
Karena suasana saat ini sedikit canggung, membuat Rio yang sangat mengerti dan tahu atas sikap Cinta saat ini, lalu Rio membuka obrolan kembali untuk mengembalikan suasana canggung menjadi hangat kembali.
" Oya, Dedek jangan marah ya, kalo,," Ucap Rio yang membuka obrolan di antara mereka lagi.
Baru saja Rio ingin membuka obrolan, Ucapan Rio langsung dipotong oleh Cinta, karena, mendengar kata-kata marah, heheheeh.
" Marah kenapa, Kak,," Tanya Cinta yang menoleh dan langsung memotong perkataan Rio.
" Nggak dek,,, maksud Kakak, kalo untuk sekarang Kakak belum bisa memakai bajunya dek, karena, sekarang Kakak lagi kerja jadi Supir Dedek,, Jadi Kakak hanya bisa pake baju seragam ini aja,," Bilang Rio jujur yang membuat Cinta tambah menoleh ke arahnya.
Cinta memandang wajah Rio dengan sangat lekat, dengan wajah yang sedikit cemberut.
" Iiiiihhhh,, Kakak ini masih aja,," Bilang Cinta cemberut.
" Kan Cinta udah bilang, berapa kali sih Cinta harus bilang,, Kalo Kakak itu bukan lagi supir Cinta, jadi Kakak bebas untuk pake baju apa aja,," Bilang Cinta yang sangat bawel memandang Rio, sehingga membuat Rio tertawa kecil melihat tingkahnya itu.
" Oke, oke, oke, iya, iya,,, nanti Kakak pake ya dek,," Jawab Rio yang membujuk sambil mengacungkan jempol dan mengangguk pastinya untuk menenangkan sedikit kemarahan Cinta.
Tapi, sayang Cinta hanya bisa bersikukuh terhadap sifat bawel dan kemauannya itu.
" Gak usah nanti, tapi sekarang,," Bilang Cinta yang memberi perintah pada Rio.
Rio yang mendengarkan ucapan perintah dari Cinta hanya bisa membelalakkan matanya.
" Hah!" Ucap Rio yang membelalakkan matanya.
" Maksudnya, dek,," Tanya Rio lagi.
" Ya, maksudnya, ganti seragam Kakak ini, dengan baju yang Cinta beli tadi,," Ucap Cinta tegas.
" Tapi,, semua baju itu belum dicuci,," Jawab Rio yang sangat tepat sekali.
Rio memang benar, bahwa baju yang baru saja dibeli oleh Cinta untuknya sama sekali belum dicuci, dan pastinya banyak debu yang menempel, ya walaupun di dalam sebuah toko tetap saja harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.
Cinta pun berpikir benar juga ucapan yang dimaksud oleh Rio. Baju itu pastinya kotor dan berdebu, walaupun di dalam sebuah toko.
" Iya juga ya,," Bilang Cinta yang membenarkan ucapan Rio.
Cinta lalu berpikir kembali dan teringat akan sesuatu ide yang benar untuk Rio saat ini.
" Eemmm,, gini aja, saat makan siang, baju itu harus di laundry dulu,, supaya Kakak bisa pake,," Bilang Cinta yang mengutarakan ide dari isi hatinya.
Cinta pintar sekali mencari ide untuk merubah penampilan Rio.
" Heeemm,, iya Non,," Jawab Rio mengangguk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Rio hanya bisa menuruti keinginan dan perintah dari Cinta saat ini, ya karena merasa kalah dari ide dan maksud dari Cinta.
Karena, merasa menang Cinta langsung menoleh ke arah kaca dan sedikit tersenyum tipis, karena, telah berhasil mengubah penampilan Rio saat ini.
Hehehehehehe,,
Saat jam makan siang pun telah tiba, sehingga seperti biasa perut Cinta tidak bisa diajak kompromi untuk konsentrasi memikirkan suatu hal yang penting, kalau belum selesai perut itu diisi.
" Kak, kita berhenti dulu di restoran, ya!!" Bilang Cinta yang meminta pada Rio.
" Baik dek,," Jawab Rio mengangguk.
" Aku laper,, dan jangan lupa cari laundry dulu sebelum kita ke resto, oke,," Bilang Cinta yang tersenyum meminta pada Rio yang membuat Rio menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
Karena, pasti Cinta akan menyuruhnya untuk menggantikan pakaiannya, setelah baju-baju yang dibeli Cinta selesai di laundry.
" Baik dek,," Ucap Rio mengangguk.
Setelah melihat sebuah restoran, Cinta meminta Rio untuk menghentikan mobilnya.
" Stop dulu, Kak,," Bilang Cinta yang melihat sebuah restoran saung.
" Baik dek,," Jawab Rio yang memelankan mobilnya.
