul tubuh Cinta dan tubuh kecil itu masuk ke dalam pelukannya.
" Karena, dengerin hujan yang merdu ini,," Jawab Cinta lembut sambil menyentuh kemudi mobil.
" Karena berisik ya Sayang, makanya Dedek terbangun,," Ucap Rio lagi yang sedang merangkul tubuh Cinta.
" Bukan berisik kak, tapi merdu, Cinta suka banget dengan suara hujan, biar bisa berduaan dengan Kak Rio tanpa adanya suara pengiring yang lain,," Ucap Cinta sambil memberikan tatapan lembutnya kepada mata Rio.
" Hehehehe sayang, suasana hujan memang bisa membuat sebuah momen yang indah, apalagi kalau di tengah turunnya hujan,," Bilang Rio sambil mengecup lembut tangannya Cinta.
" He'eh benar sekali Kak, Cinta pengen kayak gitu, pengen bermain di tengah hujan dan berpelukan erat hanya dengan satu orang,," Ucap Cinta sambil tersenyum menatap wajah Rio.
" Dengan siapa sayang ?" Tanya Rio sedikit penasaran dengan orang yang disebutkan oleh Cinta.
Karena, melihat respon di wajah Rio yang terlihat begitu penasaran dengan orang yang dimaksudkan oleh Cinta itu dengan lucunya Cinta malah semakin membuat Rio penasaran dan bermain-main dengan ucapannya itu.
" Eeemmm siapa ya,," Ucap Cinta seolah memikirkan seseorang.
" Hayoo siapa Sayang ?" Tanya Rio lagi dengan wajah begitu penasarannya.
" Siapa ya, coba Kak Rio tebak dan pikir sendiri siapa itu orang itu,," Bilang Cinta seolah memberikan sebuah pertanyaan pada Rio.
Dengan pedenya Rio menjawab pertanyaan dari Cinta yang seolah terdengar seperti sedang menunjukkan ke arah seseorang yaitu dirinya sendiri.
" Eemmm menurut Kakak, ya pastinya Kakak donk, karena, hanya Kakak yang bisa membuat Dedek merasa nyaman,," Jawab Rio sambil memeluk tubuh Cinta dengan erat.
Dengan spontan Cinta berseru bahwa orang yang dimaksudkan oleh Rio itu adalah hasil dari kepedean Rio sendiri.
" Iiihhh Kak Rio pede banget sih, emangnya orang itu Kak Rio apa,," Seru Cinta dengan wajahnya yang berseri.
" Ya, pasti itu Kakak donk, siapa lagi emangnya,," Ucap Rio sambil tersenyum senang.
" Bukan, orang itu adalah suaminya Cinta,," Jawab Cinta sambil menyunggingkan senyumannya dengan manis.
" Suaminya Dedek itu adalah Rio Gayatri Dn yang hanya bekerja sebagai seorang supir pribadi dari Nona Cinta Clarissa Hendrawan ini,, Jawab Rio sambil menjawil dagunya Cinta.
Karena mendengar ucapan Rio yang menyatakan tentang pekerjaannya itu sehingga membuat Cinta langsung menatap wajah Rio dengan tatapan kelembutan dan juga sedikit merasa sedih.
" Shuut, jangan katakan lagi bahwa Kakak itu adalah supirnya Cinta, posisi Kakak di hati Cinta adalah seorang suami bukan supir lagi Kak, jadi jangan mengingatkan lagi hal itu ya,," Bilang Cinta lembut menatap wajah Rio.
" Heemmm iya sayang, maaf ya jika Kakak sampai menyebutkan hal itu,," Bilang Rio sambil memeluk erat tubuh Cinta.
" Janji jangan pernah lagi merasa bahwa Kakak itu ialah supir Cinta, tapi hanyalah seorang suami yang halal bagi Cinta,," Bilang Cinta lagi pada Rio sambil memberikan senyuman manisnya dan memeluk erat tubuh Rio.
" Iya Sayang, Kak Rio janji dan Kak Rio minta maaf ya Sayang,," Ucap Rio sambil mencium lembut tangannya Cinta.
" Heemm dimaafkan, tapi ada syaratnya,," Ungkap Cinta pada Rio hingga membuat Rio menaikkan kedua alisnya.
" Syarat apa itu sayang ?" Tanya Rio sambil menaikkan kedua alisnya.
" Syaratnya, tetap seperti ini dan cium Cinta sekarang juga,," Bilang Cinta sambil menunjukkan ke arah bibirnya.
Dengan senangnya Cinta menunjukkan sebuah syarat kepada Rio hingga membuat Rio bersemangat untuk melakukannya itu. Karena, secara tidak sengaja Cinta telah menunjukkan syarat meminta sebuah ciuman di bibirnya. Oleh sebab itu Rio sekali lagi mempertanyakan hal itu kepada Cinta dengan penuh keyakinan.
