Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 64 Sarapan Bersama


Disaat Cinta sedang melihat semua masakan dari Rio, Rio sendiri sudah selesai melakukan pekerjaannya membilas semua pakaian dan saat ini wajah Rio sedikit tercengang ketika melihat Cinta yang tersenyum sendiri di depan meja makannya.


" Heemm, Dek Cinta senyam senyum gitu mandangin apa ?" Tanya Rio tersenyum sendiri melihat kelakuan Cinta yang memandangi semua masakan di atas meja makan.


Dan, Cinta kembali memuji kehebatan Rio soal masakannya ini. Namun Cinta sama sekali tidak tahu jika Rio sendiri sudah ada di belakang tubuhnya dan Rio sendiri juga telah mendengar semua pujian Cinta itu.


" Heemmm, ternyata selama aku tidur tadi, Kak Rio sengaja masakin semua makanan ini,," Gumam Cinta sambil tersenyum melihat semua makanan yang ada di atas meja makan.


" Lagi ngapain dek ?" Tanya Rio seketika mengagetkan Cinta.


" Aaakkkhh Kak Rio ngagetin aja,," Ucap Cinta sambil menoleh ke arah Rio.


" Oooohhh sorry dek, kalo ngagetin heheheh,," Bilang Rio sambil cengengesan.


Dan, Cinta segera membalikkan tubuhnya menghadap Rio sambil menanyakan masakan yang ada di atas meja saat ini.


" Eemmm, semua makanan yang lezat ini, apa Kak Rio semua yang memasaknya ?" Tanya Cinta pada Rio.


" He'eh Dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Waaaahhh, Cinta salut ama Kak Rio, ternyata juga hebat dalam masakan,," Ucap Cinta sambil mengacungkan jempolnya pada Rio.


" Hehehehe Dedek bisa aja,," Seru Rio sambil tersenyum sedikit malu.


" Oh ya kalo Dedek mau mandi silahkan, Kakak mau jemurin semua pakaian ini,," Ucap Rio sambil menunjukkan semua pakaian di dalam ember yang sedang ia tenteng saat ini.


" Oke Kak,," Jawab Cinta tersenyum.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi, supaya bisa bebas mandi sendirian. Sedangkan Rio sendiri disibukkan dengan kegiatan menjemur semua pakaian yang sudah bersih ia bilas tadi.


Di dalam kamar mandi sambil mandi dan membersihkan tubuhnya, Cinta tersenyum sendiri melihat kelakuan Rio yang begitu lembut bersikap kepadanya itu. Sehingga membuat Cinta merasa bersalah jika, ia harus menentang kebebasan Rio dalam melakukan hal apapun.


" Heemm, sikap Kak Rio padaku sungguh baik sekali, masa aku harus menentang kebebasannya," Gumam Cinta sambil menggosokkan semua tubuhnya menggunakan puff sabun.


" Sebagai balasan atas kebaikannya itu, aku akan memberikan kebebasan pada Kak Rio dalam kesehariannya, karena, walau bagaimanapun Kak Rio pasti memiliki tujuan dalam hidupnya. Tidak mungkin Kak Rio selamanya terjerat dalam pernikahan yang dipaksakan oleh kehendak ku ini, Heeemm betapa egoisnya aku pada Kak Rio,," Bilang Cinta sambil tersenyum sendiri.


" Heemm sepertinya aku harus membuat suatu rencana terhadap Kak Rio supaya dia bisa bebas dalam melakukan suatu hal apapun,," Gumam Cinta sambil berpikir serius tentang rencana yang akan diberikannya pada Rio.


Setelah selesai melakukan proses mandinya itu, Cinta segera keluar dari kamar mandi dan melihat-lihat kondisi di dalam dapur. Di dalam penglihatan Cinta sendiri saat ini tidak ada jejak Rio sedikitpun di dalam ruangan dapur, sehingga memudahkan Cinta untuk segera berlari kecil menuju kamarnya.


" Oohhh tidak ada orang, aku harus segera masuk ke kamar," Gumam Cinta sambil berlari kecil menuju ke kamarnya.


