
Rio yang melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil. Akhirnya telah sampai juga, Rio mulai lagi dengan aksinya untuk mengganggu Cinta.
" Dedek mau duduk depan, apa di tengah,," Goda Rio pada Cinta yang digendongnya.
" Di depan, masa di tengah,," Jawab Cinta dengan mulut yang cemberut.
" Siap bos, maaf Kakak cuma main-main aja,," Bilang Rio yang segera membuka pintu mobil depan.
Lalu mendudukkan Cinta di kursi depan tepat di sebelahnya Rio sendiri. Setelah selesai meletakkan Cinta, Rio beralih ke seberang untuk duduk di balik kemudi.
" Kakak suka banget ya mainin Cinta,," Ucap Cinta dengan bibir manyunnya.
" Hehehehe,, maaf ya dek,," Jawab Rio.
Cinta masih saja manyun terhadap Rio yang sedari tadi telah memainkan perasaannya. Karena, keadaan yang terasa hening, Rio membuka kembali obrolan terhadap Cinta.
" Dek, Kakinya sini luruskan boleh Kakak obati." Tawar Rio terhadap Cinta.
Cinta pun menoleh dan mengangguk, Rio tersenyum kepada Cinta, lalu Rio menyiapkan tisu dan alkohol yang ia telah siapkan di kotak dekatnya duduk, Rio selalu menyiapkan alat kesehatan darurat kemanapun ia pergi.
Rio mulai melakukan aksinya untuk membersihkan luka di kaki Cinta dan mengobatinya. Cinta menatap Rio dengan seksama dan tatapan lembut.
Dengan sangat telaten dan lembut Rio mengobati kaki Cinta yang terluka karena terinjak duri yang cukup besar.
" Agak terasa sedikit sakit ya dek, tapi tahan ya,," Bilang Rio pada Cinta saat mengoleskan alkohol pada luka Cinta.
" Ssshhh,, pedih kak,," Ucap Cinta yang menahan rasa sakit di kakinya.
Lalu, Rio meniup lukanya dengan perlahan, supaya Cinta tidak terlalu merasakan sakit.
" Tahan ya dek,, Kakak ambil dulu durinya, ini masih nyangkut,," Bilang Rio pada Cinta sambil meneliti luka Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
Cinta yang saat ini mengeluarkan keringat dingin, menetes dan mengalir di dahinya, ya walaupun keadaan di dalam mobil terasa adem karena efek AC mobil. Tapi tetap saja Cinta merasa panas karena, menahan sakit di kakinya yang masih terdapat duri.
Dengan gerakan cepat Rio telah mencabut duri pada kaki Cinta. Sontak Cinta saat itu teriak sangat melengking di dalam mobil.
"AAAAHHHHH,,," Suara teriakan Cinta yang sangat melengking sekali apabila terdengar di telinga.
" Maaf dek,, sakit ya, udah selesai kok, Maafin Kakak ya,," Bilang Rio yang mulai membersihkan darah pada kaki Cinta.
" Iya Kak, gak apa-apa,," Jawab Cinta yang menarik dan mengatur nafasnya.
Lalu, karena, duri telah selesai dicabut Rio mulai menutup luka dengan perban. Setelah selesai Rio menghadap wajah Cinta yang menunduk memperhatikan pekerjaan tangan Rio yang sedang memerban lukanya. Lalu, karena telah selesai menutup perban luka di kaki Cinta. Rio tersenyum menghadap Cinta.
" Makasih ya Kak,," Ucap Cinta tersenyum tulus.
" Iya Dek,, Maafin Kakak ya, yang telah mencelakakan Dedek,," Bilang Rio yang merasa bersalah pada Cinta karena, luka yang terjadi pada kaki Cinta.
" Nggak kok, Kakak gak salah, ini salah Cinta sendiri karena, Cinta kesal dengan Kak Rio." Bilang Cinta kepada Rio dengan wajah yang memerah.
" Iya udah,, kita sama-sama salah dan sama-sama saling menghilangkan kesalahan ya, Dek," Bilang Rio yang menengahkan masalah yang terjadi kepada mereka.
Cinta pun mengangguk dan tersenyum.
" Baik Kak,," Jawab Cinta.
Lalu, Rio teringat atas omongan Cinta sebelum mereka masuk ke dalam mobil untuk melakukan sesuatu hal agar tidak terjadi konspirasi di antara mereka nanti waktu di kampung nanti.
" Oh iya Dek, tadi, Dedek mau ngomong apa,,?" Tanya Rio yang mengingatkan Cinta atas ucapannya tadi.
Cinta baru teringat bahwa ia tadi sudah memiliki ide untuk dikatakan pada Rio. Entah Rio mau apa tidak Cinta tetap harus mengatakannya.
" Oh iya sebenarnya Dedek punya sesuatu yang mungkin terbaik untuk kita, Kak,," Bilang Cinta yang mengingat ide nya.
