Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 135 - Merdu


Setelah meletakkan barang di sudut ruangan tengah rumah, Rio meminta Arif untuk istirahat terlebih dahulu. Sedangkan, Rio sendiri melangkah menuju ke arah kamar untuk mencari keberadaan istrinya. Tapi, disaat Rio ingin melangkah menuju ke kamarnya, Arif langsung memberitahukan pesan Cinta padanya tadi.


" Ya udah kamu istirahat dulu ya, Mas mau ke kamar ganti pakaian,," Ucap Rio sambil melangkah menuju ke kamarnya.


" Oh ya Mas, tadi Mbak Cinta pesan, kalau Mas Rio menanyakan Mbak Cinta, Mbak Cintanya sedang mandi,," Bilang Arif yang langsung memberitahukan pesan Cinta padanya tadi.


" Oh, iya Rif, makasih ya,," Ucap Rio sambil menganggukkan kepalanya dan langsung beralih ke kamar mandi.


Karena, pesan dari Cinta telah disampaikan oleh Arif pada Rio dengan segera Rio mengalihkan langkahnya yang ingin menuju ke arah kamar tapi kali ini langkahnya beralih menuju ke arah kamar mandi. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, sebelumnya Rio mengetuk terlebih dahulu pintu kamar mandi itu. Karena, Rio tahu bahwa di dalam terdengar suara guyuran air yang sedang dilakukan oleh Cinta.


TOK !!


TOK !!


TOK !!


Tentu saja Cinta yang sedang mandi di dalam kamar mandi itu langsung menanyakan siapa yang telah mengetuk pintu kamar mandi saat ini.


" Iya, siapa ?" Tanya Cinta dari dalam kamar mandi.


" Kak Rio, dek,," Jawab Rio sambil tersenyum ketika mendengar suara Cinta yang sedang menanyakan dirinya.


" Oh Kak Rio, Kak Rio mau mandi ?" Tanya Cinta secara langsung pada Rio yang tengah mendengar suaranya dari dalam kamar mandi itu.


" Sebentar ya Kak, sebentar lagi Cinta udah selesai kok mandinya,," Sambung Cinta lagi dari dalam kamar mandi.


" Iya dek, Kak Rio cuma mastiin aja, Dedek lagi dimana ?" Tanya Rio lagi sambil tersenyum pada Cinta yang sedang mandi di dalam kamar mandi.


" Hehehehe, iya tadi Cinta udah kasih pesan ama Arif, kalo Kak Rio tanya, Cinta lagi mandi,," Jawab Cinta yang terdengar sedang sibuk mengguyur tubuhnya dengan air yang sejuk sekali.


" Iya dek, tadi juga Arif yang ngasih tau, kalau Dedek lagi mandi,," Ucap Rio yang membenarkan perkataan Cinta.


" Ya udah kalau gitu, Kak Rio ganti baju di kamar dulu ya dek," Sambung Rio lagi yang masih berdiri tersenyum senang mendengar suara kesibukan Cinta dari dalam kamar mandi.


" Iya Kak,," Jawab Cinta yang terdengar begitu merdu dari dalam kamar mandi.


" Suaranya saja, sudah membuatku merasa nyaman dan bahagia,," Gumam Rio dengan suaranya yang sangat kecil sambil tersenyum.


Setelah memastikan Cinta berada di dalam kamar mandi dan memberitahukan Cinta bahwa ia ingin menggantikan pakaiannya di dalam kamar. Barulah Rio melangkah ke kamar kembali dan melewati Arif yang sedang fokus menonton acara televisi saat itu.


Karena, melihat Arif yang sedang santai sambil menonton televisi tanpa adanya teman seperti cemilan. Rio baru teringat bahwa di dalam tas ranselnya banyak berisi makanan kecil. Dengan segera Rio mengambil makanan kecil dalam tas ranselnya yang masih di punggungnya itu.


" Waduuuhhh banyak banget Mas,," Ucap Arif yang seketika kaget melihat Rio mengeluarkan semua makanan kecil dari dalam ranselnya.


" Hehehehe, kamu masukkan aja ke dalam toples, terus kalau ada kopi kamu seduh aja Rif,," Bilang Rio lagi setelah selesai mengeluarkan semua makanan ringan serta minuman sachet dari dalam tas ranselnya itu.