Saat Cinta sedang asyik berlari kecil menuju kamarnya itu, Rio sendiri yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya itu tidak sengaja melihat kondisi tubuh Cinta dalam keadaan basah dan hanya terlilit handuk itu. Rio segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dan sedikit menyapa Cinta yang hendak masuk ke dalam kamarnya.


" Udah selesai mandinya dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Aakkh iya Kak,," Jawab Cinta langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa menoleh ke arah suara Rio yang menyapanya itu.


Dengan segera Cinta menutup pintu kamarnya dan menguncinya, karena, Cinta sendiri saat ini segera menggantikan pakaiannya. Sementara itu, sambil tersenyum Rio segera masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang sedikit kotor karena, baru saja selesai melakukan pekerjaan rumah.


Setelah selesai melakukan proses mandinya, Rio segera keluar dari kamar mandi dan memastikan apa saat ini Cinta masih di dalam kamarnya atau tidak. Sambil mengetuk pintu dengan lembut Rio memanggil nama Cinta agar Cinta bisa membuka pintu kamar itu.


" Dek, Dedek udah selesai belum ganti bajunya ?" Tanya Rio pada Cinta yang masih jelas ada di dalam.


" Udah Kak, buka aja pintunya gak dikunci kok,," Jawab Cinta dari dalam kamar.


Dengan perlahan Rio membuka pintu kamarnya itu dan Rio sedikit memasukkan kepalanya ke dalam kamar melihat suasana di dalam, ternyata saat ini Cinta sedang menyisir rambutnya di balik cermin.


" Kak Rio mau ganti baju ?" Tanya Cinta menoleh ke arah Rio yang sedang membuka lemari pakaiannya.


" Iya dek,," Jawab Rio dibalik lemari yang sedikit menutup tubuhnya itu.


" Eemmm kalo gitu Cinta keluar aja ya kak,," Ucap Cinta sambil memalingkan wajahnya dari pandangan tubuh Rio.


" Oh ya dek," Jawab Rio mengangguk sendiri.


Sambil memalingkan pandangannya terhadap Rio, akhirnya Cinta berhasil keluar dari kamarnya dan meninggalkan Rio sendiri yang sedang menggantikan pakaiannya.


Sambil menata peralatan makan di atas meja makan, Rio juga telah selesai menggantikan bajunya sendiri. Sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dengan segera Rio menyunggingkan senyumannya kepada Cinta.


" Kenapa belum makan dek ?" Tanya Rio pada Cinta sambil meletakkan handuk di atas jemuran.


" Aakkh, nungguin Kak Rio, bukannya Kak Rio yang masakin makanannya, jadi, harus nungguin chefnya dulu donk heheheh,," Gumam Cinta sambil terkekeh.


" Aaahh Dedek bisa aja, kalo laper ya tinggal makan aja dek, ngapain nungguin Kak Rio," Ucap Rio sambil menarik kursi di hadapan meja makan.


" Ayo dek kita makan !" Ajak Rio langsung pada Cinta.


" Oke kak,," Jawab Cinta.


Sambil meletakkan nasi di atas piringnya Rio dan juga piringnya sendiri, Cinta kembali menanyakan pada Rio kapan mereka berdua akan pergi mengunjungi tambak ikan yang dikatakan oleh Rio dan juga ditawarkan oleh Arif.


" Oh ya Kak, setelah makan ini, kita ke tambak yuk," Ajak Cinta langsung pada Rio.


" Eemmm bener, Dedek mau ke sana udah kita makan ini ?" Tanya Rio balik pada Cinta sambil mengambil lauk di dalam piring.


" Iya kak, daripada siang nanti, mending udah makan ini kita langsung ke tambak," Bilang Cinta sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya sendiri.


" Oke dek,," Jawab Rio sambil mengangguk.


" Oh ya dek, karena kita baru datang ke kampung ini, lebih baik kita berkunjung ke rumahnya pak kades supaya dia tahu bahwa kita akan menetap di kampung ini," Ucap Rio serius pada Cinta sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


" Maksudnya kita berkunjung, semacam dengan memberikan laporan ya kak, bahwa kita warga disini, gitu ?" Tanya Cinta dengan wajah yang begitu penasaran.


" Benar sekali dek, kalo kita gak ngelapor ke sana nanti takutnya orang kampung berkata hal yang tidak-tidak pada kita berdua,," Jawab Rio dengan menjelaskan secara rinci pada Cinta.


