
Disela kesibukan Cinta dan Rio yang sedang menyantap makan malam itu, Cinta langsung saja mengatakan bahwa ia ingin segera pulang ke kampung mereka. Agar mereka tidak terlalu berhura-hura membuang uang dengan berlama-lama di tempat ini. Dan Rio hanya bisa menuruti semua kehendak yang diinginkan oleh Cinta padanya.
" Oh ya Kak,," Bilang Cinta setelah selesai menelan semua makanannya.
" Heeemmm kenapa dek ?" Tanya Rio balik pada Cinta sambil mengambil gelas air putih yang ada di hadapannya.
" Besok kita pulang ke kampung ya Kak,," Bilang Cinta lagi pada Rio setelah selesai minum air putih.
" Heemm boleh, tapi, kenapa cepat sekali, bukannya Dedek ingin kita satu minggu berlibur di kota ini ?" Tanya Rio yang mengingatkan kembali keinginan Cinta saat ia pergi dari kampung beberapa hari yang lalu.
" Sebenarnya sih iya, cuma Cinta pikirin lebih baik kita pulang aja, karena, semua urusan di kota juga sudah selesai,," Jawab Cinta jelas.
" Mengambil surat keterangan nikah udah, memesan benih ikan udah, keliling tempat wisata di kota ini udah, makan di restoran yang menyajikan makanan lezat seperti kemarin juga udah, jadi Cinta pikir daripada kita berhura-hura membuang uang dan waktu, lebih baik kita pulang ke kampung dan mengurus semua kebutuhan serta urusan di tambak Kak Rio aja,," Sambung Cinta lagi yang menjelaskan semua pikirannya pada Rio.
" Heemm ternyata Dedek pintar banget ya cara berpikirnya,," Puji Rio pada Cinta sambil tersenyum.
" Hehehehe Kak Rio bisa aja,," Celetuk Cinta.
" Ya udah, jika Dedek ingin kita besok pulang ke kampung, berarti besok Kak Rio harus ke tempat yang jual bibit dan mengambil semua barang yang sudah dipesan,," Bilang Rio pada Cinta yang menjelaskan rencananya untuk esok.
" Heemm iya Kak, betul sekali,," Jawab Cinta sambil mengacungkan jempolnya.
" Sepertinya besok kita akan pulang ke kampung sore atau nggak malam ya dek, karena, Kakak mau beli semu peralatan rumah dan juga bahan dapur,," Ucap Rio yang memberitahukan jadwal keberangkatannya besok.
" Oke Kak, siap, yang pastinya kita check out dari Villa ini besok pagi,," Bilang Cinta lagi pada Rio.
" Iya dek, Kak Rio nurut aja, dan yakin nggak mau satu minggu di kota ini ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Yakin kak,," Jawab Cinta mengangguk penuh keyakinan.
" Oke dek, besok kita akan pulang,," Bilang Rio sambil mengangguk setuju keinginan Cinta.
Setelah selesai makan dan berdiskusi masalah kepulangan yang akan mereka lakukan besok. Serta selesai dari makan itu Rio segera melakukan ibadah sholatnya sebelum ia beristirahat tidur. Terlihat Cinta sedang membereskan semua peralatan makan di atas meja dan meletakkan peralatan makan itu tepat di dekat pintu kamarnya.
Disaat Cinta sendiri sedang membereskan semua peralatan dan barang-barangnya untuk dimasukkan kembali ke dalam tas ranselnya itu. Rio juga sedang khusyuk dalam melakukan ibadahnya itu. Setelah selesai semuanya barulah Cinta masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok giginya.
" Barang udah selesai di packing, sekarang tinggal sikat gigi dan tidur,," Gumam Cinta sambil membawa handuk kecil ke dalam kamar mandi.
Sambil menghadap kaca wastafel Cinta menggosok giginya dan kembali teringat akan khayalan yang diinginkan olehnya saat ini juga. Hasrat hatinya sungguh menginginkan suatu kehangatan yang diberikan oleh Rio secara langsung dan juga lembut. Tapi, Cinta sendiri belum berani mengungkapkan keinginan perasaannya ini pada Rio. Oleh sebab itu Cinta hanya bisa mengkhayalkan saja apa yang telah menjadi keinginan terbesarnya saat ini.