" Aakkhh bener maunya di bibir ?" Tanya Rio lagi seolah bahwa yang ditunjukkan oleh Cinta itu adalah suatu hal yang memang benar diinginkan oleh Cinta.
Karena, melihat Rio begitu bersemangat sekali untuk menciumi bibirnya itu, secara spontan Cinta langsung mengubah posisi tunjukkan tangannya ke arah yang lain untuk dicium oleh Rio.
" Eeehhh bukan yang ini Kak, tapi, yang ini,," Ucap Cinta sambil menunjuk ke arah pipinya.
Tentu saja hal itu membuat Rio langsung menunjukkan senyuman senangnya, namun, Rio merasa bahwa memang Cinta menginginkan sebuah ciuman di bibir. Tapi, begitu jelas sekali terlihat bahwa Cinta saat ini belum berani mendapatkan sebuah ciuman di bibirnya itu.
" Heemm yakin di pipi sayang ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Yakin Kak,," Jawab Cinta dengan penuh keyakinan.
" Oke, Mmmuuaacchh,,," Ucap Rio yang langsung menciumi pipi Cinta dengan lekat.
" Makasih Kakak sayang, maafnya udah diterima,," Bilang Cinta sambil tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya terhadap Rio.
" Iya sayang,," Jawab Rio sambil tersenyum dan kembali fokus dengan jalanan.
" Terus, pria itu benarkan kalau itu adalah Kakak ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Ya, siapa lagi Kak, kalau bukan Kakak,," Jawab Cinta sambil tersenyum senang.
" Berarti Dedek mau ya jika nanti main hujan-hujanan bersama Kakak ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Heemm,," Jawab Cinta sambil mengangguk.
" Oke jangan sampai sakit aja nanti ya Sayang,," Bilang Rio seolah memberikan sebuah janji kepada Cinta.
" Hahahaha iya Kak, Cinta janji, jika Cinta sakit kan ada Kak Rio yang ngurusin Cinta,," Jawab Cinta sambil mengedipkan matanya kepada Rio.
" Dan, jika Kak Rio sakit kan ada Cinta yang ngurusinnya, jadi kita berdua nggak akan sakit Kak,," Sambung Cinta lagi untuk meyakinkan tindakannya kepada Rio.
" Hehehe, memang Dedek istri Kak Rio yang paling pintar,," Seru Rio sambil mengeratkan pelukannya terhadap Cinta.
" Terima kasih, Kak,," Jawab Cinta sambil memeluk erat tubuh Rio juga.
Lalu Rio kembali lagi fokus dengan jalanan di hadapannya. Memang terlihat saat ini Rio sedang fokus dengan jalanan tapi, sebenarnya Rio sedang memikirkan suatu hal yang penting di dalam pikirannya saat ini yaitu tentang keinginan Cinta yang ingin dicium olehnya tepat di bagian bibirnya itu.
Namun, disaat Rio ingin melakukannya, terlihat sangat jelas bahwa Cinta memang menolak perlakuan dari Rio itu. Tapi, dari matanya bisa dilihat bahwa ia begitu menginginkan hal itu. Oleh sebab itu Rio akan melakukannya secara tiba-tiba untuk Cinta agar Cinta bisa mendapatkan sebuah momen yang sangat indah pada ciuman pertamanya di bibir.
" Sayang, Kak Rio tahu bahwa sebenarnya Dedek juga menginginkan ciuman di bibir ini, tapi, Dedek masih merasa malu akan hal itu,," Gumam Rio dalam hatinya sambil melirik ke arah spion dan melihat wajah Cinta dengan tatapan lembutnya.
" Nggak apa-apa dek, nanti Dedek akan terkejut jika Kak Rio berhasil melakukan itu untuk Dedek saat Dedek tidak mengetahuinya,," Ucap Rio lagi dalam hatinya sambil tersenyum dan memeluk Cinta dengan erat.
Sambil memeluk erat tubuh Cinta di tengah kendaraannya yang sedang menelusuri jalan berliku serta begitu licin itu, hingga membuat Rio hanya bisa fokus dengan perjalanan yang dilakukannya. Karena, jika tidak fokus dan tidak terlalu memperhatikan kondisi keadaan jalan, maka bisa terjadi sesuatu pada perjalanan mereka saat ini.
Saat ini Cinta dan Rio masih berada di dalam perjalanan pulang dan Cinta juga baru menyadari dengan perjalanan yang sedang ia tempuh itu. Karena disaat pertama kali ia masuk dan menempuh perjalanan ke kampungnya Rio. Cinta saat itu hanya tertidur dengan lelapnya dan juga sampai di desanya Rio juga masih malam.
Jadi disaat itu Cinta sama sekali tidak mengetahui bagaimana kondisi jalan mereka tempuh saat itu. Tapi, kali ini Cinta bisa melihat dengan jelas perjalanan yang sedang mereka tempuh itu. Ternyata cukup terjal dan juga licin, sehingga membuat Cinta bergumam sendiri ketika melihat kondisi jalan yang mereka tempuh itu.