" Oh begitu ya kak, oke deh Cinta ngerti,," Bilang Cinta sambil tersenyum senang.


Rio tersenyum senang ketika melihat Cinta sudah mengerti akan maksud dari perkataannya itu. Setelah sarapan bersama dengan segera Cinta membersihkan semua peralatan makan yang ada di atas meja, sehingga dengan segera juga Rio membantu Cinta yang terlihat begitu rajin melakukan suatu pekerjaan rumah di dalam rumah neneknya ini. Sama sekali tidak terlihat bahwa Cinta seorang wanita yang pemalas.


" Dek, biar Kakak aja yang nyuci semua piring kotornya,," Gumam Rio sambil menempati tubuhnya di bagian tempat pencucian piring.


" Hehehehe, Dedek aja kak,," Jawab Cinta sedikit mendorong tubuh Rio menggeser ke sampingnya.


" Heemmm lebih baik Kak Rio panasin mobil, karena, kita mau ke tambak setelah ini,," Ucap Cinta pada Rio yang mengingatkan Rio untuk mempersiapkan mobil mereka.


" Kenapa harus pergi pakai mobil dek, tambak itu lokasinya dekat dengan rumah, jadi kita hanya bisa jalan kaki kalo mau ke sana,," Ucap Rio sambil membantu Cinta membilas semua piring yang sudah dicuci oleh Cinta.


" Oohh jadi gak perlu naik mobil ke sana" Tanya Cinta lagi pada Rio.


" He'eh, ya tapi kalo Dedek maunya pergi ke sana pakai mobil, nggak apa-apa, kita kesana naik mobil aja biar lebih cepat sampainya,," Jawab Rio membetulkan pendapat Cinta.


" Tapi, menurut Cinta lebih baik jalan kaki aja kak, biar lebih sehat,," Ucap Cinta sambil tersenyum.


" Heemm, Dedek, ya udah deh Kak panasin mobilnya dulu ya, kita naik mobil aja ke sana, biar Dedek nggak kepanasan,," Bilang Rio sambil mengusap rambut Cinta dengan lembut.


" Oke kak,," Jawab Cinta.


Dengan segera Rio mengalihkan dirinya untuk keluar dari rumah, benar juga ungkapan dari Cinta bahwa lebih enak kalau mereka berdua menggunakan mobil untuk pergi ke tambak, karena, Rio bisa lihat sendiri keadaan cuaca yang terlihat cukup panas pagi ini. Oleh sebab itu Rio segera memanaskan mesin mobilnya untuk mempersiapkan kepergian mereka menuju ke tempat tambak ikan milik Neneknya Rio itu.


Setelah selesai melakukan pekerjaannya mencuci semua piring kotor, dengan segera Cinta langsung menggantikan bajunya dan sedikit berdandan seperti biasanya karena, memang terbiasa Cinta tidak terlalu suka dalam hal make-up oleh sebab itu dandanan Cinta terlihat begitu alami namun begitu sempurna akan kecantikan yang dimilikinya itu.


" Heemm, sepertinya udah rapi," Gumam Cinta yang melihat pantulan tubuhnya di balik cermin yang terletak di hadapannya itu.


Setelah memastikan keadaan dirinya sudah cukup rapi itu, dengan segera Cinta melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan langsung saja menuju ke arah luar, saat dirinya sudah berada di depan teras, Cinta langsung saja sedikit berteriak kecil memanggil Rio yang sedang berada di belakang mobil.


" Kak Rio, udah siap berangkat belum ?" Tanya Cinta pada Rio yang terdengar seperti sedikit berteriak itu.


Rio yang sedang memeriksa keadaan mobil di bagian belakang segera menjawab pertanyaan dari Cinta yang terdengar oleh dirinya itu. Sambil mendongakkan wajahnya dari balik mobil Rio menganggukkan ucapan Cinta yang menanyakan dirinya apakah sudah bersiap untuk segera pergi.


" Iya dek, Dedek langsung masuk aja dalam mobil,," Jawab Rio yang menyuruh Cinta untuk langsung masuk ke dalam mobilnya.