Rio pun mengendari mobilnya memasuki area parkir di depan restoran tersebut. Setelah selesai diparkiran, Cinta langsung turun dari mobil dan melihat sekeliling restoran.
Dalam seketika Cinta menyunggingkan senyumannya yang lebar, karena, melihat ada sebuah bangunan yang berseberangan jalan dengan restoran, dimana sebuah tempat laundry.
Ya, walaupun tempat laundry biasa, tidak apa-apa bagi Cinta hanya untuk mencuci dan membersihkan pakaian Rio yang dibelinya tadi.
" Kak Rio lihat itu,," Bilang Cinta yang menunjukkan sesuatu pada Rio, pastinya ke arah sebuah toko yang bangunannya bertuliskan "LAUNDRY".
" Apa dek,, oohh iya dek,," Jawab Rio yang menyunggingkan senyumannya.
" Ya udah, kita kesana dulu yuk,, anterin baju Kak Rio, setelah itu baru kita makan, Oke,," Bilang Cinta pada Rio sambil menarik tangan Rio untuk menuju ke tempat laundry terlebih dahulu.
" Kakak tolong bawa semua, ya barangnya,," Bilang Cinta yang tersenyum.
" Iya dek,," Jawab Rio yang mengambil semua barang di kursi bagian tengah.
Posisi tempat laundry tersebut sangat bertepatan sekali dengan posisi restoran ini, cuma dengan menyeberang jalan maka akan sampai.
Karena, jalanan tidak terlalu ramai, jadi sangat mudah sekali bagi Cinta dan Rio untuk menyeberang jalanan itu. Setelah sampai di tempat laundry, Cinta meminta semua barang yang telah dibawa Rio.
" Sini Kak barangnya,, biar Cinta aja yang titipin untuk di laundry,," Bilang Cinta sambil meminta barang dan bungkusan dari tangan Rio.
" Iya dek,," Ucap Rio mengangguk.
Cinta melangkahkan kakinya menuju pintu tempat laundry dan masuk ke dalam, sementara itu Rio sendiri hanya menunggu di luar.
Setelah selesai memberikan semua barang pada Cinta, Rio melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduk yang ada di depan toko laundry ini.
Cinta memang begitu, apa saja yang diinginkannya selalu dituruti oleh Rio. Ya, mungkin karena Rio sudah lama dekat dengannya dan mengetahui sifatnya Cinta. Jadi, apa saja yang ingin dilakukan Cinta untuknya pasti bisa membuat dirinya nyaman dan tenang.
Ya,, termasuk mengajaknya kabur dari rumah seperti saat ini,,,
Cinta yang sedang di dalam ruang laundry, berbicara dengan salah satu karyawan laundry tersebut.
" Eeemmmm,, laundry nya ditunggu bisa,," Tanya Cinta pada karyawan laundry.
" Bisa Mbak,, boleh lihat barangnya,," Pinta karyawan laundry padanya.
" Oh ya oke nih,," Bilang Cinta yang memberikan semua barang yang akan di laundrynya.
" Dan berapa jam ya kira-kira nungguinnya,," Tanya Cinta yang memastikan pada karyawan laundry.
Saat Cinta menanyakan berapa lama dia akan menunggu waktu melaundry semua barangnya ini, karyawan tersebut pun juga sedang memeriksa semua barang-barang yang akan di laundry.
" Sekitar dua jam,, udah selesai kok Mbak,," Bilang karyawan laundry pada Cinta setelah memeriksa dan menghitung semua barang yang akan di laundry.
Cinta pun mengangguk,,
" Oke, saya tunggu dua jam, ya. Kalo udah selesai panggil aja saya di restoran depan, Mbak,," Bilang Cinta yang memberitahu posisi dirinya nanti sedang berada di restoran itu.
" Baik Mbak,, jika sudah selesai kami akan antarkan kesana,," Bilang Karyawan laundry yang mengangguk.
" Ini benar kan,, atas nama Mbak Cinta" Tanya karyawan laundry sekali lagi yang ingin memastikan benar akan namanya Cinta.
" Yaappss,, benar, ya udah kalo gitu saya permisi,," Bilang Cinta tersenyum pada karyawan laundry.
" Baik Mbak,," Jawab karyawan laundry sambil mengangguk.
Cinta melangkahkan kakinya keluar dari ruangan laundry dan tersenyum, karena, melihat Rio sedang duduk menunggunya di luar.
" Sebentar lagi aku akan mengubah penampilanmu Kak,," Gumam Cinta yang tersenyum memandang Rio.
Rio tersenyum melihat Cinta telah selesai dan keluar dari ruangan laundry tersebut serta langsung menghampiri Cinta.
***
Salam Hangat se Angkasa 😘🤗❤️🌀⭐
Author
🌹Vira Lydia🌹