
Sambil menguap terlihat Cinta saat ini sedang menggeliatkan tubuhnya dan perlahan-lahan membuka matanya. Benar sekali disaat Cinta membuka matanya bahwa mereka berdua sudah sampai di depan rumahnya sendiri.
" Hoooaamm, sudah sampai di rumah ya Kak ?" Tanya Cinta setelah menguap kepada Rio.
" Dedek udah bangun ?" Tanya Rio balik pada Cinta saat mendengar ucapan Cinta yang sedikit tengah mengagetkannya itu.
" He'eh Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan masih menggeliatkan tubuhnya.
" Iya sayang kita udah sampe di rumah,," Sambung Rio lagi menjawab pertanyaan dari Cinta.
" Udah lama nyampenya Kak ?" Tanya Cinta lagi pada Rio setelah selesai menggeliatkan tubuhnya.
" Heemmm, baru aja sayang,," Jawab Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.
" Kenapa, nggak bangunin Cinta Kak ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.
" Heemmm, memang Kak Rio sengaja, supaya nanti bisa gendong Dedek masuk ke dalam rumah, tinggal nungguin Arif keluar bawain handuk aja,," Jawab Rio sambil mendekatkan tubuhnya pada tempat duduk Cinta.
" Ooohhh sekarang udah mulai nakal ya,," Gumam Cinta sambil memberikan sebuah lirikan nakalnya terhadap Rio.
" Memang iya sayang,," Jawab Rio dengan segera menggelitik tubuh Cinta.
" Aaakkkhh, Kak Rio jangan ngelitikin Cinta, geli,," Seru Cinta di sela rasa geli tubuhnya yang sudah di gelitik oleh Rio.
" Biarin, karena Dedek sekarang udah mulai nakal juga,," Bilang Rio sambil menggelitik tubuh Cinta.
" Hahahaha, udah udah Kak, geli,," Teriak Cinta di dalam mobil penuh dengan keseruan yang tengah dilakukannya bersama dengan Rio.
" Hehehehe, iya iya sayang, maaf ya kalau gelitikan Kakak buat Dedek geli,," Bilang Rio menyudahi kelakuannya yang tengah menggelitik tubuh Cinta.
" Iya, Kak nggak apa-apa,," Jawab Cinta sambil mengatur napasnya yang masih memburu karena sisa gelitikan Rio.
Sambil mengatur napasnya yang masih memburu, Rio melakukan sebuah tindakan yang membuat Cinta merasa begitu nyaman walaupun masih di dalam mobil seperti saat ini. Karena, memang tadinya hujan tidak terlalu deras, tapi sekarang hujan begitu deras sekali. Jadi, hal itu membuat Rio dan Cinta semakin terpaksa menunggu terlebih dahulu di dalam mobilnya, dibandingkan harus basah kuyup menembus derasnya air hujan yang sedang turun seperti saat ini.
" Kenapa kita nggak keluar, Kak ?" Tanya Cinta sambil melihat-lihat keadaan di luar mobilnya dengan membukakan kaca mobil.
" Hujannya deras sayang, sampai ke depan teras itu aja, kita udah basah kuyup,," Jawab Rio sambil menunjukkan hujan yang sedang turun dengan begitu derasnya.
" Nggak apa-apa, Kak, kasihan Arif ngambilin handuk untuk kita,," Bilang Cinta yang ingin segera membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.
" Tunggu bentar lagi, sayang,," Ucap Rio yang sengaja mencegah tindakan Cinta untuk membuka pintu dan keluar.
Disaat Rio sedikit menarik tangan Cinta untuk mencegahnya keluar dari dalam mobil, tiba-tiba Arif keluar dari dalam rumah dengan segera berlari kecil menuju ke tempat mobil yang sudah terparkir sambil membawa handuk yang sudah dipesankan oleh Rio padanya sebelum ini.
" Handuknya Mas,," Seru Arif dari teras rumah hingga sampai ke tempat mobil Rio yang terparkir.
" Iya, Rif, bawa sini, maaf ya Rif,," Seru Rio dari dalam mobil sambil tersenyum dan membuka kaca mobil yang awalnya masih tertutup.