" Oohhh ternyata jalannya jelek ya Kak ?" Tanya Cinta sambil menengadahkan kepalanya melihat jalanan di depan.
" Hehehehe iya dek, cukup jelek sih, karena hujan, tapi kalo lagi nggak hujan lancar aja dek,," Jawab Rio setelah mendengarkan pertanyaan dari Cinta.
" Perasaan waktu kita pergi kemaren nggak terlalu kerasa deh jalannya kayak gini,," Gumam Cinta sambil mengingat kembali perjalanan yang mereka tempuh kemarin.
" Ya, karena, nggak hujan dek,," Jawab Rio langsung.
" Iya juga ya,," Bilang Cinta sambil mengangguk.
Lalu, Cinta menolehkan kepalanya ke belakang dan juga kembali melihat ke arah depan seperti sedang mencari sesuatu yang tidak terlihat oleh matanya itu. Sehingga membuat Rio bertanya apa yang sedang Cinta lakukan saat ini.
" Kenapa nggak ada ?" Tanya Cinta setelah menoleh dan melihat ke arah belakang mobilnya dan kembali lagi menoleh ke depan.
" Ada apa dek ?" Tanya Rio dengan wajah penasarannya.
" Eemmm Kak Rio bilang, benih ikan udah di anterin dari penjualnya ya, tapi, kenapa nggak ada ya Kak ?" Tanya Cinta kepada Rio setelah melihat keadaan di belakang mobilnya tidak ada kendaraan lain selain mobil miliknya itu.
Sambil tersenyum Rio menjawab pertanyaan yang ingin diketahui oleh Cinta.
" Jelas nggak ada Sayang, karena, dari tempat benihnya bilang malam ini akan diantar dan kemungkinan besar besok pagi baru sampai sayang,," Jawab Rio dengan detail pada Cinta.
" Jadi, kita lebih duluan sampe ke rumah dan tukang supir yang nganterin bisa jadi besok baru sampe ke tambak kita,," Sambung Rio lagi dengan jelas pada Cinta.
" Ooohhh gitu, pantesan kenapa nggak ada mobil lain di belakang mobil kita," Bilang Cinta mengangguk mengerti.
" Cinta kira udah pergi duluan dari pagi tadi atau barengan dengan kita perginya Kak,," Sambung Cinta lagi.
" Nggak dek, tadi Kakak udah tanyain, katanya malam nanti baru siap-siap untuk diantar,," Jawab Rio lagi dengan jelas pada Cinta.
" Ooohhhh gitu, kalau besok sampainya di kampung berarti malam ini bisa istirahat dulu,," Gumam Cinta lagi kepada Rio.
" Iya dek, Dedek nanti istirahat aja ya, nggak usah ikut bongkar benih ikan ya, karena, itu tugas para cowok bukan cewek, heheh," Jawab Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.
" Iiihhhh, iya Cinta tahu, tapi, Cinta pengen lihat gimana sih cara ngebongkarnya nanti,," Bilang Cinta lagi yang terlihat begitu penasaran dengan kegiatan pembongkaran benih ikan ke dalam tambak.
" Hihihi, Dedek penasaran ya ?" Tanya Rio pada Cinta.
" Heemm bener banget Kak, karena, Cinta belum pernah melihatnya secara langsung,," Bilang Cinta sambil mengangguk.
" Ya udah, kalau Dedek mau lihat gimana bongkar benih ikan nanti, malam ini kalau udah sampai ke rumah, Dedek harus benar-benar istirahat ya, biar nggak kecapekan besok paginya,," Ucap Rio sambil memberikan sebuah peringatan kepada Cinta.
" Ooohhh baik Kak, Cinta ngerti kok,," Jawab Cinta mengangguk mengerti.
" Tapi, Kak Rio juga harus istirahat biar besok waktu bongkar ikan nggak capek juga,," Bilang Cinta lagi yang menyambungkan pembicaraannya itu kepada Rio.
" Iya beres Sayang,," Jawab Rio mengangguk seolah mengerti dan memahami maksud dari keinginan Cinta.
" Karena, kita masih jauh, lebih baik Dedek bobo lagi gih, biar nggak terlalu capek,," Ucap Rio yang meminta Cinta untuk kembali tidur.
" Heeemmm, nggak ah, Cinta nggak ngantuk, Cinta pengen lihat perjalanannya Kak,," Jawab Cinta yang seolah menolak permintaan Rio yang memintanya untuk kembali lagi tertidur.
Karena, merasa perjalanan yang mereka tempuh saat ini masih terasa jauh. Jadi, dengan sengaja Rio meminta Cinta untuk kembali tidur agar tidak merasa kelelahan selama di perjalanannya saat ini. Namun, Cinta sendiri tidak mau untuk kembali lagi tidur, karena, saat ini baginya lebih baik menemani Rio yang sedang fokus menyetir mobil itu.
****