" Oke deh kalo gitu,," Ucap Cinta dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat mobil dan membuka pintu mobilnya.


Setelah mendapatkan kepastian dari Rio untuk memasuki mobilnya, Cinta segera duduk di dalam mobil dan menunggu Rio untuk segera masuk ke dalam mobilnya itu. Setelah semuanya aman, Rio segera memeriksakan keadaan rumahnya apakah sudah terkunci semuanya.


Namun, ketika melihat Rio segera melangkah menuju ke arah rumah, Cinta dengan segera memanggil Rio lagi, karena, semua keadaan di dalam rumah sudah aman dan semuanya sudah dikunci oleh Cinta sendiri sebelum ia keluar dari rumahnya itu.


" Eehhh Kak Rio mau kemana ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Mau mengunci semua pintu dan jendela dek,," Jawab Rio sambil menghentikan langkahnya.


" Gak usah Kak, udah ditutup dan dikunci oleh Dedek semuanya,," Jawab Cinta langsung sambil menunjukkan sebuah kunci di tangannya itu.


" Ooohhh terima kasih dek, kalo gitu kita langsung saja pergi ke tambak,," Bilang Rio tersenyum sambil membuka pintu mobil dan duduk di balik kemudi.


" Ya udah jalan," Ucap Cinta yang terdengar seperti memberikan perintahan kepada Rio yang sudah siap untuk menyalakan mobilnya.


" Oke bos," Jawab Rio tersenyum sambil menghidupkan mesin mobil kembali.


Setelah menyalakan mesin mobilnya dengan segera mobil itu melaju keluar dari pekarangan rumah dan meluncur ke arah jalanan kampung. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Rio dan Cinta sampai juga ke tambak milik Neneknya Rio itu. Setelah sampai Rio segera memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah rumah yang terlihat seperti kantor kecil di area tambak itu.


Cinta segera turun dari mobil dan melihat di sekeliling area tambak sungguh terlihat indah sekali, betapa bersihnya tambak itu dan juga banyak sekali petak tambak yang sudah digali dan terisi oleh air yang mengalir. Namun isi ikan di dalam tambak lainnya tidak ada hanya ada satu petak tambak kecil yang sudah berisi dengan ikan lele miliknya Arif penunggu tambak ini.


" Waaaahhh ternyata tambaknya luas sekali kak,," Gumam Cinta yang takjub ketika melihat keindahan dan keluasan area tambak miliknya Rio ini.


" Hehehe tapi gak ada ikannya dek,," Jawab Rio sambil terkekeh geli.


" Cuma satu petak tambak yang sudah berisi ikan yaitu itu disana tepat di depan tempat tinggalnya Arif." Jawab Rio lagi sambil memberikan petunjuk kepada Cinta.


" Oooohhh benarkah ?" Tanya Cinta sambil tersenyum melihat tunjukkan dari Rio.


" Iya dek, ayo kalo mau lihat ikannya kita kesana,," Ajak Rio langsung pada Cinta.


" Oke kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Dengan segera Cinta mengikuti ajakan yang dilakukan Rio padanya itu, sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan di antara sekat pembatas yang ada di pinggiran kolam, Rio menuntun tangannya Cinta untuk mengiringi langkahnya itu.


" Hati-hati dek, awas terpeleset,," Bilang Rio sambil menuntun tangannya Cinta.


" Iya Kak," Jawab Cinta dengan melangkah perlahan di antara sekat pembatas tambak.


Ketika Rio sedang menuntun tangannya Cinta untuk melewati sekat pembatas tambak, dari kejauhan Arif melihat kedatangan kedua pengantin baru ini ke area tambak milik Neneknya Rio itu sendiri.


" Waaaahhh, bukannya itu Mas Rio dan Mbak Cinta,," Gumam Arif dari kejauhan.


" Lah iya itu Mas Rio dan Mbak Cinta, pasangan pengantin baru,," Ucap Arif lagi sambil tertawa sendiri.


Ketika melihat dua orang yang datang itu dan sedang melangkah bersama mendekati area tambaknya dengan penuh semangat Arif segera berteriak memanggil Rio dan juga Cinta untuk singgah dan datang ke tempatnya itu. Rio dan Cinta hanya bisa tersenyum sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah teman Arif.


****