" Heemm sepertinya khayalanku itu belum akan terjadi dalam waktu dekat ini,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil tetap fokus menyikat giginya.
" Karena, yang aku lihat Kak Rio sepertinya nggak bernafsu denganku,," Bilang Cinta lagi yang salah mengirakan pikiran Rio terhadap dirinya.
" Aku ingin sekali jika Kak Rio tidak lagi menganggapku ini seperti anak kecil atau majikannya, aku ingin Kak Rio menganggapku sebagai seorang wanita dewasa dan sudah wajib baginya menyentuh tubuhku, tapi, kenapa setiap kali Kak Rio ingin menciumiku, hal itu diurungkannya, apa karena, Kak Rio melihatku seperti anak kecil atau apa karena, aku pernah berkata bahwa pernikahan ini dilakukan hanya sekedar sandiwara saja, hingga karena, ungkapan itu tindakan yang harusnya Kak Rio lakukan terhalang,," Ucap Cinta lagi yang begitu panjang dalam pikirannya mengenai hal kelakuan dan tindakan Rio yang selalu saja tidak jadi ketika akan memberikannya sebuah ciuman mesra pada bibirnya.
Padahal sebenarnya di hasrat hatinya Cinta, Cinta sungguh sangat menginginkan Rio untuk memberikan kehangatan yang dibutuhkan oleh seorang wanita sebagai pasangan. Tapi, sampai saat ini Rio tidak pernah melakukan hal itu padanya, Rio hanya bisa memberikan sebuah ciuman hangat di puncak kepalanya dan juga di keningnya.
Ketika akan beralih ke bibirnya, dengan lembut juga Rio mengurungkan tindakannya itu hingga membuat Cinta selalu bertanya-tanya kenapa Rio selalu mengurungkan niatnya dalam memberikan satu ciuman hangat pada bibir Cinta. Walaupun pada malam dimana Rio tertidur dengan pulasnya itu Cinta sudah merasakan bibirnya Rio, tapi, bibir yang dirasakan oleh Cinta belum terlalu nikmat jika tidak dilakukan oleh Rio sendiri padanya.
Oleh sebab itu, Cinta bertekad dengan kuat agar ia bisa meyakinkan Rio bahwa dirinya saat ini sudah tidak lagi menganggap pernikahan yang mereka lakukan itu hanyalah sebuah sandiwara melainkan pernikahan yang sebenarnya dan seutuhnya. Cinta begitu ingin jika Rio menganggap Cinta sebagai seorang istri bukanlah sebagai seorang anak kecil ataupun majikannya.
" Ya, aku harus meyakinkan Kak Rio, bahwa pernikahan yang kami lakukan ini adalah sebuah pernikahan yang sesungguhnya bukanlah pernikahan sandiwara,," Gumam Cinta dalam hatinya yang memiliki sebuah pemikiran dan akan diungkapkan pada Rio.
" Dan aku ingin Kak Rio menganggapku sebagai seorang istri bukanlah sebagai seorang wanita yang hanya butuh perlindungannya saja, melainkan seorang wanita yang butuh semua akan dirinya, dan juga Kak Rio membutuhkan diriku sebagai seorang istri darinya,," Bilang Cinta lagi yang memiliki sebuah tekad untuk meyakinkan perasaan Rio.
Setelah selesai menyikat giginya dan membersihkan tangannya barulah Cinta beralih ke toilet untuk melakukan suatu hal yang sudah lama ia tahan saat ia sedang membereskan semua barang-barangnya tadi. Cinta segera membuka celananya dan duduk di atas toilet untuk buang air kecil, namun, seketika Rio langsung masuk ke dalam kamar mandi dan tidak tahu bahwa Cinta sedang di dalam kamar mandi.