" Oke Mas,," Jawab Arif dengan segera bangkit dari tempat duduknya sambil membawa semua makanan ringan yang baru saja dikeluarkan oleh Rio.


Sambil berdiri Arif sengaja membawa semua minuman sachet yang baru saja diberikan oleh Rio padanya. Dan meletakkan semua minuman sachet itu ke dalam lemari tempat penyimpanan bahan makanan di bagian dapur. Lalu, mengambil beberapa toples dan kembali lagi menuju ke tempat duduknya kembali.


Sedangkan, Rio sendiri melangkah menuju ke kamarnya dan melihat ruangan kamarnya yang masih terlihat rapi serta harum. Sambil tersenyum Rio sudah mengira dengan wewangian yang baru saja dihirupnya itu, tidak lain lagi pasti Cinta yang langsung menyemprotkan parfum ke dalam ruangan kamarnya itu.


" Heemmm, wanginya udah khas banget,," Gumam Rio saat masuk ke dalam kamar dan langsung menghirup aroma ruangan kamarnya.


" Dedek, Dedek, semakin Kak Rio dekat denganmu, semakin bertambah juga rasa Cinta dan sayang ini untukmu, dek,," Ucap Rio sambil menggantungkan tas ranselnya ke paku yang ada di dinding kamarnya itu.


Setelah selesai menggantung tas ranselnya disaat Rio ingin membuka pakaiannya serta pakaian bagian bawah. Tiba-tiba pintu kamar yang tadinya lupa dikunci oleh Rio sebelumnya itu, membuat Cinta yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk menutupi tubuhnya itu langsung masuk ke dalam kamar dan melihat tubuh Rio tidak menggunakan pakaian apapun.


Tentu saja, hal itu membuat Cinta kaget dan juga Rio secara bersamaan. Sehingga kaget yang dirasakan oleh Cinta mengeluarkan suara yang cukup besar dan membuat Arif juga kaget.


" Aaarrgghhh,," Teriak Cinta kaget bersamaan dengan Rio di dalam kamar.


" Ada apa Mbak, Mas ?" Tanya Arif spontan yang juga kaget mendengar suara teriakan Cinta bersamaan dengan Rio.


" Hehehehe, nggak apa-apa, Rif,," Jawab Cinta sambil nyengir kuda menjawab pertanyaan Arif yang juga kaget mendengar teriakan mereka berdua.


" Hehehe, Arif kira ada apa ?" Tanya Arif lagi sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu, Arif kembali duduk di karpet tempatnya semula. Setelah mengetahui bahwa teriakan Cinta dan juga Rio secara bersamaan itu tidak ada apanya. Sedangkan, Cinta kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu sambil tersenyum lucu melihat Rio


" Kak Rio itu ada ada aja deh, ganti baju nggak dikunci lagi pintu kamar,," Ucap Cinta sambil tersenyum-senyum sendiri melihat wajah Rio yang menampakkan ekspresi kaget sambil menutupi bagian tubuh bawahnya menggunakan bajunya yang sudah dilepaskan.


" Hehehe, Kak Rio pikir Dedek masih lama mandinya dan diluar juga hanya ada Arif makanya Kak Rio nggak kunci pintunya,," Jawab Rio sambil cepat-cepat memasang kembali celananya yang belum terlepaskan semua.


" Heemm, kan Dedek tadi udah bilang, kalo Dedek mandinya hanya sebentar lagi,," Ucap Cinta sambil membalikkan badannya ke arah lemari.


" Iya, iya, ya udah kalo gitu Dedek ganti baju gih, Kak Rio mau pinjam handuknya, Kak Rio mau mandi juga,," Ucap Rio sambil memasang kembali semua pakaiannya dan melangkah mendekati tubuh Cinta yang masih menggunakan handuk.


Sambil tersenyum, Rio memakai kembali pakaian yang baru saja ditanggalkannya dan setelah itu barulah Rio melangkah mendekati tubuh Cinta yang sedang menghadap ke arah lemari, karena, Cinta tahu bahwa saat ini Rio sedang memakai kembali pakaiannya.


****