Cinta tersenyum senang melihat kelakuan Arif yang begitu kreatif dan juga baik karakternya. Hingga membuat Cinta sendiri memuji kebaikan yang sedang dilakukan oleh Arif, walaupun Arif tidak mendengarkan ucapan pujian yang sengaja diucapkan oleh Cinta. Tapi, Arif sangat mengetahui bagaimana sikap dan cara Cinta saat pertama kali bertemu dengannya.
" Waduh, sih Arif baik banget sih,," Ucap Cinta sambil tersenyum melihat kelakuan Arif yang sedang berlarian menuju ke arah mobilnya.
" Hehehehe iya sayang,," Jawab Rio tersenyum balik menoleh ke arah Cinta.
Sesampainya Arif di dekat mobilnya Rio dengan segera Rio menerima handuk yang telah dibawa oleh Arif dan meminta Cinta untuk segera menggunakan handuk tersebut menutupi tubuh mereka masing-masing dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.
" Ini Mas, handuknya,," Bilang Arif sambil memberikan handuk kepada Rio di tengah derasnya hujan turun.
" Iya makasih Rif,," Bilang Rio bersamaan dengan Cinta.
" Loh Mbak Cinta udah bangun,," Seru Arif dari luar mobil.
" Iya, Rif, ya udah kamu langsung masuk aja ke rumah, biar gak basah,," Bilang Cinta dari dalam mobil sambil menyuruh Arif segera masuk ke dalam rumah.
" Iya Rif, betul kata Mbakmu, kamu langsung masuk aja, biar kamu nggak basah,," Ucap Rio yang menyambungkan ucapan dari Cinta.
" Baik Mas, Mbak, Arif langsung masuk ke rumah, Mbak sama Mas hati-hati,," Jawab Arif dengan segera berlari lagi masuk ke dalam teras rumah.
Setelah Arif berlari masuk ke dalam teras rumah, dengan lembut Rio memberikan handuk pada Cinta. Dengan balasan sebuah senyuman lembut Cinta menerima handuk yang sudah dibuka dan disiapkan oleh Rio untuknya itu.
" Hehehehe, makasih Kak, sampai disiapkan segala,," Bilang Cinta sambil menerima handuk yang sudah dipasangkan oleh Rio.
" Iya Sayang,," Jawab Rio sambil tersenyum mengelus lembut pipi Cinta.
" Oh ya, Dedek tunggu sebentar, ya, biar bareng kakak aja masuk ke dalam rumah,," Bilang Rio yang segera bersiap untuk keluar dari dalam mobil untuk menyambut Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan bersiap-siap untuk keluar juga dari dalam mobil.
Dengan segera Rio keluar dari dalam mobil dan menembus derasnya hujan yang sedang turun, sambil memutari mobilnya dengan berlari kecil Rio segera membuka pintu di arah tempat duduk Cinta dengan segera juga Cinta sigap langsung keluar dari dalam mobil.
" Ayo sayang,," Bilang Rio sambil mengulurkan tangannya menyambut tangan Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta dengan segera keluar dari dalam mobil dan menerima sambutan tangan Rio.
Dengan berlari kecil, Rio dan Cinta masuk ke dalam rumahnya, sesampainya di depan teras rumah barulah Rio membuka handuknya dan bisa bernafas lega karena tubuhnya dan tubuh Cinta tidak terlalu basah terkena air hujan.
" Uuuhhhh,, akhirnya sampai juga,," Seru Rio setelah sampai membopong Cinta di depan rumahnya.
" Hihihihihi iya Kak, Alhamdulillah,," Ucap Cinta sambil membuka handuk yang menutupi kepalanya.
Setelah sampai di depan rumahnya dan melepaskan semua handuk yang sudah dikenakan oleh Cinta dan Rio, Arif segera bertanya dengan Rio apakah ada sesuatu yang akan diambil dari dalam mobil. Namun, sebelum Arif bertanya malah Cinta terlebih dahulu memberitahukan barang yang sudah dibawakan oleh mereka dari kota. Sedangkan, Cinta sendiri diminta oleh Rio masuk ke dalam rumah agar tidak terlalu dingin jika masih berada di luar.
****