
Cukup lama Cinta dan Rio saling menatap dengan posisi saat ini Cinta sedang berada di dalam pelukan yang hangat dari Rio. Cinta dan Rio tersadar ketika mendengarkan suara batuk yang keluar dari mulut Arif sehingga membuat Cinta dan Rio tergerak saat mendengar suara batuk itu.
" Uuhhukk,," Suara batuk Arif yang baru saja terdengar oleh Cinta sehingga membuat kedua pasangan ini yang masih terhanyut dalam tatapan matanya masing-masing hingga buyar karena mendengar suara batuk dari Arif yang tengah berada di ruang tengah.
" Eemmm, Kak, cuaca semakin dingin kakak ganti baju ya, setelah itu kita makan bersama,," Ucap Cinta sambil menggerakkan tubuhnya yang masih berada di dalam pelukan hangat dari Rio.
" Eemmm baiklah kak Rio ganti baju dulu ya dek setelah itu Kak Rio bantu Dedek memasak,," Jawab Rio sambil melepaskan pelukan hangatnya di tubuh Cinta.
" Hehehh ya Kak,," Jawab Cinta sambil memberikan senyuman manisnya.
Setelah melepaskan pelukan hangat yang baru saja ia berikan itu dengan perlahan pula Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, sementara itu Cinta masih merasakan betapa indahnya saat tubuhnya dipeluk oleh Rio secara tidak langsung dan pelukan itu berupa kejutan bagi Cinta di malam ini.
Cinta sebenarnya sangat menyukai perlakuan-perlakuan lembut yang diberikan oleh Rio padanya, hanya saja Cinta merasa gengsi dan malu jika ia meminta langsung sebuah perlakuan lembut seperti saat ini yang baru saja ia rasakan.
" Hihihihi, ternyata Kak Rio bisa romantis juga, ya,," Gumam Cinta sambil tertawa kecil ketika mengingat kembali perlakuan yang baru saja dilakukan Rio untuknya.
" Sebenarnya aku menginginkan semua perlakuan lembut darimu Kak, tapi, aku malu jika aku harus memintanya duluan,," Ungkap Cinta dalam hatinya sambil memandang pintu kamarnya yang tertutup karena Rio sedang menggantikan pakaiannya.
Ketika Cinta sedang melamun menatap pintu kamarnya yang telah tertutup itu, tiba-tiba Cinta dikagetkan dengan kedatangan Arif ke arah dapur untuk mengambil teko air minum. Karena, tidak mau ketahuan oleh Arif bahwa ia sedang melamun dan menginginkan suatu hal yang lembut seperti apa yang telah dilakukan oleh Rio sebelumnya.
" Maaf Mbak, Arif mau ambil minum,," Ucap Arif yang meminta izin terlebih dahulu saat mengambil teko air minum pada Cinta.
" Oh ya Rif ambil saja di atas meja makan itu,," Jawab Cinta sambil menunjukkan teko yang memang ia letakkan di atas meja makan.
" Baik, kak,," Jawab Arif menganggukkan kepalanya.
Sedangkan, Rio sendiri yang masih berada di dalam kamar langsung mengulas senyumannya ketika ia telah berhasil memberanikan diri untuk memeluk tubuh Cinta. Dan perlakuan lembutnya itupun diterima oleh Cinta dengan sangat lembut hingga hal itu juga membuat Rio begitu bahagia sekali.
" Yeaahh, akhirnya aku berani juga memeluk istriku tercinta,," Ucap Rio sambil menatap wajahnya yang terlihat sinar kebahagiaan di balik wajahnya itu.
" Aku harus cepat ganti baju, supaya aku bisa membantu istriku memasak,," Gumam Rio sambil memilih pakaian dan langsung mengenakan pakaian itu.
Setelah selesai memakai semua pakaian yang telah dipilihnya itu dengan segera Rio keluar dari kamar dan pastinya langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur, karena, tujuannya adalah membantu Cinta memasak makanan menu makan malam pada malam ini.
****