Betapa kagetnya Cinta serta Rio ketika mata mereka saling bertemu satu sama lainnya. Dimana posisinya Cinta saat ini sedang buang air kecil di dalam kamar mandi dan Rio sendiri tidak sengaja masuk ke dalam kamar mandi untuk buang air kecil juga. Tentunya Cinta seketika berteriak karena, kaget melihat Rio masuk ke dalam kamar mandi dan Rio spontan langsung keluar dari kamar mandi dan meminta maaf pada Cinta.
" Aaakkkhh Kak Rio !!" Teriak Cinta kaget ketika Rio masuk ke dalam kamar mandi dan melihat dirinya sedang duduk di atas toilet.
" Aaakkkhh maaf dek,," Ucap Rio balik dengan segera keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi itu.
" Kak Rio ngapain masuk ke dalam, Cinta lagi pi.pis,," Teriak Cinta dari dalam kamar mandi.
" Iya, iya nggak apa-apa,," Jawab Cinta sambil membersihkan tubuhnya bagian bawah dengan air.
Setelah selesai semuanya barulah Cinta keluar dari kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi. Cinta melihat suasana kamar sudah terlihat sepi dan ternyata Rio sedang duduk di atas kursi sambil menunggu kegiatan Cinta selesai.
" Cinta udah selesai Kak,," Gumam Cinta kepada Rio sambil menaiki tempat tidurnya.
" Oh iya dek,," Jawab Rio sambil beranjak dari tempat duduknya.
Saat ini Cinta sedang menaiki tempat tidurnya dan Rio sendiri beranjak bangun dari tempat duduknya dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Cinta sendiri merasa geli dan tersenyum sendiri ketika teringat kelakuan Rio yang segera keluar dari kamar mandi saat melihat dirinya sedang di atas toilet untuk buang air kecil.
" Hihihihihihi, gimana mau melakukan itu, jika, melihatku pi.pis saja Kak Rio kaget dan malu,," Gumam Cinta sambil merapikan tempat tidurnya.
Saat ini Cinta sedang merapikan tempat tidurnya dan segera berbaring diatas tempat tidurnya. Sambil memadamkan semua lampu yang ada di kamarnya serta Cinta hanya menyalakan lampu tidur yang ada di atas kepalanya itu. Barulah Cinta bisa bernapas lega karena aktivitasnya sebelum tidur sudah selesai semua.
Sedangkan, saat ini Rio sendiri sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu, sambil menghadapi kaca wastafel yang ada di dalam kamar mandi Rio tersenyum sendiri mengingat kelakuannya saat ia masuk ke dalam kamar mandi secara langsung itu dan hal itu membuat Cinta kaget saat ia sedang membuang air kecil.
" Hehehehe, maafkan Kak Rio dek, jika Kak Rio nggak sengaja melihat sedikit,," Gumam Rio sambil tersenyum sendiri menatap kaca wastafel.
Dan setelah berpikir masalah dirinya yang sengaja melihat Cinta membuang air kecil, Rio sendiri teringat akan kesulitan Cinta di dalam kampungnya yang memasak menggunakan kompor biasa serta mencuci pakaian menggunakan tangan. Jadi, ini kesempatan Rio untuk membelikan semua peralatan dapur supaya Cinta tidak terlalu lelah saat ia sedang membersihkan rumah serta memasak untuk mereka makan dalam sehari-harinya.
" Karena, besok mau pulang ke kampung, lebih baik besok aku segera membeli semua peralatan yang dibutuhkan oleh Dedek saat berada di rumah,," Gumam Rio yang memiliki sebuah rencana besok.
" Tidak mungkin aku biarkan Dedek lelah dalam melakukan semua aktivitas apapun di rumah,," Gumam Rio lagi yang merasa kasihan melihat Cinta saat beraktivitas di rumahnya dan terlihat Cinta begitu rajin serta telaten dalam melakukan tugasnya seperti seorang ibu rumah tangga biasanya.
" Karena, walau bagaimanapun Cinta bukanlah seorang pembantu melainkan majikanku sendiri serta Istri yang telah dinikahkan secara sah oleh diriku,," Sambung Rio lagi sambil mencuci tangannya setelah selesai menyikat giginya itu.