" Apa itu, Dek,?" Tanya Rio yang penasaran.
Rio saat itu merasa sedikit gugup karena, wajah Cinta dan wajahnya sangatlah dekat. Sehingga membuat Rio hanya bisa diam saat ditatap oleh Cinta seperti saat ini.
Memang selama ini, Rio sudah terlalu sering untuk menatap dan melihat wajah Cinta. Tapi kali ini lain bagi Rio, yang membuat dirinya juga kaku dan diam tanpa kata.
" Iya Dek, Kakak percaya,," Bilang Rio yang membuat keheningan sementara di antara mereka terpecahkan.
Karena, sama-sama gugup kali ya, ๐
" Dedek, ada ide,?" Tanya Rio dengan serius, sehingga membuat Cinta sedikit tersenyum.
Cinta pun mengangguk dan tersenyum.
" Ada,," Ucap Cinta dengan senyuman sumringah.
" Eeemmmm,, eemmm,, Kita menikah,,,,,!!!!" Ucap Cinta yang secara spontan dan membuat Rio mendadak terbelalak tidak percaya.
" Haah????" Jawab Rio dengan mulut ternganga tidak percaya.
Karena, melihat perlakuan Rio yang terbelalak melihat dan mendengar ucapannya itu membuat Cinta merasa sedikit malu, karena, perlakuannya ini terlalu berlebihan. Sehingga membuat Cinta langsung membalikkan badannya dan menoleh ke arah kaca pintu mobil.
Sesaat Cinta menarik nafasnya sambil memejamkan matanya, karena ia berpikir kenapa sampai ia memiliki ide seperti itu. Seharusnya ia harus mendiskusikan tentang hal ini terlebih dahulu dengan Rio.
" Aduuhh,, kenapa aku ngomong kayak gitu," Gumam Cinta dalam hati.
Tapi ucapannya sudah dilontarkan dirinya pada Rio secara spontan seperti saat ini. Jadi, Cinta merasa ya sudahlah langsung jalankan saja ungkapan ini.
Karena, Rio merasa Cinta ini hanya berpura-pura membuat ide omongan seperti itu, membuat Rio saat ini spontan tertawa, karena, dirinya merasa pasti ucapan Cinta ini hanya untuk menggoda dan memainkan dirinya.
" Hahahahahahahahahahaha,,,,!!!!" Suara tawa Rio yang terdengar memecahkan keheningan sementara yang terjadi di antara mereka.
Cinta yang merasa sangat malu itu, merasa bingung, mendengar Rio yang tertawa melihat dirinya yang langsung membalikkan badan dengan wajah yang bersemu merah setelah mengucapkan kata-kata 'Kita Menikah'.
Karena, ingin menutupi rasa malunya, Cinta pura-pura bertanya kenapa Rio tertawa atas ucapan dari idenya barusan.
" Kakak kenapa ketawa,?" Tanya Cinta sedikit kaku dan membuat Rio sedikit menghentikan tawanya.
" Maaf dek sebelumnya,, Dedek itu ada-ada aja ya,, masa idenya bikin Kakak kaget aja, Hahaha,," Ucap Rio yang sedikit mengecilkan tawanya.
" Iya, tapi Cinta serius Kak,," Bilang Cinta yang menarik tangan Rio sehingga membuat Rio tidak seimbang dan langsung berbalik ke arahnya dan memeluk Cinta.
" Uuuummmm,," Ucap suara Cinta yang keluar dari mulutnya dengan mata yang tertutup.
Karena, memang benar, posisinya sekarang sedang dipeluk oleh Rio. Sementara itu, Rio sendiri merasa malu dan cepat-cepat melepaskan tubuhnya dari pelukan tidak sengajanya pada Cinta. Lama Rio, menatap wajah Cinta yang terpejam dan bersemu merah itu, sekilas ada senyuman tipis yang indah di wajah Rio.
" Dek,, kalo seandainya ucapanmu itu adalah asli dari hatimu, maka aku akan sangat menerimanya,," Ucap Rio dalam hati yang sangat mendambakan keikhlasan hati Cinta.
" Maaf dek,," Ucap Rio yang membuat Cinta membuka matanya.
" Gak apa-apa Kak,," Ucap Cinta yang masih merasa malu.
" Kak, Cinta serius atas ide Cinta itu,," Bilang Cinta yang masih saja yakin pada ucapannya itu.
Rio hanya tersenyum mendengar ucapan Cinta yang bagi Cinta adalah keseriusan dari dirinya, tapi, Rio sendiri merasa bingung atas ucapan Cinta tersebut.
Sehingga membuat Rio masih memilah kembali ucapan Cinta saat ini.
****
Salam Hangat se Angkasa ๐๐คโค๏ธ๐โญ
Author
๐น Vira Lydia๐น