Setelah selesai melakukan aktivitas seperti biasanya pada saat sebelum tidur, dengan segera Rio keluar dari kamar mandi dan saat keluar dari kamar mandi itu Rio melihat bahwa saat ini Cinta sudah terbaring di atas tempat tidur sambil berselimutkan selimut yang cukup tebal menutupi tubuhnya itu.
" Ternyata sudah tidur Istriku,," Gumam Rio sambil tersenyum melihat Cinta yang sudah terbaring di atas tempat tidur dan tubuhnya ditutupi oleh selimut.
Sambil melangkah mendekati Cinta yang sudah tertidur di atas tempat tidur, dengan lembut Rio menyapa Cinta dengan matanya yang sudah terpejam.
" Dedek udah tidur ?" Tanya Rio pada Cinta yang sudah terbaring di atas tempat tidur.
" Hemm,," Jawab Cinta yang hanya berdehem tanpa membuka matanya.
Karena, hanya mendengar suara deheman yang keluar dari suaranya Cinta sambil tersenyum Rio mulai menaiki tempat tidur dan ikut masuk ke dalam tempat tidur. Dengan lembut juga disaat Rio masuk ke dalam selimut Rio bisa merasakan kehangatan tubuh Cinta yang memang sudah mengantuk itu.
" Heemm, jika Dedek udah tidur, ya udah tidurlah gih, biar besok bisa nemenin Kak Rio saat nyetir mobil,," Bilang Rio sambil membetulkan posisi bantalnya.
" Nggak kok, belum,," Jawab Cinta dengan spontan sambil membuka kedua bola matanya dan tersenyum menoleh ke arah Rio.!
" Hehehehe, Kak Rio pikir Dedek udah tidur,," Ucap Rio sambil berbaring juga di samping Cinta.
Cinta saat ini bisa melihat bagaimana tubuh Rio sudah terbaring di sampingnya dan hal itu membuat Cinta sungguh merasa sangat nyaman sekali. Hingga aroma tubuh Rio saja sangat lekat tercium dari hidungnya Cinta, sambil tersenyum dan membalikkan tubuhnya ke arah Rio sebelum tidur Cinta berbicara terlebih dahulu pada Rio tentang suatu hal yang membuat Cinta seakan lupa tindakan Rio saat ia di dalam kamar mandi tadi.
" Oh ya, jadi kita besok pagi check out Kak ?" Tanya Cinta pada Rio sambil membalikkan tubuhnya menghadap Rio.
" Jadi dek, kalo Dedek udah selesai semuanya dan sudah siap untuk check out kita langsung pergi dari Villa ini,," Ucap Rio jelas pada Cinta.
" Oke deh, oh ya Kak, berarti besok kita jangan lupa beli oleh-oleh untuk Arif, karena, Cinta udah nganggep Arif seperti adik sendiri,," Ucap Cinta pada Rio.
" Iya dek, terima kasih ya,," Gumam Rio sambil tersenyum pada Cinta.
" Oh ya kalo Dedek nganggepin Arif seperti adik sendiri, nah kalo Kak Rio Dedek udah anggep sebagai apa selain keluarga ?" Tanya Rio yang terdengar spontan bagi Cinta.
" Kalo Kak Rio beda dari yang lainnya, Cinta udah anggep Kak Rio dari dulu seperti keluarga dan sekarang Cinta udah anggep Kak Rio juga sebagai keluarga serta orang terdekat yaitu suami Cinta Kak,," Jawab Cinta yang jelas pada Rio.
Disaat Cinta menjawab pertanyaan Rio yang terdengar seperti berlebihan itu, hal itu juga membuat Rio merasa bahagia walaupun pertanyaan seperti kekanak-kanakan. Namun, bisa membuat hubungan pernikahan di antara mereka semakin lama semakin dekat dan erat. Itulah yang selama ini diharapkan oleh Rio kepada Cinta, memang Rio sama sekali belum mengetahui bahwa sebenarnya Cinta juga mencintainya. Namun, saat ini Rio hanya tahu bahwa Cinta memang memiliki perasaan padanya namun, perasaan itu masih dipendam olehnya.
****